{"id":51890,"date":"2025-09-09T16:45:11","date_gmt":"2025-09-09T09:45:11","guid":{"rendered":"https:\/\/www.domainjava.com\/blog\/?p=51890"},"modified":"2025-09-09T16:45:11","modified_gmt":"2025-09-09T09:45:11","slug":"bagaimana-ilmu-pengetahuan-akan-hilang-dari-manusia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/bagaimana-ilmu-pengetahuan-akan-hilang-dari-manusia\/","title":{"rendered":"Bagaimana Ilmu Pengetahuan Akan Hilang dari Manusia?"},"content":{"rendered":"<p data-start=\"245\" data-end=\"601\">Ilmu pengetahuan adalah salah satu anugerah paling berharga yang dimiliki manusia. Lewat ilmu, kita bisa membedakan yang benar dan salah, membangun peradaban, dan menciptakan teknologi yang memudahkan hidup. Tapi pernah gak sih kepikiran, kalau suatu saat nanti ilmu pengetahuan bisa\u00a0<strong data-start=\"529\" data-end=\"552\">hilang dari manusia<\/strong>? Kira-kira,\u00a0<strong data-start=\"565\" data-end=\"601\">gimana caranya itu bisa terjadi?<\/strong><\/p>\n<p data-start=\"603\" data-end=\"961\">Ternyata, ilmu itu gak selalu hilang karena bencana besar atau kehancuran teknologi. Dalam banyak riwayat dan kajian, disebutkan bahwa\u00a0<strong data-start=\"738\" data-end=\"774\">ilmu bisa hilang secara perlahan<\/strong>, bukan dengan cara dicabut dari kepala manusia, tapi dengan\u00a0<strong data-start=\"835\" data-end=\"895\">meninggalnya orang-orang berilmu (ulama dan cendekiawan)<\/strong>\u00a0dan tidak adanya penerus yang mau belajar dengan sungguh-sungguh.<\/p>\n<p data-start=\"963\" data-end=\"1350\">Saat orang-orang berilmu sudah tiada, dan generasi berikutnya malas mencari ilmu, maka yang tersisa hanyalah pendapat-pendapat tanpa dasar, kebingungan, dan bahkan kesesatan. Ilmu bukan hanya <a class=\"wpil_keyword_link\" href=\"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/tag\/soal\/\" target=\"_blank\"  rel=\"noopener\" title=\"Soal\" data-wpil-keyword-link=\"linked\"  data-wpil-monitor-id=\"2935\">soal<\/a> buku dan sekolah, tapi juga soal bimbingan, keteladanan, dan niat untuk terus belajar. Kalau semua itu ditinggalkan, maka hilangnya ilmu bukan lagi sekadar kemungkinan \u2014 tapi jadi kenyataan.<\/p>\n<p data-start=\"1352\" data-end=\"1641\">Nah, di artikel ini DomainJava.com bakal bahas lebih dalam tentang\u00a0<strong data-start=\"1409\" data-end=\"1457\">bagaimana ilmu bisa hilang dari umat manusia<\/strong>, apa saja penyebabnya, dan bagaimana caranya agar kita bisa menjaga dan mewariskan ilmu dengan benar. Yuk, disimak biar kita gak jadi bagian dari generasi yang kehilangan cahaya ilmu!<\/p>\n<h2 data-start=\"43\" data-end=\"106\"><strong data-start=\"45\" data-end=\"106\">Bagaimana Ilmu Pengetahuan Akan Hilang dari Manusia? Apakah dengan Cara Ini<\/strong><\/h2>\n<p data-start=\"108\" data-end=\"633\">Ilmu pengetahuan adalah anugerah besar yang membedakan manusia dari makhluk lainnya. Dengan ilmu, manusia mampu membangun peradaban, menciptakan teknologi, dan memahami alam semesta. Namun, pernahkah kita merenung bahwa\u00a0<strong data-start=\"328\" data-end=\"379\">ilmu pengetahuan bisa hilang dari umat manusia?<\/strong>\u00a0Dan jika iya,\u00a0<strong data-start=\"394\" data-end=\"433\">bagaimana caranya itu bisa terjadi?<\/strong>\u00a0Dalam Islam dan juga dalam sejarah, ada penjelasan tentang bagaimana ilmu dapat terhapus dari bumi \u2014 bukan dengan ditarik langsung oleh Tuhan, tetapi melalui proses yang sangat nyata dan menyedihkan.<\/p>\n<hr data-start=\"635\" data-end=\"638\" \/>\n<h2 data-start=\"640\" data-end=\"699\"><strong data-start=\"643\" data-end=\"699\">Ilmu Tidak Akan Hilang Seketika, Tapi Melalui Proses<\/strong><\/h2>\n<p data-start=\"701\" data-end=\"909\">Ilmu tidak hilang dalam semalam. Ia menghilang\u00a0<strong data-start=\"748\" data-end=\"772\">sedikit demi sedikit<\/strong>, dimulai dari\u00a0<strong data-start=\"787\" data-end=\"834\">berkurangnya orang-orang yang memiliki ilmu<\/strong>, terutama para ulama, guru, dan cendekiawan. Rasulullah \ufdfa pernah bersabda:<\/p>\n<blockquote data-start=\"911\" data-end=\"1244\">\n<p data-start=\"913\" data-end=\"1244\"><em data-start=\"913\" data-end=\"1215\">&#8220;Sesungguhnya Allah tidak mencabut ilmu dengan mencabutnya dari manusia, tetapi Allah mencabut ilmu dengan mewafatkan para ulama. Maka apabila tidak ada lagi ulama, manusia mengangkat pemimpin-pemimpin yang bodoh; ketika mereka ditanya, mereka berfatwa tanpa ilmu, maka mereka sesat dan menyesatkan.&#8221;<\/em><br data-start=\"1215\" data-end=\"1218\" \/>(HR. Bukhari dan Muslim)<\/p>\n<\/blockquote>\n<p data-start=\"1246\" data-end=\"1445\">Hadis ini menjelaskan bahwa\u00a0<strong data-start=\"1274\" data-end=\"1354\">hilangnya ilmu terjadi karena hilangnya orang-orang yang benar-benar berilmu<\/strong>. Saat tidak ada lagi orang yang bisa menjadi rujukan ilmu, kebodohan mulai mengambil alih.<\/p>\n<hr data-start=\"1447\" data-end=\"1450\" \/>\n<h2 data-start=\"1452\" data-end=\"1511\"><strong data-start=\"1455\" data-end=\"1511\">Ketika Orang Berilmu Diabaikan, Kebodohan Diagungkan<\/strong><\/h2>\n<p data-start=\"1513\" data-end=\"1781\">Salah satu cara ilmu hilang adalah ketika masyarakat\u00a0<strong data-start=\"1566\" data-end=\"1629\">tidak lagi menghargai ilmu dan orang-orang yang memilikinya<\/strong>. Para ulama, guru, dan pemikir mulai tidak lagi didengar. Sementara itu, mereka yang tidak memiliki keahlian \u2014 tapi populer \u2014 justru dijadikan panutan.<\/p>\n<p data-start=\"1783\" data-end=\"2043\">Saat masyarakat lebih mempercayai opini yang viral di media sosial dibandingkan penjelasan ilmiah atau fatwa ulama, maka\u00a0<strong data-start=\"1904\" data-end=\"1937\">ilmu secara perlahan terkikis<\/strong>. Generasi muda lebih sibuk mencari sensasi daripada belajar dan memahami kebenaran yang ilmiah dan bijak.<\/p>\n<p data-start=\"2045\" data-end=\"2196\">Inilah mengapa penting untuk\u00a0<strong data-start=\"2074\" data-end=\"2106\">menghormati ilmu dan ahlinya<\/strong>, serta menjadikan mereka rujukan dalam urusan agama, pendidikan, maupun kehidupan sosial.<\/p>\n<hr data-start=\"2198\" data-end=\"2201\" \/>\n<h2 data-start=\"2203\" data-end=\"2241\"><strong data-start=\"2206\" data-end=\"2241\">Hilangnya Tradisi Menuntut Ilmu<\/strong><\/h2>\n<p data-start=\"2243\" data-end=\"2478\">Dulu, belajar adalah bagian dari kehidupan. Para murid rela berjalan kaki berhari-hari hanya untuk menimba ilmu dari seorang guru. Kini, saat ilmu bisa diakses dengan mudah lewat internet, justru semangat menuntut ilmu semakin memudar.<\/p>\n<p data-start=\"2480\" data-end=\"2729\"><strong data-start=\"2480\" data-end=\"2548\">Malas belajar, enggan membaca, tidak mau bertanya kepada ahlinya<\/strong>\u00a0\u2014 semua ini adalah tanda bahwa ilmu sedang ditinggalkan. Ketika budaya menuntut ilmu hilang dari masyarakat, maka perlahan-lahan pengetahuan akan menghilang dari kehidupan manusia.<\/p>\n<p data-start=\"2731\" data-end=\"2896\">Dan ketika ilmu telah hilang, kebodohan akan menjadi raja. Dampaknya sangat besar: munculnya kekacauan, salah paham dalam agama, kerusakan sosial, hingga perpecahan.<\/p>\n<hr data-start=\"2898\" data-end=\"2901\" \/>\n<h2 data-start=\"2903\" data-end=\"2965\"><strong data-start=\"2906\" data-end=\"2965\">Kesimpulan: Ilmu Bisa Hilang Jika Kita Tidak Menjaganya<\/strong><\/h2>\n<p data-start=\"2967\" data-end=\"3133\">Ilmu pengetahuan adalah cahaya kehidupan. Ia tidak akan hilang begitu saja, tetapi\u00a0<strong data-start=\"3050\" data-end=\"3097\">akan lenyap jika kita tidak lagi menjaganya<\/strong>. Cara-cara ilmu hilang antara lain:<\/p>\n<ol data-start=\"3135\" data-end=\"3450\">\n<li data-start=\"3135\" data-end=\"3211\">\n<p data-start=\"3138\" data-end=\"3211\"><strong data-start=\"3138\" data-end=\"3209\">Wafatnya para ulama dan cendekiawan tanpa digantikan generasi baru.<\/strong><\/p>\n<\/li>\n<li data-start=\"3212\" data-end=\"3286\">\n<p data-start=\"3215\" data-end=\"3286\"><strong data-start=\"3215\" data-end=\"3284\">Ketika orang yang tidak punya ilmu diberi wewenang dan dipercaya.<\/strong><\/p>\n<\/li>\n<li data-start=\"3287\" data-end=\"3390\">\n<p data-start=\"3290\" data-end=\"3390\"><strong data-start=\"3290\" data-end=\"3388\">Saat masyarakat lebih menyukai kebodohan dan sensasi daripada kebenaran dan penjelasan ilmiah.<\/strong><\/p>\n<\/li>\n<li data-start=\"3391\" data-end=\"3450\">\n<p data-start=\"3394\" data-end=\"3450\"><strong data-start=\"3394\" data-end=\"3450\">Hilangnya budaya belajar dan semangat menuntut ilmu.<\/strong><\/p>\n<\/li>\n<\/ol>\n<p data-start=\"3452\" data-end=\"3618\">Mari kita jaga ilmu, hormati orang-orang yang berilmu, dan wariskan semangat belajar kepada generasi berikutnya. Sebab,\u00a0<strong data-start=\"3572\" data-end=\"3617\">ketika ilmu hilang, peradaban ikut hancur<\/strong>.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ilmu pengetahuan adalah salah satu anugerah paling berharga yang dimiliki manusia. Lewat ilmu, kita bisa membedakan yang benar dan salah, membangun peradaban, dan menciptakan teknologi yang memudahkan hidup. Tapi pernah gak sih kepikiran, kalau suatu saat nanti ilmu pengetahuan bisa\u00a0hilang dari manusia? Kira-kira,\u00a0gimana caranya itu bisa terjadi? Ternyata, ilmu itu gak selalu hilang karena bencana &#8230; <a title=\"Bagaimana Ilmu Pengetahuan Akan Hilang dari Manusia?\" class=\"read-more\" href=\"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/bagaimana-ilmu-pengetahuan-akan-hilang-dari-manusia\/\" aria-label=\"Baca selengkapnya tentang Bagaimana Ilmu Pengetahuan Akan Hilang dari Manusia?\">Read more<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":74885,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[2],"tags":[],"class_list":["post-51890","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-wawasan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/51890","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=51890"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/51890\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/74885"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=51890"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=51890"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=51890"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}