{"id":15261,"date":"2024-06-19T06:46:03","date_gmt":"2024-06-18T23:46:03","guid":{"rendered":"https:\/\/www.domainjava.com\/blog\/artikel\/ercis-biji-bulat-disilangkan-dengan-ercis-biji-kisut-jika-bulat-bersifat-dominan-yang-muncul-adalah\/"},"modified":"2024-06-19T06:46:03","modified_gmt":"2024-06-18T23:46:03","slug":"ercis-biji-bulat-disilangkan-dengan-ercis-biji-kisut-jika-bulat-bersifat-dominan-yang-muncul-adalah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/ercis-biji-bulat-disilangkan-dengan-ercis-biji-kisut-jika-bulat-bersifat-dominan-yang-muncul-adalah\/","title":{"rendered":"Ercis Biji Bulat Disilangkan dengan Ercis Biji Kisut: Jika Bulat Bersifat Dominan, Yang Muncul adalah.."},"content":{"rendered":"<p>Daun encis yang familiar sering ditemukan sebagai objek studi dalam bidang genetika. Pola warisannya memainkan peran penting dalam penentuan sifat ercis biji bulat dan biji kisut.<\/p>\n<p>Ercis biji bulat dan ercis biji kisut adalah contoh klasik pengajaran mengenai hukum Mendel dalam genetika. Mendel menciptakan ilmu genetika modern dengan penelitian bersejarahnya pada ercis. Sebagai hasil penelitiannya, Mendel menyimpulkan ada dua bentuk alel (bentuk gen) \u2013 satu bentuk dominan dan satu bentuk resesif \u2013 dan keturunan mengadopsi sifat yang dominan.<\/p>\n<h2>Pendekatan Mendel<\/h2>\n<p>Gregor Mendel, \u2018bapak genetika\u2019, melakukan serangkaian eksperimen pada tanaman ercis untuk memahami bagaimana sifat diturunkan dari generasi ke generasi. Menggunakan teknik persilangan, ia mempelajari dua fenotipe utama dari ercis: biji bulat (R) yang dominan dan biji kisut (r) yang resesif. Dalam konteks ini, \u2018dominan\u2019 berarti sifat tersebut akan tampak jika alel dominan ada, sedangkan \u2018resesif\u2019 berarti sifat tersebut hanya akan tampak jika kedua alel adalah resesif.<\/p>\n<h2>Hasil Persilangan<\/h2>\n<p>Ketika ercis biji bulat disilangkan dengan ercis biji kisut, keturunannya (F1) semua memiliki biji bulat. Ini karena biji bulat merupakan sifat dominan. Jadi, ketika ercis biji bulat (R) disilangkan dengan ercis biji kisut (r), keturunan menginherit alel R dari orangtua biji bulat dan alel r dari orangtua biji kisut. Kombinasi ini menghasilkan keturunan biji bulat (Rr).<\/p>\n<p>Namun, ketika F1 disilangkan lagi (disebut persilangan F1), hasilnya berbeda. Sebagian besar (3\/4 atau 75%) dari generasi F2 memiliki biji bulat, tetapi sebagian (1\/4 atau 25%) memiliki biji kisut. Ini menunjukkan bahwa sifat resesif (biji kisut) bisa muncul jika kedua alel daripada sifat resesif dipadukan.<\/p>\n<h2>Kesimpulan<\/h2>\n<p>Pada penyilangan ercis biji bulat dengan ercis biji kisut, sifat dominan (biji bulat) akan muncul pada generasi F1. Namun, jika F1 disilangkan, ada kemungkinan untuk sifat resesif (biji kisut) muncul pada generasi F2, seperti yang dijelaskan oleh hukum Mendel.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Daun encis yang familiar sering ditemukan sebagai objek studi dalam bidang genetika. Pola warisannya memainkan peran penting dalam penentuan sifat ercis biji bulat dan biji kisut. Ercis biji bulat dan ercis biji kisut adalah contoh klasik pengajaran mengenai hukum Mendel dalam genetika. Mendel menciptakan ilmu genetika modern dengan penelitian bersejarahnya pada ercis. Sebagai hasil penelitiannya, &#8230; <a title=\"Ercis Biji Bulat Disilangkan dengan Ercis Biji Kisut: Jika Bulat Bersifat Dominan, Yang Muncul adalah..\" class=\"read-more\" href=\"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/ercis-biji-bulat-disilangkan-dengan-ercis-biji-kisut-jika-bulat-bersifat-dominan-yang-muncul-adalah\/\" aria-label=\"Baca selengkapnya tentang Ercis Biji Bulat Disilangkan dengan Ercis Biji Kisut: Jika Bulat Bersifat Dominan, Yang Muncul adalah..\">Read more<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":74885,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[2],"tags":[],"class_list":["post-15261","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-wawasan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/15261","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=15261"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/15261\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/74885"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=15261"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=15261"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=15261"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}