{"id":35213,"date":"2025-04-16T20:36:10","date_gmt":"2025-04-16T13:36:10","guid":{"rendered":"https:\/\/www.domainjava.com\/blog\/artikel\/?p=35213"},"modified":"2025-04-16T20:36:10","modified_gmt":"2025-04-16T13:36:10","slug":"cedera-yang-diakibatkan-kerusakan-pada-otot-karena-kontraksi-otot-yang-berlebihan-disebut","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/cedera-yang-diakibatkan-kerusakan-pada-otot-karena-kontraksi-otot-yang-berlebihan-disebut\/","title":{"rendered":"Cedera yang Diakibatkan Kerusakan pada Otot Karena Kontraksi Otot yang Berlebihan, Disebut"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Cedera yang Diakibatkan Kerusakan pada Otot Karena Kontraksi Otot yang Berlebihan, Disebut:<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>A. Tendonitis<\/strong><br><strong>B. Strain (Peregangan Otot)<\/strong><br><strong>C. Sprain (Keseleo)<\/strong><br><strong>D. Fraktur<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Jawaban yang benar: B. Strain (Peregangan Otot)<\/strong><\/p>\n\n\n\n<hr class=\"wp-block-separator has-alpha-channel-opacity\"\/>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Penjelasan:<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Cedera yang disebabkan oleh kerusakan pada otot akibat kontraksi otot yang berlebihan disebut <strong>Strain<\/strong>. Strain adalah kondisi ketika otot atau tendon (jaringan yang menghubungkan otot ke tulang) mengalami peregangan atau robekan akibat ketegangan yang berlebihan. Hal ini sering terjadi saat seseorang melakukan aktivitas fisik yang melibatkan gerakan mendadak atau berlebihan, seperti berlari, mengangkat beban berat, atau melakukan olahraga dengan intensitas tinggi.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pada strain, otot yang terlibat akan mengalami kerusakan yang dapat bervariasi mulai dari peradangan ringan hingga robekan total pada serat otot. Gejala yang umum muncul adalah rasa sakit, kelemahan, pembengkakan, dan keterbatasan dalam gerakan otot yang cedera.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Cedera yang Diakibatkan Kerusakan pada Otot Karena Kontraksi Otot yang Berlebihan, Disebut dengan Strain<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Otot adalah bagian penting dari tubuh kita yang memungkinkan kita untuk bergerak, berolahraga, dan melakukan aktivitas sehari-hari. Namun, seperti bagian tubuh lainnya, otot juga bisa mengalami cedera, terutama ketika mengalami tekanan atau stres berlebihan. Salah satu jenis cedera yang sering terjadi adalah <strong>cedera otot akibat kontraksi otot yang berlebihan<\/strong>, yang dikenal dengan nama <strong>strain<\/strong> atau <strong>keseleo otot<\/strong>.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dalam artikel ini, kita akan membahas lebih dalam tentang <strong>cedera strain<\/strong>, penyebabnya, gejala-gejalanya, serta cara penanganan yang tepat untuk meminimalkan kerusakan dan mempercepat pemulihan.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Apa Itu Strain (Cedera Otot)?<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Strain<\/strong> adalah cedera yang terjadi ketika otot atau tendon (jaringan yang menghubungkan otot ke tulang) meregang atau robek akibat <strong>kontraksi otot yang berlebihan<\/strong>. Cedera ini sering terjadi ketika otot dipaksa untuk bekerja lebih keras dari kapasitasnya, atau ketika ada gerakan yang tiba-tiba dan tidak terduga yang membuat otot tertekan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Contoh yang sering terjadi adalah saat seseorang berolahraga, seperti berlari, mengangkat beban berat, atau bahkan aktivitas sehari-hari seperti mengangkat barang dengan posisi tubuh yang salah. <strong>Strain otot<\/strong> bisa terjadi pada otot mana saja, namun yang paling umum adalah otot-otot besar seperti paha, punggung, atau betis.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Penyebab Strain (Cedera Otot)<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Cedera strain biasanya terjadi karena faktor-faktor berikut:<\/p>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Kontraksi Otot yang Berlebihan<\/strong>: Otot yang bekerja lebih keras dari batas kemampuannya, terutama saat melakukan aktivitas fisik yang intens.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Kurangnya Pemanasan (Warm-up)<\/strong>: Tidak melakukan pemanasan sebelum olahraga atau aktivitas fisik berat bisa meningkatkan risiko cedera otot.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Gerakan Tiba-tiba atau Tidak Terkendali<\/strong>: Misalnya, ketika berlari dengan kecepatan tinggi lalu tiba-tiba berhenti atau melakukan gerakan melompat tanpa persiapan yang cukup.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Kelelahan Otot<\/strong>: Otot yang sudah lelah atau tidak cukup kuat bisa lebih rentan mengalami strain.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Kurangnya Fleksibilitas<\/strong>: Otot yang kaku dan kurang fleksibel lebih rentan untuk mengalami cedera saat terkena tekanan berlebihan.<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Gejala Strain (Cedera Otot)<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Gejala cedera strain bervariasi tergantung pada tingkat keparahannya, namun umumnya meliputi:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Nyeri atau rasa sakit<\/strong> pada bagian otot yang cedera, terutama saat bergerak.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Kekakuan<\/strong> atau kesulitan dalam menggerakkan otot yang cedera.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Pembengkakan<\/strong> di sekitar area yang cedera.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Memar<\/strong> atau perubahan warna kulit jika pembuluh darah kecil ikut terpengaruh.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Kelemahan<\/strong> pada otot yang cedera, karena kemampuan otot untuk bergerak atau bekerja berkurang.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Kram otot<\/strong>, terutama saat otot digunakan.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Jenis-jenis Strain Berdasarkan Keparahannya<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Cedera strain dapat dibagi menjadi tiga tingkatan, tergantung pada seberapa parah cedera yang terjadi pada otot dan tendon:<\/p>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Strain Tingkat 1 (Ringan)<\/strong>: Pada tingkat ini, hanya sebagian kecil serat otot yang meregang, dan gejalanya biasanya berupa rasa nyeri ringan, kekakuan, dan sedikit pembengkakan. Umumnya, pemulihan bisa berlangsung dalam beberapa hari hingga satu minggu.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Strain Tingkat 2 (Sedang)<\/strong>: Pada tingkat ini, sebagian besar serat otot robek, dan gejalanya lebih intens, dengan pembengkakan yang jelas dan nyeri saat bergerak. Pemulihan biasanya memakan waktu beberapa minggu.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Strain Tingkat 3 (Parah)<\/strong>: Ini adalah cedera otot yang paling serius, di mana otot atau tendon robek total. Gejalanya meliputi rasa sakit yang sangat hebat, pembengkakan besar, dan kehilangan kemampuan untuk menggerakkan otot. Cedera ini memerlukan waktu pemulihan yang panjang, dan dalam beberapa kasus, bisa memerlukan operasi.<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Cara Penanganan Cedera Strain (R.I.C.E)<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Penanganan awal yang tepat dapat membantu mempercepat proses pemulihan dan mengurangi pembengkakan serta rasa sakit. Salah satu metode yang paling umum adalah dengan menggunakan prinsip <strong>R.I.C.E.<\/strong>, yaitu:<\/p>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Rest (Istirahat)<\/strong>: Menghindari penggunaan otot yang cedera untuk menghindari cedera lebih lanjut. Beristirahat sangat penting untuk pemulihan.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Ice (Kompres Dingin)<\/strong>: Gunakan kantong es atau kompres dingin selama 20-30 menit setiap beberapa jam untuk mengurangi pembengkakan dan rasa sakit.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Compression (Pembebatan)<\/strong>: Pembebatan ringan dengan perban elastis dapat membantu mengurangi pembengkakan dan memberikan dukungan pada otot yang cedera.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Elevation (Elevasi)<\/strong>: Angkat bagian tubuh yang cedera di atas level jantung untuk membantu mengurangi pembengkakan.<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Pengobatan Lanjutan dan Pemulihan<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Setelah cedera awal teratasi dengan R.I.C.E., ada beberapa langkah lanjutan yang dapat membantu pemulihan:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Pijat dan Terapi Fisik<\/strong>: Terapi fisik dapat membantu mengembalikan kekuatan otot dan fleksibilitas setelah cedera. Pijat otot yang cedera juga dapat membantu meredakan ketegangan.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Pemberian Obat<\/strong>: Obat antiinflamasi non-steroid (NSAID) seperti ibuprofen bisa membantu meredakan rasa sakit dan peradangan.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Pemulihan Bertahap<\/strong>: Setelah rasa sakit berkurang, lakukan latihan penguatan otot secara bertahap untuk mencegah cedera kembali.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Pencegahan Cedera Strain<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Beberapa langkah pencegahan yang dapat dilakukan untuk mengurangi risiko cedera strain adalah:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Lakukan pemanasan sebelum olahraga<\/strong> untuk mempersiapkan otot menghadapi aktivitas fisik.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Regangkan otot secara teratur<\/strong> untuk meningkatkan fleksibilitas.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Perhatikan teknik berolahraga<\/strong> agar tidak membebani otot dengan cara yang salah.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Jaga kebugaran otot<\/strong> dengan latihan yang sesuai dan teratur.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Hindari kelelahan otot<\/strong> dengan memberi waktu istirahat yang cukup.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Kesimpulan<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Cedera yang diakibatkan oleh kerusakan pada otot karena kontraksi otot yang berlebihan<\/strong> disebut dengan <strong>strain<\/strong>. Strain terjadi ketika otot atau tendon meregang atau robek akibat tekanan yang melebihi kemampuan otot itu sendiri. Gejalanya bervariasi dari nyeri ringan hingga kehilangan fungsi otot yang total, tergantung pada tingkat keparahannya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dengan memberikan pertolongan pertama yang tepat menggunakan metode R.I.C.E., serta mengikuti langkah pemulihan yang tepat, cedera strain dapat disembuhkan dengan cepat dan efektif. Pencegahan cedera strain juga sangat penting untuk menjaga tubuh tetap sehat dan bebas dari cedera.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Jika kamu mengalami cedera yang cukup parah atau tidak membaik setelah beberapa hari, segera konsultasikan dengan profesional medis untuk penanganan lebih lanjut.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Cedera yang Diakibatkan Kerusakan pada Otot Karena Kontraksi Otot yang Berlebihan, Disebut: A. TendonitisB. Strain (Peregangan Otot)C. Sprain (Keseleo)D. Fraktur Jawaban yang benar: B. Strain (Peregangan Otot) Penjelasan: Cedera yang disebabkan oleh kerusakan pada otot akibat kontraksi otot yang berlebihan disebut Strain. Strain adalah kondisi ketika otot atau tendon (jaringan yang menghubungkan otot ke tulang) &#8230; <a title=\"Cedera yang Diakibatkan Kerusakan pada Otot Karena Kontraksi Otot yang Berlebihan, Disebut\" class=\"read-more\" href=\"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/cedera-yang-diakibatkan-kerusakan-pada-otot-karena-kontraksi-otot-yang-berlebihan-disebut\/\" aria-label=\"Read more about Cedera yang Diakibatkan Kerusakan pada Otot Karena Kontraksi Otot yang Berlebihan, Disebut\">Read more<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[2],"tags":[],"class_list":["post-35213","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-wawasan"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO Premium plugin v27.3 (Yoast SEO v27.7) - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-premium-wordpress\/ -->\n<title>Cedera yang Diakibatkan Kerusakan pada Otot Karena Kontraksi Otot yang Berlebihan, Disebut - DomainJava Blog<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/cedera-yang-diakibatkan-kerusakan-pada-otot-karena-kontraksi-otot-yang-berlebihan-disebut\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Cedera yang Diakibatkan Kerusakan pada Otot Karena Kontraksi Otot yang Berlebihan, Disebut\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Cedera yang Diakibatkan Kerusakan pada Otot Karena Kontraksi Otot yang Berlebihan, Disebut: A. TendonitisB. Strain (Peregangan Otot)C. Sprain (Keseleo)D. Fraktur Jawaban yang benar: B. Strain (Peregangan Otot) Penjelasan: Cedera yang disebabkan oleh kerusakan pada otot akibat kontraksi otot yang berlebihan disebut Strain. Strain adalah kondisi ketika otot atau tendon (jaringan yang menghubungkan otot ke tulang) ... Read more\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/cedera-yang-diakibatkan-kerusakan-pada-otot-karena-kontraksi-otot-yang-berlebihan-disebut\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"DomainJava Blog\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2025-04-16T13:36:10+00:00\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"DomainJava\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"DomainJava\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"5 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.domainjava.com\\\/id\\\/blog\\\/cedera-yang-diakibatkan-kerusakan-pada-otot-karena-kontraksi-otot-yang-berlebihan-disebut\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.domainjava.com\\\/id\\\/blog\\\/cedera-yang-diakibatkan-kerusakan-pada-otot-karena-kontraksi-otot-yang-berlebihan-disebut\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"DomainJava\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.domainjava.com\\\/id\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/3c243940a5e3e43cffa1312a02aafeaf\"},\"headline\":\"Cedera yang Diakibatkan Kerusakan pada Otot Karena Kontraksi Otot yang Berlebihan, Disebut\",\"datePublished\":\"2025-04-16T13:36:10+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.domainjava.com\\\/id\\\/blog\\\/cedera-yang-diakibatkan-kerusakan-pada-otot-karena-kontraksi-otot-yang-berlebihan-disebut\\\/\"},\"wordCount\":995,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.domainjava.com\\\/id\\\/blog\\\/#organization\"},\"articleSection\":[\"Wawasan\"],\"inLanguage\":\"id\",\"copyrightYear\":\"2025\",\"copyrightHolder\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.domainjava.com\\\/id\\\/blog\\\/#organization\"}},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.domainjava.com\\\/id\\\/blog\\\/cedera-yang-diakibatkan-kerusakan-pada-otot-karena-kontraksi-otot-yang-berlebihan-disebut\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.domainjava.com\\\/id\\\/blog\\\/cedera-yang-diakibatkan-kerusakan-pada-otot-karena-kontraksi-otot-yang-berlebihan-disebut\\\/\",\"name\":\"Cedera yang Diakibatkan Kerusakan pada Otot Karena Kontraksi Otot yang Berlebihan, Disebut - DomainJava Blog\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.domainjava.com\\\/id\\\/blog\\\/#website\"},\"datePublished\":\"2025-04-16T13:36:10+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.domainjava.com\\\/id\\\/blog\\\/cedera-yang-diakibatkan-kerusakan-pada-otot-karena-kontraksi-otot-yang-berlebihan-disebut\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/www.domainjava.com\\\/id\\\/blog\\\/cedera-yang-diakibatkan-kerusakan-pada-otot-karena-kontraksi-otot-yang-berlebihan-disebut\\\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.domainjava.com\\\/id\\\/blog\\\/cedera-yang-diakibatkan-kerusakan-pada-otot-karena-kontraksi-otot-yang-berlebihan-disebut\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Beranda\",\"item\":\"https:\\\/\\\/www.domainjava.com\\\/id\\\/blog\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Wawasan\",\"item\":\"https:\\\/\\\/www.domainjava.com\\\/id\\\/blog\\\/category\\\/wawasan\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":3,\"name\":\"Cedera yang Diakibatkan Kerusakan pada Otot Karena Kontraksi Otot yang Berlebihan, Disebut\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.domainjava.com\\\/id\\\/blog\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.domainjava.com\\\/id\\\/blog\\\/\",\"name\":\"DomainJava Blog\",\"description\":\"Inspiration For You\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.domainjava.com\\\/id\\\/blog\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/www.domainjava.com\\\/id\\\/blog\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.domainjava.com\\\/id\\\/blog\\\/#organization\",\"name\":\"DomainJava\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.domainjava.com\\\/id\\\/blog\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.domainjava.com\\\/id\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.domainjava.com\\\/id\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/06\\\/Domain-Java.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/www.domainjava.com\\\/id\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/06\\\/Domain-Java.png\",\"width\":512,\"height\":512,\"caption\":\"DomainJava\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.domainjava.com\\\/id\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.domainjava.com\\\/id\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/3c243940a5e3e43cffa1312a02aafeaf\",\"name\":\"DomainJava\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.domainjava.com\\\/id\\\/blog\\\/wp-content\\\/litespeed\\\/avatar\\\/d883fd2eba9c8d531a4346562d630089.jpg?ver=1780683634\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.domainjava.com\\\/id\\\/blog\\\/wp-content\\\/litespeed\\\/avatar\\\/d883fd2eba9c8d531a4346562d630089.jpg?ver=1780683634\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/www.domainjava.com\\\/id\\\/blog\\\/wp-content\\\/litespeed\\\/avatar\\\/d883fd2eba9c8d531a4346562d630089.jpg?ver=1780683634\",\"caption\":\"DomainJava\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/www.domainjava.com\\\/id\\\/blog\"],\"url\":\"https:\\\/\\\/www.domainjava.com\\\/id\\\/blog\\\/author\\\/domainjava\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO Premium plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Cedera yang Diakibatkan Kerusakan pada Otot Karena Kontraksi Otot yang Berlebihan, Disebut - DomainJava Blog","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/cedera-yang-diakibatkan-kerusakan-pada-otot-karena-kontraksi-otot-yang-berlebihan-disebut\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Cedera yang Diakibatkan Kerusakan pada Otot Karena Kontraksi Otot yang Berlebihan, Disebut","og_description":"Cedera yang Diakibatkan Kerusakan pada Otot Karena Kontraksi Otot yang Berlebihan, Disebut: A. TendonitisB. Strain (Peregangan Otot)C. Sprain (Keseleo)D. Fraktur Jawaban yang benar: B. Strain (Peregangan Otot) Penjelasan: Cedera yang disebabkan oleh kerusakan pada otot akibat kontraksi otot yang berlebihan disebut Strain. Strain adalah kondisi ketika otot atau tendon (jaringan yang menghubungkan otot ke tulang) ... Read more","og_url":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/cedera-yang-diakibatkan-kerusakan-pada-otot-karena-kontraksi-otot-yang-berlebihan-disebut\/","og_site_name":"DomainJava Blog","article_published_time":"2025-04-16T13:36:10+00:00","author":"DomainJava","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"DomainJava","Est. reading time":"5 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/cedera-yang-diakibatkan-kerusakan-pada-otot-karena-kontraksi-otot-yang-berlebihan-disebut\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/cedera-yang-diakibatkan-kerusakan-pada-otot-karena-kontraksi-otot-yang-berlebihan-disebut\/"},"author":{"name":"DomainJava","@id":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/#\/schema\/person\/3c243940a5e3e43cffa1312a02aafeaf"},"headline":"Cedera yang Diakibatkan Kerusakan pada Otot Karena Kontraksi Otot yang Berlebihan, Disebut","datePublished":"2025-04-16T13:36:10+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/cedera-yang-diakibatkan-kerusakan-pada-otot-karena-kontraksi-otot-yang-berlebihan-disebut\/"},"wordCount":995,"publisher":{"@id":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/#organization"},"articleSection":["Wawasan"],"inLanguage":"id","copyrightYear":"2025","copyrightHolder":{"@id":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/#organization"}},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/cedera-yang-diakibatkan-kerusakan-pada-otot-karena-kontraksi-otot-yang-berlebihan-disebut\/","url":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/cedera-yang-diakibatkan-kerusakan-pada-otot-karena-kontraksi-otot-yang-berlebihan-disebut\/","name":"Cedera yang Diakibatkan Kerusakan pada Otot Karena Kontraksi Otot yang Berlebihan, Disebut - DomainJava Blog","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/#website"},"datePublished":"2025-04-16T13:36:10+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/cedera-yang-diakibatkan-kerusakan-pada-otot-karena-kontraksi-otot-yang-berlebihan-disebut\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/cedera-yang-diakibatkan-kerusakan-pada-otot-karena-kontraksi-otot-yang-berlebihan-disebut\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/cedera-yang-diakibatkan-kerusakan-pada-otot-karena-kontraksi-otot-yang-berlebihan-disebut\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Beranda","item":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Wawasan","item":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/category\/wawasan\/"},{"@type":"ListItem","position":3,"name":"Cedera yang Diakibatkan Kerusakan pada Otot Karena Kontraksi Otot yang Berlebihan, Disebut"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/#website","url":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/","name":"DomainJava Blog","description":"Inspiration For You","publisher":{"@id":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/#organization","name":"DomainJava","url":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/Domain-Java.png","contentUrl":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/Domain-Java.png","width":512,"height":512,"caption":"DomainJava"},"image":{"@id":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/#\/schema\/person\/3c243940a5e3e43cffa1312a02aafeaf","name":"DomainJava","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/wp-content\/litespeed\/avatar\/d883fd2eba9c8d531a4346562d630089.jpg?ver=1780683634","url":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/wp-content\/litespeed\/avatar\/d883fd2eba9c8d531a4346562d630089.jpg?ver=1780683634","contentUrl":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/wp-content\/litespeed\/avatar\/d883fd2eba9c8d531a4346562d630089.jpg?ver=1780683634","caption":"DomainJava"},"sameAs":["https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog"],"url":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/author\/domainjava\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/35213","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=35213"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/35213\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=35213"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=35213"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=35213"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}