{"id":46454,"date":"2024-06-19T06:38:48","date_gmt":"2024-06-18T23:38:48","guid":{"rendered":"https:\/\/www.domainjava.com\/blog\/artikel\/education\/sistematika-uud-negara-republik-indonesia-tahun-1945-setelah-diamandemen-terdiri-atas-apa-saja.html"},"modified":"2024-06-19T06:38:48","modified_gmt":"2024-06-18T23:38:48","slug":"sistematika-uud-negara-republik-indonesia-tahun-1945-setelah-diamandemen-terdiri-atas-apa-saja","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/sistematika-uud-negara-republik-indonesia-tahun-1945-setelah-diamandemen-terdiri-atas-apa-saja\/","title":{"rendered":"Sistematika UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945 Setelah Diamandemen Terdiri atas Apa Saja?"},"content":{"rendered":"<p>Untuk memahami dasar politik dan hukum Negara Republik Indonesia, penting bagi kita untuk memiliki gambaran yang jelas tentang Undang-Undang Dasar (UUD) 1945 yang telah diamandemen. UUD 1945 adalah konstitusi yang digunakan Indonesia semenjak proklamasi kemerdekaannya pada tahun 1945. Akan tetapi, dikarenakan beberapa kondisi dan permasalahan yang terjadi, UUD 1945 telah mengalami empat kali perubahan atau yang lebih dikenal sebagai amandemen pada tahun 1999, 2000, 2001 dan 2002. Sistematika UUD 1945 setelah diamandemen menjadi berikut ini:<\/p>\n<h2>Pembukaan<\/h2>\n<p>Pembukaan UUD 1945 tetap sama seperti aslinya yang terdiri dari 4 alinea dan tidak mengalami perubahan pada saat amandemen. Alinea-alinea ini berisi tentang proklamasi kemerdekaan, pernyataan tentang kemerdekaan sebagai hak segala bangsa, pokok-pokok negara, dan tujuan negara.<\/p>\n<h2>Batang Tubuh<\/h2>\n<p>UUD 1945 setelah amandemen memiliki perbedaan struktur yang signifikan dibandingkan dengan aslinya. Batang tubuh UUD 1945 setelah amandemen dibagi menjadi 16 Bab yang terdiri 37 paragraf dan 208 pasal.<\/p>\n<ol>\n<li><strong>Bab I \u2013 Bentuk dan Kedaulatan (Pasal 1)<\/strong><\/li>\n<li><strong>Bab II \u2013 Majelis Permusyawaratan Rakyat (Pasal 2-7)<\/strong><\/li>\n<li><strong>Bab III \u2013 Kekuasaan Pemerintahan Negara (Pasal 8-26)<\/strong><\/li>\n<li><strong>Bab IV \u2013 Dewan Perwakilan Rakyat (Pasal 27-47D)<\/strong><\/li>\n<li><strong>Bab V \u2013 Presiden dan Wakil Presiden (Pasal 48-37T)<\/strong><\/li>\n<li><strong>Bab VIA \u2013 Lembaga Negara (Pasal 32U-32Z)<\/strong><\/li>\n<li><strong>Bab VIB \u2013 Hak Asasi Manusia (Pasal 28A-28J)<\/strong><\/li>\n<li><strong>Bab VII \u2013 Agama (Pasal 29)<\/strong><\/li>\n<li><strong>Bab VIII \u2013 Pertahanan dan Keamanan (Pasal 30-31)<\/strong><\/li>\n<li><strong>Bab IXA \u2013 Majelis Permusyawaratan Rakyat (Pasal 38A-38E)<\/strong><\/li>\n<li><strong>Bab X \u2013 Ekonomi Nasional dan Sosial Kesejahteraan (Pasal 33-35)<\/strong><\/li>\n<li><strong>Bab XIA \u2013 Kehakiman (Pasal 24B-24E)<\/strong><\/li>\n<li><strong>Bab XIB \u2013 Komisi Yudisial dan Lembaga Negara Lainnya (Pasal 24B-24L)<\/strong><\/li>\n<li><strong>Bab XII \u2013 Pendidikan dan Kebudayaan (Pasal 31A-31D)<\/strong><\/li>\n<li><strong>Bab XIII \u2013 Lingkungan Hidup (Pasal 28H-28L)<\/strong><\/li>\n<li><strong>Bab XIV \u2013 Amandemen dan Perubahan (Pasal 37)<\/strong><\/li>\n<\/ol>\n<h2>Penutup<\/h2>\n<p>Ketentuan-ketentuan penutup UUD 1945 setelah amandemen terdiri atas 3 pasal, yaitu pasal 36 sampai dengan 38.<\/p>\n<p>Demikianlah sistematika UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945 setelah diamandemen. Secara keseluruhan, perubahan dalam UUD 1945 ini ditujukan untuk mencerminkan kondisi serta tantangan baru yang dihadapi oleh Indonesia dalam menjalankan sistem demokrasi konstitusional dan menjunjung tinggi hak asasi manusia.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Untuk memahami dasar politik dan hukum Negara Republik Indonesia, penting bagi kita untuk memiliki gambaran yang jelas tentang Undang-Undang Dasar (UUD) 1945 yang telah diamandemen. UUD 1945 adalah konstitusi yang digunakan Indonesia semenjak proklamasi kemerdekaannya pada tahun 1945. Akan tetapi, dikarenakan beberapa kondisi dan permasalahan yang terjadi, UUD 1945 telah mengalami empat kali perubahan atau [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":74885,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[2],"tags":[],"class_list":["post-46454","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-wawasan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/46454","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=46454"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/46454\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/74885"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=46454"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=46454"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=46454"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}