

Energi adalah kebutuhan penting yang menunjang beragam aktivitas manusia. Tuntutan perubahan iklim dan isu keberlanjutan memerlukan tindakan proaktif dalam mencari dan mengimplementasikan sumber energi yang lebih berkelanjutan dan ramah lingkungan. Salah satunya adalah energi alternatif yang dapat dikembangkan dari hewan ternak, terutama sapi dan kerbau.
Energi alternatif yang dimaksud adalah biogas. Biogas dihasilkan dari proses fermentasi anaerobik atau penguraian bahan organik oleh bakteri dalam kondisi tanpa oksigen. Material yang digunakan dalam pembuatan biogas berasal dari limbah pertanian, rumah tangga, dan, yang paling sering dijumpai, adalah kotoran hewan ternak seperti sapi dan kerbau.
Kotoran ternak seperti sapi dan kerbau kaya akan bahan organik dan kandungan nutrisi yang diperlukan dalam proses produksi biogas. Prosesnya melibatkan pengumpulan kotoran hewan, pencampuran dengan air dalam rasio tertentu, dan pengasingan dalam reaktor biogas. Selama proses fermentasi, bakteri anaerobik menguraikan bahan organik dan menghasilkan campuran gas berupa metana (55-70%), karbon dioksida (30-45%), dan jejak gas lainnya.
Pemanfaatan limbah ternak seperti sapi dan kerbau dalam produksi biogas dapat membantu memenuhi tuntutan akan energi alternatif yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan. Sebagai sumber energi terbarui, biogas tidak hanya membantu mengurangi emisi gas rumah kaca, tetapi juga memanfaatkan sumber daya lokal, mengurangi biaya energi, dan memberi kontribusi pada pertumbuhan ekonomi lokal. Dengan pendekatan yang tepat dan peningkatan kapasitas produksi, biogas dapat menjadi solusi energi alternatif yang signifikan dan berkelanjutan di masa depan.