Kenapa Surat At-Taubah Tidak Ada Bismillah?

Pendapat serupa juga disampaikan oleh Imam al-Sufyan, yang menilai bahwa basmalah adalah simbol rahmat dan aman, sedangkan surat At-Taubah berisi seruan peperangan dan ancaman terhadap musuh-musuh Islam, sehingga tidak tepat jika keduanya digabungkan.

Perselisihan antara Sahabat

Pada masa pemerintahan Khalifah Utsman, terdapat perbedaan pendapat di kalangan para sahabat tentang apakah surat At-Taubah dan Al-Anfal adalah satu surat atau dua surat yang terpisah. Sebagian sahabat berpendapat bahwa kedua surat tersebut adalah satu surat yang tidak terpisahkan, sementara sebagian sahabat lainnya berpendapat bahwa keduanya adalah dua surat yang berbeda. Untuk mendamaikan perselisihan ini, Utsman memilih untuk tidak mencantumkan basmalah di awal surat At-Taubah, sehingga kedua belah pihak dapat menerima keputusan tersebut.

Pihak yang berpendapat bahwa surat At-Taubah dan Al-Anfal adalah satu surat tidak mempermasalahkan tidak adanya basmalah, sementara pihak yang berpendapat bahwa keduanya adalah dua surat terpisah dapat menerima keputusan tersebut karena perbedaan nama suratnya, meskipun tidak diawali dengan basmalah.

Kesepakatan para Qurra’

Para ulama Qurra’ (ahli qira’at) sepakat untuk tidak membaca basmalah di awal surat At-Taubah. Hal ini tercermin dalam berbagai riwayat qira’at, baik itu qira’at sab’ah (tujuh qira’at) maupun qira’at asyrah (sepuluh qira’at), yang semuanya tidak mencantumkan basmalah di awal surat tersebut. Keputusan ini menunjukkan bahwa keputusan untuk tidak mencantumkan basmalah dalam surat At-Taubah memang berdasarkan petunjuk dari Nabi Muhammad ﷺ dan telah diterima oleh seluruh umat Islam yang mengikuti aliran qira’at.

Kesimpulan

Dalam kesimpulannya, alasan mengapa surat At-Taubah tidak diawali dengan basmalah dapat ditelusuri melalui beberapa alasan historis dan sosio-kultural. Pertama, surat At-Taubah berisi pengumuman pemutusan hubungan dengan kaum musyrikin, yang sesuai dengan tradisi Arab jahiliyah yang tidak mencantumkan basmalah dalam surat pemutusan perjanjian. Kedua, penjelasan dari Khalifah Utsman mengenai penulisan Al-Anfal dan At-Taubah yang harus diurutkan tanpa basmalah juga menjadi faktor penting. Ketiga, pendapat dari Sayyidina Ali dan Imam al-Sufyan yang menekankan bahwa basmalah tidak cocok dipadukan dengan surat yang berisi perang dan amarah.

Dengan demikian, keputusan untuk tidak mencantumkan basmalah dalam surat At-Taubah adalah hasil dari pemahaman yang matang dan berdasarkan pada tradisi serta petunjuk Nabi Muhammad ﷺ. Keputusan ini diterima oleh para sahabat dan ahli qira’at sebagai bagian dari tata cara membaca Al-Qur’an yang tidak bisa diganggu gugat.

Disclaimer: Artikel Kenapa Surat At-Taubah Tidak Ada Bismillah? merupakan hasil rewrite berbasis AI dari berbagai sumber informasi untuk tujuan edukasi dan referensi.

Peringatan: Tim penulis tidak bermaksud mengajak pembaca untuk mengakses link download atau cara yang melanggar kebijakan dalam artikel Kenapa Surat At-Taubah Tidak Ada Bismillah?.

Kami mengimbau semua pembaca DomainJava.com untuk tetap mematuhi pedoman penggunaan yang berlaku dan bijak dalam memahami setiap informasi yang disampaikan.

Semua isi dalam artikel Kenapa Surat At-Taubah Tidak Ada Bismillah? pada kategori Wawasan hanya bersifat informasi edukatif, referensi, dan pembelajaran bagi pembaca, serta bukan ajakan untuk melakukan tindakan yang melanggar aturan, kebijakan, atau ketentuan platform mana pun.