{"id":51776,"date":"2025-09-09T00:41:45","date_gmt":"2025-09-08T17:41:45","guid":{"rendered":"https:\/\/www.domainjava.com\/blog\/?p=51776"},"modified":"2025-09-09T00:41:45","modified_gmt":"2025-09-08T17:41:45","slug":"kesalahan-pemula-saat-membuat-efek-bokeh","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/kesalahan-pemula-saat-membuat-efek-bokeh\/","title":{"rendered":"5 Kesalahan Pemula saat Membuat Efek Bokeh dan Cara Menghindarinya"},"content":{"rendered":"<p data-start=\"211\" data-end=\"576\">Kesalahan Pemula saat Membuat Efek Bokeh &#8211; Efek <strong data-start=\"216\" data-end=\"225\">bokeh<\/strong>\u00a0jadi salah satu teknik favorit dalam fotografi karena bisa bikin hasil foto kelihatan lebih estetik dan profesional. Latar belakang yang blur dengan objek utama yang tajam memberikan kesan dramatis dan fokus visual yang kuat. Tapi meskipun terlihat simpel, banyak\u00a0<strong data-start=\"490\" data-end=\"511\">fotografer pemula<\/strong>\u00a0yang justru melakukan kesalahan saat mencoba membuat efek bokeh.<\/p>\n<p data-start=\"578\" data-end=\"904\">Kesalahan-kesalahan <a href=\"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/cara-membuat-efek-bokeh\/\">Membuat Efek Bokeh<\/a> di Kamera DSLR dan HP\u00a0ini seringkali terjadi karena kurangnya pemahaman tentang cara kerja lensa, pengaturan kamera, atau bahkan komposisi gambar itu sendiri. Akibatnya, bokeh yang dihasilkan bisa terlihat kasar, nggak natural, atau malah gagal total\u2014objek nggak fokus, background nggak blur, dan hasil foto jadi kurang menarik.<\/p>\n<p data-start=\"906\" data-end=\"1143\">Padahal, kalau tahu trik dan teknik dasarnya, efek bokeh bisa dengan mudah dicapai bahkan dengan peralatan yang sederhana sekalipun. Kuncinya ada di pemilihan lensa, pengaturan aperture, jarak objek, dan tentu saja\u2014latihan terus-menerus.<\/p>\n<p data-start=\"1145\" data-end=\"1386\">Di artikel ini, kita akan bahas\u00a0<strong data-start=\"1177\" data-end=\"1257\">beberapa kesalahan umum yang sering dilakukan pemula saat membuat efek <a href=\"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/video-bokeh-japanese-word-origin-full\/\">bokeh<\/a><\/strong>, lengkap dengan\u00a0<strong data-start=\"1274\" data-end=\"1297\">cara menghindarinya<\/strong>, biar hasil fotomu makin kece dan nggak cuma asal blur aja. Yuk, pelajari bareng-bareng!<\/p>\n<h2 data-start=\"43\" data-end=\"114\"><strong data-start=\"46\" data-end=\"114\">5 Kesalahan Umum Saat Membuat Efek Bokeh dan Cara Menghindarinya<\/strong><\/h2>\n<p data-start=\"116\" data-end=\"532\">Efek bokeh memang bisa membuat foto terlihat lebih profesional, dramatis, dan estetik. Tapi sayangnya, tidak semua bokeh itu \u201cbagus\u201d. Banyak fotografer pemula\u2014bahkan yang sudah berpengalaman\u2014melakukan kesalahan yang sebenarnya bisa dihindari dengan teknik sederhana. Berikut adalah\u00a0<strong data-start=\"398\" data-end=\"458\">5 kesalahan umum saat membuat efek bokeh dalam fotografi<\/strong>, lengkap dengan\u00a0<strong data-start=\"475\" data-end=\"498\">cara menghindarinya<\/strong>\u00a0agar hasil fotomu lebih maksimal.<\/p>\n<hr data-start=\"534\" data-end=\"537\" \/>\n<h3 data-start=\"539\" data-end=\"584\"><strong data-start=\"543\" data-end=\"584\">1. Menggunakan Aperture Terlalu Kecil<\/strong><\/h3>\n<p data-start=\"586\" data-end=\"898\">Salah satu penyebab utama kegagalan membuat efek bokeh adalah penggunaan\u00a0<strong data-start=\"659\" data-end=\"705\">aperture (bukaan lensa) yang terlalu kecil<\/strong>, misalnya f\/8 atau f\/11. Aperture kecil membuat kedalaman bidang (depth of field) menjadi lebar, sehingga latar belakang akan tetap terlihat tajam dan tidak menghasilkan bokeh yang signifikan.<\/p>\n<p data-start=\"900\" data-end=\"1144\">Untuk menciptakan\u00a0<strong data-start=\"918\" data-end=\"948\">efek <a href=\"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/video-bokeh-japanese-word-origin-full\/\">bokeh<\/a> dalam fotografi<\/strong>, gunakan lensa dengan\u00a0<strong data-start=\"971\" data-end=\"989\">aperture besar<\/strong>\u00a0seperti f\/1.8, f\/2.0, atau f\/2.8. Bukaan besar menciptakan ruang fokus yang sempit, membuat latar belakang tampak blur dan subjek menjadi pusat perhatian.<\/p>\n<p data-start=\"1146\" data-end=\"1401\"><strong data-start=\"1146\" data-end=\"1167\">Cara menghindari:<\/strong>\u00a0Pilih lensa dengan bukaan besar, atau gunakan mode Aperture Priority (A\/Av) di kamera dan atur ke nilai f terkecil. Jika menggunakan smartphone, aktifkan\u00a0<strong data-start=\"1322\" data-end=\"1353\">mode potret (portrait mode)<\/strong>\u00a0yang secara otomatis mensimulasikan efek bokeh.<\/p>\n<hr data-start=\"1403\" data-end=\"1406\" \/>\n<h3 data-start=\"1408\" data-end=\"1464\"><strong data-start=\"1412\" data-end=\"1464\">2. Jarak Subjek dan Latar Belakang Terlalu Dekat<\/strong><\/h3>\n<p data-start=\"1466\" data-end=\"1706\">Kesalahan umum lainnya adalah\u00a0<strong data-start=\"1496\" data-end=\"1561\">tidak memberikan cukup jarak antara subjek dan latar belakang<\/strong>. Akibatnya, latar belakang tidak akan cukup kabur, dan efek bokeh yang dihasilkan menjadi tidak maksimal atau bahkan tidak terlihat sama sekali.<\/p>\n<p data-start=\"1708\" data-end=\"1917\">Semakin jauh latar belakang dari subjek, semakin blur tampilan yang dihasilkan. Ini karena kamera hanya memfokuskan pada area kecil di depan, sementara area yang jauh akan kehilangan fokus dan membentuk bokeh.<\/p>\n<p data-start=\"1919\" data-end=\"2275\"><strong data-start=\"1919\" data-end=\"1940\">Cara menghindari:<\/strong>\u00a0Atur jarak subjek dan latar belakang sejauh mungkin. Misalnya, saat memotret orang, minta mereka berdiri beberapa meter di depan dinding, pohon, atau lampu. Ini akan membantu menghasilkan\u00a0<strong data-start=\"2129\" data-end=\"2166\">efek bokeh yang halus dan estetis<\/strong>, mirip seperti dalam\u00a0<a href=\"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/video-bokeh-japanese-word-origin-full\/\"><strong data-start=\"2188\" data-end=\"2229\">video bokeh Japanese word origin full<\/strong><\/a>\u00a0yang populer karena latar blur yang dramatis.<\/p>\n<hr data-start=\"2277\" data-end=\"2280\" \/>\n<h3 data-start=\"2282\" data-end=\"2340\"><strong data-start=\"2286\" data-end=\"2340\">3. Latar Belakang Terlalu Polos atau Kurang Cahaya<\/strong><\/h3>\n<p data-start=\"2342\" data-end=\"2597\">Bokeh akan terlihat menonjol jika latar belakang memiliki\u00a0<strong data-start=\"2400\" data-end=\"2423\">sumber cahaya kecil<\/strong>\u00a0atau\u00a0<strong data-start=\"2429\" data-end=\"2445\">unsur visual<\/strong>\u00a0seperti lampu, pantulan cahaya, atau objek warna-warni. Jika latar belakang terlalu polos atau gelap, meskipun blur, hasilnya tetap akan terasa hambar.<\/p>\n<p data-start=\"2599\" data-end=\"2815\">Efek bokeh menjadi kuat karena bentuk cahaya yang membentuk pola bulat, heksagonal, atau unik tergantung desain aperture lensa. Tanpa sumber cahaya atau elemen menarik di latar belakang, bokeh akan terlihat \u201ckosong\u201d.<\/p>\n<p data-start=\"2817\" data-end=\"3103\"><strong data-start=\"2817\" data-end=\"2838\">Cara menghindari:<\/strong>\u00a0Pilih latar belakang yang memiliki elemen visual seperti lampu hias, daun yang terkena cahaya, city light, atau lampu kendaraan. Fotografi malam hari juga sangat cocok untuk menonjolkan\u00a0<strong data-start=\"3025\" data-end=\"3055\">efek bokeh dalam fotografi<\/strong>, terutama saat menggunakan pencahayaan kreatif.<\/p>\n<hr data-start=\"3105\" data-end=\"3108\" \/>\n<h3 data-start=\"3110\" data-end=\"3150\"><strong data-start=\"3114\" data-end=\"3150\">4. Fokus Tidak Tepat pada Subjek<\/strong><\/h3>\n<p data-start=\"3152\" data-end=\"3444\">Efek bokeh memang membuat latar belakang kabur, tapi\u00a0<strong data-start=\"3205\" data-end=\"3244\">fokus pada subjek tetap harus tajam<\/strong>. Kesalahan umum terjadi ketika fotografer gagal mengunci fokus secara tepat, sehingga baik subjek maupun latar belakang terlihat blur. Ini membuat foto terlihat tidak jelas dan kehilangan poin utama.<\/p>\n<p data-start=\"3446\" data-end=\"3710\">Fokus yang meleset sering terjadi saat memotret dengan aperture besar karena kedalaman bidang sangat sempit\u2014sedikit saja gerakan bisa menyebabkan hasil tidak fokus. Terlebih lagi jika kamera digunakan dalam mode otomatis yang tidak memprioritaskan wajah atau mata.<\/p>\n<p data-start=\"3712\" data-end=\"4030\"><strong data-start=\"3712\" data-end=\"3733\">Cara menghindari:<\/strong>\u00a0Gunakan mode\u00a0<strong data-start=\"3747\" data-end=\"3763\">manual focus<\/strong>\u00a0atau aktifkan\u00a0<strong data-start=\"3778\" data-end=\"3810\">eye\/face detection autofocus<\/strong>\u00a0jika tersedia. Kunci fokus pada titik yang paling penting (seperti mata dalam potret), lalu jaga agar kamera tetap stabil. Jika menggunakan smartphone, tap pada subjek untuk memastikan fokus berada di tempat yang benar.<\/p>\n<hr data-start=\"4032\" data-end=\"4035\" \/>\n<h3 data-start=\"4037\" data-end=\"4091\"><strong data-start=\"4041\" data-end=\"4091\">5. Mengandalkan Digital Blur Secara Berlebihan<\/strong><\/h3>\n<p data-start=\"4093\" data-end=\"4414\">Saat ini, banyak aplikasi dan kamera HP yang menawarkan efek bokeh buatan (digital blur). Namun, terlalu mengandalkan efek ini bisa menghasilkan bokeh yang terlihat tidak natural\u2014misalnya, tepi subjek yang kasar atau latar belakang yang diburamkan secara tidak merata. Ini bisa merusak kualitas visual secara keseluruhan.<\/p>\n<p data-start=\"4416\" data-end=\"4651\">Digital bokeh sering gagal dalam mengenali detail seperti rambut, tangan, atau objek transparan, sehingga terlihat seperti tempelan. Efek ini jauh dari kualitas bokeh alami yang dihasilkan oleh lensa dengan depth of field sesungguhnya.<\/p>\n<p data-start=\"4653\" data-end=\"4958\"><strong data-start=\"4653\" data-end=\"4674\">Cara menghindari:<\/strong>\u00a0Gunakan\u00a0<a href=\"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/aplikasi-bokeh-terbaik\/\"><strong data-start=\"4683\" data-end=\"4709\">aplikasi bokeh terbaik<\/strong><\/a>\u00a0yang memiliki deteksi subjek berbasis AI canggih, seperti CapCut, Snapseed, atau Adobe Lightroom Mobile. Namun, untuk hasil terbaik, selalu utamakan teknik optik asli\u2014yaitu dengan mengatur jarak, fokus, dan aperture secara manual bila memungkinkan.<\/p>\n<hr data-start=\"4960\" data-end=\"4963\" \/>\n<h2 data-start=\"4965\" data-end=\"4982\"><strong data-start=\"4968\" data-end=\"4982\">Kesimpulan<\/strong><\/h2>\n<p data-start=\"4984\" data-end=\"5337\">Efek bokeh bisa memperindah hasil foto secara signifikan, tetapi hanya jika dilakukan dengan benar. Hindari kesalahan seperti aperture yang salah, jarak yang terlalu dekat, atau fokus yang meleset. Memahami prinsip dasar\u00a0<strong data-start=\"5205\" data-end=\"5235\">efek bokeh dalam fotografi<\/strong>\u00a0akan membantumu menciptakan karya yang terlihat lebih profesional, bahkan dengan peralatan sederhana.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kesalahan Pemula saat Membuat Efek Bokeh &#8211; Efek bokeh\u00a0jadi salah satu teknik favorit dalam fotografi karena bisa bikin hasil foto kelihatan lebih estetik dan profesional. Latar belakang yang blur dengan objek utama yang tajam memberikan kesan dramatis dan fokus visual yang kuat. Tapi meskipun terlihat simpel, banyak\u00a0fotografer pemula\u00a0yang justru melakukan kesalahan saat mencoba membuat efek &#8230; <a title=\"5 Kesalahan Pemula saat Membuat Efek Bokeh dan Cara Menghindarinya\" class=\"read-more\" href=\"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/kesalahan-pemula-saat-membuat-efek-bokeh\/\" aria-label=\"Baca selengkapnya tentang 5 Kesalahan Pemula saat Membuat Efek Bokeh dan Cara Menghindarinya\">Read more<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[2],"tags":[],"class_list":["post-51776","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-wawasan"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO Premium plugin v27.3 (Yoast SEO v27.7) - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-premium-wordpress\/ -->\n<title>5 Kesalahan Pemula saat Membuat Efek Bokeh dan Cara Menghindarinya - DomainJava Blog<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/kesalahan-pemula-saat-membuat-efek-bokeh\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"5 Kesalahan Pemula saat Membuat Efek Bokeh dan Cara Menghindarinya\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Kesalahan Pemula saat Membuat Efek Bokeh &#8211; Efek bokeh\u00a0jadi salah satu teknik favorit dalam fotografi karena bisa bikin hasil foto kelihatan lebih estetik dan profesional. Latar belakang yang blur dengan objek utama yang tajam memberikan kesan dramatis dan fokus visual yang kuat. Tapi meskipun terlihat simpel, banyak\u00a0fotografer pemula\u00a0yang justru melakukan kesalahan saat mencoba membuat efek ... Read more\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/kesalahan-pemula-saat-membuat-efek-bokeh\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"DomainJava Blog\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2025-09-08T17:41:45+00:00\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"DomainJava\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"DomainJava\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"4 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.domainjava.com\\\/id\\\/blog\\\/kesalahan-pemula-saat-membuat-efek-bokeh\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.domainjava.com\\\/id\\\/blog\\\/kesalahan-pemula-saat-membuat-efek-bokeh\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"DomainJava\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.domainjava.com\\\/id\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/3c243940a5e3e43cffa1312a02aafeaf\"},\"headline\":\"5 Kesalahan Pemula saat Membuat Efek Bokeh dan Cara Menghindarinya\",\"datePublished\":\"2025-09-08T17:41:45+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.domainjava.com\\\/id\\\/blog\\\/kesalahan-pemula-saat-membuat-efek-bokeh\\\/\"},\"wordCount\":902,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.domainjava.com\\\/id\\\/blog\\\/#organization\"},\"articleSection\":[\"Wawasan\"],\"inLanguage\":\"id\",\"copyrightYear\":\"2025\",\"copyrightHolder\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.domainjava.com\\\/id\\\/blog\\\/#organization\"}},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.domainjava.com\\\/id\\\/blog\\\/kesalahan-pemula-saat-membuat-efek-bokeh\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.domainjava.com\\\/id\\\/blog\\\/kesalahan-pemula-saat-membuat-efek-bokeh\\\/\",\"name\":\"5 Kesalahan Pemula saat Membuat Efek Bokeh dan Cara Menghindarinya - DomainJava Blog\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.domainjava.com\\\/id\\\/blog\\\/#website\"},\"datePublished\":\"2025-09-08T17:41:45+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.domainjava.com\\\/id\\\/blog\\\/kesalahan-pemula-saat-membuat-efek-bokeh\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/www.domainjava.com\\\/id\\\/blog\\\/kesalahan-pemula-saat-membuat-efek-bokeh\\\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.domainjava.com\\\/id\\\/blog\\\/kesalahan-pemula-saat-membuat-efek-bokeh\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Beranda\",\"item\":\"https:\\\/\\\/www.domainjava.com\\\/id\\\/blog\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Wawasan\",\"item\":\"https:\\\/\\\/www.domainjava.com\\\/id\\\/blog\\\/category\\\/wawasan\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":3,\"name\":\"5 Kesalahan Pemula saat Membuat Efek Bokeh dan Cara Menghindarinya\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.domainjava.com\\\/id\\\/blog\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.domainjava.com\\\/id\\\/blog\\\/\",\"name\":\"DomainJava Blog\",\"description\":\"Inspiration For You\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.domainjava.com\\\/id\\\/blog\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/www.domainjava.com\\\/id\\\/blog\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.domainjava.com\\\/id\\\/blog\\\/#organization\",\"name\":\"DomainJava\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.domainjava.com\\\/id\\\/blog\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.domainjava.com\\\/id\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.domainjava.com\\\/id\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/06\\\/Domain-Java.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/www.domainjava.com\\\/id\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/06\\\/Domain-Java.png\",\"width\":512,\"height\":512,\"caption\":\"DomainJava\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.domainjava.com\\\/id\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.domainjava.com\\\/id\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/3c243940a5e3e43cffa1312a02aafeaf\",\"name\":\"DomainJava\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.domainjava.com\\\/id\\\/blog\\\/wp-content\\\/litespeed\\\/avatar\\\/d883fd2eba9c8d531a4346562d630089.jpg?ver=1780683634\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.domainjava.com\\\/id\\\/blog\\\/wp-content\\\/litespeed\\\/avatar\\\/d883fd2eba9c8d531a4346562d630089.jpg?ver=1780683634\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/www.domainjava.com\\\/id\\\/blog\\\/wp-content\\\/litespeed\\\/avatar\\\/d883fd2eba9c8d531a4346562d630089.jpg?ver=1780683634\",\"caption\":\"DomainJava\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/www.domainjava.com\\\/id\\\/blog\"],\"url\":\"https:\\\/\\\/www.domainjava.com\\\/id\\\/blog\\\/author\\\/domainjava\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO Premium plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"5 Kesalahan Pemula saat Membuat Efek Bokeh dan Cara Menghindarinya - DomainJava Blog","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/kesalahan-pemula-saat-membuat-efek-bokeh\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"5 Kesalahan Pemula saat Membuat Efek Bokeh dan Cara Menghindarinya","og_description":"Kesalahan Pemula saat Membuat Efek Bokeh &#8211; Efek bokeh\u00a0jadi salah satu teknik favorit dalam fotografi karena bisa bikin hasil foto kelihatan lebih estetik dan profesional. Latar belakang yang blur dengan objek utama yang tajam memberikan kesan dramatis dan fokus visual yang kuat. Tapi meskipun terlihat simpel, banyak\u00a0fotografer pemula\u00a0yang justru melakukan kesalahan saat mencoba membuat efek ... Read more","og_url":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/kesalahan-pemula-saat-membuat-efek-bokeh\/","og_site_name":"DomainJava Blog","article_published_time":"2025-09-08T17:41:45+00:00","author":"DomainJava","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"DomainJava","Estimasi waktu membaca":"4 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/kesalahan-pemula-saat-membuat-efek-bokeh\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/kesalahan-pemula-saat-membuat-efek-bokeh\/"},"author":{"name":"DomainJava","@id":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/#\/schema\/person\/3c243940a5e3e43cffa1312a02aafeaf"},"headline":"5 Kesalahan Pemula saat Membuat Efek Bokeh dan Cara Menghindarinya","datePublished":"2025-09-08T17:41:45+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/kesalahan-pemula-saat-membuat-efek-bokeh\/"},"wordCount":902,"publisher":{"@id":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/#organization"},"articleSection":["Wawasan"],"inLanguage":"id","copyrightYear":"2025","copyrightHolder":{"@id":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/#organization"}},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/kesalahan-pemula-saat-membuat-efek-bokeh\/","url":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/kesalahan-pemula-saat-membuat-efek-bokeh\/","name":"5 Kesalahan Pemula saat Membuat Efek Bokeh dan Cara Menghindarinya - DomainJava Blog","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/#website"},"datePublished":"2025-09-08T17:41:45+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/kesalahan-pemula-saat-membuat-efek-bokeh\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/kesalahan-pemula-saat-membuat-efek-bokeh\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/kesalahan-pemula-saat-membuat-efek-bokeh\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Beranda","item":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Wawasan","item":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/category\/wawasan\/"},{"@type":"ListItem","position":3,"name":"5 Kesalahan Pemula saat Membuat Efek Bokeh dan Cara Menghindarinya"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/#website","url":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/","name":"DomainJava Blog","description":"Inspiration For You","publisher":{"@id":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/#organization","name":"DomainJava","url":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/Domain-Java.png","contentUrl":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/Domain-Java.png","width":512,"height":512,"caption":"DomainJava"},"image":{"@id":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/#\/schema\/person\/3c243940a5e3e43cffa1312a02aafeaf","name":"DomainJava","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/wp-content\/litespeed\/avatar\/d883fd2eba9c8d531a4346562d630089.jpg?ver=1780683634","url":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/wp-content\/litespeed\/avatar\/d883fd2eba9c8d531a4346562d630089.jpg?ver=1780683634","contentUrl":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/wp-content\/litespeed\/avatar\/d883fd2eba9c8d531a4346562d630089.jpg?ver=1780683634","caption":"DomainJava"},"sameAs":["https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog"],"url":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/author\/domainjava\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/51776","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=51776"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/51776\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=51776"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=51776"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=51776"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}