{"id":52343,"date":"2025-09-12T08:24:24","date_gmt":"2025-09-12T01:24:24","guid":{"rendered":"https:\/\/www.domainjava.com\/blog\/?p=52343"},"modified":"2025-09-12T08:24:24","modified_gmt":"2025-09-12T01:24:24","slug":"kedudukan-hadits-sebagai-sumber-hukum-kedua-dalam-islam","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/kedudukan-hadits-sebagai-sumber-hukum-kedua-dalam-islam\/","title":{"rendered":"Kedudukan Hadits sebagai Sumber Hukum Kedua dalam Islam"},"content":{"rendered":"<p data-start=\"184\" data-end=\"556\">Dalam ajaran Islam, kita tentu sudah sangat familiar dengan Al-Qur\u2019an sebagai sumber hukum utama. Tapi, nggak banyak yang benar-benar memahami bahwa\u00a0<strong data-start=\"333\" data-end=\"372\">hadits juga punya kedudukan penting<\/strong>\u00a0dalam menetapkan hukum. Bahkan, hadits disebut sebagai\u00a0<strong data-start=\"428\" data-end=\"456\">sumber hukum Islam kedua<\/strong>\u00a0setelah Al-Qur\u2019an. Tanpa hadits, banyak ajaran dalam Al-Qur\u2019an yang sulit dipraktikkan secara utuh.<\/p>\n<p data-start=\"558\" data-end=\"940\">Kenapa bisa begitu? Karena Al-Qur\u2019an memang sering kali menyampaikan perintah atau larangan secara umum. Nah, di sinilah\u00a0<strong data-start=\"679\" data-end=\"815\">hadits berperan untuk menjelaskan, memperinci, bahkan kadang menetapkan hukum yang tidak disebutkan secara eksplisit dalam Al-Qur\u2019an<\/strong>. Hadits berasal dari perkataan, perbuatan, dan ketetapan Nabi Muhammad SAW yang menjadi contoh nyata penerapan ajaran Islam.<\/p>\n<p data-start=\"942\" data-end=\"1258\">Kedudukan hadits sebagai sumber hukum kedua ini sudah disepakati oleh para ulama sejak zaman dahulu. Bahkan, tidak sedikit hukum-hukum fiqih yang justru lebih rinci dijelaskan dalam hadits dibandingkan Al-Qur\u2019an. Misalnya <a class=\"wpil_keyword_link\" href=\"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/tag\/soal\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\" title=\"Soal\" data-wpil-keyword-link=\"linked\" data-wpil-monitor-id=\"2950\">soal<\/a> tata cara shalat, zakat, atau puasa\u2014semuanya banyak dijelaskan secara rinci dalam hadits.<\/p>\n<p data-start=\"1260\" data-end=\"1574\">Nah, di artikel ini, kita akan bahas lebih dalam tentang\u00a0<strong data-start=\"1317\" data-end=\"1378\">mengapa hadits menempati posisi penting dalam hukum Islam<\/strong>, bagaimana hubungan antara hadits dan Al-Qur\u2019an, serta contohnya dalam kehidupan sehari-hari. Jadi, yuk simak terus biar makin paham dan bisa mempraktikkan ajaran Islam dengan landasan yang kuat!<\/p>\n<h2 data-start=\"112\" data-end=\"173\"><strong data-start=\"114\" data-end=\"173\">Kedudukan Hadits sebagai Sumber Hukum Islam Kedua<\/strong><\/h2>\n<p data-start=\"175\" data-end=\"618\">Dalam struktur hukum Islam,\u00a0<strong data-start=\"203\" data-end=\"216\">Al-Qur\u2019an<\/strong>\u00a0adalah sumber utama segala ajaran dan hukum. Namun, Al-Qur\u2019an tidak menjelaskan semua aspek hukum secara rinci. Di sinilah\u00a0<strong data-start=\"340\" data-end=\"350\">hadits<\/strong>\u00a0memainkan peran yang sangat penting sebagai\u00a0<strong data-start=\"395\" data-end=\"415\">mashdarun tsanin<\/strong>\u00a0(sumber kedua) setelah Al-Qur\u2019an. Hadits tidak hanya memperkuat, tetapi juga menjelaskan, melengkapi, bahkan dalam beberapa kasus menetapkan hukum yang tidak disebutkan secara eksplisit dalam Al-Qur\u2019an.<\/p>\n<p data-start=\"620\" data-end=\"1041\">Peran hadits dalam hukum Islam sangat vital, karena ia berfungsi sebagai penjelas dan penyempurna terhadap ajaran-ajaran yang disebutkan secara global (ijmal) dalam Al-Qur\u2019an. Bahkan, dapat dikatakan bahwa kebutuhan Al-Qur\u2019an terhadap hadits lebih besar dibandingkan kebutuhan hadits terhadap Al-Qur\u2019an. Sebab, hampir tidak ada satu pun ayat dalam Al-Qur\u2019an yang tidak dijelaskan secara rinci oleh hadits-hadits Nabi SAW.<\/p>\n<p data-start=\"1043\" data-end=\"1358\">Namun, meskipun demikian pentingnya peran hadits, seorang Muslim tidak dibenarkan mengambil salah satu sumber (Al-Qur\u2019an atau hadits) dan meninggalkan yang lainnya. Kedua sumber ini ibarat\u00a0<strong data-start=\"1232\" data-end=\"1254\">dua sisi mata uang<\/strong>\u2014tidak bisa dipisahkan. Keduanya saling melengkapi, menguatkan, dan membentuk fondasi kokoh hukum Islam.<\/p>\n<hr data-start=\"1360\" data-end=\"1363\" \/>\n<h2 data-start=\"1365\" data-end=\"1414\"><strong data-start=\"1368\" data-end=\"1414\">Langkah Ulama dalam Menetapkan Hukum Islam<\/strong><\/h2>\n<p data-start=\"1416\" data-end=\"1722\">Dalam proses\u00a0<strong data-start=\"1429\" data-end=\"1451\">istinbath al-ahkam<\/strong>\u00a0(penggalian hukum Islam), para ulama tidak serta-merta langsung merujuk kepada hadits. Mereka pertama-tama\u00a0<strong data-start=\"1559\" data-end=\"1591\">meneliti ayat-ayat Al-Qur\u2019an<\/strong>, mencari dasar dan petunjuk terhadap suatu permasalahan. Jika ditemukan ayat yang relevan, maka ditetapkanlah sebagai dasar hukum.<\/p>\n<p data-start=\"1724\" data-end=\"2091\">Namun, karena sebagian besar ayat-ayat Al-Qur\u2019an bersifat umum atau global, langkah berikutnya adalah mencari\u00a0<strong data-start=\"1834\" data-end=\"1898\">penjelasan dan rincian dalam hadits-hadits Nabi Muhammad SAW<\/strong>. Di sinilah letak sinergi yang indah antara Al-Qur\u2019an dan hadits. Hadits memberikan keterangan teknis dan kontekstual yang membantu memahami serta mengamalkan ayat-ayat Al-Qur\u2019an dengan benar.<\/p>\n<p data-start=\"2093\" data-end=\"2440\">Dari sinergi inilah para ulama dapat\u00a0<strong data-start=\"2130\" data-end=\"2162\">menghasilkan keputusan hukum<\/strong>\u00a0yang sesuai dengan persoalan yang dihadapi umat. Tentu saja, ini tidak bisa dilakukan secara sembarangan. Diperlukan\u00a0<strong data-start=\"2280\" data-end=\"2349\">ilmu pengetahuan, metodologi, serta alat-alat ilmiah yang mumpuni<\/strong>\u00a0dalam ilmu Al-Qur\u2019an dan hadits, agar hasil ijtihad tidak menyimpang dari prinsip syariat.<\/p>\n<hr data-start=\"2442\" data-end=\"2445\" \/>\n<h2 data-start=\"2447\" data-end=\"2525\"><strong data-start=\"2450\" data-end=\"2525\">Tiga Fungsi Pokok Hadits terhadap Al-Qur\u2019an menurut Abdul Wahab Khallaf<\/strong><\/h2>\n<p data-start=\"2527\" data-end=\"2780\">Abdul Wahab Khallaf, seorang ahli hukum Islam asal Mesir, menjelaskan bahwa hadits memiliki\u00a0<strong data-start=\"2619\" data-end=\"2640\">tiga fungsi utama<\/strong>\u00a0dalam kaitannya dengan Al-Qur\u2019an. Ketiga fungsi ini mencerminkan peran penting hadits dalam menjaga, merinci, dan melengkapi syariat Islam.<\/p>\n<h3 data-start=\"2782\" data-end=\"2839\">1. Hadits sebagai Penegas dan Penguat Hukum Al-Qur\u2019an<\/h3>\n<p data-start=\"2841\" data-end=\"3111\">Fungsi pertama hadits adalah sebagai\u00a0<strong data-start=\"2878\" data-end=\"2919\">penegas (taqrir) dan penguat (ta\u2019kid)<\/strong>\u00a0terhadap hukum-hukum yang telah ditetapkan dalam Al-Qur\u2019an. Dalam banyak kasus, hadits memperkuat kewajiban yang telah disebutkan dalam ayat, seperti kewajiban shalat, puasa, <a class=\"wpil_keyword_link\" href=\"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/tag\/zakat\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\" title=\"zakat\" data-wpil-keyword-link=\"linked\" data-wpil-monitor-id=\"7784\">zakat<\/a>, dan haji.<\/p>\n<p data-start=\"3113\" data-end=\"3311\">Abdul Wahab Khallaf menyebutkan:<br data-start=\"3145\" data-end=\"3148\" \/><strong data-start=\"3148\" data-end=\"3199\">\u0625\u0645\u0627 \u0623\u0646 \u062a\u0643\u0648\u0646 \u0633\u0646\u0629 \u0645\u0642\u0631\u0631\u0629 \u0648\u0645\u0624\u0643\u062f\u0629 \u062d\u0643\u0645\u0627 \u062c\u0627\u0621 \u0641\u064a \u0627\u0644\u0642\u0631\u0622\u0646<\/strong><br data-start=\"3199\" data-end=\"3202\" \/><em data-start=\"3202\" data-end=\"3311\">Artinya: \u201cAdakalanya hadits berfungsi sebagai penegas dan penguat terhadap hukum yang ada dalam Al-Qur\u2019an.\u201d<\/em><\/p>\n<p data-start=\"3313\" data-end=\"3505\">Contohnya, perintah shalat disebutkan dalam QS. Al-Baqarah ayat 43, namun hadits menegaskan kewajiban ini sekaligus memberikan gambaran betapa pentingnya shalat dalam kehidupan seorang Muslim.<\/p>\n<hr data-start=\"3507\" data-end=\"3510\" \/>\n<h3 data-start=\"3512\" data-end=\"3567\">2. Hadits sebagai Penjelas dan Penafsir Ayat Global<\/h3>\n<p data-start=\"3569\" data-end=\"3843\">Fungsi kedua adalah sebagai\u00a0<strong data-start=\"3597\" data-end=\"3640\">penjelas (tafsil) dan penafsir (ta\u2019wil)<\/strong>\u00a0terhadap ayat-ayat Al-Qur\u2019an yang bersifat umum. Banyak ayat Al-Qur\u2019an yang hanya menyebutkan hukum secara global, tanpa rincian teknis. Hadits Nabi kemudian menjelaskan rincian tersebut secara lengkap.<\/p>\n<p data-start=\"3845\" data-end=\"4049\">Khallaf menyatakan:<br data-start=\"3864\" data-end=\"3867\" \/><strong data-start=\"3867\" data-end=\"3921\">\u0625\u0645\u0627 \u0623\u0646 \u062a\u0643\u0648\u0646 \u0633\u0646\u0629 \u0645\u0641\u0635\u0644\u0651\u0650\u0629 \u0648\u0645\u0641\u0633\u0651\u0650\u0631\u0629 \u0644\u0645\u0627 \u062c\u0627\u0621 \u0641\u064a \u0627\u0644\u0642\u0631\u0622\u0646<\/strong><br data-start=\"3921\" data-end=\"3924\" \/><em data-start=\"3924\" data-end=\"4049\">Artinya: \u201cAdakalanya hadits berfungsi sebagai penjelas dan penafsir terhadap hukum global yang disebutkan dalam Al-Qur\u2019an.\u201d<\/em><\/p>\n<p data-start=\"4051\" data-end=\"4299\">Contohnya, ayat perintah puasa (QS. Al-Baqarah: 183) tidak menjelaskan tata cara, batasan, waktu berbuka, dan hal-hal yang membatalkan puasa. Semua itu dijelaskan oleh hadits-hadits Nabi SAW yang meriwayatkan praktik langsung beliau dalam berpuasa.<\/p>\n<hr data-start=\"4301\" data-end=\"4304\" \/>\n<h3 data-start=\"4306\" data-end=\"4346\">3. Hadits sebagai Penetap Hukum Baru<\/h3>\n<p data-start=\"4348\" data-end=\"4632\">Fungsi ketiga adalah bahwa hadits juga bisa berfungsi sebagai\u00a0<strong data-start=\"4410\" data-end=\"4455\">pencipta dan penetap hukum baru (tasyri\u2019)<\/strong>\u00a0yang tidak disebutkan secara eksplisit dalam Al-Qur\u2019an. Ini mencerminkan posisi Nabi Muhammad SAW sebagai\u00a0<strong data-start=\"4562\" data-end=\"4581\">pembawa syariat<\/strong>\u00a0dan otoritas legislatif yang diberikan oleh Allah.<\/p>\n<p data-start=\"4634\" data-end=\"4832\">Khallaf menulis:<br data-start=\"4650\" data-end=\"4653\" \/><strong data-start=\"4653\" data-end=\"4711\">\u0648\u0625\u0645\u0627 \u0623\u0646 \u062a\u0643\u0648\u0646 \u0633\u0646\u0629 \u0645\u062b\u0628\u0650\u062a\u064e\u0629 \u0648\u0645\u0646\u0634\u0650\u0626\u064e\u0629 \u062d\u064f\u0643\u0645\u0627 \u0633\u0643\u062a \u0639\u0646\u0647 \u0627\u0644\u0642\u0631\u0622\u0646<\/strong><br data-start=\"4711\" data-end=\"4714\" \/><em data-start=\"4714\" data-end=\"4832\">Artinya: \u201cAdakalanya hadits berfungsi sebagai penetap dan pencipta hukum baru yang belum disebutkan oleh Al-Qur\u2019an.\u201d<\/em><\/p>\n<p data-start=\"4834\" data-end=\"5159\">Contohnya, Al-Qur\u2019an tidak menyebut secara eksplisit\u00a0<strong data-start=\"4887\" data-end=\"4946\">larangan menggabungkan seorang perempuan dengan bibinya<\/strong>\u00a0dalam pernikahan. Namun hadits Nabi SAW menyatakan hal ini sebagai larangan. Begitu pula hukum\u00a0<strong data-start=\"5042\" data-end=\"5120\">larangan memakan hewan buas yang bertaring atau burung yang bercakar tajam<\/strong>, semuanya berasal dari sabda Nabi SAW.<\/p>\n<hr data-start=\"5161\" data-end=\"5164\" \/>\n<h2 data-start=\"5166\" data-end=\"5218\"><strong data-start=\"5169\" data-end=\"5218\">Pentingnya Ilmu Hadits dalam Menentukan Hukum<\/strong><\/h2>\n<p data-start=\"5220\" data-end=\"5390\">Karena kedudukan hadits yang sangat vital dalam sistem hukum Islam, maka seseorang yang ingin mendalami hukum syariat harus\u00a0<strong data-start=\"5344\" data-end=\"5380\">menguasai ilmu-ilmu dasar hadits<\/strong>, seperti:<\/p>\n<ul data-start=\"5392\" data-end=\"5615\">\n<li data-start=\"5392\" data-end=\"5457\">\n<p data-start=\"5394\" data-end=\"5457\">Ilmu\u00a0<strong data-start=\"5399\" data-end=\"5419\">musthalah hadits<\/strong>\u00a0(istilah-istilah teknis dalam hadits)<\/p>\n<\/li>\n<li data-start=\"5458\" data-end=\"5506\">\n<p data-start=\"5460\" data-end=\"5506\">Ilmu\u00a0<strong data-start=\"5465\" data-end=\"5483\">rijalul hadits<\/strong>\u00a0(biografi para perawi)<\/p>\n<\/li>\n<li data-start=\"5507\" data-end=\"5563\">\n<p data-start=\"5509\" data-end=\"5563\">Ilmu\u00a0<strong data-start=\"5514\" data-end=\"5525\">takhrij<\/strong>\u00a0(penelusuran sanad dan sumber hadits)<\/p>\n<\/li>\n<li data-start=\"5564\" data-end=\"5615\">\n<p data-start=\"5566\" data-end=\"5615\">Ilmu\u00a0<strong data-start=\"5571\" data-end=\"5586\">fiqh hadits<\/strong>\u00a0(pemahaman kandungan hadits)<\/p>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p data-start=\"5617\" data-end=\"5877\">Tanpa penguasaan ilmu-ilmu tersebut, seseorang bisa dengan mudah\u00a0<strong data-start=\"5682\" data-end=\"5697\">salah paham<\/strong>\u00a0dalam memahami redaksi hadits. Kesalahan ini tidak hanya berdampak pada dirinya sendiri, tetapi juga bisa\u00a0<strong data-start=\"5804\" data-end=\"5830\">menyesatkan orang lain<\/strong>\u00a0jika ia menyebarkan pemahaman keliru tersebut.<\/p>\n<p data-start=\"5879\" data-end=\"6237\">Hadits tidak bisa dibaca dan dipahami secara tekstual semata. Banyak hadits yang konteksnya perlu diteliti dengan cermat, apakah bersifat umum (aam) atau khusus (khash), apakah bersifat mutlak atau terikat, dan sebagainya. Karena itu,\u00a0<strong data-start=\"6114\" data-end=\"6176\">konsistensi dalam metode istinbath dan sikap kehati-hatian<\/strong>\u00a0sangat diperlukan dalam memutuskan hukum berdasarkan hadits.<\/p>\n<hr data-start=\"6239\" data-end=\"6242\" \/>\n<h2 data-start=\"6244\" data-end=\"6261\"><strong data-start=\"6247\" data-end=\"6261\">Kesimpulan<\/strong><\/h2>\n<p data-start=\"6263\" data-end=\"6505\">Hadits memiliki posisi yang sangat penting dalam hukum Islam, yakni sebagai\u00a0<strong data-start=\"6339\" data-end=\"6361\">sumber hukum kedua<\/strong>\u00a0setelah Al-Qur\u2019an. Fungsinya tidak hanya sebagai pelengkap, tetapi juga penjelas, penguat, bahkan penetap hukum dalam perkara-perkara tertentu.<\/p>\n<p data-start=\"6507\" data-end=\"6569\">Menurut Abdul Wahab Khallaf, hadits memiliki tiga peran utama:<\/p>\n<ol data-start=\"6571\" data-end=\"6734\">\n<li data-start=\"6571\" data-end=\"6618\">\n<p data-start=\"6574\" data-end=\"6618\"><strong data-start=\"6574\" data-end=\"6616\">Menguatkan hukum-hukum dalam Al-Qur\u2019an<\/strong><\/p>\n<\/li>\n<li data-start=\"6619\" data-end=\"6670\">\n<p data-start=\"6622\" data-end=\"6670\"><strong data-start=\"6622\" data-end=\"6668\">Menjelaskan ayat-ayat yang bersifat global<\/strong><\/p>\n<\/li>\n<li data-start=\"6671\" data-end=\"6734\">\n<p data-start=\"6674\" data-end=\"6734\"><strong data-start=\"6674\" data-end=\"6734\">Menetapkan hukum baru yang tidak disebut dalam Al-Qur\u2019an<\/strong><\/p>\n<\/li>\n<\/ol>\n<p data-start=\"6736\" data-end=\"7153\">Oleh karena itu, tidak mungkin kita memahami dan menerapkan syariat Islam secara utuh tanpa memadukan pemahaman terhadap Al-Qur\u2019an dan hadits. Keduanya merupakan satu kesatuan yang saling melengkapi dan tidak dapat dipisahkan. Seorang Muslim sejati adalah mereka yang\u00a0<strong data-start=\"7004\" data-end=\"7061\">menjadikan Al-Qur\u2019an dan hadits sebagai pedoman utama<\/strong>\u00a0dalam seluruh aspek kehidupan, baik ibadah, muamalah, akhlak, maupun sosial kemasyarakatan.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Dalam ajaran Islam, kita tentu sudah sangat familiar dengan Al-Qur\u2019an sebagai sumber hukum utama. Tapi, nggak banyak yang benar-benar memahami bahwa\u00a0hadits juga punya kedudukan penting\u00a0dalam menetapkan hukum. Bahkan, hadits disebut sebagai\u00a0sumber hukum Islam kedua\u00a0setelah Al-Qur\u2019an. Tanpa hadits, banyak ajaran dalam Al-Qur\u2019an yang sulit dipraktikkan secara utuh. Kenapa bisa begitu? Karena Al-Qur\u2019an memang sering kali menyampaikan &#8230; <a title=\"Kedudukan Hadits sebagai Sumber Hukum Kedua dalam Islam\" class=\"read-more\" href=\"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/kedudukan-hadits-sebagai-sumber-hukum-kedua-dalam-islam\/\" aria-label=\"Baca selengkapnya tentang Kedudukan Hadits sebagai Sumber Hukum Kedua dalam Islam\">Read more<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[2],"tags":[],"class_list":["post-52343","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-wawasan"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO Premium plugin v27.3 (Yoast SEO v27.7) - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-premium-wordpress\/ -->\n<title>Kedudukan Hadits sebagai Sumber Hukum Kedua dalam Islam - DomainJava Blog<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/kedudukan-hadits-sebagai-sumber-hukum-kedua-dalam-islam\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Kedudukan Hadits sebagai Sumber Hukum Kedua dalam Islam\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Dalam ajaran Islam, kita tentu sudah sangat familiar dengan Al-Qur\u2019an sebagai sumber hukum utama. Tapi, nggak banyak yang benar-benar memahami bahwa\u00a0hadits juga punya kedudukan penting\u00a0dalam menetapkan hukum. Bahkan, hadits disebut sebagai\u00a0sumber hukum Islam kedua\u00a0setelah Al-Qur\u2019an. Tanpa hadits, banyak ajaran dalam Al-Qur\u2019an yang sulit dipraktikkan secara utuh. Kenapa bisa begitu? Karena Al-Qur\u2019an memang sering kali menyampaikan ... Read more\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/kedudukan-hadits-sebagai-sumber-hukum-kedua-dalam-islam\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"DomainJava Blog\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2025-09-12T01:24:24+00:00\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"DomainJava\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"DomainJava\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"5 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.domainjava.com\\\/id\\\/blog\\\/kedudukan-hadits-sebagai-sumber-hukum-kedua-dalam-islam\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.domainjava.com\\\/id\\\/blog\\\/kedudukan-hadits-sebagai-sumber-hukum-kedua-dalam-islam\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"DomainJava\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.domainjava.com\\\/id\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/3c243940a5e3e43cffa1312a02aafeaf\"},\"headline\":\"Kedudukan Hadits sebagai Sumber Hukum Kedua dalam Islam\",\"datePublished\":\"2025-09-12T01:24:24+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.domainjava.com\\\/id\\\/blog\\\/kedudukan-hadits-sebagai-sumber-hukum-kedua-dalam-islam\\\/\"},\"wordCount\":1104,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.domainjava.com\\\/id\\\/blog\\\/#organization\"},\"articleSection\":[\"Wawasan\"],\"inLanguage\":\"id\",\"copyrightYear\":\"2025\",\"copyrightHolder\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.domainjava.com\\\/id\\\/blog\\\/#organization\"}},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.domainjava.com\\\/id\\\/blog\\\/kedudukan-hadits-sebagai-sumber-hukum-kedua-dalam-islam\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.domainjava.com\\\/id\\\/blog\\\/kedudukan-hadits-sebagai-sumber-hukum-kedua-dalam-islam\\\/\",\"name\":\"Kedudukan Hadits sebagai Sumber Hukum Kedua dalam Islam - DomainJava Blog\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.domainjava.com\\\/id\\\/blog\\\/#website\"},\"datePublished\":\"2025-09-12T01:24:24+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.domainjava.com\\\/id\\\/blog\\\/kedudukan-hadits-sebagai-sumber-hukum-kedua-dalam-islam\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/www.domainjava.com\\\/id\\\/blog\\\/kedudukan-hadits-sebagai-sumber-hukum-kedua-dalam-islam\\\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.domainjava.com\\\/id\\\/blog\\\/kedudukan-hadits-sebagai-sumber-hukum-kedua-dalam-islam\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Beranda\",\"item\":\"https:\\\/\\\/www.domainjava.com\\\/id\\\/blog\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Wawasan\",\"item\":\"https:\\\/\\\/www.domainjava.com\\\/id\\\/blog\\\/category\\\/wawasan\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":3,\"name\":\"Kedudukan Hadits sebagai Sumber Hukum Kedua dalam Islam\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.domainjava.com\\\/id\\\/blog\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.domainjava.com\\\/id\\\/blog\\\/\",\"name\":\"DomainJava Blog\",\"description\":\"Inspiration For You\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.domainjava.com\\\/id\\\/blog\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/www.domainjava.com\\\/id\\\/blog\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.domainjava.com\\\/id\\\/blog\\\/#organization\",\"name\":\"DomainJava\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.domainjava.com\\\/id\\\/blog\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.domainjava.com\\\/id\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.domainjava.com\\\/id\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/06\\\/Domain-Java.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/www.domainjava.com\\\/id\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/06\\\/Domain-Java.png\",\"width\":512,\"height\":512,\"caption\":\"DomainJava\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.domainjava.com\\\/id\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.domainjava.com\\\/id\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/3c243940a5e3e43cffa1312a02aafeaf\",\"name\":\"DomainJava\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.domainjava.com\\\/id\\\/blog\\\/wp-content\\\/litespeed\\\/avatar\\\/d883fd2eba9c8d531a4346562d630089.jpg?ver=1780683634\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.domainjava.com\\\/id\\\/blog\\\/wp-content\\\/litespeed\\\/avatar\\\/d883fd2eba9c8d531a4346562d630089.jpg?ver=1780683634\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/www.domainjava.com\\\/id\\\/blog\\\/wp-content\\\/litespeed\\\/avatar\\\/d883fd2eba9c8d531a4346562d630089.jpg?ver=1780683634\",\"caption\":\"DomainJava\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/www.domainjava.com\\\/id\\\/blog\"],\"url\":\"https:\\\/\\\/www.domainjava.com\\\/id\\\/blog\\\/author\\\/domainjava\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO Premium plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Kedudukan Hadits sebagai Sumber Hukum Kedua dalam Islam - DomainJava Blog","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/kedudukan-hadits-sebagai-sumber-hukum-kedua-dalam-islam\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Kedudukan Hadits sebagai Sumber Hukum Kedua dalam Islam","og_description":"Dalam ajaran Islam, kita tentu sudah sangat familiar dengan Al-Qur\u2019an sebagai sumber hukum utama. Tapi, nggak banyak yang benar-benar memahami bahwa\u00a0hadits juga punya kedudukan penting\u00a0dalam menetapkan hukum. Bahkan, hadits disebut sebagai\u00a0sumber hukum Islam kedua\u00a0setelah Al-Qur\u2019an. Tanpa hadits, banyak ajaran dalam Al-Qur\u2019an yang sulit dipraktikkan secara utuh. Kenapa bisa begitu? Karena Al-Qur\u2019an memang sering kali menyampaikan ... Read more","og_url":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/kedudukan-hadits-sebagai-sumber-hukum-kedua-dalam-islam\/","og_site_name":"DomainJava Blog","article_published_time":"2025-09-12T01:24:24+00:00","author":"DomainJava","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"DomainJava","Estimasi waktu membaca":"5 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/kedudukan-hadits-sebagai-sumber-hukum-kedua-dalam-islam\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/kedudukan-hadits-sebagai-sumber-hukum-kedua-dalam-islam\/"},"author":{"name":"DomainJava","@id":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/#\/schema\/person\/3c243940a5e3e43cffa1312a02aafeaf"},"headline":"Kedudukan Hadits sebagai Sumber Hukum Kedua dalam Islam","datePublished":"2025-09-12T01:24:24+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/kedudukan-hadits-sebagai-sumber-hukum-kedua-dalam-islam\/"},"wordCount":1104,"publisher":{"@id":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/#organization"},"articleSection":["Wawasan"],"inLanguage":"id","copyrightYear":"2025","copyrightHolder":{"@id":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/#organization"}},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/kedudukan-hadits-sebagai-sumber-hukum-kedua-dalam-islam\/","url":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/kedudukan-hadits-sebagai-sumber-hukum-kedua-dalam-islam\/","name":"Kedudukan Hadits sebagai Sumber Hukum Kedua dalam Islam - DomainJava Blog","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/#website"},"datePublished":"2025-09-12T01:24:24+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/kedudukan-hadits-sebagai-sumber-hukum-kedua-dalam-islam\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/kedudukan-hadits-sebagai-sumber-hukum-kedua-dalam-islam\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/kedudukan-hadits-sebagai-sumber-hukum-kedua-dalam-islam\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Beranda","item":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Wawasan","item":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/category\/wawasan\/"},{"@type":"ListItem","position":3,"name":"Kedudukan Hadits sebagai Sumber Hukum Kedua dalam Islam"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/#website","url":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/","name":"DomainJava Blog","description":"Inspiration For You","publisher":{"@id":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/#organization","name":"DomainJava","url":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/Domain-Java.png","contentUrl":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/Domain-Java.png","width":512,"height":512,"caption":"DomainJava"},"image":{"@id":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/#\/schema\/person\/3c243940a5e3e43cffa1312a02aafeaf","name":"DomainJava","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/wp-content\/litespeed\/avatar\/d883fd2eba9c8d531a4346562d630089.jpg?ver=1780683634","url":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/wp-content\/litespeed\/avatar\/d883fd2eba9c8d531a4346562d630089.jpg?ver=1780683634","contentUrl":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/wp-content\/litespeed\/avatar\/d883fd2eba9c8d531a4346562d630089.jpg?ver=1780683634","caption":"DomainJava"},"sameAs":["https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog"],"url":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/author\/domainjava\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/52343","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=52343"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/52343\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=52343"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=52343"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=52343"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}