{"id":25636,"date":"2024-07-12T20:44:02","date_gmt":"2024-07-12T13:44:02","guid":{"rendered":"https:\/\/www.domainjava.com\/blog\/artikel\/pokok-pikiran-yang-digunakan-untuk-membuat-iklan-disebut\/"},"modified":"2024-07-12T20:44:02","modified_gmt":"2024-07-12T13:44:02","slug":"pokok-pikiran-yang-digunakan-untuk-membuat-iklan-disebut","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/pokok-pikiran-yang-digunakan-untuk-membuat-iklan-disebut\/","title":{"rendered":"Pokok Pikiran yang Digunakan untuk Membuat Iklan Disebut"},"content":{"rendered":"<p>Dalam dunia periklanan, menggunakan strategi dan teknik yang tepat sangat penting untuk mencapai tujuan pemasaran. Salah satu komponen utama yang digunakan untuk menciptakan iklan yang efektif adalah \u2018pokok pikiran\u2019 atau konsep dasar yang merupakan gagasan utama dari iklan tersebut. Pokok pikiran dalam iklan biasa disebut dengan \u2018Big Idea\u2019.<\/p>\n<h2>Pengertian Big Idea<\/h2>\n<p>Big Idea, atau dalam bahasa Indonesianya dikenal sebagai \u2018ide besar\u2019, adalah pusat atau inti dari setiap iklan. Menurut The Balance Careers, Big Idea adalah konsep yang unik, inovatif, dan kuat yang dapat digunakan sebagai fondasi untuk kampanye pemasaran yang sukses. Ide besar ini membangun hubungan antara merek dan konsumen, dan dapat mempengaruhi bagaimana konsumen merasakan atau berpikir tentang suatu produk atau jasa.<\/p>\n<h2>Kriteria Big Idea<\/h2>\n<p>Agar dapat diterapkan dengan efektif, Big Idea harus memenuhi beberapa syarat. Pertama, ide ini harus relevan dengan target pasar dan sesuai dengan merek perusahaan. Kedua, Big Idea harus mampu menerobos media dan menjangkau konsumen. Ini berarti, big idea harus \u2018menyala\u2019 dan memikat perhatian target pasar. Ketiga, pokok pikiran harus kreatif dan inovatif. Dalam periklanan, keunikkan dan inovasi adalah kunci untuk menonjol dalam pesaing.<\/p>\n<h2>Manfaat Big Idea<\/h2>\n<p>Keberadaan Big Idea dalam iklan memiliki kegunaan teori dan praktis. Teori menunjukkan bahwa Big Idea berfungsi untuk memecahkan masalah komunikasi. Sedangkan praktisnya, Big Idea dapat meningkatkan penjualan, dan membangun citra merek yang positif dalam benak konsumen.<\/p>\n<h2>Kesimpulan<\/h2>\n<p>Dalam dunia periklanan, pokok pikiran yang digunakan untuk membuat iklan disebut \u2018Big Idea\u2019. Bagi setiap merek, memiliki Big Idea yang kuat dan inovatif adalah kunci untuk membuat kampanye pemasaran yang berhasil. Jadi, penerapan konsep ini pada iklan menciptakan suatu ikatan emosional dengan konsumen dan dapat berperan penting dalam keputusan pembelian mereka.<\/p>\n<p>Jadi, jawabannya apa? Pokok pikiran yang digunakan untuk membuat iklan disebut \u2018Big Idea\u2019.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Dalam dunia periklanan, menggunakan strategi dan teknik yang tepat sangat penting untuk mencapai tujuan pemasaran. Salah satu komponen utama yang digunakan untuk menciptakan iklan yang efektif adalah \u2018pokok pikiran\u2019 atau konsep dasar yang merupakan gagasan utama dari iklan tersebut. Pokok pikiran dalam iklan biasa disebut dengan \u2018Big Idea\u2019. Pengertian Big Idea Big Idea, atau dalam &#8230; <a title=\"Pokok Pikiran yang Digunakan untuk Membuat Iklan Disebut\" class=\"read-more\" href=\"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/pokok-pikiran-yang-digunakan-untuk-membuat-iklan-disebut\/\" aria-label=\"Baca selengkapnya tentang Pokok Pikiran yang Digunakan untuk Membuat Iklan Disebut\">Read more<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[2],"tags":[],"class_list":["post-25636","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-wawasan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/25636","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=25636"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/25636\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=25636"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=25636"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=25636"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}