

Literally artinya apa? Pelajari makna literally dalam bahasa Inggris formal dan bahasa gaul, perbedaan dengan actually, serta contoh penggunaan di chat, media sosial, dan meme.
Kata literally sering muncul dalam percakapan sehari-hari, media sosial, hingga lirik lagu. Meski terlihat sederhana, kata ini kerap membingungkan, terutama karena makna asli dan makna gaulnya berbeda. Artikel ini akan membahas secara lengkap arti literally, cara penggunaannya dalam bahasa Inggris formal, bahasa gaul, serta contoh kalimat agar mudah dipahami.
Secara literal, literally berarti “secara harfiah” atau “benar-benar terjadi sesuai kata-kata yang diucapkan”. Kata ini digunakan ketika seseorang ingin menegaskan bahwa sesuatu tidak dilebih-lebihkan atau tidak bersifat kiasan.
Contoh penggunaan literal dalam kalimat:
Dengan kata lain, literally menegaskan bahwa apa yang dikatakan benar-benar terjadi sebagaimana kata-kata tersebut, tanpa hiperbola atau kiasan.
Dalam bahasa gaul, terutama di kalangan Gen Z dan pengguna media sosial, literally sering digunakan untuk menekankan sesuatu, bahkan terkadang justru tidak literal. Artinya lebih dekat dengan “sungguh”, “banget”, atau “amat sangat”.
Contoh penggunaan:
Perlu diperhatikan, penggunaan literally dalam konteks gaul sering bersifat hiperbolis, berbeda dari arti aslinya yang harfiah.
Dalam bahasa gaul, literally tidak selalu bermakna harfiah. Kata ini sering digunakan untuk menekankan sesuatu, seperti “banget”, “sungguh”, atau “amat sangat”. Misalnya:
Jadi, dalam bahasa gaul, literally lebih berfungsi sebagai ekspresi dramatis daripada arti harfiahnya.
Wicis adalah singkatan dari “What I Can Say”. Istilah ini sering muncul di chat atau media sosial untuk mengekspresikan ketidakmampuan atau kebingungan dalam merespon suatu situasi.
Contoh:
Meskipun keduanya sering digunakan dalam percakapan, maknanya berbeda:
Jadi, literally lebih bersifat ekspresif, sementara actually bersifat informatif.
Dalam bahasa gaul, at least berarti “minimal” atau “setidaknya”, digunakan untuk menekankan hal positif dari suatu situasi yang kurang ideal.
Contoh:
Seperti dijelaskan sebelumnya, literally dalam bahasa gaul berarti amat sangat / banget, digunakan untuk memperkuat perasaan, emosi, atau pengalaman.
Istilah ini merujuk pada gaya bahasa gaul anak Jakarta Selatan, yang sering menggabungkan literally dengan bahasa Inggris santai, misalnya:
Sering muncul dalam bentuk campuran kata jujurly (dari “jujur + ly”) dan literally, digunakan untuk menekankan kejujuran atau intensitas:
“Literally me” digunakan untuk menunjukkan bahwa sesuatu sangat relevan atau sesuai dengan diri sendiri, biasanya dalam meme atau caption:
“Literally you” digunakan saat menegaskan bahwa seseorang sangat cocok dengan deskripsi tertentu:
Sama seperti “literally you”, tapi untuk kelompok atau pasangan:
Kata literally digunakan untuk:
Sering terjadi kebingungan antara literally dan figuratively. Jika literally berarti “secara harfiah”, figuratively berarti secara kiasan atau metaforis.
Contoh:
Dengan memahami perbedaan ini, Anda bisa menggunakan literally dengan tepat, baik dalam konteks formal maupun informal.
Di platform seperti TikTok, Instagram, atau WhatsApp, literally sering muncul sebagai ekspresi dramatis atau penekanan perasaan. Gen Z menggunakan kata ini untuk menekankan kejadian atau emosi, walau seringkali tidak benar-benar literal.
Contoh:
Penggunaan semacam ini menunjukkan bagaimana literally beradaptasi dari arti asli ke konteks gaul modern.
Banyak lagu modern menggunakan literally untuk menekankan perasaan. Misalnya dalam lirik:
Selain musik, literally juga populer di meme dan caption Instagram sebagai penekanan dramatis. Hal ini memperkuat tren penggunaan literally di luar makna harfiahnya.
Secara ringkas, literally memiliki dua arti utama:
Penting untuk memahami konteks ketika menggunakan literally. Dalam percakapan formal, gunakan makna harfiah. Dalam media sosial atau chat santai, makna gaul lebih umum digunakan.
Dengan memahami kedua konteks ini, Anda bisa menggunakan literally dengan tepat, menghindari kebingungan, dan mengikuti tren bahasa modern tanpa salah kaprah.