Pandangan yang tidak terkendali, seperti menonton tayangan yang tidak bermanfaat, dapat membuahkan kecanduan, merusak nilai-nilai moral, bahkan menimbulkan fitnah dan dosa. Oleh karena itu, kita perlu bijak dalam memilih tontonan agar tidak terjerumus ke dalam hal-hal yang merugikan diri sendiri, keluarga, dan masyarakat.
Mencari Tontonan yang Positif dan Mendidik
Islam tidak melarang hiburan selama itu tidak melanggar prinsip-prinsip agama. Sebaliknya, agama mengajarkan kita untuk memilih tontonan yang mendidik, menginspirasi, dan membawa manfaat, baik untuk dunia maupun akhirat. Dalam Surah Al-Isra ayat 36, Allah SWT mengingatkan:
“Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mengetahui. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan, dan hati nurani, semuanya akan dimintai pertanggungjawaban.” (QS. Al-Isra: 36)
Konten yang bersifat mendidik dan bermanfaat, seperti yang mengajarkan nilai-nilai kebaikan, memperkaya wawasan, atau mengajak kita untuk berbuat baik, tentu lebih dianjurkan. Sebaliknya, tontonan yang mengandung unsur kekerasan, konten dewasa, atau penyebaran kebencian, dapat membahayakan kualitas iman dan akhlak kita.
Bijak dalam Menggunakan Teknologi
Saat ini, internet dan media sosial menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Dengan kemudahan akses ke berbagai konten, kita harus lebih berhati-hati dalam memilih apa yang kita tonton. Sebagai umat Muslim, kita hendaknya menggunakan teknologi untuk hal-hal yang positif, seperti belajar, memperluas wawasan, dan berinteraksi dengan sesama secara produktif.
Peringatan: Tim penulis tidak bermaksud mengajak pembaca untuk mengakses link download atau cara yang melanggar kebijakan dalam artikel Menyikapi Tren “Nonton Indo Viral” dengan Bijak, Ini Menurut Islam.
Kami mengimbau semua pembaca DomainJava.com untuk tetap mematuhi pedoman penggunaan yang berlaku dan bijak dalam memahami setiap informasi yang disampaikan.
Semua isi dalam artikel Menyikapi Tren “Nonton Indo Viral” dengan Bijak, Ini Menurut Islam pada kategori Wawasan hanya bersifat informasi edukatif, referensi, dan pembelajaran bagi pembaca, serta bukan ajakan untuk melakukan tindakan yang melanggar aturan, kebijakan, atau ketentuan platform mana pun.
