{"id":26090,"date":"2024-07-14T08:41:10","date_gmt":"2024-07-14T01:41:10","guid":{"rendered":"https:\/\/www.domainjava.com\/blog\/artikel\/zaman-neozoikum-dibedakan-atas-dua-zaman-coba-kalian-uraikan\/"},"modified":"2024-07-14T08:41:10","modified_gmt":"2024-07-14T01:41:10","slug":"zaman-neozoikum-dibedakan-atas-dua-zaman-coba-kalian-uraikan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/zaman-neozoikum-dibedakan-atas-dua-zaman-coba-kalian-uraikan\/","title":{"rendered":"Zaman Neozoikum Dibedakan Atas Dua Zaman: Coba Kalian Uraikan"},"content":{"rendered":"<p>Zaman Neozoikum adalah periode terakhir dalam skala waktu geologi yang mencakup 23 juta tahun terakhir Bumi. Nama \u201cNeozoikum\u201d berasal dari kata Yunani neo yang berarti \u201cbaru\u201d dan z\u014d\u0113 yang berarti \u201chidup\u201d. Jadi, Neozoikum secara harfiah berarti \u201cZaman Kehidupan Baru\u201d. Zaman ini mencakup dua era utama yaitu Kenozoikum dan Antroposens. Mari kita uraikan keduanya.<\/p>\n<h2>Era Kenozoikum<\/h2>\n<p>Era Kenozoikum adalah era pertama dalam Zaman Neozoikum. Zaman ini berjalan sekitar 65 juta tahun yang lalu hingga saat ini dan diawali oleh peristiwa kepunahan massal Kapur-Tersier yang menandai berakhirnya Zaman Mesozoikum.<\/p>\n<p>Era ini dibagi menjadi tiga periode: Paleogen, Neogen, dan Kuarterner. Periode Paleogen meliputi Paleosen dan Eosen, dimana mamalia mulai berevolusi dan bermunculan. Periode Neogen mencakup Miosen dan Pliosen, terkenal dengan evolusi manusia primitif. Sementara itu, Periode Kuarterner lebih berfokus pada munculnya manusia modern dan peradaban manusia.<\/p>\n<p>Selama era Kenozoikum, kehidupan di bumi berkembang secara signifikan. Diversifikasi mamalia menjadi dominan, sementara banyak spesies reptil dan amfibi mengalami kepunahan. Ini adalah era di mana kehidupan seperti yang kita kenal mulai terbentuk dan berkembang.<\/p>\n<h2>Era Antroposen<\/h2>\n<p>Antroposen adalah era kedua dan saat ini, yang ditandai oleh pengaruh manusia yang signifikan atas ekosistem Bumi. Ini belum resmi diakui sebagai unit geokronologi, tetapi banyak ilmuwan memandangnya sebagai penanda penting dalam sejarah bumi karena dampak manusia yang luas dan mendalam.<\/p>\n<p>Di awal Holosen, manusia mulai berpindah dari gaya hidup pemburu pengumpul menjadi masyarakat agraris. Manusia telah membentuk peradaban kompleks dengan pertanian, arsitektur, sistem politik, seni, dan ilmu pengetahuan. Di sisi lain, aktivitas manusia juga membawa dampak negatif pada lingkungan seperti deforestasi, polusi, dan perubahan iklim.<\/p>\n<p>Antroposen dipandang sebagai era di mana kegiatan manusia telah menjadi kekuatan geologi utama yang membentuk planet ini. Manusia telah merubah hampir setiap aspek lingkungan bumi dan kehidupan di atasnya, baik secara sengaja maupun tidak sengaja.<\/p>\n<p>Untuk memberi gambaran tentang bagaimana zaman Neozoikum dibedakan, kita harus mengenali bahwa ini adalah periode pembentukan dan perkembangan banyak spesies, termasuk manusia. Era Kenozoikum dan Antroposen masing-masing memiliki ciri yang membedakannya, tetapi keduanya menandai era di mana kehidupan berjalan lebih maju dan kompleks.<\/p>\n<p>Jadi, jawabannya apa? Zaman Neozoikum dibedakan atas dua zaman: Kenozoikum dan Antroposen. Periode ini mencakup sejarah mulai dari evolusi mamalia yang signifikan, pertumbuhan dan diversifikasi peradaban manusia, hingga dampak mendalam manusia terhadap planet ini dalam era Antroposen saat ini.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Zaman Neozoikum adalah periode terakhir dalam skala waktu geologi yang mencakup 23 juta tahun terakhir Bumi. Nama \u201cNeozoikum\u201d berasal dari kata Yunani neo yang berarti \u201cbaru\u201d dan z\u014d\u0113 yang berarti \u201chidup\u201d. Jadi, Neozoikum secara harfiah berarti \u201cZaman Kehidupan Baru\u201d. Zaman ini mencakup dua era utama yaitu Kenozoikum dan Antroposens. Mari kita uraikan keduanya. Era Kenozoikum &#8230; <a title=\"Zaman Neozoikum Dibedakan Atas Dua Zaman: Coba Kalian Uraikan\" class=\"read-more\" href=\"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/zaman-neozoikum-dibedakan-atas-dua-zaman-coba-kalian-uraikan\/\" aria-label=\"Baca selengkapnya tentang Zaman Neozoikum Dibedakan Atas Dua Zaman: Coba Kalian Uraikan\">Read more<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[2],"tags":[],"class_list":["post-26090","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-wawasan"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO Premium plugin v27.3 (Yoast SEO v27.7) - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-premium-wordpress\/ -->\n<title>Zaman Neozoikum Dibedakan Atas Dua Zaman: Coba Kalian Uraikan - DomainJava Blog<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/zaman-neozoikum-dibedakan-atas-dua-zaman-coba-kalian-uraikan\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Zaman Neozoikum Dibedakan Atas Dua Zaman: Coba Kalian Uraikan\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Zaman Neozoikum adalah periode terakhir dalam skala waktu geologi yang mencakup 23 juta tahun terakhir Bumi. Nama \u201cNeozoikum\u201d berasal dari kata Yunani neo yang berarti \u201cbaru\u201d dan z\u014d\u0113 yang berarti \u201chidup\u201d. Jadi, Neozoikum secara harfiah berarti \u201cZaman Kehidupan Baru\u201d. Zaman ini mencakup dua era utama yaitu Kenozoikum dan Antroposens. Mari kita uraikan keduanya. Era Kenozoikum ... Read more\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/zaman-neozoikum-dibedakan-atas-dua-zaman-coba-kalian-uraikan\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"DomainJava Blog\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2024-07-14T01:41:10+00:00\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"DomainJava\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"DomainJava\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"2 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.domainjava.com\\\/id\\\/blog\\\/zaman-neozoikum-dibedakan-atas-dua-zaman-coba-kalian-uraikan\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.domainjava.com\\\/id\\\/blog\\\/zaman-neozoikum-dibedakan-atas-dua-zaman-coba-kalian-uraikan\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"DomainJava\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.domainjava.com\\\/id\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/3c243940a5e3e43cffa1312a02aafeaf\"},\"headline\":\"Zaman Neozoikum Dibedakan Atas Dua Zaman: Coba Kalian Uraikan\",\"datePublished\":\"2024-07-14T01:41:10+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.domainjava.com\\\/id\\\/blog\\\/zaman-neozoikum-dibedakan-atas-dua-zaman-coba-kalian-uraikan\\\/\"},\"wordCount\":380,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.domainjava.com\\\/id\\\/blog\\\/#organization\"},\"articleSection\":[\"Wawasan\"],\"inLanguage\":\"id\",\"copyrightYear\":\"2024\",\"copyrightHolder\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.domainjava.com\\\/id\\\/blog\\\/#organization\"}},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.domainjava.com\\\/id\\\/blog\\\/zaman-neozoikum-dibedakan-atas-dua-zaman-coba-kalian-uraikan\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.domainjava.com\\\/id\\\/blog\\\/zaman-neozoikum-dibedakan-atas-dua-zaman-coba-kalian-uraikan\\\/\",\"name\":\"Zaman Neozoikum Dibedakan Atas Dua Zaman: Coba Kalian Uraikan - DomainJava Blog\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.domainjava.com\\\/id\\\/blog\\\/#website\"},\"datePublished\":\"2024-07-14T01:41:10+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.domainjava.com\\\/id\\\/blog\\\/zaman-neozoikum-dibedakan-atas-dua-zaman-coba-kalian-uraikan\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/www.domainjava.com\\\/id\\\/blog\\\/zaman-neozoikum-dibedakan-atas-dua-zaman-coba-kalian-uraikan\\\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.domainjava.com\\\/id\\\/blog\\\/zaman-neozoikum-dibedakan-atas-dua-zaman-coba-kalian-uraikan\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Beranda\",\"item\":\"https:\\\/\\\/www.domainjava.com\\\/id\\\/blog\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Wawasan\",\"item\":\"https:\\\/\\\/www.domainjava.com\\\/id\\\/blog\\\/category\\\/wawasan\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":3,\"name\":\"Zaman Neozoikum Dibedakan Atas Dua Zaman: Coba Kalian Uraikan\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.domainjava.com\\\/id\\\/blog\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.domainjava.com\\\/id\\\/blog\\\/\",\"name\":\"DomainJava Blog\",\"description\":\"Inspiration For You\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.domainjava.com\\\/id\\\/blog\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/www.domainjava.com\\\/id\\\/blog\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.domainjava.com\\\/id\\\/blog\\\/#organization\",\"name\":\"DomainJava\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.domainjava.com\\\/id\\\/blog\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.domainjava.com\\\/id\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.domainjava.com\\\/id\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/06\\\/Domain-Java.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/www.domainjava.com\\\/id\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/06\\\/Domain-Java.png\",\"width\":512,\"height\":512,\"caption\":\"DomainJava\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.domainjava.com\\\/id\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.domainjava.com\\\/id\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/3c243940a5e3e43cffa1312a02aafeaf\",\"name\":\"DomainJava\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.domainjava.com\\\/id\\\/blog\\\/wp-content\\\/litespeed\\\/avatar\\\/d883fd2eba9c8d531a4346562d630089.jpg?ver=1780683634\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.domainjava.com\\\/id\\\/blog\\\/wp-content\\\/litespeed\\\/avatar\\\/d883fd2eba9c8d531a4346562d630089.jpg?ver=1780683634\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/www.domainjava.com\\\/id\\\/blog\\\/wp-content\\\/litespeed\\\/avatar\\\/d883fd2eba9c8d531a4346562d630089.jpg?ver=1780683634\",\"caption\":\"DomainJava\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/www.domainjava.com\\\/id\\\/blog\"],\"url\":\"https:\\\/\\\/www.domainjava.com\\\/id\\\/blog\\\/author\\\/domainjava\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO Premium plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Zaman Neozoikum Dibedakan Atas Dua Zaman: Coba Kalian Uraikan - DomainJava Blog","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/zaman-neozoikum-dibedakan-atas-dua-zaman-coba-kalian-uraikan\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Zaman Neozoikum Dibedakan Atas Dua Zaman: Coba Kalian Uraikan","og_description":"Zaman Neozoikum adalah periode terakhir dalam skala waktu geologi yang mencakup 23 juta tahun terakhir Bumi. Nama \u201cNeozoikum\u201d berasal dari kata Yunani neo yang berarti \u201cbaru\u201d dan z\u014d\u0113 yang berarti \u201chidup\u201d. Jadi, Neozoikum secara harfiah berarti \u201cZaman Kehidupan Baru\u201d. Zaman ini mencakup dua era utama yaitu Kenozoikum dan Antroposens. Mari kita uraikan keduanya. Era Kenozoikum ... Read more","og_url":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/zaman-neozoikum-dibedakan-atas-dua-zaman-coba-kalian-uraikan\/","og_site_name":"DomainJava Blog","article_published_time":"2024-07-14T01:41:10+00:00","author":"DomainJava","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"DomainJava","Estimasi waktu membaca":"2 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/zaman-neozoikum-dibedakan-atas-dua-zaman-coba-kalian-uraikan\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/zaman-neozoikum-dibedakan-atas-dua-zaman-coba-kalian-uraikan\/"},"author":{"name":"DomainJava","@id":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/#\/schema\/person\/3c243940a5e3e43cffa1312a02aafeaf"},"headline":"Zaman Neozoikum Dibedakan Atas Dua Zaman: Coba Kalian Uraikan","datePublished":"2024-07-14T01:41:10+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/zaman-neozoikum-dibedakan-atas-dua-zaman-coba-kalian-uraikan\/"},"wordCount":380,"publisher":{"@id":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/#organization"},"articleSection":["Wawasan"],"inLanguage":"id","copyrightYear":"2024","copyrightHolder":{"@id":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/#organization"}},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/zaman-neozoikum-dibedakan-atas-dua-zaman-coba-kalian-uraikan\/","url":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/zaman-neozoikum-dibedakan-atas-dua-zaman-coba-kalian-uraikan\/","name":"Zaman Neozoikum Dibedakan Atas Dua Zaman: Coba Kalian Uraikan - DomainJava Blog","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/#website"},"datePublished":"2024-07-14T01:41:10+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/zaman-neozoikum-dibedakan-atas-dua-zaman-coba-kalian-uraikan\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/zaman-neozoikum-dibedakan-atas-dua-zaman-coba-kalian-uraikan\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/zaman-neozoikum-dibedakan-atas-dua-zaman-coba-kalian-uraikan\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Beranda","item":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Wawasan","item":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/category\/wawasan\/"},{"@type":"ListItem","position":3,"name":"Zaman Neozoikum Dibedakan Atas Dua Zaman: Coba Kalian Uraikan"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/#website","url":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/","name":"DomainJava Blog","description":"Inspiration For You","publisher":{"@id":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/#organization","name":"DomainJava","url":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/Domain-Java.png","contentUrl":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/Domain-Java.png","width":512,"height":512,"caption":"DomainJava"},"image":{"@id":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/#\/schema\/person\/3c243940a5e3e43cffa1312a02aafeaf","name":"DomainJava","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/wp-content\/litespeed\/avatar\/d883fd2eba9c8d531a4346562d630089.jpg?ver=1780683634","url":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/wp-content\/litespeed\/avatar\/d883fd2eba9c8d531a4346562d630089.jpg?ver=1780683634","contentUrl":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/wp-content\/litespeed\/avatar\/d883fd2eba9c8d531a4346562d630089.jpg?ver=1780683634","caption":"DomainJava"},"sameAs":["https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog"],"url":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/author\/domainjava\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/26090","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=26090"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/26090\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=26090"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=26090"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=26090"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}