{"id":61801,"date":"2025-10-26T12:14:40","date_gmt":"2025-10-26T05:14:40","guid":{"rendered":"https:\/\/www.domainjava.com\/blog\/?p=61801"},"modified":"2025-10-26T12:14:40","modified_gmt":"2025-10-26T05:14:40","slug":"apa-hubungan-antara-activity-based-costing-abc-dan-abm","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/apa-hubungan-antara-activity-based-costing-abc-dan-abm\/","title":{"rendered":"APA Hubungan Antara Activity-Based Costing (ABC) dan ABM?"},"content":{"rendered":"<p>Soal Lengkap: Sebuah perusahaan manufaktur mengalami penurunan laba meskipun volume penjualannya meningkat. Setelah dilakukan evaluasi awal, ditemukan bahwa banyak aktivitas yang tidak memberikan nilai tambah (non-value added activities) masih dilakukan secara rutin. Tim manajemen mempertimbangkan untuk menggunakan pendekatan Activity-Based Management (ABM) agar dapat mengidentifikasi dan mengelola aktivitas yang menyebabkan pemborosan biaya.<\/p>\n<p>1. Jelaskan pengertian Activity-Based Management (ABM) ?<\/p>\n<p>2. Apa hubungan antara Activity-Based Costing (ABC) dan ABM?<\/p>\n<p>3. Berikan dua contoh aktivitas yang tidak bernilai tambah (non-value added activities) dalam perusahaan manufaktur dan bagaimana ABM dapat mengatasinya.<\/p>\n<p>Jawaban :<\/p>\n<h2 data-start=\"67\" data-end=\"184\">Pemanfaatan Activity-Based Management (ABM) untuk Mengelola Aktivitas Non-Value Added dalam Perusahaan Manufaktur<\/h2>\n<p data-start=\"204\" data-end=\"711\">Dalam dunia manufaktur, peningkatan volume penjualan tidak selalu sejalan dengan peningkatan laba. Salah satu faktor yang menyebabkan hal ini adalah keberadaan\u00a0<strong data-start=\"364\" data-end=\"441\">aktivitas yang tidak memberikan nilai tambah (non-value added activities)<\/strong>\u00a0yang masih dijalankan secara rutin. Aktivitas semacam ini dapat berupa pekerjaan yang berulang, penyimpanan berlebih, atau pemeriksaan yang tidak efisien. Aktivitas tersebut meningkatkan biaya operasional tanpa memberikan manfaat nyata bagi pelanggan atau perusahaan.<\/p>\n<p data-start=\"713\" data-end=\"995\">Untuk mengatasi masalah tersebut, perusahaan dapat menggunakan\u00a0<strong data-start=\"776\" data-end=\"811\">Activity-Based Management (ABM)<\/strong>. Pendekatan ini memungkinkan manajemen untuk\u00a0<strong data-start=\"857\" data-end=\"916\">mengidentifikasi, menganalisis, dan mengelola aktivitas<\/strong>\u00a0sehingga biaya dapat dikendalikan dan proses produksi menjadi lebih efisien.<\/p>\n<hr data-start=\"997\" data-end=\"1000\" \/>\n<h2 data-start=\"1002\" data-end=\"1052\">1. Pengertian Activity-Based Management (ABM)<\/h2>\n<p data-start=\"1054\" data-end=\"1300\"><strong data-start=\"1054\" data-end=\"1089\">Activity-Based Management (ABM)<\/strong>\u00a0adalah pendekatan manajemen yang memanfaatkan informasi dari\u00a0<strong data-start=\"1151\" data-end=\"1183\">Activity-Based Costing (ABC)<\/strong>\u00a0untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas operasional. ABM fokus pada\u00a0<strong data-start=\"1257\" data-end=\"1282\">pengelolaan aktivitas<\/strong>, dengan tujuan:<\/p>\n<ul data-start=\"1302\" data-end=\"1528\">\n<li data-start=\"1302\" data-end=\"1340\">\n<p data-start=\"1304\" data-end=\"1340\">Mengurangi biaya yang tidak perlu.<\/p>\n<\/li>\n<li data-start=\"1341\" data-end=\"1386\">\n<p data-start=\"1343\" data-end=\"1386\">Memperbaiki kualitas produk atau layanan.<\/p>\n<\/li>\n<li data-start=\"1387\" data-end=\"1423\">\n<p data-start=\"1389\" data-end=\"1423\">Meningkatkan kepuasan pelanggan.<\/p>\n<\/li>\n<li data-start=\"1424\" data-end=\"1528\">\n<p data-start=\"1426\" data-end=\"1528\">Memastikan setiap aktivitas memberikan\u00a0<strong data-start=\"1465\" data-end=\"1495\">nilai tambah (value added)<\/strong>\u00a0bagi perusahaan dan pelanggan.<\/p>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p data-start=\"1530\" data-end=\"1713\">ABM bukan hanya tentang menghitung biaya, tetapi juga tentang\u00a0<strong data-start=\"1592\" data-end=\"1657\">mengambil keputusan manajerial berdasarkan analisis aktivitas<\/strong>, sehingga sumber daya dapat digunakan secara optimal.<\/p>\n<hr data-start=\"1715\" data-end=\"1718\" \/>\n<h2 data-start=\"1720\" data-end=\"1780\">2. Hubungan antara Activity-Based Costing (ABC) dan ABM<\/h2>\n<p data-start=\"1782\" data-end=\"2091\"><strong data-start=\"1782\" data-end=\"1814\">Activity-Based Costing (ABC)<\/strong>\u00a0adalah metode akuntansi yang mengalokasikan biaya secara akurat berdasarkan aktivitas yang dilakukan dalam proses produksi atau operasional. ABC membantu perusahaan memahami\u00a0<strong data-start=\"1989\" data-end=\"2035\">biaya yang terkait dengan setiap aktivitas<\/strong>, baik yang memberikan nilai tambah maupun yang tidak.<\/p>\n<p data-start=\"2093\" data-end=\"2120\"><strong data-start=\"2093\" data-end=\"2118\">Hubungan ABC dan ABM:<\/strong><\/p>\n<ul data-start=\"2122\" data-end=\"2511\">\n<li data-start=\"2122\" data-end=\"2259\">\n<p data-start=\"2124\" data-end=\"2259\"><strong data-start=\"2124\" data-end=\"2157\">ABC sebagai sumber informasi:<\/strong>\u00a0ABC menyediakan data rinci tentang biaya aktivitas, seperti tenaga kerja, bahan baku, dan overhead.<\/p>\n<\/li>\n<li data-start=\"2260\" data-end=\"2511\">\n<p data-start=\"2262\" data-end=\"2511\"><strong data-start=\"2262\" data-end=\"2298\">ABM sebagai tindakan manajerial:<\/strong>\u00a0ABM menggunakan informasi dari ABC untuk\u00a0<strong data-start=\"2340\" data-end=\"2389\">mengidentifikasi aktivitas yang tidak efisien<\/strong>\u00a0dan mengambil tindakan perbaikan, misalnya menghapus atau menyederhanakan aktivitas yang tidak memberikan nilai tambah.<\/p>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p data-start=\"2513\" data-end=\"2686\">Dengan kata lain,\u00a0<strong data-start=\"2531\" data-end=\"2580\">ABC menjawab \u201cberapa biaya setiap aktivitas?\u201d<\/strong>, sedangkan\u00a0<strong data-start=\"2592\" data-end=\"2684\">ABM menjawab \u201capa yang harus dilakukan untuk meningkatkan efisiensi dan profitabilitas?\u201d<\/strong><\/p>\n<hr data-start=\"2688\" data-end=\"2691\" \/>\n<h2 data-start=\"2693\" data-end=\"2762\">3. Contoh Aktivitas Non-Value Added dan Penanganannya dengan ABM<\/h2>\n<p data-start=\"2764\" data-end=\"2878\">Dalam perusahaan manufaktur, beberapa\u00a0<strong data-start=\"2802\" data-end=\"2860\">aktivitas yang tidak bernilai tambah (non-value added)<\/strong>\u00a0dapat mencakup:<\/p>\n<h3 data-start=\"2880\" data-end=\"2915\">Contoh 1: Persediaan Berlebih<\/h3>\n<ul data-start=\"2917\" data-end=\"3417\">\n<li data-start=\"2917\" data-end=\"3109\">\n<p data-start=\"2919\" data-end=\"3109\"><strong data-start=\"2919\" data-end=\"2933\">Deskripsi:<\/strong>\u00a0Menyimpan bahan baku atau produk jadi dalam jumlah yang berlebihan menyebabkan biaya penyimpanan meningkat, risiko kerusakan, dan penggunaan ruang gudang yang tidak efisien.<\/p>\n<\/li>\n<li data-start=\"3110\" data-end=\"3417\">\n<p data-start=\"3112\" data-end=\"3417\"><strong data-start=\"3112\" data-end=\"3138\">Penanganan dengan ABM:<\/strong>\u00a0ABM membantu menganalisis biaya yang terkait dengan penyimpanan berlebih menggunakan data dari ABC. Perusahaan dapat menerapkan strategi\u00a0<strong data-start=\"3276\" data-end=\"3302\">just-in-time inventory<\/strong>, yaitu menyesuaikan stok dengan kebutuhan produksi sehingga biaya penyimpanan berkurang dan efisiensi meningkat.<\/p>\n<\/li>\n<\/ul>\n<h3 data-start=\"3419\" data-end=\"3464\">Contoh 2: Pemeriksaan Kualitas Berulang<\/h3>\n<ul data-start=\"3466\" data-end=\"4029\">\n<li data-start=\"3466\" data-end=\"3703\">\n<p data-start=\"3468\" data-end=\"3703\"><strong data-start=\"3468\" data-end=\"3482\">Deskripsi:<\/strong>\u00a0Melakukan pemeriksaan kualitas yang sama berulang kali karena proses produksi belum standar atau adanya kesalahan manusia yang sering terjadi. Aktivitas ini menambah biaya tanpa memberikan manfaat nyata bagi pelanggan.<\/p>\n<\/li>\n<li data-start=\"3704\" data-end=\"4029\">\n<p data-start=\"3706\" data-end=\"4029\"><strong data-start=\"3706\" data-end=\"3732\">Penanganan dengan ABM:<\/strong>\u00a0ABM dapat mengidentifikasi biaya yang timbul akibat pemeriksaan berulang dan membantu perusahaan untuk\u00a0<strong data-start=\"3836\" data-end=\"3876\">meningkatkan standar proses produksi<\/strong>\u00a0serta\u00a0<strong data-start=\"3883\" data-end=\"3916\">memberikan pelatihan karyawan<\/strong>. Dengan demikian, pemeriksaan kualitas yang berulang dapat diminimalkan, efisiensi meningkat, dan biaya turun.<\/p>\n<\/li>\n<\/ul>\n<h3 data-start=\"4031\" data-end=\"4090\">Manfaat ABM dalam Mengelola Aktivitas Non-Value Added<\/h3>\n<ol data-start=\"4092\" data-end=\"4708\">\n<li data-start=\"4092\" data-end=\"4222\">\n<p data-start=\"4095\" data-end=\"4222\"><strong data-start=\"4095\" data-end=\"4117\">Pengurangan biaya:<\/strong>\u00a0Menghapus atau menyederhanakan aktivitas yang tidak bernilai tambah akan menurunkan biaya operasional.<\/p>\n<\/li>\n<li data-start=\"4223\" data-end=\"4349\">\n<p data-start=\"4226\" data-end=\"4349\"><strong data-start=\"4226\" data-end=\"4247\">Efisiensi proses:<\/strong>\u00a0Proses produksi menjadi lebih cepat dan lancar tanpa aktivitas yang membuang waktu dan sumber daya.<\/p>\n<\/li>\n<li data-start=\"4350\" data-end=\"4512\">\n<p data-start=\"4353\" data-end=\"4512\"><strong data-start=\"4353\" data-end=\"4374\">Peningkatan laba:<\/strong>\u00a0Dengan biaya lebih terkendali dan proses lebih efisien, laba perusahaan dapat meningkat meskipun volume penjualan tetap atau meningkat.<\/p>\n<\/li>\n<li data-start=\"4513\" data-end=\"4708\">\n<p data-start=\"4516\" data-end=\"4708\"><strong data-start=\"4516\" data-end=\"4541\">Fokus pada pelanggan:<\/strong>\u00a0Aktivitas yang ditingkatkan adalah aktivitas yang memberikan manfaat langsung bagi pelanggan, seperti kualitas produk, kecepatan pengiriman, dan layanan purna jual.<\/p>\n<\/li>\n<\/ol>\n<hr data-start=\"4710\" data-end=\"4713\" \/>\n<h2 data-start=\"4715\" data-end=\"4730\">Kesimpulan<\/h2>\n<p data-start=\"4732\" data-end=\"4978\"><strong data-start=\"4732\" data-end=\"4767\">Activity-Based Management (ABM)<\/strong>\u00a0adalah pendekatan manajemen yang efektif untuk meningkatkan efisiensi operasional perusahaan manufaktur. Dengan memanfaatkan informasi dari\u00a0<strong data-start=\"4908\" data-end=\"4940\">Activity-Based Costing (ABC)<\/strong>, ABM memungkinkan perusahaan untuk:<\/p>\n<ul data-start=\"4980\" data-end=\"5242\">\n<li data-start=\"4980\" data-end=\"5046\">\n<p data-start=\"4982\" data-end=\"5046\">Mengidentifikasi aktivitas yang tidak memberikan nilai tambah.<\/p>\n<\/li>\n<li data-start=\"5047\" data-end=\"5112\">\n<p data-start=\"5049\" data-end=\"5112\">Mengurangi pemborosan biaya dan aktivitas yang tidak efisien.<\/p>\n<\/li>\n<li data-start=\"5113\" data-end=\"5179\">\n<p data-start=\"5115\" data-end=\"5179\">Meningkatkan kualitas produk, layanan, dan kepuasan pelanggan.<\/p>\n<\/li>\n<li data-start=\"5180\" data-end=\"5242\">\n<p data-start=\"5182\" data-end=\"5242\">Meningkatkan profitabilitas perusahaan secara keseluruhan.<\/p>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p data-start=\"5244\" data-end=\"5617\">Contoh aktivitas non-value added dalam manufaktur, seperti\u00a0<strong data-start=\"5303\" data-end=\"5326\">persediaan berlebih<\/strong>\u00a0dan\u00a0<strong data-start=\"5331\" data-end=\"5364\">pemeriksaan kualitas berulang<\/strong>, dapat diatasi dengan ABM melalui\u00a0<strong data-start=\"5399\" data-end=\"5419\">perbaikan proses<\/strong>,\u00a0<strong data-start=\"5421\" data-end=\"5442\">pengendalian stok<\/strong>, dan\u00a0<strong data-start=\"5448\" data-end=\"5470\">pelatihan karyawan<\/strong>. Dengan penerapan ABM yang tepat, perusahaan dapat mengoptimalkan biaya, meningkatkan efisiensi, dan menciptakan keunggulan kompetitif di pasar.<\/p>\n<hr data-start=\"5619\" data-end=\"5622\" \/>\n<p data-start=\"5624\" data-end=\"5640\"><strong data-start=\"5624\" data-end=\"5638\">Referensi:<\/strong><\/p>\n<ol data-start=\"5642\" data-end=\"6091\">\n<li data-start=\"5642\" data-end=\"5800\">\n<p data-start=\"5645\" data-end=\"5800\">Kaplan, R. S., &amp; Cooper, R. (1998).\u00a0<em data-start=\"5681\" data-end=\"5766\">Cost &amp; Effect: Using Integrated Cost Systems to Drive Profitability and Performance<\/em>. Harvard Business School Press.<\/p>\n<\/li>\n<li data-start=\"5801\" data-end=\"5875\">\n<p data-start=\"5804\" data-end=\"5875\">Drury, C. (2013).\u00a0<em data-start=\"5822\" data-end=\"5854\">Management and Cost Accounting<\/em>. Cengage Learning.<\/p>\n<\/li>\n<li data-start=\"5876\" data-end=\"5985\">\n<p data-start=\"5879\" data-end=\"5985\">Horngren, C. T., Datar, S. M., &amp; Rajan, M. V. (2015).\u00a0<em data-start=\"5933\" data-end=\"5973\">Cost Accounting: A Managerial Emphasis<\/em>. Pearson.<\/p>\n<\/li>\n<li data-start=\"5986\" data-end=\"6091\">\n<p data-start=\"5989\" data-end=\"6091\">Turney, P. B. B. (1991).\u00a0<em data-start=\"6014\" data-end=\"6068\">Activity-Based Costing: The Performance Breakthrough<\/em>. Productivity Press.<\/p>\n<\/li>\n<\/ol>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Soal Lengkap: Sebuah perusahaan manufaktur mengalami penurunan laba meskipun volume penjualannya meningkat. Setelah dilakukan evaluasi awal, ditemukan bahwa banyak aktivitas yang tidak memberikan nilai tambah (non-value added activities) masih dilakukan secara rutin. Tim manajemen mempertimbangkan untuk menggunakan pendekatan Activity-Based Management (ABM) agar dapat mengidentifikasi dan mengelola aktivitas yang menyebabkan pemborosan biaya. 1. Jelaskan pengertian Activity-Based &#8230; <a title=\"APA Hubungan Antara Activity-Based Costing (ABC) dan ABM?\" class=\"read-more\" href=\"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/apa-hubungan-antara-activity-based-costing-abc-dan-abm\/\" aria-label=\"Baca selengkapnya tentang APA Hubungan Antara Activity-Based Costing (ABC) dan ABM?\">Baca Selengkapnya<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":74885,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[2],"tags":[],"class_list":["post-61801","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-wawasan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/61801","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=61801"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/61801\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/74885"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=61801"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=61801"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=61801"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}