Zakat Fitrah untuk Anak: Hukum, Niat, dan Waktu Pembayaran yang Tepat

  • Bagikan
Zakat Fitrah untuk Anak: Hukum, Niat, dan Waktu Pembayaran yang Tepat
Zakat Fitrah untuk Anak: Hukum, Niat, dan Waktu Pembayaran yang Tepat
Artikel berikut ini akan mengulas secara ringkas dan jelas mengenai Zakat Fitrah untuk Anak: Hukum, Niat, dan Waktu Pembayaran yang Tepat, yang kami rangkum dari berbagai sumber tepercaya guna memberikan informasi yang akurat, relevan, dan mudah dipahami oleh pembaca.

Bulan Ramadan segera berakhir dan umat Islam akan menyambut Hari Raya Idul Fitri. Sebelum merayakan hari kemenangan, ada satu kewajiban yang harus ditunaikan, yaitu zakat fitrah.

Bagi orang tua, zakat fitrah tidak hanya dibayarkan untuk diri sendiri, tetapi juga untuk anak-anak yang masih menjadi tanggungan, terutama yang belum baligh. Lalu, bagaimana hukum zakat fitrah untuk anak? Apakah janin juga wajib dizakati? Kapan waktu terbaik membayarnya? Simak penjelasan lengkap berikut ini.

Bagi umat Islam istilah zakat, infak dan sedekah (ZIS) sudah tidak asing lagi, apalagi Zakat termasuk salah satu kewajiban yang termaktub dalam Rukun Islam. Secara umum, ketiganya sudah dimengerti : “sebagai perbuatan pemberian atau dukungan dalam bentuk uang kepada pihak lain dengan menyisihkan sebagian rizkinya “. Kebanyakan dari kita tidak begitu paham, bahwa sesungguhnya ada perbedaan makna yang signifikan dari ketiga istilah tersebut.

Di dalam Al-Qur’an memang tidak ada perbedaan istilah antara zakat, infak dan sedekah. Karena al-Qur’an seringkali menggunakan kata “shodaqoh” yang sebenarnya dimaksudkan adalah “zakat” sebagaimana tercantum Surat Attaubah ayat 103:

خُذْ مِنْ اَمْوَالِهِمْ صَدَقَةً تُطَهِّرُهُمْ وَتُزَكِّيْهِمْ بِهَا وَصَلِّ عَلَيْهِمْۗ اِنَّ صَلٰوتَكَ سَكَنٌ لَّهُمْۗ وَاللّٰهُ سَمِيْعٌ عَلِيْمٌ

“ Ambillah *zakat dari harta mereka (guna) menyucikan dan membersihkan mereka, dan doakanlah mereka karena sesungguhnya doamu adalah ketenteraman bagi mereka. Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (Terjemah Kemenag 2019, QS. 9:103).

* Zakat membersihkan mereka dari kekikiran dan cinta yang berlebihan terhadap harta.

Demikian pula penyebutan “infak” terhadap perintah “zakat” seperti tertulis dalam surat  Al Baqarah ayat 267 :

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اَنْفِقُوْا مِنْ طَيِّبٰتِ مَا كَسَبْتُمْ وَمِمَّآ اَخْرَجْنَا لَكُمْ مِّنَ الْاَرْضِ ۗ وَلَا تَيَمَّمُوا الْخَبِيْثَ مِنْهُ تُنْفِقُوْنَ وَلَسْتُمْ بِاٰخِذِيْهِ اِلَّآ اَنْ تُغْمِضُوْا فِيْهِ ۗ وَاعْلَمُوْٓا اَنَّ اللّٰهَ غَنِيٌّ حَمِيْدٌ

“ Wahai orang-orang yang beriman, infakkanlah sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik dan sebagian dari apa yang Kami keluarkan dari bumi untukmu. Janganlah kamu memilih yang buruk untuk kamu infakkan, padahal kamu tidak mau mengambilnya, kecuali dengan memicingkan mata (enggan) terhadapnya. Ketahuilah bahwa Allah Mahakaya lagi Maha Terpuji.” (Terjemah Kemenag 2019, QS. 2:267).

Hukum Zakat Fitrah untuk Anak

Dalam Islam, zakat fitrah wajib bagi setiap Muslim yang mampu, termasuk anak-anak. Karena anak kecil belum memiliki penghasilan atau kemampuan membayar sendiri, maka orang tua wajib membayarkan zakat fitrah atas nama anaknya.

Artinya, selama anak tersebut hidup sebelum matahari terbenam di akhir Ramadan, ia termasuk yang wajib dizakati.

Apakah Janin dalam Kandungan Wajib Zakat Fitrah?

Menurut pendapat mazhab Syafi’i:

  • Bayi yang lahir sebelum matahari terbenam di akhir Ramadan wajib dibayarkan zakat fitrahnya.
  • Bayi yang lahir setelah masuk 1 Syawal tidak wajib dizakati.
  • Janin yang masih dalam kandungan tidak wajib dibayarkan zakat fitrah.

Meski demikian, orang tua tetap boleh mengeluarkan sedekah atas nama janin dan tetap mendapatkan pahala.

Tata Cara Membayar Zakat Fitrah untuk Anak

1. Takaran Zakat Fitrah

Zakat fitrah dikeluarkan sebanyak 1 sha’ atau setara dengan 2,5–3 kg makanan pokok, seperti:

  • Beras
  • Gandum
  • Kurma
  • Atau makanan pokok lain sesuai kebiasaan daerah

Saat ini, zakat fitrah juga bisa dibayarkan dalam bentuk uang yang setara dengan harga makanan pokok tersebut sesuai ketentuan lembaga amil zakat setempat.

2. Waktu Membayar Zakat Fitrah

Berikut ketentuan waktu pembayaran zakat fitrah:

  • Waktu Wajib: Saat seseorang masih hidup hingga akhir Ramadan dan awal Syawal.
  • Waktu Paling Utama: Setelah Subuh hingga sebelum salat Idul Fitri.
  • Waktu Dibolehkan: Sejak awal Ramadan.
  • Makruh: Setelah salat Id hingga sebelum matahari terbenam.
  • Haram: Setelah Hari Raya Idul Fitri tanpa alasan yang sah.

Agar lebih utama, disarankan membayar zakat fitrah sebelum salat Id dilaksanakan.

3. Siapa yang Berhak Menerima Zakat Fitrah?

Zakat fitrah diberikan kepada delapan golongan (mustahiq) yang disebutkan dalam Al-Qur’an Surah At-Taubah ayat 60, yaitu:

  1. Fakir
  2. Miskin
  3. Amil (pengelola zakat)
  4. Mualaf
  5. Riqab (hamba sahaya)
  6. Gharim (orang berutang)
  7. Fisabilillah
  8. Ibnu Sabil (musafir yang kehabisan bekal)

Pastikan zakat diberikan kepada pihak yang benar-benar berhak agar ibadah menjadi sah dan berpahala.

Niat Zakat Fitrah untuk Anak

Niat cukup di dalam hati, tetapi boleh dilafalkan agar lebih mantap.

Niat untuk Anak Laki-laki

نَوَيْتُ أَنْ أُخْرِجَ زَكَاةَ الْفِطْرِ عَنْ وَلَدِي (sebut nama) فَرْضًا ِللهِ تَعَالَى

Artinya:
“Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk anak laki-lakiku (sebut nama), fardhu karena Allah Ta‘ala.”

Niat untuk Anak Perempuan

نَوَيْتُ أَنْ أُخْرِجَ زَكَاةَ الْفِطْرِ عَنْ بِنْتِي (sebut nama) فَرْضًا ِللهِ تَعَالَى

Artinya:
“Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk anak perempuanku (sebut nama), fardhu karena Allah Ta‘ala.”

Doa untuk Orang yang Membayar Zakat

Penerima zakat disunnahkan mendoakan pemberi zakat dengan doa berikut:

آجَرَكَ اللَّهُ فِيمَا أَعْطَيْتَ، وَبَارَكَ فِيمَا أَبْقَيْتَ، وَجَعَلَهُ لَكَ طَهُورًا

Artinya:
“Semoga Allah memberikan pahala atas apa yang engkau berikan, memberkahi harta yang masih tersisa, dan menjadikannya sebagai penyucian bagimu.”

Kesimpulan

Zakat fitrah untuk anak adalah kewajiban orang tua selama anak tersebut masih menjadi tanggungan dan hidup sebelum akhir Ramadan. Berikut poin penting yang perlu diingat:

  • Zakat fitrah wajib bagi setiap Muslim yang mampu.
  • Orang tua wajib membayarkan zakat fitrah anak yang belum baligh.
  • Janin tidak wajib dizakati, tetapi boleh disedekahkan.
  • Waktu terbaik membayar zakat adalah sebelum salat Idul Fitri.
  • Harus diberikan kepada delapan golongan yang berhak.

Dengan memahami aturan zakat fitrah untuk anak, orang tua dapat menjalankan ibadah ini dengan tenang, sah, dan penuh keberkahan menjelang Idul Fitri.

Seluruh konten dan artikel yang dipublikasikan di DomainJava.com disediakan semata-mata untuk tujuan informasi dan edukasi. Kami berupaya menyajikan informasi yang akurat, relevan, dan bermanfaat, namun tidak dimaksudkan untuk melanggar hukum, kebijakan, maupun pedoman dari pihak mana pun. Segala bentuk penggunaan informasi yang terdapat dalam artikel Zakat Fitrah untuk Anak: Hukum, Niat, dan Waktu Pembayaran yang Tepat sepenuhnya menjadi tanggung jawab pembaca.
  • Bagikan