{"id":33201,"date":"2025-02-22T14:02:46","date_gmt":"2025-02-22T07:02:46","guid":{"rendered":"https:\/\/www.domainjava.com\/blog\/artikel\/?p=33201"},"modified":"2025-02-22T14:02:46","modified_gmt":"2025-02-22T07:02:46","slug":"apa-itu-puisi-lama-dan-baru-ciri-contoh-dan-kaidahnya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/apa-itu-puisi-lama-dan-baru-ciri-contoh-dan-kaidahnya\/","title":{"rendered":"Apa Itu Puisi Lama dan Baru? Ciri, Contoh, dan Kaidahnya"},"content":{"rendered":"\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Puisi Lama dan Baru: Pengertian, Ciri, Contoh, dan Kaidahnya<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Puisi merupakan salah satu bentuk karya sastra yang memiliki keindahan bahasa dan makna yang mendalam. Dalam perkembangannya, puisi terbagi menjadi dua jenis utama, yaitu <strong>puisi lama<\/strong> dan <strong>puisi baru<\/strong>. Perbedaan keduanya terletak pada aturan, gaya bahasa, dan kebebasan dalam penyampaian isi.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Puisi lama<\/strong> adalah puisi yang masih terikat oleh aturan seperti jumlah baris, rima, dan pola tertentu. Puisi jenis ini berkembang dalam tradisi lisan dan sering kali mengandung nilai-nilai budaya serta nasihat moral. Contoh puisi lama antara lain pantun, syair, gurindam, dan seloka.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sementara itu, <strong>puisi baru<\/strong> lebih bebas dalam struktur dan penyampaiannya. Puisi ini berkembang seiring dengan perubahan zaman dan lebih ekspresif dalam mengungkapkan perasaan atau pemikiran penulis. Puisi baru tidak lagi terikat oleh aturan ketat seperti dalam puisi lama. Contoh puisi baru antara lain balada, soneta, dan puisi bebas.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dalam artikel ini, kita akan membahas lebih dalam mengenai ciri-ciri, contoh, serta kaidah dari masing-masing jenis puisi tersebut.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Pengertian Puisi Lama<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Puisi lama adalah jenis karya sastra puisi yang berkembang sejak zaman dahulu dan diwariskan secara turun-temurun. Puisi ini memiliki aturan baku yang harus dipatuhi, seperti jumlah baris, bait, rima, serta irama yang tetap. Selain itu, puisi lama juga tidak diketahui siapa penciptanya karena umumnya berasal dari budaya lisan.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Ciri-ciri Puisi Lama<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Puisi lama memiliki beberapa karakteristik khas, di antaranya:<\/p>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Anonim (tidak diketahui pengarangnya)<\/strong> \u2013 Biasanya diwariskan secara lisan sehingga sulit ditelusuri penciptanya.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Terikat oleh aturan<\/strong> \u2013 Memiliki pola rima, jumlah baris, dan bait yang tetap.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Bahasa yang baku dan klise<\/strong> \u2013 Menggunakan bahasa kiasan yang khas dan sering berulang.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Bersifat tradisional<\/strong> \u2013 Mencerminkan nilai-nilai adat dan budaya masyarakat pada masanya.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Mengandung nasihat dan nilai moral<\/strong> \u2013 Banyak puisi lama digunakan sebagai media pendidikan dan penyampaian pesan moral.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Disampaikan secara lisan<\/strong> \u2013 Pada awalnya lebih sering disampaikan dari mulut ke mulut.<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Jenis-jenis Puisi Lama<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Pantun<\/strong><\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Berbentuk empat baris dalam satu bait.<\/li>\n\n\n\n<li>Memiliki pola rima a-b-a-b.<\/li>\n\n\n\n<li>Baris pertama dan kedua merupakan sampiran, sedangkan baris ketiga dan keempat merupakan isi. <em>Contoh Pantun:<\/em><br><em>Buah mangga di atas nampan,<\/em><br><em>Dimakan pagi terasa manis.<\/em><br><em>Janganlah hidup penuh angan,<\/em><br><em>Usaha keras membuat sukses.<\/em><\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Gurindam<\/strong><\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Terdiri dari dua baris dalam satu bait.<\/li>\n\n\n\n<li>Memiliki rima a-a.<\/li>\n\n\n\n<li>Berisi nasihat dan petuah. <em>Contoh Gurindam:<\/em><br><em>Jika hendak hidup mulia,<\/em><br><em>Jauhilah sifat yang durhaka.<\/em><\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Syair<\/strong><\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Berbentuk empat baris dalam satu bait.<\/li>\n\n\n\n<li>Memiliki rima a-a-a-a.<\/li>\n\n\n\n<li>Semua baris dalam bait berisi isi, tidak ada sampiran. <em>Contoh Syair:<\/em><br><em>Bila ingin hidup bahagia,<\/em><br><em>Bersabarlah dalam sengsara,<\/em><br><em>Berusaha selalu di dunia,<\/em><br><em>Agar selamat di akhirat jua.<\/em><\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Mantra<\/strong><\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Teks yang memiliki kekuatan magis.<\/li>\n\n\n\n<li>Biasanya digunakan dalam upacara adat atau kepercayaan tertentu. <em>Contoh Mantra:<\/em><br><em>Tanah ini aku injak,<\/em><br><em>Bumi ini aku pijak,<\/em><br><em>Jangan datang segala marabahaya,<\/em><br><em>Hidup selamat sejahtera.<\/em><\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Pengertian Puisi Baru<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Puisi baru adalah puisi yang tidak lagi terikat oleh aturan baku seperti puisi lama. Puisi ini lebih bebas dalam hal jumlah baris, bait, rima, serta irama. Biasanya puisi baru memiliki pencipta yang jelas dan lebih ekspresif dalam menyampaikan emosi serta makna.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Ciri-ciri Puisi Baru<\/h2>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Diketahui pengarangnya<\/strong> \u2013 Berbeda dengan puisi lama yang anonim.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Bentuk lebih bebas<\/strong> \u2013 Tidak terikat oleh aturan seperti jumlah bait dan baris.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Memiliki rima yang bervariasi<\/strong> \u2013 Tidak selalu mengikuti pola tetap.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Bahasa lebih ekspresif<\/strong> \u2013 Menggunakan gaya bahasa yang lebih bebas.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Tema lebih luas<\/strong> \u2013 Bisa mengangkat berbagai tema seperti cinta, sosial, politik, dan kehidupan sehari-hari.<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Jenis-jenis Puisi Baru<\/h2>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Balada<\/strong> \u2013 Puisi yang menceritakan kisah atau legenda tertentu.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Himne<\/strong> \u2013 Puisi yang berisi pujian kepada Tuhan, pahlawan, atau seseorang yang berjasa.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Ode<\/strong> \u2013 Puisi yang berisi sanjungan terhadap seseorang atau sesuatu yang dianggap mulia.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Epigram<\/strong> \u2013 Puisi yang mengandung ajaran atau nasihat hidup.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Elegi<\/strong> \u2013 Puisi yang mengungkapkan kesedihan mendalam, biasanya karena kehilangan seseorang.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Satire<\/strong> \u2013 Puisi yang berisi kritik sosial dengan gaya sindiran.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Soneta<\/strong> \u2013 Puisi yang terdiri dari 14 baris dan memiliki pola rima tertentu.<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Contoh Puisi Baru<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Berikut adalah beberapa contoh <strong>puisi baru<\/strong> berdasarkan jenisnya:<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>1. Balada<\/strong> (Puisi yang menceritakan sebuah kisah atau peristiwa)<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Judul: Sang Pejuang<\/strong><br>Di ujung senja yang meredup,<br>Langkahnya tegap tanpa ragu,<br>Berkibarlah merah dan putih,<br>Demi negeri yang ia rindu.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dengan tekad sekeras baja,<br>Ia maju tanpa takut mati,<br>Demi tanah air tercinta,<br>Ia korbankan segala hati.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>2. Soneta<\/strong> (Puisi 14 baris dengan rima tertentu)<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Judul: Rindu Senja<\/strong><br>Mentari tenggelam di ufuk barat,<br>Meninggalkan jejak cahaya sendu,<br>Bayangmu datang dalam kalbu,<br>Mengisi hati yang mulai penat.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Angin berbisik membawa kenangan,<br>Tentang tawa yang dulu mesra,<br>Kini tinggal luka dan nestapa,<br>Hanya tersisa bayang-bayang.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Aku terdiam dalam hening,<br>Menanti hadirmu kembali,<br>Dalam senja yang kian dingin,<br>Menyapa hati yang sepi.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>3. Puisi Bebas<\/strong> (Tidak terikat aturan rima atau jumlah baris)<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Judul: Malam Tanpa Bintang<\/strong><br>Di sini aku berdiri,<br>Menatap langit luas tanpa bintang,<br>Gelap\u2026<br>Seperti hatiku yang kehilangan cahaya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kau pergi tanpa kata,<br>Meninggalkan ruang kosong dalam dada,<br>Tak ada suara,<br>Hanya sunyi yang menemani.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Itulah beberapa contoh puisi baru. Puisi baru memiliki kebebasan dalam penyampaian, namun tetap memiliki kekuatan dalam makna dan estetika bahasa.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Kaidah Kebahasaan Puisi<\/h2>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Menggunakan majas atau gaya bahasa<\/strong> \u2013 Seperti metafora, personifikasi, hiperbola, dan simile.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Diksi yang indah dan bermakna<\/strong> \u2013 Pemilihan kata yang memiliki nilai estetika.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Mengandung citraan (imaji)<\/strong> \u2013 Menggambarkan sesuatu dengan jelas melalui panca indera.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Menggunakan rima dan irama<\/strong> \u2013 Pola bunyi yang membentuk keindahan dalam pembacaan.<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Kesimpulan<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Puisi lama dan puisi baru memiliki perbedaan yang signifikan, terutama dalam aturan bentuk dan kebebasan ekspresi. Puisi lama cenderung lebih kaku karena terikat oleh aturan tradisional, sedangkan puisi baru lebih fleksibel dan ekspresif. Meski begitu, keduanya tetap menjadi bagian penting dalam dunia sastra yang terus berkembang hingga kini.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Referensi:<\/h3>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Semi, A. (1993). &#8220;Anatomi Sastra&#8221;. Padang: Angkasa Raya.<\/li>\n\n\n\n<li>Waluyo, H. J. (2002). &#8220;Apresiasi Puisi&#8221;. Jakarta: Gramedia.<\/li>\n\n\n\n<li>Tarigan, H. G. (1985). &#8220;Prinsip-Prinsip Dasar Sastra&#8221;. Bandung: Angkasa.<\/li>\n<\/ul>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Puisi Lama dan Baru: Pengertian, Ciri, Contoh, dan Kaidahnya Puisi merupakan salah satu bentuk karya sastra yang memiliki keindahan bahasa dan makna yang mendalam. Dalam perkembangannya, puisi terbagi menjadi dua jenis utama, yaitu puisi lama dan puisi baru. Perbedaan keduanya terletak pada aturan, gaya bahasa, dan kebebasan dalam penyampaian isi. Puisi lama adalah puisi yang &#8230; <a title=\"Apa Itu Puisi Lama dan Baru? Ciri, Contoh, dan Kaidahnya\" class=\"read-more\" href=\"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/apa-itu-puisi-lama-dan-baru-ciri-contoh-dan-kaidahnya\/\" aria-label=\"Baca selengkapnya tentang Apa Itu Puisi Lama dan Baru? Ciri, Contoh, dan Kaidahnya\">Read more<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[2],"tags":[],"class_list":["post-33201","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-wawasan"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO Premium plugin v27.3 (Yoast SEO v27.7) - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-premium-wordpress\/ -->\n<title>Apa Itu Puisi Lama dan Baru? Ciri, Contoh, dan Kaidahnya - DomainJava Blog<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/apa-itu-puisi-lama-dan-baru-ciri-contoh-dan-kaidahnya\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Apa Itu Puisi Lama dan Baru? Ciri, Contoh, dan Kaidahnya\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Puisi Lama dan Baru: Pengertian, Ciri, Contoh, dan Kaidahnya Puisi merupakan salah satu bentuk karya sastra yang memiliki keindahan bahasa dan makna yang mendalam. Dalam perkembangannya, puisi terbagi menjadi dua jenis utama, yaitu puisi lama dan puisi baru. Perbedaan keduanya terletak pada aturan, gaya bahasa, dan kebebasan dalam penyampaian isi. Puisi lama adalah puisi yang ... Read more\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/apa-itu-puisi-lama-dan-baru-ciri-contoh-dan-kaidahnya\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"DomainJava Blog\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2025-02-22T07:02:46+00:00\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"DomainJava\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"DomainJava\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"5 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.domainjava.com\\\/id\\\/blog\\\/apa-itu-puisi-lama-dan-baru-ciri-contoh-dan-kaidahnya\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.domainjava.com\\\/id\\\/blog\\\/apa-itu-puisi-lama-dan-baru-ciri-contoh-dan-kaidahnya\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"DomainJava\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.domainjava.com\\\/id\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/3c243940a5e3e43cffa1312a02aafeaf\"},\"headline\":\"Apa Itu Puisi Lama dan Baru? Ciri, Contoh, dan Kaidahnya\",\"datePublished\":\"2025-02-22T07:02:46+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.domainjava.com\\\/id\\\/blog\\\/apa-itu-puisi-lama-dan-baru-ciri-contoh-dan-kaidahnya\\\/\"},\"wordCount\":915,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.domainjava.com\\\/id\\\/blog\\\/#organization\"},\"articleSection\":[\"Wawasan\"],\"inLanguage\":\"id\",\"copyrightYear\":\"2025\",\"copyrightHolder\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.domainjava.com\\\/id\\\/blog\\\/#organization\"}},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.domainjava.com\\\/id\\\/blog\\\/apa-itu-puisi-lama-dan-baru-ciri-contoh-dan-kaidahnya\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.domainjava.com\\\/id\\\/blog\\\/apa-itu-puisi-lama-dan-baru-ciri-contoh-dan-kaidahnya\\\/\",\"name\":\"Apa Itu Puisi Lama dan Baru? Ciri, Contoh, dan Kaidahnya - DomainJava Blog\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.domainjava.com\\\/id\\\/blog\\\/#website\"},\"datePublished\":\"2025-02-22T07:02:46+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.domainjava.com\\\/id\\\/blog\\\/apa-itu-puisi-lama-dan-baru-ciri-contoh-dan-kaidahnya\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/www.domainjava.com\\\/id\\\/blog\\\/apa-itu-puisi-lama-dan-baru-ciri-contoh-dan-kaidahnya\\\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.domainjava.com\\\/id\\\/blog\\\/apa-itu-puisi-lama-dan-baru-ciri-contoh-dan-kaidahnya\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Beranda\",\"item\":\"https:\\\/\\\/www.domainjava.com\\\/id\\\/blog\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Wawasan\",\"item\":\"https:\\\/\\\/www.domainjava.com\\\/id\\\/blog\\\/category\\\/wawasan\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":3,\"name\":\"Apa Itu Puisi Lama dan Baru? Ciri, Contoh, dan Kaidahnya\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.domainjava.com\\\/id\\\/blog\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.domainjava.com\\\/id\\\/blog\\\/\",\"name\":\"DomainJava Blog\",\"description\":\"Inspiration For You\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.domainjava.com\\\/id\\\/blog\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/www.domainjava.com\\\/id\\\/blog\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.domainjava.com\\\/id\\\/blog\\\/#organization\",\"name\":\"DomainJava\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.domainjava.com\\\/id\\\/blog\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.domainjava.com\\\/id\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.domainjava.com\\\/id\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/06\\\/Domain-Java.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/www.domainjava.com\\\/id\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/06\\\/Domain-Java.png\",\"width\":512,\"height\":512,\"caption\":\"DomainJava\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.domainjava.com\\\/id\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.domainjava.com\\\/id\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/3c243940a5e3e43cffa1312a02aafeaf\",\"name\":\"DomainJava\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.domainjava.com\\\/id\\\/blog\\\/wp-content\\\/litespeed\\\/avatar\\\/d883fd2eba9c8d531a4346562d630089.jpg?ver=1780683634\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.domainjava.com\\\/id\\\/blog\\\/wp-content\\\/litespeed\\\/avatar\\\/d883fd2eba9c8d531a4346562d630089.jpg?ver=1780683634\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/www.domainjava.com\\\/id\\\/blog\\\/wp-content\\\/litespeed\\\/avatar\\\/d883fd2eba9c8d531a4346562d630089.jpg?ver=1780683634\",\"caption\":\"DomainJava\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/www.domainjava.com\\\/id\\\/blog\"],\"url\":\"https:\\\/\\\/www.domainjava.com\\\/id\\\/blog\\\/author\\\/domainjava\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO Premium plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Apa Itu Puisi Lama dan Baru? Ciri, Contoh, dan Kaidahnya - DomainJava Blog","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/apa-itu-puisi-lama-dan-baru-ciri-contoh-dan-kaidahnya\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Apa Itu Puisi Lama dan Baru? Ciri, Contoh, dan Kaidahnya","og_description":"Puisi Lama dan Baru: Pengertian, Ciri, Contoh, dan Kaidahnya Puisi merupakan salah satu bentuk karya sastra yang memiliki keindahan bahasa dan makna yang mendalam. Dalam perkembangannya, puisi terbagi menjadi dua jenis utama, yaitu puisi lama dan puisi baru. Perbedaan keduanya terletak pada aturan, gaya bahasa, dan kebebasan dalam penyampaian isi. Puisi lama adalah puisi yang ... Read more","og_url":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/apa-itu-puisi-lama-dan-baru-ciri-contoh-dan-kaidahnya\/","og_site_name":"DomainJava Blog","article_published_time":"2025-02-22T07:02:46+00:00","author":"DomainJava","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"DomainJava","Estimasi waktu membaca":"5 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/apa-itu-puisi-lama-dan-baru-ciri-contoh-dan-kaidahnya\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/apa-itu-puisi-lama-dan-baru-ciri-contoh-dan-kaidahnya\/"},"author":{"name":"DomainJava","@id":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/#\/schema\/person\/3c243940a5e3e43cffa1312a02aafeaf"},"headline":"Apa Itu Puisi Lama dan Baru? Ciri, Contoh, dan Kaidahnya","datePublished":"2025-02-22T07:02:46+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/apa-itu-puisi-lama-dan-baru-ciri-contoh-dan-kaidahnya\/"},"wordCount":915,"publisher":{"@id":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/#organization"},"articleSection":["Wawasan"],"inLanguage":"id","copyrightYear":"2025","copyrightHolder":{"@id":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/#organization"}},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/apa-itu-puisi-lama-dan-baru-ciri-contoh-dan-kaidahnya\/","url":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/apa-itu-puisi-lama-dan-baru-ciri-contoh-dan-kaidahnya\/","name":"Apa Itu Puisi Lama dan Baru? Ciri, Contoh, dan Kaidahnya - DomainJava Blog","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/#website"},"datePublished":"2025-02-22T07:02:46+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/apa-itu-puisi-lama-dan-baru-ciri-contoh-dan-kaidahnya\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/apa-itu-puisi-lama-dan-baru-ciri-contoh-dan-kaidahnya\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/apa-itu-puisi-lama-dan-baru-ciri-contoh-dan-kaidahnya\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Beranda","item":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Wawasan","item":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/category\/wawasan\/"},{"@type":"ListItem","position":3,"name":"Apa Itu Puisi Lama dan Baru? Ciri, Contoh, dan Kaidahnya"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/#website","url":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/","name":"DomainJava Blog","description":"Inspiration For You","publisher":{"@id":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/#organization","name":"DomainJava","url":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/Domain-Java.png","contentUrl":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/Domain-Java.png","width":512,"height":512,"caption":"DomainJava"},"image":{"@id":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/#\/schema\/person\/3c243940a5e3e43cffa1312a02aafeaf","name":"DomainJava","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/wp-content\/litespeed\/avatar\/d883fd2eba9c8d531a4346562d630089.jpg?ver=1780683634","url":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/wp-content\/litespeed\/avatar\/d883fd2eba9c8d531a4346562d630089.jpg?ver=1780683634","contentUrl":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/wp-content\/litespeed\/avatar\/d883fd2eba9c8d531a4346562d630089.jpg?ver=1780683634","caption":"DomainJava"},"sameAs":["https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog"],"url":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/author\/domainjava\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/33201","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=33201"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/33201\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=33201"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=33201"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=33201"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}