{"id":43688,"date":"2025-05-21T14:49:35","date_gmt":"2025-05-21T07:49:35","guid":{"rendered":"https:\/\/www.domainjava.com\/blog\/artikel\/?p=43688"},"modified":"2025-05-21T14:49:35","modified_gmt":"2025-05-21T07:49:35","slug":"batas-batas-negara-indonesia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/batas-batas-negara-indonesia\/","title":{"rendered":"Batas-Batas Negara Indonesia: Utara, Timur, Selatan, dan Barat"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Indonesia merupakan negara kepulauan terbesar di dunia, yang terletak di kawasan Asia Tenggara dan sebagian Oceania. Secara geografis, letak Indonesia sangat strategis karena berada di antara dua benua (Asia dan Australia) dan dua samudra (Pasifik dan Hindia). Keberadaan Indonesia yang berada di wilayah silang ini menjadikannya sebagai jalur penting dalam perdagangan internasional sekaligus memiliki peran geostrategis dalam bidang politik, ekonomi, dan pertahanan keamanan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Namun, karena wilayahnya yang sangat luas dan terdiri dari lebih dari 17.000 pulau, penting untuk memahami batas-batas wilayah Indonesia secara jelas, baik batas daratan maupun batas lautnya. Dalam artikel ini, kita akan membahas secara lengkap&nbsp;<strong>batas-batas wilayah Indonesia dari empat arah mata angin utama: utara, timur, selatan, dan barat<\/strong>, lengkap dengan batas alamiah, batas politik, serta batas berdasarkan hukum internasional.<\/p>\n\n\n\n<hr class=\"wp-block-separator has-alpha-channel-opacity\"\/>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>1. Batas Wilayah Indonesia Sebelah Utara<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">a.&nbsp;<strong>Batas Darat Sebelah Utara<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Di bagian utara, Indonesia berbatasan langsung secara darat dengan negara&nbsp;<strong>Malaysia<\/strong>, tepatnya di wilayah&nbsp;<strong>Pulau Kalimantan<\/strong>. Perbatasan ini merupakan salah satu batas darat yang paling signifikan dan panjang. Panjang perbatasan darat Indonesia-Malaysia di Kalimantan mencapai sekitar&nbsp;<strong>2.019 km<\/strong>.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Wilayah yang berbatasan langsung ini meliputi:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Kalimantan Barat<\/strong>\u00a0(Indonesia) dengan\u00a0<strong>Sarawak<\/strong>\u00a0(Malaysia)<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Kalimantan Utara<\/strong>\u00a0(Indonesia) dengan\u00a0<strong>Sabah<\/strong>\u00a0(Malaysia)<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">b.&nbsp;<strong>Batas Laut Sebelah Utara<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Selain batas darat, Indonesia juga memiliki batas laut di sebelah utara. Negara-negara yang berbatasan laut dengan Indonesia di sebelah utara antara lain:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Malaysia<\/strong>\u00a0(di Laut Sulawesi dan Selat Malaka)<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Singapura<\/strong>\u00a0(di sekitar Selat Singapura)<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Thailand<\/strong>\u00a0(di Laut Andaman)<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Vietnam<\/strong>\u00a0(di Laut Cina Selatan)<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Filipina<\/strong>\u00a0(di Laut Sulawesi dan Laut Sulu)<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">c.&nbsp;<strong>Pulau-Pulau Terluar di Sebelah Utara<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Beberapa pulau terluar Indonesia yang berada di bagian utara meliputi:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Pulau Miangas<\/strong>\u00a0(Sulawesi Utara) \u2013 dekat dengan Filipina<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Pulau Marore<\/strong>\u00a0(Sulawesi Utara)<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Pulau Sekatung<\/strong>\u00a0(Kepulauan Natuna)<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Pulau Sebatik<\/strong>\u00a0\u2013 terbagi dua antara Indonesia dan Malaysia<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pulau-pulau ini memiliki peranan penting dalam menegaskan batas wilayah Indonesia berdasarkan prinsip&nbsp;<strong>kedaulatan teritorial<\/strong>&nbsp;dan&nbsp;<strong>zona ekonomi eksklusif (ZEE)<\/strong>.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">d.&nbsp;<strong>Isu dan Tantangan di Perbatasan Utara<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Wilayah utara Indonesia sering menjadi titik rawan pelanggaran batas wilayah, terutama dalam bentuk:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Masuknya kapal asing secara ilegal<\/strong>, terutama kapal ikan.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Pencurian sumber daya laut (illegal fishing)<\/strong>.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Tumpang tindih klaim ZEE<\/strong>\u00a0dengan negara lain, seperti dengan Vietnam dan Filipina.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pemerintah Indonesia terus memperkuat pengawasan dan menjaga kedaulatan di wilayah ini, termasuk melalui pembangunan pos lintas batas negara (PLBN), patroli laut, dan diplomasi internasional.<\/p>\n\n\n\n<hr class=\"wp-block-separator has-alpha-channel-opacity\"\/>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>2. Batas Wilayah Indonesia Sebelah Timur<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">a.&nbsp;<strong>Batas Darat Sebelah Timur<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Batas darat Indonesia di sebelah timur adalah dengan negara&nbsp;<strong>Papua Nugini<\/strong>. Perbatasan ini terletak di&nbsp;<strong>Pulau Papua<\/strong>, yang dibagi menjadi dua wilayah besar:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Papua bagian barat<\/strong>\u00a0merupakan wilayah Indonesia, dengan dua provinsi utama:\u00a0<strong>Papua<\/strong>\u00a0dan\u00a0<strong>Papua Barat Daya<\/strong>.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Papua bagian timur<\/strong>\u00a0merupakan wilayah kedaulatan\u00a0<strong>Papua Nugini (Papua New Guinea)<\/strong>.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Panjang perbatasan darat Indonesia-Papua Nugini diperkirakan sekitar&nbsp;<strong>760 km<\/strong>, dengan kondisi geografis yang sangat menantang karena berupa hutan hujan tropis, pegunungan, dan daerah terpencil.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">b.&nbsp;<strong>Batas Laut Sebelah Timur<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Di sisi timur, Indonesia juga memiliki batas laut dengan:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Papua Nugini<\/strong><\/li>\n\n\n\n<li><strong>Australia<\/strong><\/li>\n\n\n\n<li><strong>Palau<\/strong><\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Wilayah perairan timur Indonesia mencakup sebagian besar&nbsp;<strong>Laut Arafura<\/strong>,&nbsp;<strong>Laut Banda<\/strong>, dan&nbsp;<strong>Laut Halmahera<\/strong>, yang merupakan bagian dari Samudra Pasifik.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">c.&nbsp;<strong>Pulau-Pulau Terluar di Sebelah Timur<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pulau-pulau terluar Indonesia di bagian timur sangat penting dalam menentukan batas negara, termasuk:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Pulau Fani<\/strong>\u00a0(Raja Ampat)<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Pulau Bras<\/strong>\u00a0(dekat Samudra Pasifik)<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Pulau Marampit<\/strong>\u00a0(Sulawesi Utara, dekat Filipina)<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">d.&nbsp;<strong>Isu dan Tantangan di Perbatasan Timur<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tantangan utama di wilayah timur antara lain:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Kurangnya infrastruktur dan akses<\/strong>\u00a0di daerah perbatasan.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Aktivitas lintas batas ilegal<\/strong>\u00a0seperti penyelundupan dan imigrasi tanpa dokumen.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Kerentanan sosial dan ekonomi<\/strong>\u00a0di masyarakat sekitar perbatasan.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pemerintah berupaya meningkatkan pembangunan wilayah timur melalui&nbsp;<strong>strategi pembangunan daerah perbatasan<\/strong>, pembangunan PLBN seperti di Skouw dan Sota, serta penguatan diplomasi bilateral dengan Papua Nugini.<\/p>\n\n\n\n<hr class=\"wp-block-separator has-alpha-channel-opacity\"\/>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>3. Batas Wilayah Indonesia Sebelah Selatan<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">a.&nbsp;<strong>Batas Laut Sebelah Selatan<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sebagian besar batas wilayah Indonesia di bagian selatan adalah batas laut. Indonesia berbatasan dengan negara:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Australia<\/strong>, terutama di perairan:\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Laut Timor<\/strong><\/li>\n\n\n\n<li><strong>Selat Timor<\/strong><\/li>\n\n\n\n<li><strong>Samudra Hindia<\/strong><\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Timor Leste<\/strong>, khususnya di bagian barat Timor Leste yang berbatasan langsung dengan provinsi\u00a0<strong>Nusa Tenggara Timur (NTT)<\/strong>.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">b.&nbsp;<strong>Batas Darat dengan Timor Leste<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Indonesia memiliki batas darat dengan&nbsp;<strong>Timor Leste<\/strong>&nbsp;di pulau&nbsp;<strong>Timor<\/strong>. Wilayah ini dulunya merupakan bagian dari Indonesia (sebelum Timor Leste merdeka pada tahun 2002). Panjang batas darat antara Indonesia dan Timor Leste sekitar&nbsp;<strong>266 km<\/strong>.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">c.&nbsp;<strong>Pulau-Pulau Terluar di Sebelah Selatan<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pulau-pulau terluar Indonesia di bagian selatan antara lain:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Pulau Ndana<\/strong>\u00a0(Rote Ndao, NTT)<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Pulau Dana<\/strong>\u00a0(sebelah barat Pulau Rote)<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Pulau Leti<\/strong><\/li>\n\n\n\n<li><strong>Pulau Batek<\/strong>\u00a0(berbatasan dengan Timor Leste)<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pulau-pulau ini berperan penting dalam mempertegas kedaulatan Indonesia atas perairan selatan yang berbatasan langsung dengan Australia.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">d.&nbsp;<strong>Perjanjian Batas dengan Australia dan Timor Leste<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Indonesia dan Australia memiliki beberapa perjanjian batas maritim, seperti:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Perjanjian Laut Timor<\/strong>\u00a0yang mengatur eksploitasi sumber daya alam di wilayah tersebut.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Treaty of Certain Maritime Arrangements in the Timor Sea (CMATS)<\/strong>\u00a0yang pernah berlaku namun telah berakhir dan digantikan oleh perjanjian Timor Leste-Australia.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sementara dengan Timor Leste, Indonesia terus bernegosiasi untuk menyelesaikan batas wilayah darat dan maritim yang belum sepenuhnya disepakati.<\/p>\n\n\n\n<hr class=\"wp-block-separator has-alpha-channel-opacity\"\/>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>4. Batas Wilayah Indonesia Sebelah Barat<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">a.&nbsp;<strong>Batas Laut Sebelah Barat<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Wilayah barat Indonesia sebagian besar berbatasan laut, terutama dengan:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>India<\/strong>, di sekitar\u00a0<strong>Laut Andaman dan Nikobar<\/strong>.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Samudra Hindia<\/strong>\u00a0membentang luas di sisi barat Pulau Sumatra.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">b.&nbsp;<strong>Pulau-Pulau Terluar di Sebelah Barat<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Beberapa pulau terluar Indonesia di bagian barat adalah:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Pulau Benggala<\/strong><\/li>\n\n\n\n<li><strong>Pulau Rondo<\/strong>\u00a0(Aceh) \u2013 pulau paling barat Indonesia<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Pulau Simeulue<\/strong><\/li>\n\n\n\n<li><strong>Pulau Enggano<\/strong>\u00a0(Bengkulu)<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pulau Rondo di Aceh Utara sangat strategis dan menjadi titik acuan batas wilayah barat Indonesia.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">c.&nbsp;<strong>Akses dan Transportasi di Wilayah Barat<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sebagai gerbang utama ke Samudra Hindia, wilayah barat Indonesia menjadi kawasan penting dalam lalu lintas pelayaran internasional. Pelabuhan-pelabuhan besar seperti&nbsp;<strong>Pelabuhan Belawan<\/strong>&nbsp;di Medan dan&nbsp;<strong>Pelabuhan Sabang<\/strong>&nbsp;di Aceh menjadi jalur penting ekspor-impor dan pertahanan laut Indonesia.<\/p>\n\n\n\n<hr class=\"wp-block-separator has-alpha-channel-opacity\"\/>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>5. Penegasan Batas Negara Menurut Hukum Internasional<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dalam hukum internasional, batas suatu negara ditentukan oleh beberapa prinsip yang diakui secara global, antara lain:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Deklarasi Montevideo 1933<\/strong>: menyatakan bahwa suatu negara harus memiliki wilayah tetap.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Konvensi Hukum Laut Internasional (UNCLOS 1982)<\/strong>: Indonesia sebagai negara kepulauan mengadopsi sistem zona maritim yang meliputi:\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Laut Teritorial (12 mil laut)<\/strong><\/li>\n\n\n\n<li><strong>Zona Tambahan (24 mil laut)<\/strong><\/li>\n\n\n\n<li><strong>Zona Ekonomi Eksklusif atau ZEE (200 mil laut)<\/strong><\/li>\n\n\n\n<li><strong>Landas Kontinen<\/strong><\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Indonesia menggunakan ketentuan ini untuk menegaskan batas maritimnya, termasuk melalui&nbsp;<strong>peta NKRI <\/strong>&nbsp;terbaru yang memperkuat klaim wilayah.<\/p>\n\n\n\n<hr class=\"wp-block-separator has-alpha-channel-opacity\"\/>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>6. Upaya Pemerintah dalam Menjaga dan Mengelola Batas Wilayah<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">a.&nbsp;<strong>Pembangunan PLBN (Pos Lintas Batas Negara)<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pemerintah membangun dan merevitalisasi banyak PLBN untuk memperkuat kehadiran negara di wilayah perbatasan, seperti:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>PLBN Entikong (Kalbar)<\/li>\n\n\n\n<li>PLBN Skouw (Papua)<\/li>\n\n\n\n<li>PLBN Wini dan Motaain (NTT)<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">b.&nbsp;<strong>Patroli Keamanan Laut dan Udara<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">TNI, Bakamla, dan Polri rutin melakukan patroli di wilayah perbatasan laut dan udara untuk:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Menghalau kapal asing ilegal<\/li>\n\n\n\n<li>Mencegah penyelundupan<\/li>\n\n\n\n<li>Menegakkan kedaulatan Indonesia<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">c.&nbsp;<strong>Kerja Sama Bilateral dan Regional<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Indonesia aktif melakukan negosiasi batas wilayah dengan negara tetangga, termasuk:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Penyelesaian batas ZEE dengan Vietnam ()<\/li>\n\n\n\n<li>Negosiasi batas laut dengan Filipina dan Timor Leste<\/li>\n\n\n\n<li>Penguatan peran dalam ASEAN untuk menjaga stabilitas kawasan<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<hr class=\"wp-block-separator has-alpha-channel-opacity\"\/>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>7. Pentingnya Mengetahui Batas Wilayah Negara<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Mengetahui batas-batas negara memiliki berbagai manfaat strategis dan praktis, antara lain:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Menegaskan identitas dan kedaulatan nasional<\/strong><\/li>\n\n\n\n<li><strong>Menjaga keamanan dan pertahanan negara<\/strong><\/li>\n\n\n\n<li><strong>Mengelola sumber daya alam secara legal<\/strong><\/li>\n\n\n\n<li><strong>Mencegah konflik perbatasan dengan negara lain<\/strong><\/li>\n\n\n\n<li><strong>Meningkatkan pembangunan daerah tertinggal dan perbatasan<\/strong><\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<hr class=\"wp-block-separator has-alpha-channel-opacity\"\/>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Kesimpulan<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Indonesia sebagai negara kepulauan yang luas memiliki batas wilayah yang kompleks dan strategis di keempat penjuru mata angin:&nbsp;<strong>utara, timur, selatan, dan barat<\/strong>. Batas-batas ini meliputi wilayah daratan dan lautan yang berbatasan langsung dengan banyak negara, termasuk Malaysia, Papua Nugini, Timor Leste, Australia, India, dan negara-negara ASEAN lainnya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pengelolaan dan penjagaan batas negara merupakan tugas penting yang menyangkut kedaulatan, keamanan, dan kesejahteraan nasional. Dengan mengenali batas-batas ini, kita sebagai warga negara dapat lebih memahami posisi Indonesia di kancah regional dan global serta mendukung upaya menjaga keutuhan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Indonesia merupakan negara kepulauan terbesar di dunia, yang terletak di kawasan Asia Tenggara dan sebagian Oceania. Secara geografis, letak Indonesia sangat strategis karena berada di antara dua benua (Asia dan Australia) dan dua samudra (Pasifik dan Hindia). Keberadaan Indonesia yang berada di wilayah silang ini menjadikannya sebagai jalur penting dalam perdagangan internasional sekaligus memiliki peran &#8230; <a title=\"Batas-Batas Negara Indonesia: Utara, Timur, Selatan, dan Barat\" class=\"read-more\" href=\"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/batas-batas-negara-indonesia\/\" aria-label=\"Baca selengkapnya tentang Batas-Batas Negara Indonesia: Utara, Timur, Selatan, dan Barat\">Read more<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":74885,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[2],"tags":[],"class_list":["post-43688","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-wawasan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/43688","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=43688"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/43688\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/74885"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=43688"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=43688"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=43688"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}