{"id":11538,"date":"2024-06-19T06:28:58","date_gmt":"2024-06-18T23:28:58","guid":{"rendered":"https:\/\/www.domainjava.com\/blog\/artikel\/pertanyaan-tentang-matan-keyakinan-dan-cita-cita-hidup-muhammadiyah\/"},"modified":"2024-06-19T06:28:58","modified_gmt":"2024-06-18T23:28:58","slug":"pertanyaan-tentang-matan-keyakinan-dan-cita-cita-hidup-muhammadiyah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/pertanyaan-tentang-matan-keyakinan-dan-cita-cita-hidup-muhammadiyah\/","title":{"rendered":"Pertanyaan Tentang Matan Keyakinan dan Cita-Cita Hidup Muhammadiyah"},"content":{"rendered":"<p>Dalam memahami salah satu organisasi Islam terbesar di Indonesia yaitu Muhammadiyah, kita perlu memahami matan keyakinan serta cita-cita hidup organisasi ini. Matan keyakinan berhubungan dengan pendirian dasar ajaran yang diyakini atau keyakinan dasar, sedangkan cita-cita hidup mencakup tujuan dan ambisi yang diharapkan untuk dicapai.<\/p>\n<h2>Matan Keyakinan Muhammadiyah<\/h2>\n<p>Empat matan keyakinan yang menjadi dasar Muhammadiyah adalah iman, Islam, ihsan, dan emisi. Keempat keyakinan ini berakar dari Al-Qur\u2019an dan Hadits, dan menjadi fundamen dari ajaran dan praktik Muhammadiyah.<\/p>\n<p><strong>Iman<\/strong>: Dalam konteks Muhammadiyah, iman merujuk pada keyakinan dasar tentang keberadaan dan kesatuan Allah, malaikat, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya, hari kiamat, dan takdir.<\/p>\n<p><strong>Islam<\/strong>: Muhammadiyah mengambil perspektif yang universal terhadap Islam, memandangnya sebagai cara hidup yang lengkap dan menyeluruh yang mencakup seluruh aspek kehidupan, baik individual maupun sosial.<\/p>\n<p><strong>Ihsan<\/strong>: Konsep ini merujuk pada peningkatan kualitas ibadah dan perilaku moral individu untuk mencapai kebaikan dan kebenaran yang mutlak.<\/p>\n<p><strong>Emisi<\/strong>: Ini adalah matan keyakinan tentang tanggung jawab sosial dan moral setiap individu dan komunitas, yang didasarkan pada keyakinan bahwa semua tindakan seseorang memiliki konsekuensi moral.<\/p>\n<h2>Cita-Cita Hidup Muhammadiyah<\/h2>\n<p>Muhammadiyah didirikan pada tahun 1912 oleh KH Ahmad Dahlan dengan tujuan melawan kemiskinan, kebodohan, dan kerusakan aqidah. Cita-cita hidup Muhammadiyah mencakup tujuan seperti pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan masyarakat. Beberapa tujuan utama yang ingin dicapai Muhammadiyah antara lain:<\/p>\n<ol>\n<li><strong>Pendidikan<\/strong>: Muhammadiyah memiliki komitmen besar untuk memberikan pendidikan berkualitas dan merata kepada masyarakat luas, tidak terbatas pada anggota organisasi saja.<\/li>\n<li><strong>Kesehatan<\/strong>: Menyediakan layanan kesehatan yang mudah diakses dan terjangkau bagi semua orang merupakan salah satu tujuan utama Muhammadiyah.<\/li>\n<li><strong>Pemberdayaan Masyarakat<\/strong>: Ini dicapai melalui berbagai program peningkatan kesejahteraan masyarakat, termasuk bidang agama, sosial, dan ekonomi.<\/li>\n<li><strong>Pembaharuan<\/strong>: Muhammadiyah juga berkomitmen untuk pembaharuan dalam pemahaman dan praktek Islam, sejalan dengan pembaharuan di berbagai aspek kehidupan.<\/li>\n<\/ol>\n<p>Sebagai organisasi Islam yang telah ada selama lebih dari seabad, Muhammadiyah terus berusaha untuk mewujudkan matan keyakinan dan cita-cita hidup ini dalam praktiknya. Dengan berfokus pada pendidikan, kesehatan, pemberdayaan masyarakat, dan pembaharuan, Muhammadiyah berupaya memperbarui pemahaman dan praktek Islam di Indonesia.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Dalam memahami salah satu organisasi Islam terbesar di Indonesia yaitu Muhammadiyah, kita perlu memahami matan keyakinan serta cita-cita hidup organisasi ini. Matan keyakinan berhubungan dengan pendirian dasar ajaran yang diyakini atau keyakinan dasar, sedangkan cita-cita hidup mencakup tujuan dan ambisi yang diharapkan untuk dicapai. Matan Keyakinan Muhammadiyah Empat matan keyakinan yang menjadi dasar Muhammadiyah adalah [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":74885,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[2],"tags":[],"class_list":["post-11538","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-wawasan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/11538","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=11538"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/11538\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/74885"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=11538"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=11538"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=11538"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}