

DDT atau Dicloro-Difenil-Tricloroetano adalah zat yang digunakan sebagai pestisida untuk mengendalikan serangga pengganggu dalam pertanian dan juga untuk memusnahkan serangga vektor penyakit. Meskipun DDT efektif dalam memberantas nyamuk penyebab malaria dan serangga lainnya, penggunaan DDT memiliki dampak berbahaya bagi lingkungan, terutama ekosistem perairan.
Peningkatan konsentrasi zat berbahaya seperti DDT dalam rantai makanan perairan disebut bioakumulasi dan biomagnifikasi.
Dalam kasus DDT, setelah zat ini masuk ke dalam ekosistem perairan, ia diserap oleh fitoplankton, bibit paling bawah rantai makanan perairan. Dari fitoplankton, DDT bergerak melalui rantai makanan, mengumpulkan dalam ikan yang memakan fitoplankton tersebut (zooplankton dan ikan kecil), dan akhirnya ke ikan besar yang memakan ikan kecil dan zooplankton.
Dari rantai makanan ini, ikan besar menjadi titik akhir akumulasi zat DDT. Saat ikan makan ikan lainnya, DDT yang ada dalam tubuh mangsanya makin terakumulasi dalam tubuh ikan besar tersebut. Proses ini berlanjut sepanjang hidup ikan dan karena DDT sulit terurai dalam tubuh, akumulasi DDT ini makin banyak seiring bertambahnya usia ikan. Dengan demikian, ikan besar menjadi organisme paling terpengaruh DDT dalam rantai makanan ekosistem perairan.
Konsentrasi tinggi DDT dalam ikan besar dapat memiliki efek negatif serius pada kesehatan hewan tersebut, termasuk masalah reproduksi dan kekebalan tubuh. Selain itu, ikan yang terkontaminasi DDT bisa mempengaruhi manusia dan hewan lainnya yang mengonsumsi ikan tersebut, menjadi alasan lain kenapa penggunaan DDT harus dipantau dan dikendalikan.
DDT, meski efektif sebagai pestisida, memiliki efek berbahaya bagi kehidupan perairan. Terutama, ikan besar menjadi penerima terakhir dan terbesar dampak DDT karena bioakumulasi dan biomagnifikasi. Dampak ini makin membahayakan karena DDT dalam ikan bisa berpindah ke makhluk lain yang mengonsumsi ikan tersebut – termasuk manusia – membuat pengecekan dan pengurangan penggunaan DDT menjadi hal yang penting. Dengan pengecekan dan pengurangan yang tepat, kita bisa melindungi ekosistem perairan serta mengurangi risiko kesehatan yang mungkin terjadi.