{"id":19407,"date":"2024-06-26T17:41:09","date_gmt":"2024-06-26T10:41:09","guid":{"rendered":"https:\/\/www.domainjava.com\/blog\/artikel\/semboyan-yang-terdapat-pada-pita-burung-garuda-pancasila-mempunyai-arti\/"},"modified":"2024-06-26T17:41:09","modified_gmt":"2024-06-26T10:41:09","slug":"semboyan-yang-terdapat-pada-pita-burung-garuda-pancasila-mempunyai-arti","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/semboyan-yang-terdapat-pada-pita-burung-garuda-pancasila-mempunyai-arti\/","title":{"rendered":"Semboyan yang Terdapat pada Pita Burung Garuda Pancasila Mempunyai Arti"},"content":{"rendered":"<p>Burung Garuda adalah simbol kenegaraan Republik Indonesia yang melambangkan kehormatan, kekuasaan dan kebesaran. Pada tubuh burung Garuda, terdapat Lambang Negara Republik Indonesia yaitu Pancasila. Pancasila sendiri merupakan ideologi negara kita yang terdiri dari Lima Sila yang berbeda-beda namun masih memiliki tujuan yang sama, yaitu untuk mewujudkan kesejahteraan dan keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia.<\/p>\n<p>Pada pita yang ada di burung Garuda <a class=\"wpil_keyword_link\" href=\"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/tag\/pancasila\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\" title=\"Pancasila\" data-wpil-keyword-link=\"linked\" data-wpil-monitor-id=\"6355\">Pancasila<\/a> terdapat semboyan yang menjadi dasar negara yaitu \u201cBhinneka Tunggal Ika\u201d. Semboyan ini diambil dari bahasa Jawa Kuno yang berarti \u201cBerbeda-beda namun tetap satu\u201d. Semboyan tersebut memiliki filosofi mendalam dan pentingnya merupakan bagian integral dari identitas bangsa Indonesia.<\/p>\n<p>Arti dari \u201cBhinneka Tunggal Ika\u201d adalah meskipun rakyat Indonesia adalah suku, agama, ras, dan kelompok budaya yang berbeda-beda, namun mereka tetap satu, satu kesatuan, satu bangsa, yaitu Indonesia. Semboyan ini diharapkan bisa mengikat seluruh rakyat Indonesia dalam bangsa dan negara yang teguh dan utuh.<\/p>\n<p>Setiap kata dalam semboyan ini memiliki makna tersendiri. \u201cBhinneka\u201d berarti beraneka ragam atau berbeda-beda. \u201cTunggal\u201d berarti satu atau kesatuan. Dan \u201cIka\u201d berarti itu. Jadi, jika diterjemahkan secara harfiah, \u201cBhinneka Tunggal Ika\u201d berarti \u201citu beraneka ragam tetapi satu\u201d.<\/p>\n<p>Semboyan ini menunjukkan betapa indahnya keanekaragaman Indonesia dan betapa pentingnya persatuan dan kesatuan bangsa dalam menjaga keutuhan negara. Dalam konteks Pancasila, semboyan ini menjadi representasi dari nilai-nilai dalam Pancasila yaitu: ketuhanan yang Maha Esa, kemanusiaan yang adil dan beradab, persatuan Indonesia, kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan\/perwakilan, dan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.<\/p>\n<p>Pada dasarnya, semboyan \u201cBhinneka Tunggal Ika\u201d adalah \u201ccall to action\u201d bagi semua warga negara Indonesia untuk selalu menjunjung tinggi nilai-nilai yang ada dalam Pancasila dan menjaga keanekaragaman serta persatuan dan kesatuan bangsa dalam rangka mewujudkan tujuan bersama, yaitu Indonesia yang adil dan makmur.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Burung Garuda adalah simbol kenegaraan Republik Indonesia yang melambangkan kehormatan, kekuasaan dan kebesaran. Pada tubuh burung Garuda, terdapat Lambang Negara Republik Indonesia yaitu Pancasila. Pancasila sendiri merupakan ideologi negara kita yang terdiri dari Lima Sila yang berbeda-beda namun masih memiliki tujuan yang sama, yaitu untuk mewujudkan kesejahteraan dan keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia. Pada pita &#8230; <a title=\"Semboyan yang Terdapat pada Pita Burung Garuda Pancasila Mempunyai Arti\" class=\"read-more\" href=\"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/semboyan-yang-terdapat-pada-pita-burung-garuda-pancasila-mempunyai-arti\/\" aria-label=\"Baca selengkapnya tentang Semboyan yang Terdapat pada Pita Burung Garuda Pancasila Mempunyai Arti\">Read more<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":74885,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[2],"tags":[],"class_list":["post-19407","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-wawasan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/19407","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=19407"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/19407\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/74885"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=19407"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=19407"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=19407"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}