{"id":5283,"date":"2024-06-19T07:07:44","date_gmt":"2024-06-19T00:07:44","guid":{"rendered":"https:\/\/www.domainjava.com\/blog\/artikel\/pendidikan\/perbedaan-gemeinschaft-dengan-gesellschaft-adalah-pada-tingkat-hubungan-antar-anggotanya.html"},"modified":"2024-06-19T07:07:44","modified_gmt":"2024-06-19T00:07:44","slug":"perbedaan-gemeinschaft-dengan-gesellschaft-adalah-pada-tingkat-hubungan-antar-anggotanya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/perbedaan-gemeinschaft-dengan-gesellschaft-adalah-pada-tingkat-hubungan-antar-anggotanya\/","title":{"rendered":"Perbedaan Gemeinschaft dengan Gesellschaft adalah pada Tingkat Hubungan Antar Anggotanya"},"content":{"rendered":"<p>Teori Gemeinschaft dan Gesellschaft adalah dua konsep yang diperkenalkan oleh sosiolog Jerman Ferdinand T\u00f6nnies. Kedua konsep ini berfungsi sebagai alat untuk memahami dinamika masyarakat dan hubungan antara individu-individu di dalamnya. Untuk memahami perbedaan antara Gemeinschaft dan Gesellschaft, kita perlu melihat bagaimana anggota masyarakat berinteraksi satu sama lain.<\/p>\n<h2>Konsep Gemeinschaft<\/h2>\n<p>Gemeinschaft, yang berarti \u201ckomunitas\u201d dalam Bahasa Jerman, merujuk pada tipe hubungan sosial yang didasarkan pada ikatan emosional dan interaksi pribadi. Di sini, anggota masyarakat memiliki hubungan yang kuat satu sama lain dan terikat oleh ikatan emosi, keluarga, dan persahabatan. Mereka memiliki nilai-nilai dan tujuan yang sama, merasa saling terkait, dan merasa bertanggung jawab terhadap kebaikan masyarakat.<\/p>\n<p>Dalam suatu Gemeinschaft, norma dan peraturan dirasakan sebagai hasil dari hubungan pribadi dan kebersamaan. Akibatnya, hubungan-hubungan ini cenderung erat dan personal.<\/p>\n<h2>Konsep Gesellschaft<\/h2>\n<p>Sementara itu, Gesellschaft, atau \u201cmasyarakat\u201d dalam Bahasa Jerman, merujuk pada tipe hubungan sosial yang didasarkan pada kepentingan individu dan kerjasama rasional. Dalam suatu Gesellschaft, individu berinteraksi satu sama lain berdasarkan perjanjian, hukum, dan peraturan formal. Mereka melihat masyarakat sebagai sarana untuk mencapai tujuan mereka sendiri, bukan sebagai suatu komunitas yang bersatu.<\/p>\n<p>Meski hubungan-hubungan dalam suatu Gesellschaft bisa menjadi kompleks dan luas, mereka cenderung impersonal dan superfisial. Gesellschaft biasanya diartikan sebagai hubungan yang bersifat transaksional dan bersifat mekanis.<\/p>\n<h2>Perbedaan Utama<\/h2>\n<p>Sedangkan perbedaan utama antara Gemeinschaft dan Gesellschaft ada pada tingkat dan sifat hubungan antar anggota masyarakat. Hubungan dalam Gemeinschaft umumnya erat, personal, dan berdasarkan emosi, sedangkan dalam Gesellschaft, hubungan lebih fungsional, transaksional, dan biasanya tidak terlalu erat atau personal.<\/p>\n<p>Pada akhirnya, perbedaan ini mencerminkan dua pandangan berbeda tentang bagaimana individu berinteraksi dalam suatu masyarakat dan bagaimana struktur sosial dibentuk dan dipelihara.+<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Teori Gemeinschaft dan Gesellschaft adalah dua konsep yang diperkenalkan oleh sosiolog Jerman Ferdinand T\u00f6nnies. Kedua konsep ini berfungsi sebagai alat untuk memahami dinamika masyarakat dan hubungan antara individu-individu di dalamnya. Untuk memahami perbedaan antara Gemeinschaft dan Gesellschaft, kita perlu melihat bagaimana anggota masyarakat berinteraksi satu sama lain. Konsep Gemeinschaft Gemeinschaft, yang berarti \u201ckomunitas\u201d dalam Bahasa &#8230; <a title=\"Perbedaan Gemeinschaft dengan Gesellschaft adalah pada Tingkat Hubungan Antar Anggotanya\" class=\"read-more\" href=\"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/perbedaan-gemeinschaft-dengan-gesellschaft-adalah-pada-tingkat-hubungan-antar-anggotanya\/\" aria-label=\"Baca selengkapnya tentang Perbedaan Gemeinschaft dengan Gesellschaft adalah pada Tingkat Hubungan Antar Anggotanya\">Read more<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":74885,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[2],"tags":[],"class_list":["post-5283","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-wawasan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5283","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=5283"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5283\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/74885"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=5283"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=5283"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=5283"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}