{"id":19142,"date":"2024-06-26T03:57:48","date_gmt":"2024-06-25T20:57:48","guid":{"rendered":"https:\/\/www.domainjava.com\/blog\/artikel\/mengapa-sosiologi-bersifat-non-etis-sebagai-ilmu-pengetahuan-tentang-masyarakat\/"},"modified":"2024-06-26T03:57:48","modified_gmt":"2024-06-25T20:57:48","slug":"mengapa-sosiologi-bersifat-non-etis-sebagai-ilmu-pengetahuan-tentang-masyarakat","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/mengapa-sosiologi-bersifat-non-etis-sebagai-ilmu-pengetahuan-tentang-masyarakat\/","title":{"rendered":"Mengapa Sosiologi Bersifat Non Etis Sebagai Ilmu Pengetahuan Tentang Masyarakat?"},"content":{"rendered":"<p>Sosiologi, sebagai ilmu pengetahuan, berusaha memahami dan menganalisis struktur, proses, dan perubahan dalam masyarakat. Namun, sering kali ada anggapan yang menyatakan bahwa sosiologi bersifat non etis. Hal ini sejatinya menjadi semacam kesalahpahaman mengenai peran dan fungsi sosiologi sebagai disiplin ilmu pengetahuan tentang masyarakat. Untuk memahami hal tersebut, mari kita telusuri lebih lanjut pada penjelasan berikut.<\/p>\n<h2>Misinterpretasi Etis dalam Sosiologi<\/h2>\n<p>Ketika seseorang menuduh sosiologi sebagai \u201cnon-etis\u201d, biasanya ini mengacu pada pemahaman tentang bagaimana sosiologi menentang nilai-nilai tertentu atau bagaimana ia berpotensi mengganggu keadaan sosial yang ada. Dalam pengertian ini, penyataan tersebut tidak benar. Sosiologi, sebagai ilmu, tidak bertugas untuk menentukan nilai atau untuk mempengaruhi masyarakat dengan cara tertentu. Tugas utamanya adalah untuk memahami masyarakat, tidak untuk mengubahnya.<\/p>\n<h2>Objektivitas dalam Sosiologi<\/h2>\n<p>Sebagai ilmu pengetahuan, sosiologi wajib menjaga obyektivitas. Biarpun bidang studinya mengenai manusia dan interaksinya, sehingga sering kali terjalin sentimen pribadi atau bias, namun dalam menghasilkan pengetahuan, sosiologi berusaha untuk menjungjung tinggi konsep serta prinsip obyektif. Kemampuan sosiologis yang mampu melihat masalah atau fenomena sosial tanpa prasangka inilah yang menjadi daya saing sosiologi. Hal ini menegaskan bahwa sosiologi berusaha untuk menjalankan penelitiannya secara etis sejauh mana pun kemungkinannya.<\/p>\n<h2>Etika dalam Penelitian Sosiologi<\/h2>\n<p>Ketika melakukan penelitian, sosiologi memiliki serangkaian norma etis yang harus diikuti, yang termasuk dalamnya adalah menjaga privasi dan hak subjek penelitian, serta meminimalisir potensi bahaya atau risiko bagi narasumber. Metodologi penelitian dalam sosiologi senantiasa merujuk pada prinsip-prinsip etika yang ada, dan peneliti biasanya harus mendapatkan persetujuan dari lembaga etika penelitian sebelum memulai studi mereka. Ini semua membuktikan bahwa sosiologi tidak \u201cnon-etis.\u201d<\/p>\n<h2>Kesimpulan<\/h2>\n<p>Akhirnya, konsep sosiologi sebagai ilmu yang \u201cnon-etis\u201d muncul karena kesalahpahaman fundamental tentang tujuan dan metode sosiologi. Sebagai ilmu pengetahuan tentang masyarakat, sosiologi menjalankan kajian dan penelitian dengan berpegang teguh pada prinsip etika. Dengan kata lain, sosiologi bukanlah ilmu pengetahuan yang \u201cnon-etis\u201d tentang masyarakat, tetapi sebuah bidang studi yang penting dan etis mengenai bagaimana manusia berinteraksi dalam masyarakat.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sosiologi, sebagai ilmu pengetahuan, berusaha memahami dan menganalisis struktur, proses, dan perubahan dalam masyarakat. Namun, sering kali ada anggapan yang menyatakan bahwa sosiologi bersifat non etis. Hal ini sejatinya menjadi semacam kesalahpahaman mengenai peran dan fungsi sosiologi sebagai disiplin ilmu pengetahuan tentang masyarakat. Untuk memahami hal tersebut, mari kita telusuri lebih lanjut pada penjelasan berikut. &#8230; <a title=\"Mengapa Sosiologi Bersifat Non Etis Sebagai Ilmu Pengetahuan Tentang Masyarakat?\" class=\"read-more\" href=\"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/mengapa-sosiologi-bersifat-non-etis-sebagai-ilmu-pengetahuan-tentang-masyarakat\/\" aria-label=\"Baca selengkapnya tentang Mengapa Sosiologi Bersifat Non Etis Sebagai Ilmu Pengetahuan Tentang Masyarakat?\">Read more<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[2],"tags":[],"class_list":["post-19142","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-wawasan"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO Premium plugin v27.3 (Yoast SEO v27.7) - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-premium-wordpress\/ -->\n<title>Mengapa Sosiologi Bersifat Non Etis Sebagai Ilmu Pengetahuan Tentang Masyarakat? - DomainJava Blog<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/mengapa-sosiologi-bersifat-non-etis-sebagai-ilmu-pengetahuan-tentang-masyarakat\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Mengapa Sosiologi Bersifat Non Etis Sebagai Ilmu Pengetahuan Tentang Masyarakat?\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Sosiologi, sebagai ilmu pengetahuan, berusaha memahami dan menganalisis struktur, proses, dan perubahan dalam masyarakat. Namun, sering kali ada anggapan yang menyatakan bahwa sosiologi bersifat non etis. Hal ini sejatinya menjadi semacam kesalahpahaman mengenai peran dan fungsi sosiologi sebagai disiplin ilmu pengetahuan tentang masyarakat. Untuk memahami hal tersebut, mari kita telusuri lebih lanjut pada penjelasan berikut. ... Read more\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/mengapa-sosiologi-bersifat-non-etis-sebagai-ilmu-pengetahuan-tentang-masyarakat\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"DomainJava Blog\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2024-06-25T20:57:48+00:00\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"DomainJava\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"DomainJava\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"2 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.domainjava.com\\\/id\\\/blog\\\/mengapa-sosiologi-bersifat-non-etis-sebagai-ilmu-pengetahuan-tentang-masyarakat\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.domainjava.com\\\/id\\\/blog\\\/mengapa-sosiologi-bersifat-non-etis-sebagai-ilmu-pengetahuan-tentang-masyarakat\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"DomainJava\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.domainjava.com\\\/id\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/3c243940a5e3e43cffa1312a02aafeaf\"},\"headline\":\"Mengapa Sosiologi Bersifat Non Etis Sebagai Ilmu Pengetahuan Tentang Masyarakat?\",\"datePublished\":\"2024-06-25T20:57:48+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.domainjava.com\\\/id\\\/blog\\\/mengapa-sosiologi-bersifat-non-etis-sebagai-ilmu-pengetahuan-tentang-masyarakat\\\/\"},\"wordCount\":319,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.domainjava.com\\\/id\\\/blog\\\/#organization\"},\"articleSection\":[\"Wawasan\"],\"inLanguage\":\"id\",\"copyrightYear\":\"2024\",\"copyrightHolder\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.domainjava.com\\\/id\\\/blog\\\/#organization\"}},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.domainjava.com\\\/id\\\/blog\\\/mengapa-sosiologi-bersifat-non-etis-sebagai-ilmu-pengetahuan-tentang-masyarakat\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.domainjava.com\\\/id\\\/blog\\\/mengapa-sosiologi-bersifat-non-etis-sebagai-ilmu-pengetahuan-tentang-masyarakat\\\/\",\"name\":\"Mengapa Sosiologi Bersifat Non Etis Sebagai Ilmu Pengetahuan Tentang Masyarakat? - DomainJava Blog\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.domainjava.com\\\/id\\\/blog\\\/#website\"},\"datePublished\":\"2024-06-25T20:57:48+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.domainjava.com\\\/id\\\/blog\\\/mengapa-sosiologi-bersifat-non-etis-sebagai-ilmu-pengetahuan-tentang-masyarakat\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/www.domainjava.com\\\/id\\\/blog\\\/mengapa-sosiologi-bersifat-non-etis-sebagai-ilmu-pengetahuan-tentang-masyarakat\\\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.domainjava.com\\\/id\\\/blog\\\/mengapa-sosiologi-bersifat-non-etis-sebagai-ilmu-pengetahuan-tentang-masyarakat\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Beranda\",\"item\":\"https:\\\/\\\/www.domainjava.com\\\/id\\\/blog\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Wawasan\",\"item\":\"https:\\\/\\\/www.domainjava.com\\\/id\\\/blog\\\/category\\\/wawasan\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":3,\"name\":\"Mengapa Sosiologi Bersifat Non Etis Sebagai Ilmu Pengetahuan Tentang Masyarakat?\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.domainjava.com\\\/id\\\/blog\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.domainjava.com\\\/id\\\/blog\\\/\",\"name\":\"DomainJava Blog\",\"description\":\"Inspiration For You\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.domainjava.com\\\/id\\\/blog\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/www.domainjava.com\\\/id\\\/blog\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.domainjava.com\\\/id\\\/blog\\\/#organization\",\"name\":\"DomainJava\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.domainjava.com\\\/id\\\/blog\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.domainjava.com\\\/id\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.domainjava.com\\\/id\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/06\\\/Domain-Java.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/www.domainjava.com\\\/id\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/06\\\/Domain-Java.png\",\"width\":512,\"height\":512,\"caption\":\"DomainJava\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.domainjava.com\\\/id\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.domainjava.com\\\/id\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/3c243940a5e3e43cffa1312a02aafeaf\",\"name\":\"DomainJava\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.domainjava.com\\\/id\\\/blog\\\/wp-content\\\/litespeed\\\/avatar\\\/d883fd2eba9c8d531a4346562d630089.jpg?ver=1780683634\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.domainjava.com\\\/id\\\/blog\\\/wp-content\\\/litespeed\\\/avatar\\\/d883fd2eba9c8d531a4346562d630089.jpg?ver=1780683634\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/www.domainjava.com\\\/id\\\/blog\\\/wp-content\\\/litespeed\\\/avatar\\\/d883fd2eba9c8d531a4346562d630089.jpg?ver=1780683634\",\"caption\":\"DomainJava\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/www.domainjava.com\\\/id\\\/blog\"],\"url\":\"https:\\\/\\\/www.domainjava.com\\\/id\\\/blog\\\/author\\\/domainjava\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO Premium plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Mengapa Sosiologi Bersifat Non Etis Sebagai Ilmu Pengetahuan Tentang Masyarakat? - DomainJava Blog","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/mengapa-sosiologi-bersifat-non-etis-sebagai-ilmu-pengetahuan-tentang-masyarakat\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Mengapa Sosiologi Bersifat Non Etis Sebagai Ilmu Pengetahuan Tentang Masyarakat?","og_description":"Sosiologi, sebagai ilmu pengetahuan, berusaha memahami dan menganalisis struktur, proses, dan perubahan dalam masyarakat. Namun, sering kali ada anggapan yang menyatakan bahwa sosiologi bersifat non etis. Hal ini sejatinya menjadi semacam kesalahpahaman mengenai peran dan fungsi sosiologi sebagai disiplin ilmu pengetahuan tentang masyarakat. Untuk memahami hal tersebut, mari kita telusuri lebih lanjut pada penjelasan berikut. ... Read more","og_url":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/mengapa-sosiologi-bersifat-non-etis-sebagai-ilmu-pengetahuan-tentang-masyarakat\/","og_site_name":"DomainJava Blog","article_published_time":"2024-06-25T20:57:48+00:00","author":"DomainJava","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"DomainJava","Estimasi waktu membaca":"2 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/mengapa-sosiologi-bersifat-non-etis-sebagai-ilmu-pengetahuan-tentang-masyarakat\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/mengapa-sosiologi-bersifat-non-etis-sebagai-ilmu-pengetahuan-tentang-masyarakat\/"},"author":{"name":"DomainJava","@id":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/#\/schema\/person\/3c243940a5e3e43cffa1312a02aafeaf"},"headline":"Mengapa Sosiologi Bersifat Non Etis Sebagai Ilmu Pengetahuan Tentang Masyarakat?","datePublished":"2024-06-25T20:57:48+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/mengapa-sosiologi-bersifat-non-etis-sebagai-ilmu-pengetahuan-tentang-masyarakat\/"},"wordCount":319,"publisher":{"@id":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/#organization"},"articleSection":["Wawasan"],"inLanguage":"id","copyrightYear":"2024","copyrightHolder":{"@id":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/#organization"}},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/mengapa-sosiologi-bersifat-non-etis-sebagai-ilmu-pengetahuan-tentang-masyarakat\/","url":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/mengapa-sosiologi-bersifat-non-etis-sebagai-ilmu-pengetahuan-tentang-masyarakat\/","name":"Mengapa Sosiologi Bersifat Non Etis Sebagai Ilmu Pengetahuan Tentang Masyarakat? - DomainJava Blog","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/#website"},"datePublished":"2024-06-25T20:57:48+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/mengapa-sosiologi-bersifat-non-etis-sebagai-ilmu-pengetahuan-tentang-masyarakat\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/mengapa-sosiologi-bersifat-non-etis-sebagai-ilmu-pengetahuan-tentang-masyarakat\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/mengapa-sosiologi-bersifat-non-etis-sebagai-ilmu-pengetahuan-tentang-masyarakat\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Beranda","item":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Wawasan","item":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/category\/wawasan\/"},{"@type":"ListItem","position":3,"name":"Mengapa Sosiologi Bersifat Non Etis Sebagai Ilmu Pengetahuan Tentang Masyarakat?"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/#website","url":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/","name":"DomainJava Blog","description":"Inspiration For You","publisher":{"@id":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/#organization","name":"DomainJava","url":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/Domain-Java.png","contentUrl":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/Domain-Java.png","width":512,"height":512,"caption":"DomainJava"},"image":{"@id":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/#\/schema\/person\/3c243940a5e3e43cffa1312a02aafeaf","name":"DomainJava","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/wp-content\/litespeed\/avatar\/d883fd2eba9c8d531a4346562d630089.jpg?ver=1780683634","url":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/wp-content\/litespeed\/avatar\/d883fd2eba9c8d531a4346562d630089.jpg?ver=1780683634","contentUrl":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/wp-content\/litespeed\/avatar\/d883fd2eba9c8d531a4346562d630089.jpg?ver=1780683634","caption":"DomainJava"},"sameAs":["https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog"],"url":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/author\/domainjava\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/19142","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=19142"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/19142\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=19142"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=19142"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=19142"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}