{"id":23627,"date":"2024-07-06T21:41:41","date_gmt":"2024-07-06T14:41:41","guid":{"rendered":"https:\/\/www.domainjava.com\/blog\/artikel\/model-analisis-wacana-kritis-norman-fairclough-pada-dasarnya-menganalisis-wacana-dalam-tiga-dimensi-yaitu\/"},"modified":"2024-07-06T21:41:41","modified_gmt":"2024-07-06T14:41:41","slug":"model-analisis-wacana-kritis-norman-fairclough-pada-dasarnya-menganalisis-wacana-dalam-tiga-dimensi-yaitu","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/model-analisis-wacana-kritis-norman-fairclough-pada-dasarnya-menganalisis-wacana-dalam-tiga-dimensi-yaitu\/","title":{"rendered":"Model Analisis Wacana Kritis Norman Fairclough pada Dasarnya Menganalisis Wacana dalam Tiga Dimensi, yaitu:"},"content":{"rendered":"<p>Model analisis wacana kritis Norman Fairclough adalah pendekatan dalam linguistik yang digunakan untuk memahami bagaimana bahasa digunakan dalam konteks sosial dan politik. Metode ini sangat berguna bagi mereka yang ingin memahami bagaimana bahasa menggambarkan dan membentuk realitas sosial kita.<\/p>\n<p>Sebelum menjelaskan tiga dimensi analisis wacana yang diusulkan oleh Fairclough, penting untuk mengetahui bahwa \u2018analisis wacana kritis\u2019 adalah pendekatan yang dikembangkan dengan tujuan untuk memahami dan menganalisis bagaimana bahasa digunakan dalam konteks sosial dan politik.<\/p>\n<p>Berikut adalah tiga dimensi tersebut:<\/p>\n<p><strong>1. Analisis Wacana pada Level Teks<\/strong><\/p>\n<p>Dimensi pertama adalah analisis teks. Dalam aspek ini, Fairclough berkonsentrasi pada struktur dan organisasi bahasa dalam teks. Analisis ini mencakup gramatika, sintaksis, dan kosakata yang digunakan dalam teks. Ini adalah dasar analisis wacana dan diperlukan untuk memahami cara bahasa digunakan dalam konteks tertentu.<\/p>\n<p><strong>2. Analisis Wacana pada Level Diskursif<\/strong><\/p>\n<p>Dimensi kedua analisis wacana Fairclough adalah analisis tingkat diskursif. Analisis ini menunjukkan bagaimana teks bermakna dalam konteks sosial dan budaya yang lebih luas. Aspek ini melihat bagaimana teks berkomunikasi dengan pembaca dan bagaimana pengarang menggunakan bahasa untuk mencapai tujuannya.<\/p>\n<p><strong>3. Analisis Wacana pada Level Sosial<\/strong><\/p>\n<p>Terakhir, dimensi ketiga dari analisis wacana Fairclough adalah analisis sosial. Dimensi ini berfokus pada bagaimana teks mencerminkan dan membentuk realitas sosial. Menganalisis bagaimana bahasa digunakan dalam teks dapat membantu kita memahami bagaimana kekuasaan dan ideologi bekerja dalam masyarakat.<\/p>\n<p>Dengan tiga dimensi analisis ini, model analisis wacana kritis Fairclough menyediakan alat yang kuat untuk memahami bagaimana bahasa menciptakan dan membentuk realitas sosial kita.<\/p>\n<p>Jadi, jawabannya apa? Model analisis wacana kritis Norman Fairclough pada dasarnya menganalisis wacana dalam tiga dimensi, yaitu: analisis teks, analisis diskursif, dan analisis sosial. Melalui tiga dimensi analisis ini, kita dapat memahami bagaimana bahasa digunakan untuk menciptakan dan membentuk dunia kita.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Model analisis wacana kritis Norman Fairclough adalah pendekatan dalam linguistik yang digunakan untuk memahami bagaimana bahasa digunakan dalam konteks sosial dan politik. Metode ini sangat berguna bagi mereka yang ingin memahami bagaimana bahasa menggambarkan dan membentuk realitas sosial kita. Sebelum menjelaskan tiga dimensi analisis wacana yang diusulkan oleh Fairclough, penting untuk mengetahui bahwa \u2018analisis wacana &#8230; <a title=\"Model Analisis Wacana Kritis Norman Fairclough pada Dasarnya Menganalisis Wacana dalam Tiga Dimensi, yaitu:\" class=\"read-more\" href=\"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/model-analisis-wacana-kritis-norman-fairclough-pada-dasarnya-menganalisis-wacana-dalam-tiga-dimensi-yaitu\/\" aria-label=\"Baca selengkapnya tentang Model Analisis Wacana Kritis Norman Fairclough pada Dasarnya Menganalisis Wacana dalam Tiga Dimensi, yaitu:\">Read more<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[2],"tags":[],"class_list":["post-23627","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-wawasan"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO Premium plugin v27.3 (Yoast SEO v27.7) - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-premium-wordpress\/ -->\n<title>Model Analisis Wacana Kritis Norman Fairclough pada Dasarnya Menganalisis Wacana dalam Tiga Dimensi, yaitu: - DomainJava Blog<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/model-analisis-wacana-kritis-norman-fairclough-pada-dasarnya-menganalisis-wacana-dalam-tiga-dimensi-yaitu\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Model Analisis Wacana Kritis Norman Fairclough pada Dasarnya Menganalisis Wacana dalam Tiga Dimensi, yaitu:\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Model analisis wacana kritis Norman Fairclough adalah pendekatan dalam linguistik yang digunakan untuk memahami bagaimana bahasa digunakan dalam konteks sosial dan politik. Metode ini sangat berguna bagi mereka yang ingin memahami bagaimana bahasa menggambarkan dan membentuk realitas sosial kita. Sebelum menjelaskan tiga dimensi analisis wacana yang diusulkan oleh Fairclough, penting untuk mengetahui bahwa \u2018analisis wacana ... Read more\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/model-analisis-wacana-kritis-norman-fairclough-pada-dasarnya-menganalisis-wacana-dalam-tiga-dimensi-yaitu\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"DomainJava Blog\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2024-07-06T14:41:41+00:00\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"DomainJava\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"DomainJava\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"1 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.domainjava.com\\\/id\\\/blog\\\/model-analisis-wacana-kritis-norman-fairclough-pada-dasarnya-menganalisis-wacana-dalam-tiga-dimensi-yaitu\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.domainjava.com\\\/id\\\/blog\\\/model-analisis-wacana-kritis-norman-fairclough-pada-dasarnya-menganalisis-wacana-dalam-tiga-dimensi-yaitu\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"DomainJava\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.domainjava.com\\\/id\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/3c243940a5e3e43cffa1312a02aafeaf\"},\"headline\":\"Model Analisis Wacana Kritis Norman Fairclough pada Dasarnya Menganalisis Wacana dalam Tiga Dimensi, yaitu:\",\"datePublished\":\"2024-07-06T14:41:41+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.domainjava.com\\\/id\\\/blog\\\/model-analisis-wacana-kritis-norman-fairclough-pada-dasarnya-menganalisis-wacana-dalam-tiga-dimensi-yaitu\\\/\"},\"wordCount\":293,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.domainjava.com\\\/id\\\/blog\\\/#organization\"},\"articleSection\":[\"Wawasan\"],\"inLanguage\":\"id\",\"copyrightYear\":\"2024\",\"copyrightHolder\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.domainjava.com\\\/id\\\/blog\\\/#organization\"}},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.domainjava.com\\\/id\\\/blog\\\/model-analisis-wacana-kritis-norman-fairclough-pada-dasarnya-menganalisis-wacana-dalam-tiga-dimensi-yaitu\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.domainjava.com\\\/id\\\/blog\\\/model-analisis-wacana-kritis-norman-fairclough-pada-dasarnya-menganalisis-wacana-dalam-tiga-dimensi-yaitu\\\/\",\"name\":\"Model Analisis Wacana Kritis Norman Fairclough pada Dasarnya Menganalisis Wacana dalam Tiga Dimensi, yaitu: - DomainJava Blog\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.domainjava.com\\\/id\\\/blog\\\/#website\"},\"datePublished\":\"2024-07-06T14:41:41+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.domainjava.com\\\/id\\\/blog\\\/model-analisis-wacana-kritis-norman-fairclough-pada-dasarnya-menganalisis-wacana-dalam-tiga-dimensi-yaitu\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/www.domainjava.com\\\/id\\\/blog\\\/model-analisis-wacana-kritis-norman-fairclough-pada-dasarnya-menganalisis-wacana-dalam-tiga-dimensi-yaitu\\\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.domainjava.com\\\/id\\\/blog\\\/model-analisis-wacana-kritis-norman-fairclough-pada-dasarnya-menganalisis-wacana-dalam-tiga-dimensi-yaitu\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Beranda\",\"item\":\"https:\\\/\\\/www.domainjava.com\\\/id\\\/blog\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Wawasan\",\"item\":\"https:\\\/\\\/www.domainjava.com\\\/id\\\/blog\\\/category\\\/wawasan\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":3,\"name\":\"Model Analisis Wacana Kritis Norman Fairclough pada Dasarnya Menganalisis Wacana dalam Tiga Dimensi, yaitu:\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.domainjava.com\\\/id\\\/blog\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.domainjava.com\\\/id\\\/blog\\\/\",\"name\":\"DomainJava Blog\",\"description\":\"Inspiration For You\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.domainjava.com\\\/id\\\/blog\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/www.domainjava.com\\\/id\\\/blog\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.domainjava.com\\\/id\\\/blog\\\/#organization\",\"name\":\"DomainJava\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.domainjava.com\\\/id\\\/blog\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.domainjava.com\\\/id\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.domainjava.com\\\/id\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/06\\\/Domain-Java.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/www.domainjava.com\\\/id\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/06\\\/Domain-Java.png\",\"width\":512,\"height\":512,\"caption\":\"DomainJava\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.domainjava.com\\\/id\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.domainjava.com\\\/id\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/3c243940a5e3e43cffa1312a02aafeaf\",\"name\":\"DomainJava\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.domainjava.com\\\/id\\\/blog\\\/wp-content\\\/litespeed\\\/avatar\\\/d883fd2eba9c8d531a4346562d630089.jpg?ver=1780683634\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.domainjava.com\\\/id\\\/blog\\\/wp-content\\\/litespeed\\\/avatar\\\/d883fd2eba9c8d531a4346562d630089.jpg?ver=1780683634\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/www.domainjava.com\\\/id\\\/blog\\\/wp-content\\\/litespeed\\\/avatar\\\/d883fd2eba9c8d531a4346562d630089.jpg?ver=1780683634\",\"caption\":\"DomainJava\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/www.domainjava.com\\\/id\\\/blog\"],\"url\":\"https:\\\/\\\/www.domainjava.com\\\/id\\\/blog\\\/author\\\/domainjava\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO Premium plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Model Analisis Wacana Kritis Norman Fairclough pada Dasarnya Menganalisis Wacana dalam Tiga Dimensi, yaitu: - DomainJava Blog","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/model-analisis-wacana-kritis-norman-fairclough-pada-dasarnya-menganalisis-wacana-dalam-tiga-dimensi-yaitu\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Model Analisis Wacana Kritis Norman Fairclough pada Dasarnya Menganalisis Wacana dalam Tiga Dimensi, yaitu:","og_description":"Model analisis wacana kritis Norman Fairclough adalah pendekatan dalam linguistik yang digunakan untuk memahami bagaimana bahasa digunakan dalam konteks sosial dan politik. Metode ini sangat berguna bagi mereka yang ingin memahami bagaimana bahasa menggambarkan dan membentuk realitas sosial kita. Sebelum menjelaskan tiga dimensi analisis wacana yang diusulkan oleh Fairclough, penting untuk mengetahui bahwa \u2018analisis wacana ... Read more","og_url":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/model-analisis-wacana-kritis-norman-fairclough-pada-dasarnya-menganalisis-wacana-dalam-tiga-dimensi-yaitu\/","og_site_name":"DomainJava Blog","article_published_time":"2024-07-06T14:41:41+00:00","author":"DomainJava","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"DomainJava","Estimasi waktu membaca":"1 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/model-analisis-wacana-kritis-norman-fairclough-pada-dasarnya-menganalisis-wacana-dalam-tiga-dimensi-yaitu\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/model-analisis-wacana-kritis-norman-fairclough-pada-dasarnya-menganalisis-wacana-dalam-tiga-dimensi-yaitu\/"},"author":{"name":"DomainJava","@id":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/#\/schema\/person\/3c243940a5e3e43cffa1312a02aafeaf"},"headline":"Model Analisis Wacana Kritis Norman Fairclough pada Dasarnya Menganalisis Wacana dalam Tiga Dimensi, yaitu:","datePublished":"2024-07-06T14:41:41+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/model-analisis-wacana-kritis-norman-fairclough-pada-dasarnya-menganalisis-wacana-dalam-tiga-dimensi-yaitu\/"},"wordCount":293,"publisher":{"@id":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/#organization"},"articleSection":["Wawasan"],"inLanguage":"id","copyrightYear":"2024","copyrightHolder":{"@id":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/#organization"}},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/model-analisis-wacana-kritis-norman-fairclough-pada-dasarnya-menganalisis-wacana-dalam-tiga-dimensi-yaitu\/","url":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/model-analisis-wacana-kritis-norman-fairclough-pada-dasarnya-menganalisis-wacana-dalam-tiga-dimensi-yaitu\/","name":"Model Analisis Wacana Kritis Norman Fairclough pada Dasarnya Menganalisis Wacana dalam Tiga Dimensi, yaitu: - DomainJava Blog","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/#website"},"datePublished":"2024-07-06T14:41:41+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/model-analisis-wacana-kritis-norman-fairclough-pada-dasarnya-menganalisis-wacana-dalam-tiga-dimensi-yaitu\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/model-analisis-wacana-kritis-norman-fairclough-pada-dasarnya-menganalisis-wacana-dalam-tiga-dimensi-yaitu\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/model-analisis-wacana-kritis-norman-fairclough-pada-dasarnya-menganalisis-wacana-dalam-tiga-dimensi-yaitu\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Beranda","item":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Wawasan","item":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/category\/wawasan\/"},{"@type":"ListItem","position":3,"name":"Model Analisis Wacana Kritis Norman Fairclough pada Dasarnya Menganalisis Wacana dalam Tiga Dimensi, yaitu:"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/#website","url":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/","name":"DomainJava Blog","description":"Inspiration For You","publisher":{"@id":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/#organization","name":"DomainJava","url":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/Domain-Java.png","contentUrl":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/Domain-Java.png","width":512,"height":512,"caption":"DomainJava"},"image":{"@id":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/#\/schema\/person\/3c243940a5e3e43cffa1312a02aafeaf","name":"DomainJava","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/wp-content\/litespeed\/avatar\/d883fd2eba9c8d531a4346562d630089.jpg?ver=1780683634","url":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/wp-content\/litespeed\/avatar\/d883fd2eba9c8d531a4346562d630089.jpg?ver=1780683634","contentUrl":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/wp-content\/litespeed\/avatar\/d883fd2eba9c8d531a4346562d630089.jpg?ver=1780683634","caption":"DomainJava"},"sameAs":["https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog"],"url":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/author\/domainjava\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/23627","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=23627"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/23627\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=23627"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=23627"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=23627"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}