{"id":3634,"date":"2024-06-19T06:23:43","date_gmt":"2024-06-18T23:23:43","guid":{"rendered":"https:\/\/www.domainjava.com\/blog\/artikel\/keseluruhan-cara-hidup-masyarakat-yang-perwujudannya-tampak-pada-tingkah-laku-para-anggotanya-disebut-dengan-apa\/"},"modified":"2024-06-19T06:23:43","modified_gmt":"2024-06-18T23:23:43","slug":"keseluruhan-cara-hidup-masyarakat-yang-perwujudannya-tampak-pada-tingkah-laku-para-anggotanya-disebut-dengan-apa","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/keseluruhan-cara-hidup-masyarakat-yang-perwujudannya-tampak-pada-tingkah-laku-para-anggotanya-disebut-dengan-apa\/","title":{"rendered":"Keseluruhan Cara Hidup Masyarakat yang Perwujudannya Tampak pada Tingkah Laku para Anggotanya Disebut dengan Apa?"},"content":{"rendered":"<p>Para ilmuwan sosial mengemukakan sebuah prinsipnya bahwa bangunan sosial atau struktur keseharian di dalam sebuah masyarakat dibangun oleh serangkaian tindakan dan perilaku individu dan kelompok di dalam masyarakat tersebut. Serangkaian perilaku individu dan kelompok tersebut berfungsi sebagai indikator yang menunjukkan bagaimana mereka memahami nilai-nilai, norma, serta budaya yang ada di dalam masyarakatnya. Jika kita mencermati, tentu saja kita seringkali melihat bagaimana setiap kelompok masyarakat memiliki perilaku dan \u2018cara hidup\u2019nya masing-masing, yang biasanya membedakan mereka dengan kelompok lain.<\/p>\n<p>Keseluruhan cara hidup masyarakat yang perwujudannya tampak pada tingkah laku para anggotanya, dalam ilmu sosial dan budaya dikenal dengan nama \u201cBudaya\u201d atau dalam Bahasa Inggrisnya, \u201cCulture\u201d. Cultura, kata dari mana istilah culture berasal, memiliki akar kata dalam Bahasa Latin, yang berarti \u201cbertanam\u201d. Hal ini sejalan dengan makna budaya di dalam konteks ini: bertanam menghasilkan pertumbuhan, dan begitu pula budaya. Budaya adalah sebuah fenomena sosial yang tumbuh dan berkembang seiring waktu melalui proses belajar dan interaksi sosial antar anggota masyarakat.<\/p>\n<p>Langkah-langkah, kebiasaan, tradisi, ritual dan tindakan lainnya yang sering kali kita lihat dalam kehidupan sehari-hari sebenarnya adalah perwujudan fisik dari budaya yang diusung oleh masyarakat tersebut. Budaya mencakup lebih dari sekedar tindakan observasional: ia mencakup cara pandang, kepercayaan, pemahaman, dan nilai-nilai yang mendasari tindakan tersebut. Dalam kata lain, budaya tidak hanya apa yang kita lihat, tetapi juga \u2018mengapa\u2019 dan \u2018bagaimana\u2019 hal itu dilakukan.<\/p>\n<p>Budaya mempengaruhi sikap dan perilaku, membantu anggota masyarakat memahami cara melihat dunia, cara berinteraksi dengan orang lain, dan juga berinvestasi dalam nilai-nilai dan praktek yang mereka anggap penting. Jadi, budaya bukan hanya tentang tindakan \u2013 ia adalah tentang makna di balik tindakan tersebut dan bagaimana tindakan tersebut memberi makna kepada kita.<\/p>\n<p>Oleh karena itu, untuk memahami budaya, kita perlu melihat perilaku dan tindakan, tetapi juga memahami makna yang terkandung di dalamnya. Kita perlu memahami konteks sosial dan sejarah yang mempengaruhi tindakan tersebut serta bagaimana tindakan individu tersebut berkontribusi terhadap \u2018mensketsa\u2019 gambaran besar tentang apa yang menjadi \u2018kebiasaan dan cara hidup\u2019 masyarakat tersebut. Mengenali dan menghargai budaya adalah langkah penting dalam memahami dan berinteraksi dengan berbagai kelompok dalam masyarakat.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Para ilmuwan sosial mengemukakan sebuah prinsipnya bahwa bangunan sosial atau struktur keseharian di dalam sebuah masyarakat dibangun oleh serangkaian tindakan dan perilaku individu dan kelompok di dalam masyarakat tersebut. Serangkaian perilaku individu dan kelompok tersebut berfungsi sebagai indikator yang menunjukkan bagaimana mereka memahami nilai-nilai, norma, serta budaya yang ada di dalam masyarakatnya. Jika kita mencermati, [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":74885,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[2],"tags":[],"class_list":["post-3634","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-wawasan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3634","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3634"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3634\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/74885"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3634"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3634"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3634"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}