ZTE kembali menghadirkan dua varian terbaru dari seri Red Magic yang difokuskan untuk para gamer, yakni Nubia Red Magic 11 Pro dan Red Magic 11 Pro+. Kedua ponsel ini menawarkan performa kelas atas, desain futuristik, dan fitur premium yang menjadikannya kandidat kuat sebagai HP gaming unggulan di tahun 2025. Meski tampak serupa, ada perbedaan tipis namun signifikan di antara keduanya yang menghasilkan pengalaman berbeda bagi penggunanya.
Desain dan Ketahanan
Nubia Red Magic 11 Pro dan 11 Pro+ memiliki desain yang hampir identik dengan dimensi 163,8 x 76,5 x 8,9 mm dan berat 230 gram. Keduanya mengusung konsep futuristik dengan garis tegas serta pencahayaan RGB di bagian belakang yang menjadi ciri khas ponsel gaming Red Magic. Menariknya, kedua perangkat ini sudah mengantongi sertifikasi IPX8 yang menjamin ketahanan terhadap air hingga kedalaman 1,5 meter, sebuah fitur yang jarang ditemui pada HP gaming.
Layar AMOLED 144Hz yang Memukau
Kedua varian dibekali layar OLED berukuran 6,85 inci dengan resolusi 1216 x 2688 piksel dan kepadatan 431 ppi. Layar ini mendukung refresh rate 144Hz yang memberikan kelancaran visual sangat dibutuhkan saat bermain game intensif. Walaupun belum mendukung HDR10 dan tidak dilengkapi kaca pelindung Gorilla Glass, kualitas tampilan yang dihasilkan tetap tajam dan kaya warna, membuat pengalaman gaming dan multimedia cukup memuaskan.
Performa Tangguh dengan Snapdragon 8 Elite Gen 5
Di jantung performa, kedua model menggunakan chipset Qualcomm Snapdragon 8 Elite Gen 5 dengan GPU Adreno 830. Prosesor ini memiliki konfigurasi dua inti berkecepatan 4,6 GHz dan enam inti 3,62 GHz, yang memberikan kekuatan optimal untuk tugas berat sekaligus efisiensi daya yang baik. Namun, perbedaan perangkat keras terletak pada kapasitas RAM dan penyimpanan:
- Red Magic 11 Pro disokong RAM 16GB dengan penyimpanan internal 512GB.
- Red Magic 11 Pro+ memiliki RAM 24GB dan penyimpanan hingga 1TB untuk kebutuhan ruang penyimpanan ekstra seperti game berat dan file multimedia besar.
Keduanya menjalankan sistem operasi Android 16 dengan fitur privasi mutakhir termasuk kontrol izin kamera, mikrofon, dan pelacakan aplikasi, serta on-device machine learning yang mengolah data secara lokal guna meningkatkan keamanan.
Kamera Triple 50MP dengan Fitur OIS
Dalam hal fotografi, kedua model mengusung tiga kamera belakang yang hampir identik, terdiri dari sensor utama 50MP, ultrawide 50MP, dan depth sensor 2MP dengan bukaan masing-masing f/1.9, f/2.2, dan f/2.4. Kehadiran Optical Image Stabilization (OIS) meminimalkan guncangan saat pemotretan dan perekaman video 8K pada 30fps, yang memberikan hasil rekaman berkualitas tinggi. Kamera depan 16MP pun siap menghadirkan foto selfie yang jernih. Meski demikian, kedua ponsel belum dilengkapi fitur dual-tone LED flash maupun sensor BSI yang membantu kualitas gambar saat minim cahaya.
Baterai dan Pengisian Daya: Pilihan Antara Kapasitas dan Kecepatan
Perbedaan paling menonjol nampak di sektor baterai dan pengisian daya. Red Magic 11 Pro dibekali baterai berkapasitas besar 8.000 mAh dengan fast charging 80W yang mengedepankan daya tahan lama. Sedangkan Red Magic 11 Pro+ membawa baterai 7.500 mAh yang sedikit lebih kecil, namun unggul dengan teknologi pengisian super cepat 120W dan dukungan wireless charging hingga 80W. Keduanya belum menawarkan fitur reverse wireless charging, sehingga pengguna tidak dapat mengisi perangkat lain dari ponsel tersebut.
Audio dan Konektivitas yang Lengkap
ZTE tetap mempertahankan jack audio 3,5 mm yang kini semakin langka di ponsel flagship gaming. Speaker stereo hadir untuk memberikan efek suara imersif yang penting bagi pengalaman gaming dan hiburan. Sayangnya, kedua HP ini belum mendukung codec audio nirkabel premium seperti aptX HD atau LDAC, yang biasanya diperlukan untuk kualitas suara tinggi lewat earphone Bluetooth.
Dari segi konektivitas, keduanya sudah mendukung jaringan 5G, Wi-Fi 7, dan Bluetooth 5.4, memastikan koneksi yang cepat dan stabil. Perangkat dilengkapi dua slot SIM namun tanpa slot microSD, sehingga kapasitas penyimpanan tidak dapat diperluas secara eksternal. USB Type-C versi 3.2 disediakan untuk transfer data dan pengisian daya yang cepat.
Menimbang Pilihan Gamer: Daya Tahan atau Kecepatan Pengisian
ZTE Nubia Red Magic 11 Pro dan 11 Pro+ memang menawarkan performa dan fitur yang sangat kompetitif. Pilihan antara keduanya bergantung pada prioritas pengguna. Jika mengutamakan baterai berkapasitas besar supaya bisa bermain lama tanpa sering mengisi daya, Red Magic 11 Pro adalah opsi yang tepat. Sebaliknya, jika kecepatan pengisian daya dan kapasitas penyimpanan menjadi faktor utama, Red Magic 11 Pro+ yang mendukung charging 120W dan penyimpanan hingga 1TB menjadi pilihan unggul.
Dengan desain yang tangguh, kemampuan layar mulus, performa luar biasa, serta fitur lengkap, kedua perangkat ini semakin menegaskan posisi ZTE sebagai salah satu raja HP gaming di tahun 2025. Pengguna yang mencari ponsel gaming high-end kini memiliki alternatif baru yang patut dipertimbangkan dengan matang berdasarkan kebutuhan dan preferensi masing-masing.
Seluruh konten dan artikel yang dipublikasikan di DomainJava.com disediakan semata-mata untuk tujuan informasi dan edukasi. Kami berupaya menyajikan informasi yang akurat, relevan, dan bermanfaat, namun tidak dimaksudkan untuk melanggar hukum, kebijakan, maupun pedoman dari pihak mana pun. Segala bentuk penggunaan informasi yang terdapat dalam artikel ZTE Red Magic 11 Pro vs 11 Pro : Duel Tipis, Siapa Raja HP Gaming 2025? Hasil Mengejutkan! sepenuhnya menjadi tanggung jawab pembaca.











