{"id":33844,"date":"2025-03-17T10:59:44","date_gmt":"2025-03-17T03:59:44","guid":{"rendered":"https:\/\/www.domainjava.com\/blog\/artikel\/?p=33844"},"modified":"2025-03-17T10:59:44","modified_gmt":"2025-03-17T03:59:44","slug":"kunci-jawaban-soal-pai-kelas-12-halaman-222-224-ilmu-kalam","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/kunci-jawaban-soal-pai-kelas-12-halaman-222-224-ilmu-kalam\/","title":{"rendered":"Kunci Jawaban Soal PAI Kelas 12 Halaman 222-224 (Ilmu Kalam)"},"content":{"rendered":"\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Kunci Jawaban Soal PAI Kelas 12 Halaman 222-224 (Ilmu Kalam)<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ilmu Kalam adalah salah satu cabang ilmu dalam Islam yang membahas mengenai akidah atau keyakinan yang berhubungan dengan sifat-sifat Allah, qada dan qadar, serta berbagai masalah ketuhanan lainnya. Ilmu ini sangat penting dalam membentuk dasar pemahaman teologis yang benar dalam ajaran agama Islam. Pada tingkat pendidikan Sekolah Menengah Atas (SMA), khususnya dalam mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI), siswa diajarkan untuk memahami konsep-konsep dasar dalam ilmu kalam agar dapat memperdalam pengetahuan mereka mengenai ajaran Islam yang lebih mendalam dan rasional.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pada Bab 7 PAI kelas 12 Kurikulum Merdeka, <a class=\"wpil_keyword_link\" href=\"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/tag\/siswa\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\" title=\"siswa\" data-wpil-keyword-link=\"linked\" data-wpil-monitor-id=\"8132\">siswa<\/a> diajak untuk memahami berbagai konsep teologis dan diuji melalui penilaian pengetahuan yang berfokus pada ilmu kalam. Hal ini bertujuan untuk membantu siswa mengevaluasi sejauh mana pemahaman mereka tentang akidah Islam, serta untuk mengidentifikasi bagian-bagian dari materi yang perlu dipelajari lebih lanjut. Penilaian ini juga memberi kesempatan bagi siswa untuk menerapkan nilai-nilai keislaman dalam kehidupan sehari-hari, serta mengembangkan sikap kritis dan rasional dalam menghadapi berbagai masalah keagamaan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Artikel ini bertujuan untuk memberikan kunci jawaban sebagai panduan dalam mempersiapkan diri menghadapi Penilaian Pengetahuan pada halaman 222-224 dalam buku PAI kelas 12. Dengan memahami kunci jawaban ini, diharapkan siswa dapat lebih mudah mengevaluasi hasil belajar mereka, memahami konsep-konsep yang belum dikuasai, serta memperkuat pemahaman mereka dalam ilmu kalam.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Kunci Jawaban <a class=\"wpil_keyword_link\" href=\"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/tag\/soal\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\" title=\"Soal\" data-wpil-keyword-link=\"linked\" data-wpil-monitor-id=\"2600\">Soal<\/a> PAI Kelas 12 Halaman 222-224: Ilmu Kalam Kurikulum Merdeka<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ilmu Kalam adalah cabang ilmu dalam Islam yang membahas berbagai konsep teologis seperti sifat Allah, qada dan qadar, serta masalah-masalah akidah. Dalam Bab 7 Pendidikan Agama Islam (PAI) kelas 12 Kurikulum Merdeka, siswa diajak untuk memahami dan mengevaluasi konsep-konsep teologis tersebut melalui Penilaian Pengetahuan. Artikel ini menyajikan kunci jawaban soal dari halaman 222-224 sebagai panduan bagi siswa untuk memahami dan mengaplikasikan nilai-nilai keislaman dalam kehidupan sehari-hari.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Berikut ini adalah kunci jawaban soal PAI kelas 12 halaman 222-224, Penilaian Pengetahuan Bab 7 Ilmu Kalam.<\/p>\n\n\n\n<hr class=\"wp-block-separator has-alpha-channel-opacity\" \/>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>1. Ilmu yang membicarakan tentang bagaimana menetapkan kepercayaan keagamaan (agama Islam) dengan bukti-bukti yang meyakinkan dan membahas soal-soal keimanan disebut &#8230;.<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">A. Ilmu kalam secara etimologi<br>B. Ilmu kalam secara terminologi<br>C. Ilmu kalam secara sosiologi<br>D. Ilmu kalam secara biologi<br>E. Ilmu kalam secara logika<\/p>\n\n\n\n<!--nextpage-->\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Jawaban: A<\/strong><br>Penjelasan: Ilmu kalam secara etimologi adalah ilmu yang membahas tentang keyakinan agama Islam dengan menggunakan bukti-bukti yang rasional dan meyakinkan.<\/p>\n\n\n\n<hr class=\"wp-block-separator has-alpha-channel-opacity\" \/>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>2. Suatu ilmu yang membahas berbagai masalah ke-Tuhan-an dengan menggunakan argumentasi logika dan filsafat. Ilmu kalam juga disebut dengan ilmu Tauhid disebut &#8230;.<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">A. Ilmu kalam secara etimologi<br>B. Ilmu kalam secara terminologi<br>C. Ilmu kalam secara sosiologi<br>D. Ilmu kalam secara biologi<br>E. Ilmu kalam secara logika<\/p>\n\n\n\n<!--nextpage-->\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Jawaban: B<\/strong><br>Penjelasan: Ilmu kalam secara terminologi merujuk pada ilmu yang membahas masalah-masalah ketuhanan dengan menggunakan argumentasi logika dan filsafat, yang juga dikenal dengan ilmu tauhid.<\/p>\n\n\n\n<hr class=\"wp-block-separator has-alpha-channel-opacity\" \/>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>3. Di bawah ini yang bukan termasuk ruang lingkup pembahasan ilmu kalam adalah &#8230;.<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">A. Ilahiyah<br>B. Nubuwat<br>C. Ruhaniyat<br>D. Sam\u2019iyyat<br>E. Isra\u2019iliyat<\/p>\n\n\n\n<!--nextpage-->\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Jawaban: E<\/strong><br>Penjelasan: Isra\u2019iliyat tidak termasuk dalam ruang lingkup ilmu kalam. Ilmu kalam membahas soal ketuhanan (Ilahiyah), kenabian (Nubuwat), hal-hal ghaib (Ruhaniyat dan Sam\u2019iyyat), tetapi tidak membahas tentang kisah-kisah Isra&#8217;iliyat yang berhubungan dengan cerita-cerita dari kitab-kitab sebelumnya.<\/p>\n\n\n\n<hr class=\"wp-block-separator has-alpha-channel-opacity\" \/>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>4. Salah satu sumber ilmu kalam adalah pemikiran manusia yang berasal dari pemikiran umat Islam sendiri dan pemikiran yang berasal dari luar umat Islam. Di dalam Al-Qur\u2019an, banyak sekali terdapat ayat-ayat yang memerintahkan manusia untuk berfikir dan menggunakan akalnya. Dalam hal ini yang tidak biasa digunakan Al-Qur\u2019an menggunakan redaksi &#8230;.<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">A. Tafakkur<br>B. Tadabbur<br>C. Tadzakkur<br>D. Tasamuh<br>E. Tafaqqah<\/p>\n\n\n\n<!--nextpage-->\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Jawaban: D<\/strong><br>Penjelasan: Al-Qur&#8217;an menggunakan redaksi &#8220;Tafakkur,&#8221; &#8220;Tadabbur,&#8221; dan &#8220;Tadzakkur&#8221; untuk mengajak manusia berfikir, merenung, dan mengingat, tetapi tidak menggunakan redaksi &#8220;Tasamuh,&#8221; yang lebih mengarah pada toleransi.<\/p>\n\n\n\n<hr class=\"wp-block-separator has-alpha-channel-opacity\" \/>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>5. Semua ilmu pada prinsipnya mempunyai sumber, adapun yang bukan termasuk sumber-sumber ilmu kalam adalah &#8230;.<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">A. Al-Qur\u2019an<br>B. Al-Hadis<br>C. Pemikiran manusia<br>D. Insting<br>E. Ijtihad<\/p>\n\n\n\n<!--nextpage-->\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Jawaban: D<\/strong><br>Penjelasan: Insting bukanlah sumber ilmu kalam, sementara Al-Qur\u2019an, Al-Hadis, pemikiran manusia, dan ijtihad merupakan sumber yang digunakan dalam ilmu kalam.<\/p>\n\n\n\n<hr class=\"wp-block-separator has-alpha-channel-opacity\" \/>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>6. Di dalam pemikiran ilmu kalam dikenal dengan istilah ushul (dasar) dan furu\u2019 (cabang). Pengertian ushul dalam pemikiran kalam adalah ajaran-ajaran dasar agama yang di kalangan mutakalimin tidak diperselisihkan lagi. Yang bukan ajaran dasar agama itu adalah&#8230;.<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">A. Allah Maha Esa<br>B. Ushuluddin<br>C. Muhammad adalah Rasulullah<br>D. Hari kiamat itu pasti terjadi<br>E. Surga dan neraka itu ada<\/p>\n\n\n\n<!--nextpage-->\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Jawaban: B<\/strong><br>Penjelasan: Ushuluddin adalah istilah yang merujuk pada pokok ajaran agama yang lebih bersifat cabang dan bukan bagian dari ajaran dasar agama (ushul) yang tidak diperselisihkan oleh mutakalimin.<\/p>\n\n\n\n<hr class=\"wp-block-separator has-alpha-channel-opacity\" \/>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>7. Sementara itu pengertian furu\u2019 (cabang) dalam pengertian Islam adalah hasil interpretasi dari ajaran dasar yang di antara para mutakalimin diperselisihkan pemahamannya. Dengan kata lain masalah furu\u2019 adalah masalah-masalah yang ada di seputar akidah Islam yang bukan ajaran dasar. Ajaran yang bukan dasar itu antara lain adalah &#8230;.<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">A. Allah mempunyai sifat di luar zat atau tidak<br>B. Nabi Muhammad adalah utusan Allah<br>C. Surga dan neraka itu juga ada<br>D. Hari kiamat pasti terjadi<br>E. Allah Swt Maha Tunggal<\/p>\n\n\n\n<!--nextpage-->\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Jawaban: A<\/strong><br>Penjelasan: Pemahaman tentang apakah Allah mempunyai sifat di luar zat merupakan masalah furu\u2019 karena masih diperselisihkan di kalangan para mutakalimin.<\/p>\n\n\n\n<hr class=\"wp-block-separator has-alpha-channel-opacity\" \/>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>8. Perhatikan ayat berikut!<\/strong> \u0648\u064e\u0644\u064e\u0642\u064e\u062f\u0652 \u062c\u0650\u0626\u0652\u0646\u064e\u0670\u0647\u064f\u0645 \u0628\u0650\u0643\u0650\u062a\u064e\u0670\u0628\u064d \u0641\u064e\u0635\u064e\u0651\u0644\u0652\u0646\u064e\u0670\u0647\u064f \u0639\u064e\u0644\u064e\u0649\u0670 \u0639\u0650\u0644\u0652\u0645\u064d \u0647\u064f\u062f\u064b\u0649 \u0648\u064e\u0631\u064e\u062d\u0652\u0645\u064e\u0629\u064b \u0644\u0650\u0651\u0642\u064e\u0648\u0652\u0645\u064d \u064a\u064f\u0624\u0652\u0645\u0650\u0646\u064f\u0648\u0646\u064e<br><strong>Ayat tersebut manfaatnya adalah kita dapat mengetahui &#8230;.<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">A. Dasar-dasar ilmu atau ajaran Islam terutama masalah ketuhanan<br>B. Dasar-dasar ilmu tentang bermusyawarah dan berfikir kritis<br>C. Dasar-dasar ilmu tentang berjuang dan berfikir kritis<br>D. Dasar-dasar ilmu tentang berfikir kritis dan normatif<br>E. Dasar-dasar ilmu berijtihad dan berfikir kritis<\/p>\n\n\n\n<!--nextpage-->\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Jawaban: A<\/strong><br>Penjelasan: Ayat tersebut menjelaskan tentang Al-Qur\u2019an yang diberikan sebagai petunjuk hidup bagi umat yang beriman, mencakup dasar-dasar ajaran Islam, terutama tentang masalah ketuhanan.<\/p>\n\n\n\n<hr class=\"wp-block-separator has-alpha-channel-opacity\" \/>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>9. Pernyataan berikut yang tidak merupakan kalimat yang menunjukkan adanya titik singgung\/hubungan antara tasawuf dan ilmu kalam &#8230;.<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">A. Tasawuf adalah benteng rohani<br>B. Ilmu kalam adalah pengendali ilmu tasawuf<br>C. Ilmu tasawuf adalah penyempurna dari ilmu tauhid\/kalam<br>D. Antara tasawuf dan ilmu kalam mempunyai bahan kajian sendiri-sendiri<br>E. Ilmu tasawuf berfungsi sebagai pemberi kesadaran rohaniyah dalam perdebatan kalam<\/p>\n\n\n\n<!--nextpage-->\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Jawaban: D<\/strong><br>Penjelasan: Pernyataan ini menunjukkan bahwa tasawuf dan ilmu kalam memiliki bahan kajian sendiri-sendiri, yang membedakan keduanya.<\/p>\n\n\n\n<hr class=\"wp-block-separator has-alpha-channel-opacity\" \/>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>10. Berikut ini pernyataan yang merupakan sifat kajian ilmu kalam yang bersifat internal adalah &#8230;.<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">A. Menjaga kaidah ushul fiqh dalam kehidupan sehari-hari<br>B. Menjaga kaidah-kaidah agama dari serangan musuh-musuh Islam<br>C. Menjaga keutuhan agama dan negara dari pertikaian politik<br>D. Menselaraskan antara ilmu-ilmu agama dengan ilmu-ilmu umum<br>E. Mengembangkan ilmu filsafat dan agama secara bersamaan<\/p>\n\n\n\n<!--nextpage-->\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Jawaban: D<\/strong><br>Penjelasan: Sifat kajian ilmu kalam yang bersifat internal adalah menselaraskan antara ilmu agama dengan ilmu-ilmu umum untuk menjaga kesatuan dalam pemahaman agama dan ilmu pengetahuan.<\/p>\n\n\n\n<hr class=\"wp-block-separator has-alpha-channel-opacity\" \/>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Kesimpulan<\/strong><br>Kunci jawaban ini diharapkan dapat membantu siswa memahami konsep-konsep dasar dalam ilmu kalam yang merupakan bagian penting dari pendidikan agama Islam. Dengan memahami kunci jawaban ini, siswa diharapkan bisa lebih siap dalam menjawab soal penilaian pengetahuan serta menerapkan ajaran-ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kunci Jawaban Soal PAI Kelas 12 Halaman 222-224 (Ilmu Kalam) Ilmu Kalam adalah salah satu cabang ilmu dalam Islam yang membahas mengenai akidah atau keyakinan yang berhubungan dengan sifat-sifat Allah, qada dan qadar, serta berbagai masalah ketuhanan lainnya. Ilmu ini sangat penting dalam membentuk dasar pemahaman teologis yang benar dalam ajaran agama Islam. Pada tingkat &#8230; <a title=\"Kunci Jawaban Soal PAI Kelas 12 Halaman 222-224 (Ilmu Kalam)\" class=\"read-more\" href=\"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/kunci-jawaban-soal-pai-kelas-12-halaman-222-224-ilmu-kalam\/\" aria-label=\"Baca selengkapnya tentang Kunci Jawaban Soal PAI Kelas 12 Halaman 222-224 (Ilmu Kalam)\">Read more<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":74885,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-33844","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-inspirasi"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/33844","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=33844"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/33844\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/74885"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=33844"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=33844"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=33844"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}