{"id":12004,"date":"2024-06-19T07:03:11","date_gmt":"2024-06-19T00:03:11","guid":{"rendered":"https:\/\/www.domainjava.com\/blog\/artikel\/abad-pertengahan-disebut-sebagai-abad-kegelapan-disebabkan-oleh-apa\/"},"modified":"2024-06-19T07:03:11","modified_gmt":"2024-06-19T00:03:11","slug":"abad-pertengahan-disebut-sebagai-abad-kegelapan-disebabkan-oleh-apa","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/abad-pertengahan-disebut-sebagai-abad-kegelapan-disebabkan-oleh-apa\/","title":{"rendered":"Abad Pertengahan Disebut Sebagai Abad Kegelapan, Disebabkan Oleh Apa?"},"content":{"rendered":"<p>Abad Pertengahan, juga dikenal sebagai Masa Kegelapan atau \u201cThe Dark Ages\u201d, adalah periode dalam sejarah Eropa yang berlangsung dari abad 5 hingga abad 15 Masehi. Apa sebabnya periode ini mendapatkan julukan tersebut? Sejauh mana kegelapan menggambarkan kondisi sebenarnya pada periode tersebut?<\/p>\n<h2>Awal Mula Istilah \u2018Abad Kegelapan\u2019<\/h2>\n<p>Istilah \u2018Abad Kegelapan\u2019 pertama kali digunakan oleh Petrarca, seorang cendekiawan Italia abad 14. Dia menggunakan istilah ini untuk menggambarkan penurunan budaya dan ilmu pengetahuan setelah runtuhnya Kekaisaran Roma. Belakangan, banyak penulis dan sejarawan Eropa menggunakan istilah ini untuk menggambarkan periode antara kejatuhan Roma sampai awal Zaman Renaisans.<\/p>\n<h2>Alasan Abad Pertengahan Disebut \u2018Abad Kegelapan\u2019<\/h2>\n<p>Ada beberapa alasan mengapa Abad Pertengahan dijuluki \u2018Abad Kegelapan\u2019. Ini termasuk runtuhnya kekaisaran Roma, penurunan ilmu pengetahuan, dan penyebaran penyakit. Selain itu, kedatangan bangsa barbar dan seringnya perang juga menjadi faktor pertimbangan.<\/p>\n<h3>Keruntuhan Kekaisaran Roma<\/h3>\n<p>Abad Kegelapan dimulai dengan keruntuhan Kekaisaran Roma Barat pada tahun 476 M. Keruntuhan ini menyebabkan hilangnya struktur politik, ekonomi, dan sosial yang stabil, yang berakibat pada kemunduran budaya dan ilmu pengetahuan.<\/p>\n<h3>Penurunan Ilmu Pengetahuan<\/h3>\n<p>Abad Pertengahan pada umumnya dipandang sebagai masa stagnasi ilmu pengetahuan dan kemajuan teknologi. Walaupun ada perkembangan dalam beberapa bidang seperti pertanian dan arsitektur, namun dalam bidang-bidang seperti fisika, kimia, dan biologi, perkembangannya sangat perlahan atau bahkan tidak ada.<\/p>\n<h3>Penyakit dan Perang<\/h3>\n<p>Pada Abad Pertengahan, wabah penyakit seperti Maut Hitam (Black Death) merenggut jutaan jiwa. Selain itu, perang-perang seperti Perang Salib juga menyebabkan banyak korban.<\/p>\n<h3>Kedatangan Bangsa Barbar<\/h3>\n<p>Invasi dan penjarahan oleh berbagai suku barbar seperti Hun, Vandals, dan Ostrogoths, merusak banyak kota dan pengetahuan yang ada. Ini berperan penting dalam menciptakan gambaran \u2018kegelapan\u2019 dari Abad Pertengahan.<\/p>\n<p>Meskipun demikian, sekarang para sejarawan berpendapat bahwa istilah \u2018Abad Kegelapan\u2019 tidak adil dan bias dalam menggambarkan Abad Pertengahan. Istilah ini sering mengabaikan kemajuan dan inovasi yang terjadi selama periode ini, bagaimanapun, julukan ini tetap melekat di benak banyak orang hingga saat ini.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Abad Pertengahan, juga dikenal sebagai Masa Kegelapan atau \u201cThe Dark Ages\u201d, adalah periode dalam sejarah Eropa yang berlangsung dari abad 5 hingga abad 15 Masehi. Apa sebabnya periode ini mendapatkan julukan tersebut? Sejauh mana kegelapan menggambarkan kondisi sebenarnya pada periode tersebut? Awal Mula Istilah \u2018Abad Kegelapan\u2019 Istilah \u2018Abad Kegelapan\u2019 pertama kali digunakan oleh Petrarca, seorang &#8230; <a title=\"Abad Pertengahan Disebut Sebagai Abad Kegelapan, Disebabkan Oleh Apa?\" class=\"read-more\" href=\"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/abad-pertengahan-disebut-sebagai-abad-kegelapan-disebabkan-oleh-apa\/\" aria-label=\"Baca selengkapnya tentang Abad Pertengahan Disebut Sebagai Abad Kegelapan, Disebabkan Oleh Apa?\">Baca Selengkapnya<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":74885,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[2],"tags":[],"class_list":["post-12004","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-wawasan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/12004","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=12004"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/12004\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/74885"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=12004"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=12004"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=12004"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}