{"id":64664,"date":"2025-11-15T11:06:50","date_gmt":"2025-11-15T04:06:50","guid":{"rendered":"https:\/\/www.domainjava.com\/blog\/?p=64664"},"modified":"2025-11-15T11:06:50","modified_gmt":"2025-11-15T04:06:50","slug":"kerajaan-majapahit","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/kerajaan-majapahit\/","title":{"rendered":"Kerajaan Majapahit: Kemaharajaan Hindu-Buddha di Nusantara"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Majapahit (bahasa Jawa: \ua9a9\ua997\ua9a5\ua9b2\ua9b6\ua9a0\ua9c0, translit.&nbsp;M\u00e5j\u00e5pahit; pelafalan: [m\u0254d\u0361\u0292\u0254pa\u026at] dialek timur dan tengah, atau [mad\u0361\u0292apa\u026at] dialek barat), yang juga dikenal dengan sebutan&nbsp;<strong>Wilwatikta<\/strong>, adalah sebuah kemaharajaan Hindu-Buddha yang berbasis di pulau Jawa, Indonesia. Didirikan pada akhir abad ke-13 oleh&nbsp;<strong>Raden Wijaya<\/strong>, <a class=\"wpil_keyword_link\" href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Majapahit\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\" title=\"Majapahit\" data-wpil-keyword-link=\"linked\" data-wpil-monitor-id=\"3702\">Majapahit<\/a> tumbuh menjadi salah satu kerajaan terbesar di Asia Tenggara pada abad ke-14.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pada masa kejayaannya, Majapahit melakukan ekspansi militer dan diplomasi yang luas hingga wilayahnya meliputi hampir seluruh Nusantara, termasuk sebagian Asia Tenggara. Wilayah kekuasaannya, menurut naskah&nbsp;<em>Nagarakretagama<\/em>&nbsp;(1365), meliputi 98 wilayah kekuasaan dari Sumatra hingga Papua, termasuk Singapura, Malaysia, Brunei, Thailand selatan, Timor Leste, dan Filipina barat daya. Majapahit mempraktikkan sistem&nbsp;<em>mandala<\/em>, di mana kerajaan bawahan mengirim upeti tahunan tetapi tetap mempertahankan kedaulatan budaya dan politiknya sendiri.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sebagai salah satu kerajaan Hindu-Buddha terakhir di Nusantara, Majapahit dianggap sebagai tonggak sejarah penting bagi perkembangan politik, budaya, dan ekonomi Indonesia. Warisan Majapahit bahkan dijadikan inspirasi dalam pembentukan Negara Kesatuan Republik Indonesia modern.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Melalui artikel ini, kita akan menelusuri sejarah, pemerintahan, dan warisan budaya yang ditinggalkan oleh Kerajaan Majapahit, yang hingga kini masih meninggalkan jejak yang kuat dalam identitas bangsa.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Kerajaan Majapahit<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Kerajaan Majapahit<\/strong>&nbsp;adalah salah satu kerajaan terbesar dalam sejarah Nusantara. Didirikan pada akhir abad ke-13 di Jawa Timur, Majapahit dikenal karena kejayaannya yang meliputi hampir seluruh wilayah kepulauan Indonesia modern, pengaruh politik yang luas, dan perkembangan budaya yang tinggi. Artikel ini membahas sejarah, pemerintahan, kehidupan sosial, budaya, ekonomi, militer, ekspansi wilayah, kemunduran, dan warisan Kerajaan Majapahit.<\/p>\n\n\n\n<hr class=\"wp-block-separator has-alpha-channel-opacity\" \/>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Latar Belakang dan Sejarah Kerajaan Majapahit<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Asal-usul dan Pendirian<\/strong><br>Majapahit didirikan pada tahun 1293 oleh Raden Wijaya setelah mengalahkan penguasa Singhasari, Jayakatwang, dengan bantuan pasukan Mongol. Nama&nbsp;<em>Majapahit<\/em>&nbsp;diambil dari buah&nbsp;<strong>maja pahit<\/strong>&nbsp;yang ditemukan di lokasi ibu kota baru. Raden Wijaya memanfaatkan situasi politik saat itu untuk mendirikan kerajaan baru yang lebih kuat dan terorganisir.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Masa Kejayaan: Era Hayam Wuruk<\/strong><br>Puncak kejayaan Majapahit terjadi di masa pemerintahan Hayam Wuruk (1350\u20131389) bersama Mahapatih Gajah Mada. Gajah Mada terkenal melalui&nbsp;<strong>Sumpah Palapa<\/strong>, janji untuk menyatukan Nusantara di bawah kekuasaan Majapahit. Sumber sejarah seperti&nbsp;<strong>Nagarakretagama<\/strong>&nbsp;mencatat rincian wilayah, politik, dan budaya kerajaan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Masa Setelah Hayam Wuruk<\/strong><br>Setelah wafatnya Hayam Wuruk, Majapahit mengalami konflik internal. Perang Paregreg (1404\u20131406) melemahkan stabilitas politik, dan kerajaan bawahan mulai merdeka. Pengaruh Islam di pesisir utara Jawa dan munculnya Kesultanan Demak mempercepat kemunduran Majapahit.<\/p>\n\n\n\n<hr class=\"wp-block-separator has-alpha-channel-opacity\" \/>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Struktur Pemerintahan Majapahit<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Monarki dan Peran Raja<\/strong><br>Majapahit adalah monarki dengan raja sebagai pusat kekuasaan politik dan spiritual. Raja memimpin pemerintahan dan dianggap sebagai simbol kosmik yang memelihara keseimbangan antara manusia, alam, dan dewa.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Mahapatih dan Birokrasi<\/strong><br>Raja dibantu oleh Mahapatih, pejabat tertinggi yang memegang wewenang administratif dan militer. Tugas Mahapatih mencakup mengatur pemerintahan sehari-hari, melaksanakan kebijakan raja, dan memimpin ekspansi wilayah.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Wilayah Kekuasaan dan Sistem Mandala<\/strong><br>Majapahit mengatur wilayah melalui kerajaan bawahan atau&nbsp;<em>mandala<\/em>, yang tetap memiliki otonomi namun memberikan upeti dan mengakui supremasi pusat. Sistem ini memungkinkan pengelolaan wilayah yang luas secara efisien.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Hukum dan Sistem Sosial<\/strong><br>Majapahit memadukan hukum adat dan hukum Hindu-Buddha, menciptakan stabilitas sosial dan diterima oleh masyarakat yang berbeda budaya.<\/p>\n\n\n\n<hr class=\"wp-block-separator has-alpha-channel-opacity\" \/>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Kehidupan Sosial dan Budaya<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Struktur Masyarakat<\/strong><br>Masyarakat Majapahit terbagi menjadi bangsawan, pedagang, petani, nelayan, serta tentara dan pegawai kerajaan. Keberagaman budaya dan agama, terutama Hindu dan Buddha, diterima secara toleran.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Seni dan Arsitektur<\/strong><br>Candi dan situs Trowulan, seperti Candi Tikus dan Candi Bajang Ratu, menunjukkan keahlian Majapahit dalam arsitektur, seni ukir, dan patung.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Sastra dan Pendidikan<\/strong><br>Sastra Majapahit seperti Nagarakretagama dan Pararaton mencatat sejarah politik, sosial, dan budaya. Pendidikan bersifat keagamaan dan berbasis istana.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Peran Perempuan<\/strong><br>Perempuan memiliki peran dalam perdagangan, seni, dan kegiatan sosial. Bukti arkeologis menunjukkan keterlibatan perempuan dalam posisi strategis di istana dan ekonomi.<\/p>\n\n\n\n<hr class=\"wp-block-separator has-alpha-channel-opacity\" \/>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Ekonomi dan Perdagangan<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Pertanian<\/strong><br>Pertanian menjadi tulang punggung ekonomi, dengan sistem irigasi, terasering, dan kanal yang maju. Padi menjadi komoditas utama, didukung tanaman palawija dan buah-buahan lokal.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Perdagangan Maritim<\/strong><br>Majapahit menguasai jalur perdagangan strategis di Asia Tenggara. Komoditas utama: rempah-rempah, logam mulia, tekstil, dan kerajinan tangan. Pelabuhan di Jawa Timur, Bali, dan pesisir Sumatra menjadi pusat perdagangan internasional.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Sistem Pajak dan Upeti<\/strong><br>Kerajaan memperoleh pendapatan dari pajak, hasil bumi, dan upeti dari kerajaan bawahan untuk membiayai pembangunan, militer, dan kegiatan budaya.<\/p>\n\n\n\n<hr class=\"wp-block-separator has-alpha-channel-opacity\" \/>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Militer dan Ekspansi Wilayah<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Organisasi Militer<\/strong><br>Majapahit memiliki infanteri, pasukan gajah, dan armada laut yang terorganisir, serta strategi yang menggabungkan kekuatan militer, diplomasi, dan aliansi politik.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Wilayah Kekuasaan<\/strong><br>Majapahit menguasai wilayah luas, termasuk Pulau Jawa, Bali, Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, Tumasik, dan sebagian Filipina.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Armada Laut<\/strong><br>Armada laut digunakan untuk mengamankan jalur perdagangan, mengontrol wilayah, dan memperluas pengaruh di kepulauan Nusantara.<\/p>\n\n\n\n<hr class=\"wp-block-separator has-alpha-channel-opacity\" \/>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Kemunduran Kerajaan Majapahit<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Konflik Internal<\/strong><br>Perang Paregreg melemahkan stabilitas politik, dengan pertikaian keluarga kerajaan dan pejabat tinggi.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Pengaruh Eksternal<\/strong><br>Munculnya Kesultanan Demak dan pengaruh Islam di pesisir utara Jawa menggeser pusat kekuasaan Majapahit. Perubahan jalur perdagangan juga mengurangi dominasi ekonomi.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Runtuhnya Kerajaan<\/strong><br>Majapahit kehilangan kontrol atas wilayah bawahan dan runtuh pada awal abad ke-16, meski warisan budaya, politik, dan sosial tetap dikenang.<\/p>\n\n\n\n<hr class=\"wp-block-separator has-alpha-channel-opacity\" \/>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Warisan Kerajaan Majapahit<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Budaya dan Seni<\/strong><br>Candi, relief, patung, dan sastra tetap menjadi inspirasi budaya Jawa modern. Seni ukir dan arsitektur menunjukkan identitas artistik Nusantara.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Politik dan Administrasi<\/strong><br>Sistem pemerintahan monarki dengan jaringan kerajaan bawahan menjadi model tata kelola wilayah yang efisien.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Ekonomi<\/strong><br>Penguasaan jalur perdagangan maritim, pelabuhan strategis, dan teknik pertanian maju menjadi warisan ekonomi Majapahit.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Identitas Nasional<\/strong><br>Majapahit menjadi simbol persatuan Nusantara. Logo Garuda <a class=\"wpil_keyword_link\" href=\"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/tag\/pancasila\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\" title=\"Pancasila\" data-wpil-keyword-link=\"linked\" data-wpil-monitor-id=\"3877\">Pancasila<\/a> terinspirasi dari lambang Majapahit.<\/p>\n\n\n\n<hr class=\"wp-block-separator has-alpha-channel-opacity\" \/>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Kesimpulan<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kerajaan Majapahit adalah simbol kejayaan Nusantara. Keberhasilan politik, ekspansi wilayah, kehidupan sosial, budaya, ekonomi, dan militer menjadikan Majapahit salah satu kerajaan paling berpengaruh di Asia Tenggara. Mempelajari Majapahit membantu memahami akar sejarah, budaya, dan identitas bangsa Indonesia.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Majapahit (bahasa Jawa: \ua9a9\ua997\ua9a5\ua9b2\ua9b6\ua9a0\ua9c0, translit.&nbsp;M\u00e5j\u00e5pahit; pelafalan: [m\u0254d\u0361\u0292\u0254pa\u026at] dialek timur dan tengah, atau [mad\u0361\u0292apa\u026at] dialek barat), yang juga dikenal dengan sebutan&nbsp;Wilwatikta, adalah sebuah kemaharajaan Hindu-Buddha yang berbasis di pulau Jawa, Indonesia. Didirikan pada akhir abad ke-13 oleh&nbsp;Raden Wijaya, Majapahit tumbuh menjadi salah satu kerajaan terbesar di Asia Tenggara pada abad ke-14. Pada masa kejayaannya, Majapahit melakukan &#8230; <a title=\"Kerajaan Majapahit: Kemaharajaan Hindu-Buddha di Nusantara\" class=\"read-more\" href=\"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/kerajaan-majapahit\/\" aria-label=\"Read more about Kerajaan Majapahit: Kemaharajaan Hindu-Buddha di Nusantara\">Read more<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[2],"tags":[],"class_list":["post-64664","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-wawasan"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO Premium plugin v27.3 (Yoast SEO v27.7) - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-premium-wordpress\/ -->\n<title>Kerajaan Majapahit: Kemaharajaan Hindu-Buddha di Nusantara - DomainJava Blog<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/kerajaan-majapahit\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Kerajaan Majapahit: Kemaharajaan Hindu-Buddha di Nusantara\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Majapahit (bahasa Jawa: \ua9a9\ua997\ua9a5\ua9b2\ua9b6\ua9a0\ua9c0, translit.&nbsp;M\u00e5j\u00e5pahit; pelafalan: [m\u0254d\u0361\u0292\u0254pa\u026at] dialek timur dan tengah, atau [mad\u0361\u0292apa\u026at] dialek barat), yang juga dikenal dengan sebutan&nbsp;Wilwatikta, adalah sebuah kemaharajaan Hindu-Buddha yang berbasis di pulau Jawa, Indonesia. Didirikan pada akhir abad ke-13 oleh&nbsp;Raden Wijaya, Majapahit tumbuh menjadi salah satu kerajaan terbesar di Asia Tenggara pada abad ke-14. Pada masa kejayaannya, Majapahit melakukan ... Read more\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/kerajaan-majapahit\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"DomainJava Blog\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2025-11-15T04:06:50+00:00\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"DomainJava\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"DomainJava\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"4 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.domainjava.com\\\/id\\\/blog\\\/kerajaan-majapahit\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.domainjava.com\\\/id\\\/blog\\\/kerajaan-majapahit\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"DomainJava\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.domainjava.com\\\/id\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/3c243940a5e3e43cffa1312a02aafeaf\"},\"headline\":\"Kerajaan Majapahit: Kemaharajaan Hindu-Buddha di Nusantara\",\"datePublished\":\"2025-11-15T04:06:50+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.domainjava.com\\\/id\\\/blog\\\/kerajaan-majapahit\\\/\"},\"wordCount\":920,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.domainjava.com\\\/id\\\/blog\\\/#organization\"},\"articleSection\":[\"Wawasan\"],\"inLanguage\":\"id\",\"copyrightYear\":\"2025\",\"copyrightHolder\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.domainjava.com\\\/id\\\/blog\\\/#organization\"}},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.domainjava.com\\\/id\\\/blog\\\/kerajaan-majapahit\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.domainjava.com\\\/id\\\/blog\\\/kerajaan-majapahit\\\/\",\"name\":\"Kerajaan Majapahit: Kemaharajaan Hindu-Buddha di Nusantara - DomainJava Blog\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.domainjava.com\\\/id\\\/blog\\\/#website\"},\"datePublished\":\"2025-11-15T04:06:50+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.domainjava.com\\\/id\\\/blog\\\/kerajaan-majapahit\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/www.domainjava.com\\\/id\\\/blog\\\/kerajaan-majapahit\\\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.domainjava.com\\\/id\\\/blog\\\/kerajaan-majapahit\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Beranda\",\"item\":\"https:\\\/\\\/www.domainjava.com\\\/id\\\/blog\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Wawasan\",\"item\":\"https:\\\/\\\/www.domainjava.com\\\/id\\\/blog\\\/category\\\/wawasan\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":3,\"name\":\"Kerajaan Majapahit: Kemaharajaan Hindu-Buddha di Nusantara\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.domainjava.com\\\/id\\\/blog\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.domainjava.com\\\/id\\\/blog\\\/\",\"name\":\"DomainJava Blog\",\"description\":\"Inspiration For You\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.domainjava.com\\\/id\\\/blog\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/www.domainjava.com\\\/id\\\/blog\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.domainjava.com\\\/id\\\/blog\\\/#organization\",\"name\":\"DomainJava\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.domainjava.com\\\/id\\\/blog\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.domainjava.com\\\/id\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.domainjava.com\\\/id\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/06\\\/Domain-Java.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/www.domainjava.com\\\/id\\\/blog\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/06\\\/Domain-Java.png\",\"width\":512,\"height\":512,\"caption\":\"DomainJava\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.domainjava.com\\\/id\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.domainjava.com\\\/id\\\/blog\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/3c243940a5e3e43cffa1312a02aafeaf\",\"name\":\"DomainJava\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.domainjava.com\\\/id\\\/blog\\\/wp-content\\\/litespeed\\\/avatar\\\/d883fd2eba9c8d531a4346562d630089.jpg?ver=1780683634\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.domainjava.com\\\/id\\\/blog\\\/wp-content\\\/litespeed\\\/avatar\\\/d883fd2eba9c8d531a4346562d630089.jpg?ver=1780683634\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/www.domainjava.com\\\/id\\\/blog\\\/wp-content\\\/litespeed\\\/avatar\\\/d883fd2eba9c8d531a4346562d630089.jpg?ver=1780683634\",\"caption\":\"DomainJava\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/www.domainjava.com\\\/id\\\/blog\"],\"url\":\"https:\\\/\\\/www.domainjava.com\\\/id\\\/blog\\\/author\\\/domainjava\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO Premium plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Kerajaan Majapahit: Kemaharajaan Hindu-Buddha di Nusantara - DomainJava Blog","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/kerajaan-majapahit\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Kerajaan Majapahit: Kemaharajaan Hindu-Buddha di Nusantara","og_description":"Majapahit (bahasa Jawa: \ua9a9\ua997\ua9a5\ua9b2\ua9b6\ua9a0\ua9c0, translit.&nbsp;M\u00e5j\u00e5pahit; pelafalan: [m\u0254d\u0361\u0292\u0254pa\u026at] dialek timur dan tengah, atau [mad\u0361\u0292apa\u026at] dialek barat), yang juga dikenal dengan sebutan&nbsp;Wilwatikta, adalah sebuah kemaharajaan Hindu-Buddha yang berbasis di pulau Jawa, Indonesia. Didirikan pada akhir abad ke-13 oleh&nbsp;Raden Wijaya, Majapahit tumbuh menjadi salah satu kerajaan terbesar di Asia Tenggara pada abad ke-14. Pada masa kejayaannya, Majapahit melakukan ... Read more","og_url":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/kerajaan-majapahit\/","og_site_name":"DomainJava Blog","article_published_time":"2025-11-15T04:06:50+00:00","author":"DomainJava","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"DomainJava","Est. reading time":"4 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/kerajaan-majapahit\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/kerajaan-majapahit\/"},"author":{"name":"DomainJava","@id":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/#\/schema\/person\/3c243940a5e3e43cffa1312a02aafeaf"},"headline":"Kerajaan Majapahit: Kemaharajaan Hindu-Buddha di Nusantara","datePublished":"2025-11-15T04:06:50+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/kerajaan-majapahit\/"},"wordCount":920,"publisher":{"@id":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/#organization"},"articleSection":["Wawasan"],"inLanguage":"id","copyrightYear":"2025","copyrightHolder":{"@id":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/#organization"}},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/kerajaan-majapahit\/","url":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/kerajaan-majapahit\/","name":"Kerajaan Majapahit: Kemaharajaan Hindu-Buddha di Nusantara - DomainJava Blog","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/#website"},"datePublished":"2025-11-15T04:06:50+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/kerajaan-majapahit\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/kerajaan-majapahit\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/kerajaan-majapahit\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Beranda","item":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Wawasan","item":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/category\/wawasan\/"},{"@type":"ListItem","position":3,"name":"Kerajaan Majapahit: Kemaharajaan Hindu-Buddha di Nusantara"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/#website","url":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/","name":"DomainJava Blog","description":"Inspiration For You","publisher":{"@id":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/#organization","name":"DomainJava","url":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/Domain-Java.png","contentUrl":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/Domain-Java.png","width":512,"height":512,"caption":"DomainJava"},"image":{"@id":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/#\/schema\/person\/3c243940a5e3e43cffa1312a02aafeaf","name":"DomainJava","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/wp-content\/litespeed\/avatar\/d883fd2eba9c8d531a4346562d630089.jpg?ver=1780683634","url":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/wp-content\/litespeed\/avatar\/d883fd2eba9c8d531a4346562d630089.jpg?ver=1780683634","contentUrl":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/wp-content\/litespeed\/avatar\/d883fd2eba9c8d531a4346562d630089.jpg?ver=1780683634","caption":"DomainJava"},"sameAs":["https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog"],"url":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/author\/domainjava\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/64664","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=64664"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/64664\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=64664"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=64664"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=64664"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}