{"id":12270,"date":"2024-06-19T06:34:23","date_gmt":"2024-06-18T23:34:23","guid":{"rendered":"https:\/\/www.domainjava.com\/blog\/artikel\/karya-seni-semata-mata-hanya-terletak-pada-kepentingan-estetis-disebut\/"},"modified":"2024-06-19T06:34:23","modified_gmt":"2024-06-18T23:34:23","slug":"karya-seni-semata-mata-hanya-terletak-pada-kepentingan-estetis-disebut","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/karya-seni-semata-mata-hanya-terletak-pada-kepentingan-estetis-disebut\/","title":{"rendered":"Karya Seni Semata-mata Hanya Terletak Pada Kepentingan Estetis Disebut?"},"content":{"rendered":"<p>Kesenian adalah bentuk ekspresi manusia dalam bentuk visual, auditory, atau kinerja yang mengandung elemen estetika. Karya seni semata-mata terletak pada kepentingan estetik sering kali disebut \u201cArt for Art\u2019s Sake\u201d atau dalam bahasa Prancisnya, \u201cL\u2019art pour l\u2019art\u201d. Prinsip ini menganggap seni sebagai tujuan independen dari segala bentuk etika, ajaran moral, atau pesan politik.<\/p>\n<h2>Art for Art\u2019s Sake: Pandangan Filosofis<\/h2>\n<p>Penekanan pada konsep \u2018Art for Art\u2019s Sake\u2019 merujuk kepada penekanan pada kebebasan seniman dalam menghasilkan karya. Seniman berhak untuk mengekspresikan pandangannya melalui karya seni tanpa harus mengabdikan diri pada tujuan praktis maupun moral tertentu. Prinsip ini mendorong unsur imajinatif, orisinalitas, dan inventif.<\/p>\n<p>Menurut pandangan ini, karya seni seharusnya dinikmati berdasarkan kecantikan intrinsiknya. Kesenangan estetik yang diberikannya dianggap sebagai satu-satunya tujuan dari seni. Misalnya, seorang seniman mungkin menciptakan lukisan yang tidak berarti lebih dari sekedar merayakan bentuk dan warna.<\/p>\n<h2>Sejarah dan Perkembangan Konsep<\/h2>\n<p>Konsep \u2018Art for Art\u2019s Sake\u2019 berkembang pada abad ke-19 sebagai respon terhadap gagasan bahwa seni harus memiliki fungsi sosial atau moral. Beberapa kalangan masyarakat menentang pandangan ini dan mempromosikan gagasan bahwa seni harus bebas dari tujuan praktis atau moral.<\/p>\n<p>Gerakan-gerakan seni seperti Aestheticism di Inggris dan Symbolisme di Prancis adalah contoh awal dari pendukung prinsip ini. Contoh dari seniman yang dikenal dengan prinsip ini termasuk James Whistler dan Oscar Wilde.<\/p>\n<h2>Kritik terhadap \u2018Art for Art\u2019s Sake\u2019<\/h2>\n<p>Tidak semua orang setuju dengan konsep \u2018Art for Art\u2019s Sake\u2019. Kritik utama terhadap pandangan ini adalah bahwa seni memiliki tanggung jawab untuk mencerminkan, menantang, atau bahkan merubah keadaan sosial dan politik. Para kritikus berpendapat bahwa seni juga harus memiliki fungsi praktis dan menganggap konsep \u2018Art for Art\u2019s Sake\u2019 sebagai bentuk benteng bagi elitisme.<\/p>\n<h2>Penutup<\/h2>\n<p>Dalam pandangan \u2018Art for Art\u2019s Sake\u2019, nilai seni ada pada keindahannya sendiri dan bukan pada makna atau pesan yang ingin disampaikan. Namun, ini tidak berarti bahwa seni jenis ini tidak dapat menyampaikan pesan atau memiliki makna. Ini sekadar mengemukakan bahwa keindahan adalah tujuan utama dan mungkin satu-satunya aspek penting dalam karya tersebut. Seperti setiap aspek lainnya dalam seni, konsep \u2018Art for Art\u2019s Sake\u2019 juga memiliki penganut dan penentangnya.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kesenian adalah bentuk ekspresi manusia dalam bentuk visual, auditory, atau kinerja yang mengandung elemen estetika. Karya seni semata-mata terletak pada kepentingan estetik sering kali disebut \u201cArt for Art\u2019s Sake\u201d atau dalam bahasa Prancisnya, \u201cL\u2019art pour l\u2019art\u201d. Prinsip ini menganggap seni sebagai tujuan independen dari segala bentuk etika, ajaran moral, atau pesan politik. Art for Art\u2019s &#8230; <a title=\"Karya Seni Semata-mata Hanya Terletak Pada Kepentingan Estetis Disebut?\" class=\"read-more\" href=\"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/karya-seni-semata-mata-hanya-terletak-pada-kepentingan-estetis-disebut\/\" aria-label=\"Baca selengkapnya tentang Karya Seni Semata-mata Hanya Terletak Pada Kepentingan Estetis Disebut?\">Read more<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[2],"tags":[],"class_list":["post-12270","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-wawasan"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO Premium plugin v27.3 (Yoast SEO v27.7) - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-premium-wordpress\/ -->\n<title>Karya Seni Semata-mata Hanya Terletak Pada Kepentingan Estetis Disebut? - DomainJava Blog<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/karya-seni-semata-mata-hanya-terletak-pada-kepentingan-estetis-disebut\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Karya Seni Semata-mata Hanya Terletak Pada Kepentingan Estetis Disebut?\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Kesenian adalah bentuk ekspresi manusia dalam bentuk visual, auditory, atau kinerja yang mengandung elemen estetika. Karya seni semata-mata terletak pada kepentingan estetik sering kali disebut \u201cArt for Art\u2019s Sake\u201d atau dalam bahasa Prancisnya, \u201cL\u2019art pour l\u2019art\u201d. Prinsip ini menganggap seni sebagai tujuan independen dari segala bentuk etika, ajaran moral, atau pesan politik. Art for Art\u2019s ... Read more\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/karya-seni-semata-mata-hanya-terletak-pada-kepentingan-estetis-disebut\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"DomainJava Blog\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2024-06-18T23:34:23+00:00\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"DomainJava\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"DomainJava\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"2 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.domainjava.com\\\/id\\\/blog\\\/karya-seni-semata-mata-hanya-terletak-pada-kepentingan-estetis-disebut\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.domainjava.com\\\/id\\\/blog\\\/karya-seni-semata-mata-hanya-terletak-pada-kepentingan-estetis-disebut\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"DomainJava\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.domainjava.com\\\/id\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/3c243940a5e3e43cffa1312a02aafeaf\"},\"headline\":\"Karya Seni Semata-mata Hanya Terletak Pada Kepentingan Estetis Disebut?\",\"datePublished\":\"2024-06-18T23:34:23+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.domainjava.com\\\/id\\\/blog\\\/karya-seni-semata-mata-hanya-terletak-pada-kepentingan-estetis-disebut\\\/\"},\"wordCount\":358,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.domainjava.com\\\/id\\\/blog\\\/#organization\"},\"articleSection\":[\"Wawasan\"],\"inLanguage\":\"id\",\"copyrightYear\":\"2024\",\"copyrightHolder\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.domainjava.com\\\/id\\\/blog\\\/#organization\"}},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.domainjava.com\\\/id\\\/blog\\\/karya-seni-semata-mata-hanya-terletak-pada-kepentingan-estetis-disebut\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.domainjava.com\\\/id\\\/blog\\\/karya-seni-semata-mata-hanya-terletak-pada-kepentingan-estetis-disebut\\\/\",\"name\":\"Karya Seni Semata-mata Hanya Terletak Pada Kepentingan Estetis Disebut? - DomainJava Blog\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.domainjava.com\\\/id\\\/blog\\\/#website\"},\"datePublished\":\"2024-06-18T23:34:23+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.domainjava.com\\\/id\\\/blog\\\/karya-seni-semata-mata-hanya-terletak-pada-kepentingan-estetis-disebut\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/www.domainjava.com\\\/id\\\/blog\\\/karya-seni-semata-mata-hanya-terletak-pada-kepentingan-estetis-disebut\\\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.domainjava.com\\\/id\\\/blog\\\/karya-seni-semata-mata-hanya-terletak-pada-kepentingan-estetis-disebut\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Beranda\",\"item\":\"https:\\\/\\\/www.domainjava.com\\\/id\\\/blog\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Wawasan\",\"item\":\"https:\\\/\\\/www.domainjava.com\\\/id\\\/blog\\\/category\\\/wawasan\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":3,\"name\":\"Karya Seni Semata-mata Hanya Terletak Pada Kepentingan Estetis Disebut?\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.domainjava.com\\\/id\\\/blog\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.domainjava.com\\\/id\\\/blog\\\/\",\"name\":\"DomainJava Blog\",\"description\":\"Inspiration For You\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.domainjava.com\\\/id\\\/blog\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/www.domainjava.com\\\/id\\\/blog\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.domainjava.com\\\/id\\\/blog\\\/#organization\",\"name\":\"DomainJava\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.domainjava.com\\\/id\\\/blog\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.domainjava.com\\\/id\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.domainjava.com\\\/id\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/06\\\/Domain-Java.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/www.domainjava.com\\\/id\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/06\\\/Domain-Java.png\",\"width\":512,\"height\":512,\"caption\":\"DomainJava\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.domainjava.com\\\/id\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.domainjava.com\\\/id\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/3c243940a5e3e43cffa1312a02aafeaf\",\"name\":\"DomainJava\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.domainjava.com\\\/id\\\/blog\\\/wp-content\\\/litespeed\\\/avatar\\\/d883fd2eba9c8d531a4346562d630089.jpg?ver=1780683634\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.domainjava.com\\\/id\\\/blog\\\/wp-content\\\/litespeed\\\/avatar\\\/d883fd2eba9c8d531a4346562d630089.jpg?ver=1780683634\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/www.domainjava.com\\\/id\\\/blog\\\/wp-content\\\/litespeed\\\/avatar\\\/d883fd2eba9c8d531a4346562d630089.jpg?ver=1780683634\",\"caption\":\"DomainJava\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/www.domainjava.com\\\/id\\\/blog\"],\"url\":\"https:\\\/\\\/www.domainjava.com\\\/id\\\/blog\\\/author\\\/domainjava\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO Premium plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Karya Seni Semata-mata Hanya Terletak Pada Kepentingan Estetis Disebut? - DomainJava Blog","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/karya-seni-semata-mata-hanya-terletak-pada-kepentingan-estetis-disebut\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Karya Seni Semata-mata Hanya Terletak Pada Kepentingan Estetis Disebut?","og_description":"Kesenian adalah bentuk ekspresi manusia dalam bentuk visual, auditory, atau kinerja yang mengandung elemen estetika. Karya seni semata-mata terletak pada kepentingan estetik sering kali disebut \u201cArt for Art\u2019s Sake\u201d atau dalam bahasa Prancisnya, \u201cL\u2019art pour l\u2019art\u201d. Prinsip ini menganggap seni sebagai tujuan independen dari segala bentuk etika, ajaran moral, atau pesan politik. Art for Art\u2019s ... Read more","og_url":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/karya-seni-semata-mata-hanya-terletak-pada-kepentingan-estetis-disebut\/","og_site_name":"DomainJava Blog","article_published_time":"2024-06-18T23:34:23+00:00","author":"DomainJava","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"DomainJava","Estimasi waktu membaca":"2 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/karya-seni-semata-mata-hanya-terletak-pada-kepentingan-estetis-disebut\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/karya-seni-semata-mata-hanya-terletak-pada-kepentingan-estetis-disebut\/"},"author":{"name":"DomainJava","@id":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/#\/schema\/person\/3c243940a5e3e43cffa1312a02aafeaf"},"headline":"Karya Seni Semata-mata Hanya Terletak Pada Kepentingan Estetis Disebut?","datePublished":"2024-06-18T23:34:23+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/karya-seni-semata-mata-hanya-terletak-pada-kepentingan-estetis-disebut\/"},"wordCount":358,"publisher":{"@id":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/#organization"},"articleSection":["Wawasan"],"inLanguage":"id","copyrightYear":"2024","copyrightHolder":{"@id":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/#organization"}},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/karya-seni-semata-mata-hanya-terletak-pada-kepentingan-estetis-disebut\/","url":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/karya-seni-semata-mata-hanya-terletak-pada-kepentingan-estetis-disebut\/","name":"Karya Seni Semata-mata Hanya Terletak Pada Kepentingan Estetis Disebut? - DomainJava Blog","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/#website"},"datePublished":"2024-06-18T23:34:23+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/karya-seni-semata-mata-hanya-terletak-pada-kepentingan-estetis-disebut\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/karya-seni-semata-mata-hanya-terletak-pada-kepentingan-estetis-disebut\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/karya-seni-semata-mata-hanya-terletak-pada-kepentingan-estetis-disebut\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Beranda","item":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Wawasan","item":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/category\/wawasan\/"},{"@type":"ListItem","position":3,"name":"Karya Seni Semata-mata Hanya Terletak Pada Kepentingan Estetis Disebut?"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/#website","url":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/","name":"DomainJava Blog","description":"Inspiration For You","publisher":{"@id":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/#organization","name":"DomainJava","url":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/Domain-Java.png","contentUrl":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/Domain-Java.png","width":512,"height":512,"caption":"DomainJava"},"image":{"@id":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/#\/schema\/person\/3c243940a5e3e43cffa1312a02aafeaf","name":"DomainJava","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/wp-content\/litespeed\/avatar\/d883fd2eba9c8d531a4346562d630089.jpg?ver=1780683634","url":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/wp-content\/litespeed\/avatar\/d883fd2eba9c8d531a4346562d630089.jpg?ver=1780683634","contentUrl":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/wp-content\/litespeed\/avatar\/d883fd2eba9c8d531a4346562d630089.jpg?ver=1780683634","caption":"DomainJava"},"sameAs":["https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog"],"url":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/author\/domainjava\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/12270","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=12270"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/12270\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=12270"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=12270"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=12270"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}