{"id":2604,"date":"2024-06-19T07:08:33","date_gmt":"2024-06-19T00:08:33","guid":{"rendered":"https:\/\/www.domainjava.com\/blog\/artikel\/para-tamu-tamu-dimohon-untuk-duduk-kalimat-tersebut-tidak-baku-bentuk-bakunya-adalah\/"},"modified":"2024-06-19T07:08:33","modified_gmt":"2024-06-19T00:08:33","slug":"para-tamu-tamu-dimohon-untuk-duduk-kalimat-tersebut-tidak-baku-bentuk-bakunya-adalah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/para-tamu-tamu-dimohon-untuk-duduk-kalimat-tersebut-tidak-baku-bentuk-bakunya-adalah\/","title":{"rendered":"Para tamu-tamu dimohon untuk duduk, kalimat tersebut tidak baku, bentuk bakunya adalah&#8230;"},"content":{"rendered":"<p>Pada struktur bahasa Indonesia yang baik dan benar, terdapat aturan baku dan tidak baku yang harus diperhatikan. Salah satu contoh kalimat yang sering digunakan dalam berbagai acara formal atau informal namun ternyata tidak baku adalah \u201cPara tamu-tamu dimohon untuk duduk\u201d.<\/p>\n<p>Penyusunan kalimat yang baku berlandasan pada kaidah tata bahasa Indonesia, salah satunya adalah penggunaan imbuhan. Menurut Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI) yang telah disahkan oleh pemerintah, penumpukan istilah serupa dalam satu kalimat dianggap tidak lazim atau tidak baku. Contohnya yaitu pada kalimat \u201cPara tamu-tamu dimohon untuk duduk\u201d, yang mana kata \u201ctamu\u201d telah berulang dua kali sehingga terdapat penumpukan istilah yang sama.<\/p>\n<p>Dalam konteks ini, kata \u201cpara\u201d dan pengulangan kata \u201ctamu\u201d, sebenarnya telah memiliki makna yang serupa yaitu menunjukkan lebih dari satu \u2018tamu\u2019. Oleh karena itu, penggunaan kata \u201cpara\u201d dan pengulangan kata \u201ctamu\u201d dianggap redundan atau berlebihan dan ini menyalahi kaidah penulisan baku dalam Bahasa Indonesia.<\/p>\n<p>Sehingga untuk mengubah kalimat tersebut menjadi baku, kita dapat menghapus salah satu indikator pluralitas tersebut. Maka, kalimat baku yang tepat dari \u201cPara tamu-tamu dimohon untuk duduk\u201d adalah \u201c<strong>Para tamu dimohon untuk duduk<\/strong>\u201c.<\/p>\n<p>Pemahaman akan kaidah baku dan tidak baku dalam Bahasa Indonesia sangat penting, tidak hanya untuk memperbaiki cara penulisan, tetapi juga untuk meningkatkan kualitas penggunaan Bahasa Indonesia yang baik dan benar.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pada struktur bahasa Indonesia yang baik dan benar, terdapat aturan baku dan tidak baku yang harus diperhatikan. Salah satu contoh kalimat yang sering digunakan dalam berbagai acara formal atau informal namun ternyata tidak baku adalah \u201cPara tamu-tamu dimohon untuk duduk\u201d. Penyusunan kalimat yang baku berlandasan pada kaidah tata bahasa Indonesia, salah satunya adalah penggunaan imbuhan. &#8230; <a title=\"Para tamu-tamu dimohon untuk duduk, kalimat tersebut tidak baku, bentuk bakunya adalah&#8230;\" class=\"read-more\" href=\"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/para-tamu-tamu-dimohon-untuk-duduk-kalimat-tersebut-tidak-baku-bentuk-bakunya-adalah\/\" aria-label=\"Baca selengkapnya tentang Para tamu-tamu dimohon untuk duduk, kalimat tersebut tidak baku, bentuk bakunya adalah&#8230;\">Read more<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":74885,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[2],"tags":[],"class_list":["post-2604","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-wawasan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2604","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2604"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2604\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/74885"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2604"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2604"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2604"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}