{"id":62105,"date":"2025-10-27T09:24:57","date_gmt":"2025-10-27T02:24:57","guid":{"rendered":"https:\/\/www.domainjava.com\/blog\/?p=62105"},"modified":"2025-10-27T09:24:57","modified_gmt":"2025-10-27T02:24:57","slug":"arti-boyong-dalam-bahasa-sunda","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/arti-boyong-dalam-bahasa-sunda\/","title":{"rendered":"Arti Boyong dalam Bahasa Sunda: Makna, Sejarah, dan Penggunaan Lengkap"},"content":{"rendered":"<p data-start=\"334\" data-end=\"408\">Arti Boyong dalam Bahasa Sunda: Makna, Sejarah, dan Penggunaan Lengkap &#8211;\u00a0Kata\u00a0<strong data-start=\"415\" data-end=\"427\">\u201cboyong\u201d<\/strong>\u00a0mungkin terdengar sederhana, tapi sebenarnya punya makna yang kaya, terutama dalam bahasa Sunda. Banyak orang sering menggunakan istilah ini di kehidupan sehari-hari, terutama di lingkungan pesantren, keluarga, atau masyarakat Sunda. Dari anak-anak sampai orang dewasa, istilah boyong sudah menjadi bagian dari kosakata yang familiar. Dalam artikel ini, kita akan membahas secara lengkap arti boyong, asal-usulnya, penggunaannya untuk orang dan benda, istilah terkait, serta pengalaman dan tips adaptasi ketika boyong.<\/p>\n<hr data-start=\"950\" data-end=\"953\" \/>\n<h2 data-start=\"955\" data-end=\"996\">1. Sejarah dan Asal-usul Kata Boyong<\/h2>\n<p data-start=\"998\" data-end=\"1238\">Sebelum kita membahas <a class=\"wpil_keyword_link\" href=\"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/tag\/arti-kata\/\" target=\"_blank\"  rel=\"noopener\" title=\"Arti Kata\" data-wpil-keyword-link=\"linked\"  data-wpil-monitor-id=\"3449\">arti kata<\/a> boyong dalam bahasa Sunda, menarik untuk melihat\u00a0<strong data-start=\"1079\" data-end=\"1101\">asal-usul kata ini<\/strong>. Kata \u201cboyong\u201d berasal dari bahasa Jawa dan Sunda yang memiliki makna\u00a0<strong data-start=\"1172\" data-end=\"1235\">pindah atau membawa sesuatu dari satu tempat ke tempat lain<\/strong>.<\/p>\n<p data-start=\"1240\" data-end=\"1607\">Dalam sejarahnya, istilah ini sudah digunakan sejak zaman dahulu, terutama di daerah pedesaan, ketika orang sering berpindah rumah, memindahkan barang-barang pertanian, atau ketika santri pindah dari satu pondok ke pondok lain. Di Sunda, kata boyong tidak hanya digunakan untuk orang, tetapi juga benda, yang membuatnya lebih fleksibel dalam penggunaan sehari-hari.<\/p>\n<p data-start=\"1609\" data-end=\"1865\">Selain itu, kata boyong memiliki akar kata yang berkaitan dengan aktivitas fisik\u2014yaitu\u00a0<strong data-start=\"1696\" data-end=\"1751\">memindahkan sesuatu dari satu lokasi ke lokasi lain<\/strong>. Konteks ini berbeda dengan kata \u201cpindah\u201d dalam bahasa Indonesia, yang lebih sering digunakan untuk orang saja.<\/p>\n<hr data-start=\"1867\" data-end=\"1870\" \/>\n<h2 data-start=\"1872\" data-end=\"1910\">2. Arti Boyong dalam Bahasa Sunda<\/h2>\n<p data-start=\"1912\" data-end=\"2047\">Dalam bahasa Sunda,\u00a0<strong data-start=\"1932\" data-end=\"1978\">boyong berarti pindah atau membawa sesuatu<\/strong>. Kata ini bisa dipakai baik untuk manusia maupun benda. Contohnya:<\/p>\n<ul data-start=\"2049\" data-end=\"2186\">\n<li data-start=\"2049\" data-end=\"2122\">\n<p data-start=\"2051\" data-end=\"2122\">\u201cAbdi bade boyong buku ka imah.\u201d \u2192 \u201cSaya akan membawa buku ke rumah.\u201d<\/p>\n<\/li>\n<li data-start=\"2123\" data-end=\"2186\">\n<p data-start=\"2125\" data-end=\"2186\">\u201cAnaking boyong ti sakola.\u201d \u2192 \u201cAnakmu pindah dari sekolah.\u201d<\/p>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p data-start=\"2188\" data-end=\"2390\">Makna ini menekankan\u00a0<strong data-start=\"2209\" data-end=\"2246\">tindakan memindahkan atau membawa<\/strong>, bukan sekadar perubahan lokasi secara pasif. Jadi, ketika seseorang boyong, artinya dia\u00a0<strong data-start=\"2336\" data-end=\"2387\">aktif memindahkan dirinya atau barang-barangnya<\/strong>.<\/p>\n<p data-start=\"2392\" data-end=\"2628\">Kata ini juga dipakai dalam konteks\u00a0<strong data-start=\"2428\" data-end=\"2454\">pesantren atau sekolah<\/strong>, di mana santri yang pindah dari satu pondok ke pondok lain dikatakan \u201cboyong\u201d. Dalam masyarakat Sunda, istilah ini sudah melekat sebagai bagian dari kosakata sehari-hari.<\/p>\n<hr data-start=\"2630\" data-end=\"2633\" \/>\n<h2 data-start=\"2635\" data-end=\"2671\">3. Boyong untuk Orang dan Benda<\/h2>\n<p data-start=\"2673\" data-end=\"2808\">Salah satu keunikan kata boyong adalah fleksibilitasnya. Kata ini bisa digunakan untuk\u00a0<strong data-start=\"2760\" data-end=\"2782\">orang maupun benda<\/strong>, tergantung konteksnya.<\/p>\n<h3 data-start=\"2810\" data-end=\"2837\">a. Boyong untuk Orang<\/h3>\n<p data-start=\"2839\" data-end=\"2999\">Ketika seorang santri pindah dari satu pondok ke pondok lain, atau seseorang pindah dari satu rumah ke rumah lain, istilah yang tepat adalah boyong. Misalnya:<\/p>\n<ul data-start=\"3001\" data-end=\"3219\">\n<li data-start=\"3001\" data-end=\"3105\">\n<p data-start=\"3003\" data-end=\"3105\">\u201cSantri eta boyong ka pondok anyar minggu kamari.\u201d \u2192 \u201cSantri itu pindah ke pondok baru minggu lalu.\u201d<\/p>\n<\/li>\n<li data-start=\"3106\" data-end=\"3219\">\n<p data-start=\"3108\" data-end=\"3219\">\u201cMang Asep boyong ti kampungna ka kota pikeun damel.\u201d \u2192 \u201cPak Asep pindah dari desanya ke kota untuk bekerja.\u201d<\/p>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p data-start=\"3221\" data-end=\"3343\">Dalam konteks ini, boyong\u00a0<strong data-start=\"3247\" data-end=\"3294\">menunjukkan proses perpindahan secara aktif<\/strong>, bukan hanya sekadar perubahan tempat tinggal.<\/p>\n<h3 data-start=\"3345\" data-end=\"3372\">b. Boyong untuk Benda<\/h3>\n<p data-start=\"3374\" data-end=\"3445\">Selain orang, kata boyong juga bisa digunakan untuk benda. Contohnya:<\/p>\n<ul data-start=\"3447\" data-end=\"3638\">\n<li data-start=\"3447\" data-end=\"3522\">\n<p data-start=\"3449\" data-end=\"3522\">\u201cSadayana boyong ka imah anyar.\u201d \u2192 \u201cSemua barang dibawa ke rumah baru.\u201d<\/p>\n<\/li>\n<li data-start=\"3523\" data-end=\"3638\">\n<p data-start=\"3525\" data-end=\"3638\">\u201cBuku-buku sareng alat tulis parantos boyong ti pondok.\u201d \u2192 \u201cBuku-buku dan alat tulis sudah dibawa dari pondok.\u201d<\/p>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p data-start=\"3640\" data-end=\"3776\">Penggunaan ini menunjukkan bahwa boyong bukan hanya tentang orang, tetapi juga tentang\u00a0<strong data-start=\"3727\" data-end=\"3773\">aktivitas memindahkan barang atau properti<\/strong>.<\/p>\n<hr data-start=\"3778\" data-end=\"3781\" \/>\n<h2 data-start=\"3783\" data-end=\"3818\">4. Variasi Kata Terkait Boyong<\/h2>\n<p data-start=\"3820\" data-end=\"3916\">Selain kata boyong, dalam bahasa Sunda ada beberapa istilah yang terkait dan sering digunakan:<\/p>\n<ol data-start=\"3918\" data-end=\"4485\">\n<li data-start=\"3918\" data-end=\"4126\">\n<p data-start=\"3921\" data-end=\"3992\"><strong data-start=\"3921\" data-end=\"3933\">Boyongan<\/strong>\u00a0\u2192 proses atau kegiatan membawa\/pindah barang atau orang.<\/p>\n<ul data-start=\"3996\" data-end=\"4126\">\n<li data-start=\"3996\" data-end=\"4126\">\n<p data-start=\"3998\" data-end=\"4126\">Contoh: \u201cBoyongan ti pondok ka pondok san\u00e9s parantos r\u00e9ngs\u00e9.\u201d \u2192 \u201cProses pindah dari satu pondok ke pondok lain sudah selesai.\u201d<\/p>\n<\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n<li data-start=\"4128\" data-end=\"4328\">\n<p data-start=\"4131\" data-end=\"4203\"><strong data-start=\"4131\" data-end=\"4145\">Ngarboyong<\/strong>\u00a0\u2192 kata kerja aktif, berarti melakukan aktivitas boyong.<\/p>\n<ul data-start=\"4207\" data-end=\"4328\">\n<li data-start=\"4207\" data-end=\"4328\">\n<p data-start=\"4209\" data-end=\"4328\">Contoh: \u201cSim kuring bade ngarboyong sadayana barang ka imah anyar.\u201d \u2192 \u201cSaya akan membawa semua barang ke rumah baru.\u201d<\/p>\n<\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n<li data-start=\"4330\" data-end=\"4485\">\n<p data-start=\"4333\" data-end=\"4398\"><strong data-start=\"4333\" data-end=\"4350\">Ngaboyongkeun<\/strong>\u00a0\u2192 membuat atau memfasilitasi kegiatan boyong.<\/p>\n<ul data-start=\"4402\" data-end=\"4485\">\n<li data-start=\"4402\" data-end=\"4485\">\n<p data-start=\"4404\" data-end=\"4485\">Contoh: \u201cIbu ngaboyongkeun koper ka mobil.\u201d \u2192 \u201cIbu memindahkan koper ke mobil.\u201d<\/p>\n<\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n<\/ol>\n<p data-start=\"4487\" data-end=\"4647\">Dengan variasi kata ini, bahasa Sunda memberikan fleksibilitas dalam menyampaikan aktivitas memindahkan atau membawa sesuatu, baik untuk manusia maupun benda.<\/p>\n<hr data-start=\"4649\" data-end=\"4652\" \/>\n<h2 data-start=\"4654\" data-end=\"4690\">5. Kata-Kata Boyong dari Pondok<\/h2>\n<p data-start=\"4692\" data-end=\"4867\">Dalam budaya pesantren, boyongan sering diiringi dengan\u00a0<strong data-start=\"4748\" data-end=\"4792\">kata-kata perpisahan atau pesan semangat<\/strong>. Ini memberi dukungan moral bagi santri yang pindah. Beberapa contohnya:<\/p>\n<ul data-start=\"4869\" data-end=\"5071\">\n<li data-start=\"4869\" data-end=\"4903\">\n<p data-start=\"4871\" data-end=\"4903\">\u201cSemoga betah di tempat baru.\u201d<\/p>\n<\/li>\n<li data-start=\"4904\" data-end=\"4958\">\n<p data-start=\"4906\" data-end=\"4958\">\u201cBoyongan bukan akhir, tapi awal pengalaman baru.\u201d<\/p>\n<\/li>\n<li data-start=\"4959\" data-end=\"5008\">\n<p data-start=\"4961\" data-end=\"5008\">\u201cJangan lupa doa dan tetap semangat belajar.\u201d<\/p>\n<\/li>\n<li data-start=\"5009\" data-end=\"5071\">\n<p data-start=\"5011\" data-end=\"5071\">\u201cNanti balik lagi ya, cerita pengalamanmu di pondok baru.\u201d<\/p>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p data-start=\"5073\" data-end=\"5193\">Kata-kata ini menunjukkan bahwa boyong bukan sekadar perpindahan fisik, tapi juga\u00a0<strong data-start=\"5155\" data-end=\"5190\">perjalanan emosional dan sosial<\/strong>.<\/p>\n<hr data-start=\"5195\" data-end=\"5198\" \/>\n<h2 data-start=\"5200\" data-end=\"5232\">6. Cerita Pengalaman Boyong<\/h2>\n<p data-start=\"5234\" data-end=\"5496\">Banyak santri memiliki pengalaman unik saat boyong dari pondok. Misalnya, seorang santri bercerita bahwa ketika boyong dari pondok lama ke pondok baru, ia harus menyesuaikan diri dengan teman baru, jadwal belajar yang berbeda, dan cara guru mengajar yang baru.<\/p>\n<p data-start=\"5498\" data-end=\"5780\">Selain itu, ada juga cerita lucu ketika santri membawa terlalu banyak barang, sehingga teman-temannya membantu menata koper atau tas agar mudah dibawa. Pengalaman seperti ini menunjukkan bahwa boyong bukan hanya perpindahan fisik, tapi juga\u00a0<strong data-start=\"5739\" data-end=\"5777\">momen belajar hidup dan kerja sama<\/strong>.<\/p>\n<hr data-start=\"5782\" data-end=\"5785\" \/>\n<h2 data-start=\"5787\" data-end=\"5820\">7. Tips Adaptasi Saat Boyong<\/h2>\n<p data-start=\"5822\" data-end=\"5955\">Boyong, terutama untuk santri atau orang yang pindah rumah, bisa jadi tantangan. Berikut beberapa tips supaya adaptasi lebih mudah:<\/p>\n<ol data-start=\"5957\" data-end=\"6547\">\n<li data-start=\"5957\" data-end=\"6079\">\n<p data-start=\"5960\" data-end=\"6079\"><strong data-start=\"5960\" data-end=\"5986\">Kenali Lingkungan Baru<\/strong><br data-start=\"5986\" data-end=\"5989\" \/>Pelajari aturan, budaya, dan kebiasaan di tempat baru supaya cepat menyesuaikan diri.<\/p>\n<\/li>\n<li data-start=\"6081\" data-end=\"6202\">\n<p data-start=\"6084\" data-end=\"6202\"><strong data-start=\"6084\" data-end=\"6110\">Bawa Barang Secukupnya<\/strong><br data-start=\"6110\" data-end=\"6113\" \/>Jangan terlalu banyak membawa barang supaya proses boyongan lebih mudah dan praktis.<\/p>\n<\/li>\n<li data-start=\"6204\" data-end=\"6298\">\n<p data-start=\"6207\" data-end=\"6298\"><strong data-start=\"6207\" data-end=\"6227\">Jalin Komunikasi<\/strong><br data-start=\"6227\" data-end=\"6230\" \/>Kenali teman baru dan tetap jaga silaturahmi dengan teman lama.<\/p>\n<\/li>\n<li data-start=\"6300\" data-end=\"6408\">\n<p data-start=\"6303\" data-end=\"6408\"><strong data-start=\"6303\" data-end=\"6329\">Tetap Semangat Belajar<\/strong><br data-start=\"6329\" data-end=\"6332\" \/>Boyongan bisa bikin stres, tapi jangan sampai semangat belajar menurun.<\/p>\n<\/li>\n<li data-start=\"6410\" data-end=\"6547\">\n<p data-start=\"6413\" data-end=\"6547\"><strong data-start=\"6413\" data-end=\"6439\">Bersabar dan Fleksibel<\/strong><br data-start=\"6439\" data-end=\"6442\" \/>Adaptasi membutuhkan waktu. Bersabar dan fleksibel akan membantu proses penyesuaian berjalan lancar.<\/p>\n<\/li>\n<\/ol>\n<hr data-start=\"6549\" data-end=\"6552\" \/>\n<h2 data-start=\"6554\" data-end=\"6572\">8. Kesimpulan<\/h2>\n<p data-start=\"6574\" data-end=\"6859\">Secara keseluruhan, kata\u00a0<strong data-start=\"6599\" data-end=\"6628\">boyong dalam bahasa Sunda<\/strong>\u00a0memiliki makna\u00a0<strong data-start=\"6644\" data-end=\"6707\">pindah atau membawa sesuatu dari satu tempat ke tempat lain<\/strong>, baik itu orang maupun benda. Kata ini fleksibel dan digunakan dalam berbagai konteks, mulai dari keseharian masyarakat Sunda hingga dunia pesantren.<\/p>\n<p data-start=\"6861\" data-end=\"7089\">Boyong bukan hanya sekadar perpindahan fisik, tetapi juga\u00a0<strong data-start=\"6919\" data-end=\"6982\">pengalaman baru, tantangan adaptasi, dan momen pembelajaran<\/strong>. Kata-kata dukungan, pengalaman unik, dan tips adaptasi semua menjadi bagian penting dari proses boyong.<\/p>\n<p data-start=\"7091\" data-end=\"7297\">Dengan memahami arti boyong, kita bisa lebih menghargai\u00a0<strong data-start=\"7147\" data-end=\"7172\">kearifan bahasa Sunda<\/strong>\u00a0dan belajar bahwa setiap perpindahan\u2014apapun bentuknya\u2014adalah kesempatan untuk tumbuh, belajar, dan menjalin hubungan baru.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Arti Boyong dalam Bahasa Sunda: Makna, Sejarah, dan Penggunaan Lengkap &#8211;\u00a0Kata\u00a0\u201cboyong\u201d\u00a0mungkin terdengar sederhana, tapi sebenarnya punya makna yang kaya, terutama dalam bahasa Sunda. Banyak orang sering menggunakan istilah ini di kehidupan sehari-hari, terutama di lingkungan pesantren, keluarga, atau masyarakat Sunda. Dari anak-anak sampai orang dewasa, istilah boyong sudah menjadi bagian dari kosakata yang familiar. Dalam &#8230; <a title=\"Arti Boyong dalam Bahasa Sunda: Makna, Sejarah, dan Penggunaan Lengkap\" class=\"read-more\" href=\"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/arti-boyong-dalam-bahasa-sunda\/\" aria-label=\"Baca selengkapnya tentang Arti Boyong dalam Bahasa Sunda: Makna, Sejarah, dan Penggunaan Lengkap\">Read more<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[2],"tags":[],"class_list":["post-62105","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-wawasan"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO Premium plugin v27.3 (Yoast SEO v27.7) - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-premium-wordpress\/ -->\n<title>Arti Boyong dalam Bahasa Sunda: Makna, Sejarah, dan Penggunaan Lengkap - DomainJava Blog<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/arti-boyong-dalam-bahasa-sunda\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Arti Boyong dalam Bahasa Sunda: Makna, Sejarah, dan Penggunaan Lengkap\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Arti Boyong dalam Bahasa Sunda: Makna, Sejarah, dan Penggunaan Lengkap &#8211;\u00a0Kata\u00a0\u201cboyong\u201d\u00a0mungkin terdengar sederhana, tapi sebenarnya punya makna yang kaya, terutama dalam bahasa Sunda. Banyak orang sering menggunakan istilah ini di kehidupan sehari-hari, terutama di lingkungan pesantren, keluarga, atau masyarakat Sunda. Dari anak-anak sampai orang dewasa, istilah boyong sudah menjadi bagian dari kosakata yang familiar. Dalam ... Read more\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/arti-boyong-dalam-bahasa-sunda\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"DomainJava Blog\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2025-10-27T02:24:57+00:00\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"DomainJava\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"DomainJava\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"5 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.domainjava.com\\\/id\\\/blog\\\/arti-boyong-dalam-bahasa-sunda\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.domainjava.com\\\/id\\\/blog\\\/arti-boyong-dalam-bahasa-sunda\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"DomainJava\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.domainjava.com\\\/id\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/3c243940a5e3e43cffa1312a02aafeaf\"},\"headline\":\"Arti Boyong dalam Bahasa Sunda: Makna, Sejarah, dan Penggunaan Lengkap\",\"datePublished\":\"2025-10-27T02:24:57+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.domainjava.com\\\/id\\\/blog\\\/arti-boyong-dalam-bahasa-sunda\\\/\"},\"wordCount\":932,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.domainjava.com\\\/id\\\/blog\\\/#organization\"},\"articleSection\":[\"Wawasan\"],\"inLanguage\":\"id\",\"copyrightYear\":\"2025\",\"copyrightHolder\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.domainjava.com\\\/id\\\/blog\\\/#organization\"}},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.domainjava.com\\\/id\\\/blog\\\/arti-boyong-dalam-bahasa-sunda\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.domainjava.com\\\/id\\\/blog\\\/arti-boyong-dalam-bahasa-sunda\\\/\",\"name\":\"Arti Boyong dalam Bahasa Sunda: Makna, Sejarah, dan Penggunaan Lengkap - DomainJava Blog\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.domainjava.com\\\/id\\\/blog\\\/#website\"},\"datePublished\":\"2025-10-27T02:24:57+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.domainjava.com\\\/id\\\/blog\\\/arti-boyong-dalam-bahasa-sunda\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/www.domainjava.com\\\/id\\\/blog\\\/arti-boyong-dalam-bahasa-sunda\\\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.domainjava.com\\\/id\\\/blog\\\/arti-boyong-dalam-bahasa-sunda\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Beranda\",\"item\":\"https:\\\/\\\/www.domainjava.com\\\/id\\\/blog\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Wawasan\",\"item\":\"https:\\\/\\\/www.domainjava.com\\\/id\\\/blog\\\/category\\\/wawasan\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":3,\"name\":\"Arti Boyong dalam Bahasa Sunda: Makna, Sejarah, dan Penggunaan Lengkap\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.domainjava.com\\\/id\\\/blog\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.domainjava.com\\\/id\\\/blog\\\/\",\"name\":\"DomainJava Blog\",\"description\":\"Inspiration For You\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.domainjava.com\\\/id\\\/blog\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/www.domainjava.com\\\/id\\\/blog\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.domainjava.com\\\/id\\\/blog\\\/#organization\",\"name\":\"DomainJava\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.domainjava.com\\\/id\\\/blog\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.domainjava.com\\\/id\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.domainjava.com\\\/id\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/06\\\/Domain-Java.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/www.domainjava.com\\\/id\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/06\\\/Domain-Java.png\",\"width\":512,\"height\":512,\"caption\":\"DomainJava\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.domainjava.com\\\/id\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.domainjava.com\\\/id\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/3c243940a5e3e43cffa1312a02aafeaf\",\"name\":\"DomainJava\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.domainjava.com\\\/id\\\/blog\\\/wp-content\\\/litespeed\\\/avatar\\\/d883fd2eba9c8d531a4346562d630089.jpg?ver=1780683634\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.domainjava.com\\\/id\\\/blog\\\/wp-content\\\/litespeed\\\/avatar\\\/d883fd2eba9c8d531a4346562d630089.jpg?ver=1780683634\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/www.domainjava.com\\\/id\\\/blog\\\/wp-content\\\/litespeed\\\/avatar\\\/d883fd2eba9c8d531a4346562d630089.jpg?ver=1780683634\",\"caption\":\"DomainJava\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/www.domainjava.com\\\/id\\\/blog\"],\"url\":\"https:\\\/\\\/www.domainjava.com\\\/id\\\/blog\\\/author\\\/domainjava\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO Premium plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Arti Boyong dalam Bahasa Sunda: Makna, Sejarah, dan Penggunaan Lengkap - DomainJava Blog","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/arti-boyong-dalam-bahasa-sunda\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Arti Boyong dalam Bahasa Sunda: Makna, Sejarah, dan Penggunaan Lengkap","og_description":"Arti Boyong dalam Bahasa Sunda: Makna, Sejarah, dan Penggunaan Lengkap &#8211;\u00a0Kata\u00a0\u201cboyong\u201d\u00a0mungkin terdengar sederhana, tapi sebenarnya punya makna yang kaya, terutama dalam bahasa Sunda. Banyak orang sering menggunakan istilah ini di kehidupan sehari-hari, terutama di lingkungan pesantren, keluarga, atau masyarakat Sunda. Dari anak-anak sampai orang dewasa, istilah boyong sudah menjadi bagian dari kosakata yang familiar. Dalam ... Read more","og_url":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/arti-boyong-dalam-bahasa-sunda\/","og_site_name":"DomainJava Blog","article_published_time":"2025-10-27T02:24:57+00:00","author":"DomainJava","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"DomainJava","Estimasi waktu membaca":"5 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/arti-boyong-dalam-bahasa-sunda\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/arti-boyong-dalam-bahasa-sunda\/"},"author":{"name":"DomainJava","@id":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/#\/schema\/person\/3c243940a5e3e43cffa1312a02aafeaf"},"headline":"Arti Boyong dalam Bahasa Sunda: Makna, Sejarah, dan Penggunaan Lengkap","datePublished":"2025-10-27T02:24:57+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/arti-boyong-dalam-bahasa-sunda\/"},"wordCount":932,"publisher":{"@id":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/#organization"},"articleSection":["Wawasan"],"inLanguage":"id","copyrightYear":"2025","copyrightHolder":{"@id":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/#organization"}},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/arti-boyong-dalam-bahasa-sunda\/","url":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/arti-boyong-dalam-bahasa-sunda\/","name":"Arti Boyong dalam Bahasa Sunda: Makna, Sejarah, dan Penggunaan Lengkap - DomainJava Blog","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/#website"},"datePublished":"2025-10-27T02:24:57+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/arti-boyong-dalam-bahasa-sunda\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/arti-boyong-dalam-bahasa-sunda\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/arti-boyong-dalam-bahasa-sunda\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Beranda","item":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Wawasan","item":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/category\/wawasan\/"},{"@type":"ListItem","position":3,"name":"Arti Boyong dalam Bahasa Sunda: Makna, Sejarah, dan Penggunaan Lengkap"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/#website","url":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/","name":"DomainJava Blog","description":"Inspiration For You","publisher":{"@id":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/#organization","name":"DomainJava","url":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/Domain-Java.png","contentUrl":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/Domain-Java.png","width":512,"height":512,"caption":"DomainJava"},"image":{"@id":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/#\/schema\/person\/3c243940a5e3e43cffa1312a02aafeaf","name":"DomainJava","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/wp-content\/litespeed\/avatar\/d883fd2eba9c8d531a4346562d630089.jpg?ver=1780683634","url":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/wp-content\/litespeed\/avatar\/d883fd2eba9c8d531a4346562d630089.jpg?ver=1780683634","contentUrl":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/wp-content\/litespeed\/avatar\/d883fd2eba9c8d531a4346562d630089.jpg?ver=1780683634","caption":"DomainJava"},"sameAs":["https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog"],"url":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/author\/domainjava\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/62105","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=62105"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/62105\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=62105"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=62105"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=62105"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}