

Mobilitas, terutama dalam konteks sosial dan ekonomi, merujuk pada kecenderungan atau kemampuan individu atau keluarga untuk berpindah dari satu strata atau kelas sosial ke strata atau kelas yang lain. Mobilitas ini dapat terjadi baik secara vertikal (naik atau turun dalam hirarki sosial atau ekonomi) maupun secara horizontal (pindah antara posisi yang setara dalam hirarki tersebut). Artikel ini khususnya akan membahas tentang mobilitas yang terjadi karena adanya peningkatan status atau kedudukan seseorang.
Beberapa faktor dapat mempengaruhi mobilitas individu atau keluarga dalam masyarakat, yang di antaranya adalah:
Ketika individu berkembang melalui kedudukan atau status sosial, ada sejumlah dampak yang dapat terjadi:
Mobilitas yang terjadi karena adanya peningkatan status atau kedudukan seseorang merupakan fenomena sosial yang umum terjadi. Hal ini dapat digerakkan oleh berbagai faktor, termasuk pendidikan, keterampilan, dan jaringan sosial, dan menghasilkan sejumlah perubahan besar dalam kehidupan individu dan komunitas mereka. Peningkatan status atau kedudukan dapat memberi individu akses ke lebih banyak sumber daya dan peluang, serta mendorong perubahan dalam pola interaksi sosial mereka.