Kenapa Surat At-Taubah Tidak Ada Bismillah?

Surat At-Taubah dan Tradisi Arab Jahiliyah

Untuk memahami mengapa surat At-Taubah tidak diawali dengan basmalah, kita perlu melihat tradisi Arab pada masa jahiliyah. Pada masa tersebut, orang-orang Arab memiliki kebiasaan mengirimkan surat pemutusan perjanjian atau hubungan dengan kaum atau kabilah lain tanpa mencantumkan basmalah. Basmalah, yang berisi kata-kata “Bismillahirrahmanirrahim” (Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang), dianggap sebagai simbol perdamaian dan kesepakatan.

Namun, ketika terjadi pemutusan perjanjian, tradisi ini berubah, dan mereka tidak mencantumkan basmalah dalam surat pemutusan tersebut. Sebagai contoh, ketika Nabi Muhammad ﷺ mengutus Sayyidina Ali untuk membacakan surat At-Taubah kepada kaum musyrikin yang telah melanggar perjanjian dengan umat Islam, surat tersebut tidak diawali dengan basmalah. Hal ini mengacu pada adat orang-orang Arab pada masa itu yang tidak menggunakan basmalah dalam surat pemutusan perjanjian.

Jadi, dalam konteks ini, keputusan untuk tidak mencantumkan basmalah dalam surat At-Taubah tidak hanya sekadar masalah teknis atau kebiasaan penulisan, tetapi juga memiliki hubungan dengan situasi sosial dan politis pada masa itu. Surat At-Taubah merupakan surat yang berisi pengumuman pemutusan hubungan dengan orang-orang musyrikin yang telah melanggar perjanjian, sehingga tidak ada tempat bagi kata-kata yang berkaitan dengan perdamaian dan kasih sayang seperti basmalah.

Penjelasan dari Ibnu Abbas dan Khalifah Utsman

Beberapa ulama, seperti Ibnu Abbas, pernah menanyakan kepada Khalifah Utsman tentang mengapa surat At-Taubah tidak diawali dengan basmalah. Utsman menjelaskan bahwa pada masa Nabi Muhammad ﷺ, surat Al-Anfal dan At-Taubah memiliki konteks yang sangat mirip. Al-Anfal adalah surat yang turun lebih awal, sementara At-Taubah adalah surat yang turun setelahnya. Menurut Utsman, Nabi Muhammad ﷺ tidak menjelaskan bahwa surat Al-Anfal adalah bagian dari surat At-Taubah, meskipun kedua surat tersebut memiliki banyak kesamaan dalam hal konteks.

Sehingga, Utsman memutuskan untuk mengurutkan kedua surat ini tanpa mencantumkan basmalah. Dalam pandangan Utsman, surat Al-Anfal dan At-Taubah adalah dua surat yang berbeda, meskipun memiliki banyak kesamaan. Namun, meskipun ada kesamaan dalam penyajian dan konteksnya, Utsman tidak mencantumkan basmalah di awal surat At-Taubah untuk membedakan keduanya dari surat-surat lain yang diawali dengan basmalah.

Pendapat Sayyidina Ali dan Ibnu Abbas

Selain penjelasan dari Utsman, terdapat pendapat lain dari Sayyidina Ali yang menjelaskan mengapa basmalah tidak dicantumkan dalam surat At-Taubah. Sayyidina Ali mengatakan bahwa basmalah adalah kalimat yang mengandung arti “aman” dan “rahmat,” sedangkan surat At-Taubah berisi seruan peperangan dan pengumuman tentang pemutusan hubungan dengan kaum musyrikin. Dalam pandangan Ali, tidak mungkin basmalah yang mengandung rasa aman dan kasih sayang dipadukan dengan surat yang berisi ancaman dan amarah seperti surat At-Taubah.

Disclaimer: Artikel Kenapa Surat At-Taubah Tidak Ada Bismillah? merupakan hasil rewrite berbasis AI dari berbagai sumber informasi untuk tujuan edukasi dan referensi.

Peringatan: Tim penulis tidak bermaksud mengajak pembaca untuk mengakses link download atau cara yang melanggar kebijakan dalam artikel Kenapa Surat At-Taubah Tidak Ada Bismillah?.

Kami mengimbau semua pembaca DomainJava.com untuk tetap mematuhi pedoman penggunaan yang berlaku dan bijak dalam memahami setiap informasi yang disampaikan.

Semua isi dalam artikel Kenapa Surat At-Taubah Tidak Ada Bismillah? pada kategori Wawasan hanya bersifat informasi edukatif, referensi, dan pembelajaran bagi pembaca, serta bukan ajakan untuk melakukan tindakan yang melanggar aturan, kebijakan, atau ketentuan platform mana pun.