{"id":1365,"date":"2025-08-10T20:18:59","date_gmt":"2025-08-10T13:18:59","guid":{"rendered":"https:\/\/www.domainjava.com\/blog\/?p=1365"},"modified":"2025-08-10T20:18:59","modified_gmt":"2025-08-10T13:18:59","slug":"pentingnya-menyusun-rancangan-pembelajaran-berbasis-sel-pembelajaran-sosial-emosional","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/pentingnya-menyusun-rancangan-pembelajaran-berbasis-sel-pembelajaran-sosial-emosional\/","title":{"rendered":"Pentingnya Menyusun Rancangan Pembelajaran Berbasis SEL Pembelajaran Sosial Emosional?"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dalam dunia pendidikan saat ini, kecerdasan tidak lagi dipandang semata dari aspek kognitif. Kemampuan sosial dan emosional menjadi pilar penting yang mendukung tumbuh kembang peserta didik secara utuh. Di sinilah peran&nbsp;<em>Social Emotional Learning<\/em>&nbsp;(SEL) atau pembelajaran sosial emosional menjadi sangat penting, tidak hanya sebagai materi tambahan, tetapi sebagai pendekatan yang terintegrasi ke dalam proses pembelajaran sehari-hari.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Penyusunan&nbsp;<strong>rancangan pembelajaran berbasis SEL<\/strong>&nbsp;bukan sekadar menambahkan \u201caktivitas menyenangkan\u201d dalam RPP. Lebih dari itu, ia merupakan upaya menyusun pembelajaran yang memperhatikan manusia seutuhnya\u2014yang merasa, berpikir, dan berinteraksi.<\/p>\n\n\n\n<hr class=\"wp-block-separator has-alpha-channel-opacity\" \/>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\" id=\"h-apa-itu-pembelajaran-sosial-emosional\">Apa Itu Pembelajaran Sosial Emosional?<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pembelajaran Sosial Emosional adalah proses pengembangan keterampilan penting seperti:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Kesadaran diri (<em>self-awareness<\/em>)<\/li>\n\n\n\n<li>Pengelolaan diri (<em>self-management<\/em>)<\/li>\n\n\n\n<li>Kesadaran sosial (<em>social awareness<\/em>)<\/li>\n\n\n\n<li>Keterampilan berelasi (<em>relationship skills<\/em>)<\/li>\n\n\n\n<li>Pengambilan keputusan yang bertanggung jawab (<em>responsible decision-making<\/em>)<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ketika kelima kompetensi ini diintegrasikan ke dalam pembelajaran, maka <a class=\"wpil_keyword_link\" href=\"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/tag\/siswa\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\" title=\"siswa\" data-wpil-keyword-link=\"linked\" data-wpil-monitor-id=\"7499\">siswa<\/a> tidak hanya pintar secara akademik, tetapi juga:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Mampu memahami dan mengelola emosinya<\/li>\n\n\n\n<li>Menunjukkan empati kepada orang lain<\/li>\n\n\n\n<li>Membangun dan menjaga hubungan positif<\/li>\n\n\n\n<li>Bertindak secara etis dan bertanggung jawab<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<hr class=\"wp-block-separator has-alpha-channel-opacity\" \/>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\" id=\"h-pentingnya-menyusun-rancangan-pembelajaran-berbasis-sel\">Pentingnya Menyusun Rancangan Pembelajaran Berbasis SEL<\/h2>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\" id=\"h-1-nbsp-membentuk-karakter-peserta-didik-sejak-dini\">1.&nbsp;<strong>Membentuk Karakter Peserta Didik Sejak Dini<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pembelajaran tidak hanya membentuk kecerdasan, tetapi juga karakter. Dengan merancang pembelajaran yang berbasis SEL, guru secara sadar melatih siswa untuk:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Mengelola konflik<\/li>\n\n\n\n<li>Mengendalikan emosi saat stres<\/li>\n\n\n\n<li>Menunjukkan empati terhadap teman yang kesulitan<\/li>\n\n\n\n<li>Bekerja sama dalam kelompok<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Karakter-karakter ini tidak muncul secara instan. Ia dibentuk melalui pengalaman belajar yang terstruktur dan konsisten.<\/p>\n\n\n\n<hr class=\"wp-block-separator has-alpha-channel-opacity\" \/>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\" id=\"h-2-nbsp-meningkatkan-iklim-kelas-yang-positif\">2.&nbsp;<strong>Meningkatkan Iklim Kelas yang Positif<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kelas yang menerapkan pembelajaran sosial emosional cenderung memiliki:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Hubungan guru-siswa yang lebih hangat<\/li>\n\n\n\n<li>Lebih sedikit perilaku negatif<\/li>\n\n\n\n<li>Peningkatan rasa aman dan nyaman dalam belajar<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">RPP yang memperhitungkan aspek SEL akan membantu guru merancang aktivitas yang membangun&nbsp;<em>trust<\/em>, bukan hanya menguji kemampuan akademik.<\/p>\n\n\n\n<hr class=\"wp-block-separator has-alpha-channel-opacity\" \/>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\" id=\"h-3-nbsp-mendukung-proses-belajar-yang-lebih-efektif\">3.&nbsp;<strong>Mendukung Proses Belajar yang Lebih Efektif<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Penelitian menunjukkan bahwa siswa yang memiliki kecakapan sosial emosional yang baik akan lebih:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Fokus saat belajar<\/li>\n\n\n\n<li>Termotivasi untuk menyelesaikan tugas<\/li>\n\n\n\n<li>Terlibat aktif dalam proses pembelajaran<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Saat siswa merasa aman secara emosional, otaknya akan lebih siap untuk menyerap informasi.<\/p>\n\n\n\n<hr class=\"wp-block-separator has-alpha-channel-opacity\" \/>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\" id=\"h-4-nbsp-menjawab-tantangan-abad-21\">4.&nbsp;<strong>Menjawab Tantangan Abad 21<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Di abad 21, kemampuan seperti kolaborasi, kreativitas, komunikasi, dan berpikir kritis sangat dibutuhkan. Namun keempatnya tidak akan berkembang jika siswa:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Tidak percaya diri<\/li>\n\n\n\n<li>Mudah menyerah saat gagal<\/li>\n\n\n\n<li>Tidak bisa bekerja sama dalam tim<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Rancangan pembelajaran berbasis SEL menjawab kebutuhan ini dengan menyediakan pengalaman belajar yang kaya secara sosial dan emosional.<\/p>\n\n\n\n<hr class=\"wp-block-separator has-alpha-channel-opacity\" \/>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\" id=\"h-5-nbsp-mengurangi-kesenjangan-dan-ketimpangan-pembelajaran\">5.&nbsp;<strong>Mengurangi Kesenjangan dan Ketimpangan Pembelajaran<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Beberapa siswa mungkin datang ke sekolah dengan latar belakang keluarga yang sulit, mengalami trauma, atau masalah pribadi. Pembelajaran berbasis SEL memberikan ruang bagi mereka untuk:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Dikenali<\/li>\n\n\n\n<li>Didukung secara emosional<\/li>\n\n\n\n<li>Diberikan ruang untuk tumbuh sesuai potensi masing-masing<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">RPP yang menyadari keragaman latar belakang siswa akan lebih inklusif dan responsif.<\/p>\n\n\n\n<hr class=\"wp-block-separator has-alpha-channel-opacity\" \/>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\" id=\"h-contoh-integrasi-sel-dalam-rpp\">Contoh Integrasi SEL dalam RPP<\/h2>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-table\"><table class=\"has-fixed-layout\"><thead><tr><th>Kompetensi SEL<\/th><th>Aktivitas Pembelajaran<\/th><\/tr><\/thead><tbody><tr><td>Kesadaran diri<\/td><td>Refleksi perasaan sebelum mulai pelajaran<\/td><\/tr><tr><td>Pengelolaan diri<\/td><td>Latihan pernapasan saat siswa gelisah<\/td><\/tr><tr><td>Kesadaran sosial<\/td><td>Diskusi kelompok tentang empati saat bencana<\/td><\/tr><tr><td>Keterampilan berelasi<\/td><td>Proyek kolaboratif dalam kelompok kecil<\/td><\/tr><tr><td>Pengambilan keputusan<\/td><td>Studi kasus dalam pelajaran IPS<\/td><\/tr><\/tbody><\/table><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Guru tidak perlu menambah jam pelajaran, cukup menyisipkan aktivitas yang relevan di bagian&nbsp;<em>apersepsi<\/em>,&nbsp;<em>kegiatan inti<\/em>, maupun&nbsp;<em>penutup<\/em>.<\/p>\n\n\n\n<hr class=\"wp-block-separator has-alpha-channel-opacity\" \/>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\" id=\"h-tips-merancang-pembelajaran-berbasis-sel\">Tips Merancang Pembelajaran Berbasis SEL<\/h2>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Mulai dari Tujuan<\/strong><br>Tentukan kompetensi sosial emosional mana yang ingin dikembangkan dalam pertemuan tersebut.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Sesuaikan dengan Konteks Mata Pelajaran<\/strong><br>Mata pelajaran apa pun bisa menjadi wahana pembelajaran SEL. Yang penting adalah konteksnya.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Gunakan Pertanyaan Pemantik Emosional dan Sosial<\/strong><br>Contoh: \u201cBagaimana perasaanmu jika berada di posisi tokoh cerita ini?\u201d<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Berikan Waktu untuk Refleksi<\/strong><br>Ajak siswa menuliskan atau membagikan apa yang mereka rasakan atau pelajari secara emosional.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Libatkan Siswa dalam Membuat Aturan Kelas<\/strong><br>Ini membantu menumbuhkan tanggung jawab bersama dan rasa memiliki.<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<hr class=\"wp-block-separator has-alpha-channel-opacity\" \/>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\" id=\"h-penutup\">Penutup<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Menyusun rancangan pembelajaran berbasis sosial emosional bukan hanya penting, tapi&nbsp;<strong>mendesak<\/strong>. Di tengah berbagai tantangan yang dihadapi siswa\u2014baik akademik maupun sosial\u2014guru perlu mengambil peran aktif dalam menumbuhkan ketahanan mental dan emosional peserta didik.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pembelajaran sosial emosional bukan beban tambahan, melainkan&nbsp;<strong>inti dari pendidikan yang memanusiakan manusia<\/strong>.<\/p>\n\n\n\n<hr class=\"wp-block-separator has-alpha-channel-opacity\" \/>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Sudahkah Anda menyisipkan elemen SEL dalam RPP Anda?<\/strong><br>Mari berdiskusi dan berbagi inspirasi bersama guru-guru lain di&nbsp;<a>forum.domainjava.com<\/a>&nbsp;\u2014 komunitas belajar bagi pendidik Indonesia.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Dalam dunia pendidikan saat ini, kecerdasan tidak lagi dipandang semata dari aspek kognitif. Kemampuan sosial dan emosional menjadi pilar penting yang mendukung tumbuh kembang peserta didik secara utuh. Di sinilah peran&nbsp;Social Emotional Learning&nbsp;(SEL) atau pembelajaran sosial emosional menjadi sangat penting, tidak hanya sebagai materi tambahan, tetapi sebagai pendekatan yang terintegrasi ke dalam proses pembelajaran sehari-hari. &#8230; <a title=\"Pentingnya Menyusun Rancangan Pembelajaran Berbasis SEL Pembelajaran Sosial Emosional?\" class=\"read-more\" href=\"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/pentingnya-menyusun-rancangan-pembelajaran-berbasis-sel-pembelajaran-sosial-emosional\/\" aria-label=\"Baca selengkapnya tentang Pentingnya Menyusun Rancangan Pembelajaran Berbasis SEL Pembelajaran Sosial Emosional?\">Read more<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[2],"tags":[],"class_list":["post-1365","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-wawasan"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO Premium plugin v27.3 (Yoast SEO v27.7) - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-premium-wordpress\/ -->\n<title>Pentingnya Menyusun Rancangan Pembelajaran Berbasis SEL Pembelajaran Sosial Emosional? - DomainJava Blog<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/pentingnya-menyusun-rancangan-pembelajaran-berbasis-sel-pembelajaran-sosial-emosional\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Pentingnya Menyusun Rancangan Pembelajaran Berbasis SEL Pembelajaran Sosial Emosional?\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Dalam dunia pendidikan saat ini, kecerdasan tidak lagi dipandang semata dari aspek kognitif. Kemampuan sosial dan emosional menjadi pilar penting yang mendukung tumbuh kembang peserta didik secara utuh. Di sinilah peran&nbsp;Social Emotional Learning&nbsp;(SEL) atau pembelajaran sosial emosional menjadi sangat penting, tidak hanya sebagai materi tambahan, tetapi sebagai pendekatan yang terintegrasi ke dalam proses pembelajaran sehari-hari. ... Read more\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/pentingnya-menyusun-rancangan-pembelajaran-berbasis-sel-pembelajaran-sosial-emosional\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"DomainJava Blog\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2025-08-10T13:18:59+00:00\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"DomainJava\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"DomainJava\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"4 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.domainjava.com\\\/id\\\/blog\\\/pentingnya-menyusun-rancangan-pembelajaran-berbasis-sel-pembelajaran-sosial-emosional\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.domainjava.com\\\/id\\\/blog\\\/pentingnya-menyusun-rancangan-pembelajaran-berbasis-sel-pembelajaran-sosial-emosional\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"DomainJava\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.domainjava.com\\\/id\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/3c243940a5e3e43cffa1312a02aafeaf\"},\"headline\":\"Pentingnya Menyusun Rancangan Pembelajaran Berbasis SEL Pembelajaran Sosial Emosional?\",\"datePublished\":\"2025-08-10T13:18:59+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.domainjava.com\\\/id\\\/blog\\\/pentingnya-menyusun-rancangan-pembelajaran-berbasis-sel-pembelajaran-sosial-emosional\\\/\"},\"wordCount\":666,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.domainjava.com\\\/id\\\/blog\\\/#organization\"},\"articleSection\":[\"Wawasan\"],\"inLanguage\":\"id\",\"copyrightYear\":\"2025\",\"copyrightHolder\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.domainjava.com\\\/id\\\/blog\\\/#organization\"}},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.domainjava.com\\\/id\\\/blog\\\/pentingnya-menyusun-rancangan-pembelajaran-berbasis-sel-pembelajaran-sosial-emosional\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.domainjava.com\\\/id\\\/blog\\\/pentingnya-menyusun-rancangan-pembelajaran-berbasis-sel-pembelajaran-sosial-emosional\\\/\",\"name\":\"Pentingnya Menyusun Rancangan Pembelajaran Berbasis SEL Pembelajaran Sosial Emosional? - DomainJava Blog\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.domainjava.com\\\/id\\\/blog\\\/#website\"},\"datePublished\":\"2025-08-10T13:18:59+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.domainjava.com\\\/id\\\/blog\\\/pentingnya-menyusun-rancangan-pembelajaran-berbasis-sel-pembelajaran-sosial-emosional\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/www.domainjava.com\\\/id\\\/blog\\\/pentingnya-menyusun-rancangan-pembelajaran-berbasis-sel-pembelajaran-sosial-emosional\\\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.domainjava.com\\\/id\\\/blog\\\/pentingnya-menyusun-rancangan-pembelajaran-berbasis-sel-pembelajaran-sosial-emosional\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Beranda\",\"item\":\"https:\\\/\\\/www.domainjava.com\\\/id\\\/blog\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Wawasan\",\"item\":\"https:\\\/\\\/www.domainjava.com\\\/id\\\/blog\\\/category\\\/wawasan\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":3,\"name\":\"Pentingnya Menyusun Rancangan Pembelajaran Berbasis SEL Pembelajaran Sosial Emosional?\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.domainjava.com\\\/id\\\/blog\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.domainjava.com\\\/id\\\/blog\\\/\",\"name\":\"DomainJava Blog\",\"description\":\"Inspiration For You\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.domainjava.com\\\/id\\\/blog\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/www.domainjava.com\\\/id\\\/blog\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.domainjava.com\\\/id\\\/blog\\\/#organization\",\"name\":\"DomainJava\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.domainjava.com\\\/id\\\/blog\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.domainjava.com\\\/id\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.domainjava.com\\\/id\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/06\\\/Domain-Java.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/www.domainjava.com\\\/id\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/06\\\/Domain-Java.png\",\"width\":512,\"height\":512,\"caption\":\"DomainJava\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.domainjava.com\\\/id\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.domainjava.com\\\/id\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/3c243940a5e3e43cffa1312a02aafeaf\",\"name\":\"DomainJava\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.domainjava.com\\\/id\\\/blog\\\/wp-content\\\/litespeed\\\/avatar\\\/d883fd2eba9c8d531a4346562d630089.jpg?ver=1780683634\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.domainjava.com\\\/id\\\/blog\\\/wp-content\\\/litespeed\\\/avatar\\\/d883fd2eba9c8d531a4346562d630089.jpg?ver=1780683634\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/www.domainjava.com\\\/id\\\/blog\\\/wp-content\\\/litespeed\\\/avatar\\\/d883fd2eba9c8d531a4346562d630089.jpg?ver=1780683634\",\"caption\":\"DomainJava\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/www.domainjava.com\\\/id\\\/blog\"],\"url\":\"https:\\\/\\\/www.domainjava.com\\\/id\\\/blog\\\/author\\\/domainjava\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO Premium plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Pentingnya Menyusun Rancangan Pembelajaran Berbasis SEL Pembelajaran Sosial Emosional? - DomainJava Blog","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/pentingnya-menyusun-rancangan-pembelajaran-berbasis-sel-pembelajaran-sosial-emosional\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Pentingnya Menyusun Rancangan Pembelajaran Berbasis SEL Pembelajaran Sosial Emosional?","og_description":"Dalam dunia pendidikan saat ini, kecerdasan tidak lagi dipandang semata dari aspek kognitif. Kemampuan sosial dan emosional menjadi pilar penting yang mendukung tumbuh kembang peserta didik secara utuh. Di sinilah peran&nbsp;Social Emotional Learning&nbsp;(SEL) atau pembelajaran sosial emosional menjadi sangat penting, tidak hanya sebagai materi tambahan, tetapi sebagai pendekatan yang terintegrasi ke dalam proses pembelajaran sehari-hari. ... Read more","og_url":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/pentingnya-menyusun-rancangan-pembelajaran-berbasis-sel-pembelajaran-sosial-emosional\/","og_site_name":"DomainJava Blog","article_published_time":"2025-08-10T13:18:59+00:00","author":"DomainJava","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"DomainJava","Estimasi waktu membaca":"4 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/pentingnya-menyusun-rancangan-pembelajaran-berbasis-sel-pembelajaran-sosial-emosional\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/pentingnya-menyusun-rancangan-pembelajaran-berbasis-sel-pembelajaran-sosial-emosional\/"},"author":{"name":"DomainJava","@id":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/#\/schema\/person\/3c243940a5e3e43cffa1312a02aafeaf"},"headline":"Pentingnya Menyusun Rancangan Pembelajaran Berbasis SEL Pembelajaran Sosial Emosional?","datePublished":"2025-08-10T13:18:59+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/pentingnya-menyusun-rancangan-pembelajaran-berbasis-sel-pembelajaran-sosial-emosional\/"},"wordCount":666,"publisher":{"@id":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/#organization"},"articleSection":["Wawasan"],"inLanguage":"id","copyrightYear":"2025","copyrightHolder":{"@id":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/#organization"}},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/pentingnya-menyusun-rancangan-pembelajaran-berbasis-sel-pembelajaran-sosial-emosional\/","url":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/pentingnya-menyusun-rancangan-pembelajaran-berbasis-sel-pembelajaran-sosial-emosional\/","name":"Pentingnya Menyusun Rancangan Pembelajaran Berbasis SEL Pembelajaran Sosial Emosional? - DomainJava Blog","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/#website"},"datePublished":"2025-08-10T13:18:59+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/pentingnya-menyusun-rancangan-pembelajaran-berbasis-sel-pembelajaran-sosial-emosional\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/pentingnya-menyusun-rancangan-pembelajaran-berbasis-sel-pembelajaran-sosial-emosional\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/pentingnya-menyusun-rancangan-pembelajaran-berbasis-sel-pembelajaran-sosial-emosional\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Beranda","item":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Wawasan","item":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/category\/wawasan\/"},{"@type":"ListItem","position":3,"name":"Pentingnya Menyusun Rancangan Pembelajaran Berbasis SEL Pembelajaran Sosial Emosional?"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/#website","url":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/","name":"DomainJava Blog","description":"Inspiration For You","publisher":{"@id":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/#organization","name":"DomainJava","url":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/Domain-Java.png","contentUrl":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/Domain-Java.png","width":512,"height":512,"caption":"DomainJava"},"image":{"@id":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/#\/schema\/person\/3c243940a5e3e43cffa1312a02aafeaf","name":"DomainJava","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/wp-content\/litespeed\/avatar\/d883fd2eba9c8d531a4346562d630089.jpg?ver=1780683634","url":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/wp-content\/litespeed\/avatar\/d883fd2eba9c8d531a4346562d630089.jpg?ver=1780683634","contentUrl":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/wp-content\/litespeed\/avatar\/d883fd2eba9c8d531a4346562d630089.jpg?ver=1780683634","caption":"DomainJava"},"sameAs":["https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog"],"url":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/author\/domainjava\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1365","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1365"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1365\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1365"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1365"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1365"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}