

Kurva permintaan merupakan salah satu konsep dasar dalam ilmu ekonomi yang menjelaskan hubungan antara harga barang atau jasa dan kuantitas dari barang atau jasa yang diminta oleh konsumen. Kurva permintaan memiliki kecenderungan menurun dari kiri atas ke kanan bawah, yang menggambarkan prinsip dasar subjek: sejalan dengan penurunan harga barang atau jasa, kuantitas permintaan akan meningkat, dan sebaliknya.
Ada beberapa alasan mengapa harga suatu barang atau jasa yang lebih rendah akan meningkatkan permintaan:
Dalam analisis kurva permintaan, saat harga turun, permintaan diharapkan akan meningkat, membuat kurva permintaan melandai ke kanan. Berikut ini adalah cara paling umum untuk menggambarkan hal ini:
Harga ^ | P2 B | P1----> A +----------------> Q1 Q2 KuantitasTitik A menggambarkan harga P1 dan kuantitas Q1 yang diminta saat harga lebih tinggi. Ketika harga turun menjadi P2, titik B menggambarkan kenaikan dalam kuantitas yang diminta, yakni Q2. Garis AB menunjukkan bahwa pada harga yang lebih rendah, permintaan yang lebih tinggi akan terjadi.
Misalkan Anda memiliki sebuah toko yang menjual ponsel. Harga ponsel jenis A adalah $700, dan Anda menjual 100 unit per bulan. Kemudian, ada penurunan harga menjadi $600, dan permintaan Anda meningkat menjadi 150 unit per bulan.
Inilah yang terjadi:
Dalam kasus ini, kurva permintaan akan melandai ke kanan karena penurunan harga ponsel jenis A telah mengakibatkan peningkatan permintaan.
Arahan kurva permintaan saat harga turun adalah melandai ke kanan, yang menggambarkan hubungan sebanding antara harga dan kuantitas permintaan. Penurunan harga akan menaikkan permintaan suatu barang atau jasa, disebabkan oleh efek pendapatan dan efek substitusi. Memahami konsep ini penting bagi perusahaan dan pemerintah dalam mengambil keputusan mengenai penentuan harga dan kebijakan.