{"id":10343,"date":"2024-06-19T06:54:00","date_gmt":"2024-06-18T23:54:00","guid":{"rendered":"https:\/\/www.domainjava.com\/blog\/artikel\/mengapa-lay-up-disebut-juga-dengan-istilah-tembakan-melayang\/"},"modified":"2024-06-19T06:54:00","modified_gmt":"2024-06-18T23:54:00","slug":"mengapa-lay-up-disebut-juga-dengan-istilah-tembakan-melayang","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/mengapa-lay-up-disebut-juga-dengan-istilah-tembakan-melayang\/","title":{"rendered":"Mengapa Lay-up Disebut Juga Dengan Istilah Tembakan Melayang?"},"content":{"rendered":"<p>Lay-up, dikenal juga dengan istilah tembakan melayang, adalah salah satu teknik menembak dalam permainan bola basket yang unik dan efektif. Istilah \u201ctembakan melayang\u201d mungkin terdengar agak asing di telinga kita, tetapi jika dilihat dari cara seorang pemain melakukan teknik ini, maka akan mudah dimengerti mengapa istilah tersebut dipakai.<\/p>\n<h2>Singgah ke Istilah: Lay-up<\/h2>\n<p>Lay-up atau dalam bahasa Indonesia kerap disebut dengan \u201ctembakan melayang\u201d adalah gerakan menembak bola basket di mana pemain bergerak menuju ring dan melempar bola sepertiga lebih tinggi dari tinggi ring dengan satu tangan, biasanya di udara. Gerakan ini umumnya dilakukan saat pemain berada dalam jarak dekat dari ring. Mekanisme lay-up memposisikan pemain dalam posisi di udara, seolah bola tersebut \u201cmelayang\u201d sebelum akhirnya masuk ke dalam ring.<\/p>\n<h2>Mengapa \u201cTembakan Melayang\u201d?<\/h2>\n<p>Ketika seseorang melakukan lay-up, pemain tersebut pertama kali akan berlari menuju ke ring. Sebelum sampai, mereka akan melompat dan kemudian memantul bola ke papan pantul dalam posisi yang seperti \u201cmelayang\u201d di udara, dengan harapan bola tersebut masuk ke ring.<\/p>\n<p>Istilah \u201ctembakan melayang\u201d diambil dari proses \u201cmelayang\u201d pemain saat melakukan lay-up. Dalam teori gerak, objek yang dilemparkan ke atas dianggap melayang di puncak lemparannya sebelum kemudian jatuh kembali ke tanah. Hal ini juga berlaku untuk bola basket saat lay-up dilakukan.<\/p>\n<p>Pemain akan berlari, melompat dari satu kaki dan kemudian melemparkan bola ke ring saat mereka berada di puncak lompatan mereka, dalam posisi yang bisa dianggap sebagai \u201cmelayang\u201d. Momen ketika pemain dan bola basket berada di udara inilah yang kemudian memberikan nama \u201ctembakan melayang\u201d untuk teknik ini.<\/p>\n<h2>Kesimpulan<\/h2>\n<p>Jadi, lay-up disebut tembakan melayang bukan hanya karena bola yang melayang menuju ring setelah dilempar oleh pemain, tetapi juga karena gerakan pemain itu sendiri yang tampak seperti melayang ketika menyelesaikan gerakannya. Dengan paham cara melakukan dan filosofi di balik istilah ini, pemain bisa mengoptimalkan teknik ini sebaik mungkin saat bermain bola basket.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Lay-up, dikenal juga dengan istilah tembakan melayang, adalah salah satu teknik menembak dalam permainan bola basket yang unik dan efektif. Istilah \u201ctembakan melayang\u201d mungkin terdengar agak asing di telinga kita, tetapi jika dilihat dari cara seorang pemain melakukan teknik ini, maka akan mudah dimengerti mengapa istilah tersebut dipakai. Singgah ke Istilah: Lay-up Lay-up atau dalam &#8230; <a title=\"Mengapa Lay-up Disebut Juga Dengan Istilah Tembakan Melayang?\" class=\"read-more\" href=\"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/mengapa-lay-up-disebut-juga-dengan-istilah-tembakan-melayang\/\" aria-label=\"Baca selengkapnya tentang Mengapa Lay-up Disebut Juga Dengan Istilah Tembakan Melayang?\">Read more<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":74885,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[2],"tags":[],"class_list":["post-10343","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-wawasan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10343","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=10343"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10343\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/74885"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=10343"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=10343"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=10343"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}