{"id":56960,"date":"2025-09-24T11:24:43","date_gmt":"2025-09-24T04:24:43","guid":{"rendered":"https:\/\/www.domainjava.com\/blog\/?p=56960"},"modified":"2025-09-24T11:24:43","modified_gmt":"2025-09-24T04:24:43","slug":"arti-mad-lazim-mukhaffaf-harfi-menurut-istilah-ilmu-tajwid","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/arti-mad-lazim-mukhaffaf-harfi-menurut-istilah-ilmu-tajwid\/","title":{"rendered":"Arti Mad Lazim Mukhaffaf Harfi Menurut Istilah Ilmu Tajwid"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dalam ilmu tajwid, ada banyak banget jenis bacaan panjang atau yang biasa disebut \u201cmad\u201d. Salah satunya yang cukup unik dan nggak sering kita temui adalah&nbsp;<strong>Mad Lazim Mukhaffaf Harfi<\/strong>. Namanya memang terdengar rumit, tapi sebenarnya kalau dipahami pelan-pelan, nggak sesulit itu, kok. Jenis mad ini biasanya muncul di awal-awal surat yang ada huruf-huruf terpotong atau disebut huruf muqatta\u2019ah, misalnya &#8220;Alif Lam Mim&#8221;, &#8220;Yasin&#8221;, dan lainnya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Nah, biar makin jelas, yuk kita bahas arti istilahnya satu-satu. &#8220;Mad&#8221; itu artinya memanjangkan bacaan. &#8220;Lazim&#8221; berarti wajib, jadi panjangnya ini bukan pilihan, tapi harus. &#8220;Mukhaffaf&#8221; artinya ringan atau tidak ditebalkan, dan &#8220;Harfi&#8221; ya artinya huruf. Jadi, secara istilah,&nbsp;<strong>Mad Lazim Mukhaffaf Harfi adalah bacaan panjang yang wajib pada huruf-huruf tertentu, dengan cara membaca yang ringan atau tanpa penekanan<\/strong>.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Mad ini muncul pada huruf muqatta\u2019ah yang terdiri dari tiga huruf, di mana huruf tengahnya mengandung mad thabi\u2019i (mad asli), tapi huruf terakhirnya tidak dibaca dengan tasydid. Karena itulah disebut \u201cmukhaffaf\u201d alias ringan. Contohnya bisa kamu lihat di awal surat Yunus, yaitu &#8220;Alif Lam Ra&#8221;. Di situ, &#8220;Lam&#8221;-nya dibaca panjang dua harakat karena mengandung mad thabi\u2019i, tapi tetap dibaca ringan, nggak ditekan atau ditebalkan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Walaupun jenis mad ini nggak banyak ditemukan dalam Al-Qur\u2019an, tetap penting buat kita tahu dan pahami, supaya bacaan kita makin bagus dan sesuai dengan kaidah tajwid. Dengan tahu perbedaan setiap jenis mad, kita bisa membaca Al-Qur\u2019an dengan lebih percaya diri dan tentunya lebih mendekati cara bacaan yang diajarkan Rasulullah. Jadi, yuk terus belajar tajwid, biar bacaan kita makin mantap!<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\" id=\"h-tentang-mad-lazim-mukhaffaf-harfi\">Tentang Mad Lazim Mukhaffaf Harfi<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ilmu tajwid merupakan salah satu cabang ilmu dalam Islam yang sangat penting untuk dipelajari oleh setiap Muslim, khususnya mereka yang ingin membaca Al-Qur&#8217;an dengan baik dan benar sesuai dengan tuntunan Rasulullah \ufdfa. Tajwid bukan hanya sekadar memperindah bacaan, tetapi juga menjaga makna dan keotentikan Al-Qur\u2019an sebagaimana diturunkan oleh Allah Subhanahu wa Ta\u2019ala.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Di antara kaidah penting dalam ilmu tajwid adalah hukum mad, yaitu hukum yang mengatur panjang pendeknya bacaan huruf-huruf tertentu. Mad sendiri terbagi menjadi berbagai macam, dan salah satu jenis mad yang sering dianggap kompleks namun penting untuk dipahami adalah&nbsp;<strong>Mad Lazim<\/strong>, khususnya&nbsp;<strong>Mad Lazim Mukhaffaf Harfi<\/strong>.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dalam artikel ini, kita akan membahas secara mendalam mengenai&nbsp;<strong>arti Mad Lazim Mukhaffaf Harfi menurut istilah<\/strong>, disertai dengan penjelasan rinci, contoh-contoh, dan cara penerapannya dalam bacaan Al-Qur\u2019an.<\/p>\n\n\n\n<hr class=\"wp-block-separator has-alpha-channel-opacity\"\/>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\" id=\"h-pengertian-mad-dalam-ilmu-tajwid\">Pengertian Mad dalam Ilmu Tajwid<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Secara bahasa (etimologi),&nbsp;<strong>mad<\/strong>&nbsp;berarti \u201cmenambahkan\u201d atau \u201cmemanjangkan\u201d. Dalam konteks ilmu tajwid, mad berarti memanjangkan suara ketika membaca huruf tertentu yang memiliki huruf mad di dalamnya. Huruf-huruf mad terdiri dari:<\/p>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Alif (\u0627)<\/strong>\u00a0\u2013 apabila huruf sebelumnya berharakat fathah.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Waw (\u0648)<\/strong>\u00a0\u2013 apabila huruf sebelumnya berharakat dhammah.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Ya (\u064a)<\/strong>\u00a0\u2013 apabila huruf sebelumnya berharakat kasrah.<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Panjang bacaan mad bisa berbeda-beda, tergantung pada sebab-sebab yang mengikutinya, seperti adanya huruf hamzah atau sukun. Oleh karena itu, para ulama tajwid membagi hukum mad menjadi berbagai macam jenis dan cabang.<\/p>\n\n\n\n<hr class=\"wp-block-separator has-alpha-channel-opacity\"\/>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\" id=\"h-apa-itu-mad-lazim\">Apa Itu Mad Lazim?<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Mad Lazim<\/strong>&nbsp;adalah mad yang terjadi ketika huruf mad bertemu dengan huruf sukun yang&nbsp;<strong>asli<\/strong>&nbsp;(tetap dalam struktur kata atau huruf, bukan karena waqaf). Disebut \u201clazim\u201d karena hukum membacanya panjang (6 harakat) adalah wajib dan tidak boleh kurang dari itu.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Mad Lazim terbagi menjadi dua jenis utama, yaitu:<\/p>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Mad Lazim Kalimi<\/strong>\u00a0\u2013 terjadi dalam satu kata.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Mad Lazim Harfi<\/strong>\u00a0\u2013 terjadi pada huruf-huruf muqatta\u2019ah di awal surah dalam Al-Qur\u2019an.<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<hr class=\"wp-block-separator has-alpha-channel-opacity\"\/>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\" id=\"h-mad-lazim-harfi-definisi-dan-jenis\">Mad Lazim Harfi: Definisi dan Jenis<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Mad Lazim Harfi muncul di awal surah dalam Al-Qur\u2019an yang diawali dengan huruf-huruf&nbsp;<strong>muqatta\u2019ah<\/strong>&nbsp;atau huruf-huruf terpotong seperti:&nbsp;<strong>\u0627\u0644\u0645\u060c \u064a\u0633\u060c \u062d\u0645\u060c \u0637\u0647<\/strong>, dan lain sebagainya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Huruf-huruf muqatta\u2019ah ini biasanya dibaca satu per satu seperti nama hurufnya (bukan berdasarkan makhrajnya), dan sebagian dari huruf-huruf ini memiliki hukum mad.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Mad Lazim Harfi terbagi lagi menjadi dua jenis, yaitu:<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\" id=\"h-1-mad-lazim-harfi-musyabba\">1. Mad Lazim Harfi Musyabba\u2019<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Terjadi ketika huruf kedua dalam struktur tiga huruf tersebut memiliki tanda&nbsp;<strong>tasydid<\/strong>, atau dengan kata lain, huruf sukun berat. Contohnya adalah pada huruf&nbsp;<strong>\u0646\u0653 (Nun)<\/strong>&nbsp;di awal Surah Al-Qalam.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\" id=\"h-2-mad-lazim-harfi-mukhaffaf\">2. Mad Lazim Harfi Mukhaffaf<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Inilah fokus utama pembahasan kita dalam artikel ini.<\/p>\n\n\n\n<hr class=\"wp-block-separator has-alpha-channel-opacity\"\/>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\" id=\"h-pengertian-mad-lazim-mukhaffaf-harfi-menurut-istilah\">Pengertian Mad Lazim Mukhaffaf Harfi Menurut Istilah<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Mad Lazim Mukhaffaf Harfi<\/strong>&nbsp;secara istilah dalam ilmu tajwid adalah:<\/p>\n\n\n\n<blockquote class=\"wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow\">\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cMad yang terjadi pada salah satu huruf muqatta\u2019ah di awal surah, yang terdiri dari tiga huruf, huruf pertamanya adalah huruf mad, dan huruf kedua adalah huruf sukun&nbsp;<strong>ringan<\/strong>&nbsp;(tidak bertasydid).\u201d<\/p>\n<\/blockquote>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dalam hal ini, sukun yang dimaksud adalah sukun&nbsp;<strong>asli<\/strong>&nbsp;yang tidak mengalami tasydid atau penguatan bacaan. Oleh karena itu, disebut &#8220;mukhaffaf&#8221; yang berarti&nbsp;<strong>ringan<\/strong>, sebagai lawan dari &#8220;musyabba\u2019&#8221; yang berarti&nbsp;<strong>berat<\/strong>.<\/p>\n\n\n\n<hr class=\"wp-block-separator has-alpha-channel-opacity\"\/>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\" id=\"h-syarat-terjadinya-mad-lazim-mukhaffaf-harfi\">Syarat Terjadinya Mad Lazim Mukhaffaf Harfi<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Untuk memahami kapan hukum mad ini berlaku, berikut adalah syarat-syaratnya:<\/p>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Berlaku pada huruf muqatta\u2019ah (huruf-huruf terpotong)<\/strong>\u00a0di awal surah.<\/li>\n\n\n\n<li>Huruf tersebut harus tersusun dari\u00a0<strong>tiga huruf<\/strong>.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Huruf pertama<\/strong>\u00a0adalah huruf mad (\u0627\u060c \u0648\u060c atau \u064a).<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Huruf kedua<\/strong>\u00a0adalah huruf yang bersukun\u00a0<strong>ringan<\/strong>\u00a0(tidak bertasydid).<\/li>\n\n\n\n<li>Panjang bacaan huruf tersebut adalah\u00a0<strong>enam harakat<\/strong>\u00a0(panjang penuh).<\/li>\n\n\n\n<li>Harus bersifat\u00a0<strong>tetap<\/strong>\u00a0atau\u00a0<strong>asli<\/strong>, bukan karena waqaf atau sebab lainnya.<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<hr class=\"wp-block-separator has-alpha-channel-opacity\"\/>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\" id=\"h-contoh-mad-lazim-mukhaffaf-harfi-dalam-al-qur-an\">Contoh Mad Lazim Mukhaffaf Harfi dalam Al-Qur\u2019an<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Berikut adalah beberapa contoh ayat Al-Qur\u2019an yang mengandung Mad Lazim Mukhaffaf Harfi:<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\" id=\"h-1-surah-shad-38-1\">1. Surah Shad (38:1)<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>\u0635\u0653 \u06da \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0642\u064f\u0631\u0652\u0622\u0646\u0650 \u0630\u0650\u064a \u0627\u0644\u0630\u0650\u0651\u0643\u0652\u0631\u0650<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pada lafaz&nbsp;<strong>&#8220;\u0635\u0653&#8221; (Shad)<\/strong>:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Struktur huruf ini menurut tajwid terdiri dari tiga huruf:\u00a0<strong>\u1e63\u0101d<\/strong>,\u00a0<strong>alif<\/strong>, dan\u00a0<strong>d\u0101l<\/strong>.<\/li>\n\n\n\n<li>Huruf pertama (\u1e63\u0101d) dibaca dengan menyertakan mad karena mengandung\u00a0<strong>alif<\/strong>.<\/li>\n\n\n\n<li>Huruf kedua adalah\u00a0<strong>alif<\/strong>\u00a0(mad), dan huruf ketiga adalah\u00a0<strong>d\u0101l<\/strong>\u00a0sukun ringan.<\/li>\n\n\n\n<li>Maka hukum bacaan ini adalah\u00a0<strong>Mad Lazim Mukhaffaf Harfi<\/strong>\u00a0dan dibaca panjang\u00a0<strong>6 harakat<\/strong>.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\" id=\"h-2-huruf-nbsp-\u0642-nbsp-di-awal-surah-qaf\">2. Huruf&nbsp;<strong>\u0642\u0653<\/strong>&nbsp;di awal Surah Qaf<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>\u0642\u0653 \u06da \u0648\u064e\u0627\u0644\u0652\u0642\u064f\u0631\u0652\u0622\u0646\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0645\u064e\u062c\u0650\u064a\u062f\u0650<\/strong><\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Huruf Qaf juga tergolong dalam struktur tiga huruf dan termasuk ke dalam mad lazim harfi mukhaffaf oleh sebagian qira\u2019at.<\/li>\n\n\n\n<li>Namun, mayoritas ulama menyebutkan hanya\u00a0<strong>Shad (\u0635\u0653)<\/strong>\u00a0yang secara tegas masuk kategori ini.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<hr class=\"wp-block-separator has-alpha-channel-opacity\"\/>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\" id=\"h-daftar-huruf-muqatta-ah-dan-hukumnya\">Daftar Huruf Muqatta\u2019ah dan Hukumnya<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dalam Al-Qur\u2019an terdapat 14 huruf yang sering disebut sebagai huruf-huruf muqatta\u2019ah yang muncul di awal surah. Huruf-huruf tersebut dikenal dengan singkatan&nbsp;<strong>&#8220;\u0646\u0635 \u062d\u0643\u064a\u0645 \u0642\u0627\u0637\u0639 \u0644\u0647 \u0633\u0631&#8221;<\/strong>.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-table\"><table class=\"has-fixed-layout\"><thead><tr><th>Huruf Muqatta\u2019ah<\/th><th>Hukum Bacaan<\/th><th>Kategori<\/th><\/tr><\/thead><tbody><tr><td>\u0635\u0653<\/td><td>Mad Lazim Mukhaffaf Harfi<\/td><td>Mukhaffaf<\/td><\/tr><tr><td>\u0646\u0653<\/td><td>Mad Lazim Harfi Musyabba\u2019<\/td><td>Musyabba\u2019<\/td><\/tr><tr><td>\u0642\u0653<\/td><td>Ada yang menyebut Mukhaffaf<\/td><td>Mukhaffaf<\/td><\/tr><tr><td>&#8230;<\/td><td>&#8230;<\/td><td>&#8230;<\/td><\/tr><\/tbody><\/table><\/figure>\n\n\n\n<hr class=\"wp-block-separator has-alpha-channel-opacity\"\/>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\" id=\"h-mengapa-penting-memahami-mad-lazim-mukhaffaf-harfi\">Mengapa Penting Memahami Mad Lazim Mukhaffaf Harfi?<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Banyak pembaca Al-Qur\u2019an pemula yang melewatkan pentingnya kaidah tajwid dalam membaca huruf-huruf muqatta\u2019ah. Padahal, kesalahan dalam membaca panjang pendek bacaan bisa mengubah makna atau bahkan membatalkan keabsahan bacaan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Berikut beberapa alasan pentingnya memahami Mad Lazim Mukhaffaf Harfi:<\/p>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Menjaga keaslian bacaan Al-Qur\u2019an<\/strong>\u00a0sebagaimana diturunkan kepada Rasulullah \ufdfa.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Meningkatkan kualitas tilawah<\/strong>, baik dalam sholat maupun di luar sholat.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Menghindari kesalahan fatal<\/strong>\u00a0dalam membaca ayat Al-Qur\u2019an.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Menambah kedalaman pemahaman<\/strong>\u00a0terhadap struktur dan makna Al-Qur\u2019an.<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<hr class=\"wp-block-separator has-alpha-channel-opacity\"\/>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\" id=\"h-perbedaan-antara-musyabba-dan-mukhaffaf\">Perbedaan Antara Musyabba\u2019 dan Mukhaffaf<\/h2>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-table\"><table class=\"has-fixed-layout\"><thead><tr><th>Aspek<\/th><th>Musyabba\u2019<\/th><th>Mukhaffaf<\/th><\/tr><\/thead><tbody><tr><td>Tasydid<\/td><td>Ada<\/td><td>Tidak ada<\/td><\/tr><tr><td>Contoh<\/td><td>\u0646\u0653, \u0627\u0644\u0645<\/td><td>\u0635\u0653<\/td><\/tr><tr><td>Bacaan<\/td><td>Berat<\/td><td>Ringan<\/td><\/tr><tr><td>Jumlah Huruf<\/td><td>Banyak<\/td><td>Sangat sedikit<\/td><\/tr><\/tbody><\/table><\/figure>\n\n\n\n<hr class=\"wp-block-separator has-alpha-channel-opacity\"\/>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\" id=\"h-penutup\">Penutup<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Mad Lazim Mukhaffaf Harfi<\/strong>&nbsp;adalah salah satu bentuk bacaan panjang dalam ilmu tajwid yang terjadi dalam huruf-huruf muqatta\u2019ah di awal surah Al-Qur\u2019an. Meskipun tidak banyak huruf yang termasuk dalam kategori ini, pemahaman terhadap mad ini menunjukkan perhatian yang serius terhadap detail bacaan Al-Qur\u2019an.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Dalam ilmu tajwid, ada banyak banget jenis bacaan panjang atau yang biasa disebut \u201cmad\u201d. Salah satunya yang cukup unik dan nggak sering kita temui adalah&nbsp;Mad Lazim Mukhaffaf Harfi. Namanya memang terdengar rumit, tapi sebenarnya kalau dipahami pelan-pelan, nggak sesulit itu, kok. Jenis mad ini biasanya muncul di awal-awal surat yang ada huruf-huruf terpotong atau disebut &#8230; <a title=\"Arti Mad Lazim Mukhaffaf Harfi Menurut Istilah Ilmu Tajwid\" class=\"read-more\" href=\"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/arti-mad-lazim-mukhaffaf-harfi-menurut-istilah-ilmu-tajwid\/\" aria-label=\"Baca selengkapnya tentang Arti Mad Lazim Mukhaffaf Harfi Menurut Istilah Ilmu Tajwid\">Read more<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[2],"tags":[],"class_list":["post-56960","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-wawasan"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO Premium plugin v27.3 (Yoast SEO v27.7) - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-premium-wordpress\/ -->\n<title>Arti Mad Lazim Mukhaffaf Harfi Menurut Istilah Ilmu Tajwid - DomainJava Blog<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/arti-mad-lazim-mukhaffaf-harfi-menurut-istilah-ilmu-tajwid\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Arti Mad Lazim Mukhaffaf Harfi Menurut Istilah Ilmu Tajwid\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Dalam ilmu tajwid, ada banyak banget jenis bacaan panjang atau yang biasa disebut \u201cmad\u201d. Salah satunya yang cukup unik dan nggak sering kita temui adalah&nbsp;Mad Lazim Mukhaffaf Harfi. Namanya memang terdengar rumit, tapi sebenarnya kalau dipahami pelan-pelan, nggak sesulit itu, kok. Jenis mad ini biasanya muncul di awal-awal surat yang ada huruf-huruf terpotong atau disebut ... Read more\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/arti-mad-lazim-mukhaffaf-harfi-menurut-istilah-ilmu-tajwid\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"DomainJava Blog\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2025-09-24T04:24:43+00:00\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"DomainJava\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"DomainJava\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"7 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.domainjava.com\\\/id\\\/blog\\\/arti-mad-lazim-mukhaffaf-harfi-menurut-istilah-ilmu-tajwid\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.domainjava.com\\\/id\\\/blog\\\/arti-mad-lazim-mukhaffaf-harfi-menurut-istilah-ilmu-tajwid\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"DomainJava\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.domainjava.com\\\/id\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/3c243940a5e3e43cffa1312a02aafeaf\"},\"headline\":\"Arti Mad Lazim Mukhaffaf Harfi Menurut Istilah Ilmu Tajwid\",\"datePublished\":\"2025-09-24T04:24:43+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.domainjava.com\\\/id\\\/blog\\\/arti-mad-lazim-mukhaffaf-harfi-menurut-istilah-ilmu-tajwid\\\/\"},\"wordCount\":1144,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.domainjava.com\\\/id\\\/blog\\\/#organization\"},\"articleSection\":[\"Wawasan\"],\"inLanguage\":\"id\",\"copyrightYear\":\"2025\",\"copyrightHolder\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.domainjava.com\\\/id\\\/blog\\\/#organization\"}},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.domainjava.com\\\/id\\\/blog\\\/arti-mad-lazim-mukhaffaf-harfi-menurut-istilah-ilmu-tajwid\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.domainjava.com\\\/id\\\/blog\\\/arti-mad-lazim-mukhaffaf-harfi-menurut-istilah-ilmu-tajwid\\\/\",\"name\":\"Arti Mad Lazim Mukhaffaf Harfi Menurut Istilah Ilmu Tajwid - DomainJava Blog\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.domainjava.com\\\/id\\\/blog\\\/#website\"},\"datePublished\":\"2025-09-24T04:24:43+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.domainjava.com\\\/id\\\/blog\\\/arti-mad-lazim-mukhaffaf-harfi-menurut-istilah-ilmu-tajwid\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/www.domainjava.com\\\/id\\\/blog\\\/arti-mad-lazim-mukhaffaf-harfi-menurut-istilah-ilmu-tajwid\\\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.domainjava.com\\\/id\\\/blog\\\/arti-mad-lazim-mukhaffaf-harfi-menurut-istilah-ilmu-tajwid\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Beranda\",\"item\":\"https:\\\/\\\/www.domainjava.com\\\/id\\\/blog\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Wawasan\",\"item\":\"https:\\\/\\\/www.domainjava.com\\\/id\\\/blog\\\/category\\\/wawasan\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":3,\"name\":\"Arti Mad Lazim Mukhaffaf Harfi Menurut Istilah Ilmu Tajwid\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.domainjava.com\\\/id\\\/blog\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.domainjava.com\\\/id\\\/blog\\\/\",\"name\":\"DomainJava Blog\",\"description\":\"Inspiration For You\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.domainjava.com\\\/id\\\/blog\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/www.domainjava.com\\\/id\\\/blog\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.domainjava.com\\\/id\\\/blog\\\/#organization\",\"name\":\"DomainJava\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.domainjava.com\\\/id\\\/blog\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.domainjava.com\\\/id\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.domainjava.com\\\/id\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/06\\\/Domain-Java.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/www.domainjava.com\\\/id\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/06\\\/Domain-Java.png\",\"width\":512,\"height\":512,\"caption\":\"DomainJava\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.domainjava.com\\\/id\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.domainjava.com\\\/id\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/3c243940a5e3e43cffa1312a02aafeaf\",\"name\":\"DomainJava\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.domainjava.com\\\/id\\\/blog\\\/wp-content\\\/litespeed\\\/avatar\\\/d883fd2eba9c8d531a4346562d630089.jpg?ver=1780683634\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.domainjava.com\\\/id\\\/blog\\\/wp-content\\\/litespeed\\\/avatar\\\/d883fd2eba9c8d531a4346562d630089.jpg?ver=1780683634\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/www.domainjava.com\\\/id\\\/blog\\\/wp-content\\\/litespeed\\\/avatar\\\/d883fd2eba9c8d531a4346562d630089.jpg?ver=1780683634\",\"caption\":\"DomainJava\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/www.domainjava.com\\\/id\\\/blog\"],\"url\":\"https:\\\/\\\/www.domainjava.com\\\/id\\\/blog\\\/author\\\/domainjava\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO Premium plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Arti Mad Lazim Mukhaffaf Harfi Menurut Istilah Ilmu Tajwid - DomainJava Blog","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/arti-mad-lazim-mukhaffaf-harfi-menurut-istilah-ilmu-tajwid\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Arti Mad Lazim Mukhaffaf Harfi Menurut Istilah Ilmu Tajwid","og_description":"Dalam ilmu tajwid, ada banyak banget jenis bacaan panjang atau yang biasa disebut \u201cmad\u201d. Salah satunya yang cukup unik dan nggak sering kita temui adalah&nbsp;Mad Lazim Mukhaffaf Harfi. Namanya memang terdengar rumit, tapi sebenarnya kalau dipahami pelan-pelan, nggak sesulit itu, kok. Jenis mad ini biasanya muncul di awal-awal surat yang ada huruf-huruf terpotong atau disebut ... Read more","og_url":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/arti-mad-lazim-mukhaffaf-harfi-menurut-istilah-ilmu-tajwid\/","og_site_name":"DomainJava Blog","article_published_time":"2025-09-24T04:24:43+00:00","author":"DomainJava","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"DomainJava","Estimasi waktu membaca":"7 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/arti-mad-lazim-mukhaffaf-harfi-menurut-istilah-ilmu-tajwid\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/arti-mad-lazim-mukhaffaf-harfi-menurut-istilah-ilmu-tajwid\/"},"author":{"name":"DomainJava","@id":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/#\/schema\/person\/3c243940a5e3e43cffa1312a02aafeaf"},"headline":"Arti Mad Lazim Mukhaffaf Harfi Menurut Istilah Ilmu Tajwid","datePublished":"2025-09-24T04:24:43+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/arti-mad-lazim-mukhaffaf-harfi-menurut-istilah-ilmu-tajwid\/"},"wordCount":1144,"publisher":{"@id":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/#organization"},"articleSection":["Wawasan"],"inLanguage":"id","copyrightYear":"2025","copyrightHolder":{"@id":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/#organization"}},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/arti-mad-lazim-mukhaffaf-harfi-menurut-istilah-ilmu-tajwid\/","url":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/arti-mad-lazim-mukhaffaf-harfi-menurut-istilah-ilmu-tajwid\/","name":"Arti Mad Lazim Mukhaffaf Harfi Menurut Istilah Ilmu Tajwid - DomainJava Blog","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/#website"},"datePublished":"2025-09-24T04:24:43+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/arti-mad-lazim-mukhaffaf-harfi-menurut-istilah-ilmu-tajwid\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/arti-mad-lazim-mukhaffaf-harfi-menurut-istilah-ilmu-tajwid\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/arti-mad-lazim-mukhaffaf-harfi-menurut-istilah-ilmu-tajwid\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Beranda","item":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Wawasan","item":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/category\/wawasan\/"},{"@type":"ListItem","position":3,"name":"Arti Mad Lazim Mukhaffaf Harfi Menurut Istilah Ilmu Tajwid"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/#website","url":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/","name":"DomainJava Blog","description":"Inspiration For You","publisher":{"@id":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/#organization","name":"DomainJava","url":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/Domain-Java.png","contentUrl":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/Domain-Java.png","width":512,"height":512,"caption":"DomainJava"},"image":{"@id":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/#\/schema\/person\/3c243940a5e3e43cffa1312a02aafeaf","name":"DomainJava","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/wp-content\/litespeed\/avatar\/d883fd2eba9c8d531a4346562d630089.jpg?ver=1780683634","url":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/wp-content\/litespeed\/avatar\/d883fd2eba9c8d531a4346562d630089.jpg?ver=1780683634","contentUrl":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/wp-content\/litespeed\/avatar\/d883fd2eba9c8d531a4346562d630089.jpg?ver=1780683634","caption":"DomainJava"},"sameAs":["https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog"],"url":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/author\/domainjava\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/56960","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=56960"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/56960\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=56960"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=56960"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=56960"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}