{"id":59289,"date":"2025-10-09T10:19:49","date_gmt":"2025-10-09T03:19:49","guid":{"rendered":"https:\/\/www.domainjava.com\/blog\/?p=59289"},"modified":"2025-10-09T10:19:49","modified_gmt":"2025-10-09T03:19:49","slug":"soal-urutan-fase-dalam-merancang-perencanaan-pembelajaran-berbasis-pendekatan-ubd-understanding-by-design","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/soal-urutan-fase-dalam-merancang-perencanaan-pembelajaran-berbasis-pendekatan-ubd-understanding-by-design\/","title":{"rendered":"Soal Urutan Fase dalam Merancang Perencanaan Pembelajaran Berbasis Pendekatan UbD (Understanding by Design)"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Urutan Fase dalam Merancang Perencanaan Pembelajaran Berbasis Pendekatan UbD (Understanding by Design)<\/strong> Dalam dunia pendidikan, merancang pembelajaran bukan cuma soal menyusun materi dan tugas. Yang lebih penting adalah bagaimana proses belajar itu bisa bikin murid benar-benar\u00a0<em>paham<\/em>, bukan cuma tahu. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Di sinilah pendekatan\u00a0<strong>UbD (Understanding by Design)<\/strong>\u00a0jadi salah satu cara yang banyak dipakai guru untuk menyusun perencanaan pembelajaran yang bermakna.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">UbD fokus pada hasil akhir pembelajaran \u2014 yaitu pemahaman mendalam yang ingin dicapai murid. Jadi, daripada mulai dari aktivitas belajar, guru justru diminta untuk memikirkan dulu apa yang harus dipahami murid di akhir pembelajaran, baru kemudian merancang proses belajarnya. Pendekatan ini sering disebut juga sebagai&nbsp;<strong>&#8220;backward design&#8221;<\/strong>&nbsp;karena dimulai dari tujuan akhir, bukan dari awal materi.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dalam pendekatan UbD, ada tiga fase utama yang harus dilalui guru dalam menyusun perencanaan pembelajaran:&nbsp;<strong>(1) Identifikasi hasil belajar yang diinginkan, (2) Tentukan bukti keberhasilan belajar, dan (3) Rancang aktivitas pembelajaran.<\/strong>&nbsp;Urutan ini penting supaya pembelajaran nggak cuma berjalan, tapi juga punya arah dan makna yang jelas bagi murid.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Nah, lewat <a class=\"wpil_keyword_link\" href=\"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/tag\/soal\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\" title=\"Soal\" data-wpil-keyword-link=\"linked\" data-wpil-monitor-id=\"3237\">soal<\/a> berikut, kamu akan diajak memahami dan mengurutkan ketiga fase tersebut. Yuk, kita cek seberapa paham kamu soal pendekatan UbD ini!<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\" id=\"h-urutan-fase-dalam-merancang-perencanaan-pembelajaran-berbasis-pendekatan-ubd-understanding-by-design\"><strong>Urutan Fase dalam Merancang Perencanaan Pembelajaran Berbasis Pendekatan UbD (Understanding by Design)<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dalam dunia pendidikan, perencanaan pembelajaran merupakan langkah awal yang sangat penting untuk memastikan bahwa proses belajar mengarah pada hasil yang diharapkan. Salah satu pendekatan yang populer dan terbukti efektif dalam merancang pembelajaran yang bermakna dan berorientasi pada pemahaman mendalam adalah&nbsp;<strong>pendekatan Understanding by Design (UbD)<\/strong>.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">UbD merupakan kerangka kerja perencanaan pembelajaran yang dikembangkan oleh&nbsp;<strong>Grant Wiggins dan Jay McTighe<\/strong>. Pendekatan ini menekankan pentingnya&nbsp;<strong>perencanaan yang dimulai dari hasil akhir yang diinginkan<\/strong>, bukan sekadar menyusun aktivitas belajar. Dengan kata lain, UbD menggunakan pendekatan&nbsp;<strong>perencanaan mundur (backward design)<\/strong>.<\/p>\n\n\n\n<hr class=\"wp-block-separator has-alpha-channel-opacity\" \/>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\" id=\"h-soal-reflektif\"><strong>Soal Reflektif:<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Urutan fase yang perlu dilakukan untuk merancang perencanaan pembelajaran berbasis pendekatan UbD adalah\u2026<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>A.<\/strong>&nbsp;Merancang asesmen, kegiatan, dan tujuan pembelajaran<br><strong>B.<\/strong>&nbsp;Merancang asesmen, tujuan, dan kegiatan pembelajaran<br><strong>C.<\/strong>&nbsp;Merancang kegiatan, tujuan, dan asesmen pembelajaran<br><strong>D.<\/strong>&nbsp;Merencanakan tujuan, kegiatan, dan asesmen pembelajaran<br><strong>E.<\/strong>&nbsp;Merumuskan tujuan, asesmen, dan kegiatan pembelajaran<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\" id=\"h-nbsp-jawaban-yang-tepat-e-merumuskan-tujuan-asesmen-dan-kegiatan-pembelajaran\">\u2705&nbsp;<strong>Jawaban yang Tepat: E. Merumuskan tujuan, asesmen, dan kegiatan pembelajaran<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<hr class=\"wp-block-separator has-alpha-channel-opacity\" \/>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\" id=\"h-tiga-fase-utama-dalam-pendekatan-ubd\"><strong>Tiga Fase Utama dalam Pendekatan UbD<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pendekatan UbD terdiri dari&nbsp;<strong>tiga tahap utama<\/strong>, yang harus dilakukan secara berurutan:<\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\" id=\"h-1-menentukan-hasil-yang-diharapkan-tujuan-pembelajaran\"><strong>1. Menentukan Hasil yang Diharapkan (Tujuan Pembelajaran)<\/strong><\/h4>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Fase pertama dalam UbD adalah merumuskan tujuan atau&nbsp;<strong>hasil belajar yang ingin dicapai<\/strong>&nbsp;oleh peserta didik. Tujuan ini bisa berupa:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Kompetensi dasar yang sesuai dengan kurikulum<\/li>\n\n\n\n<li>Pemahaman mendalam (big ideas)<\/li>\n\n\n\n<li>Pertanyaan esensial yang memandu pembelajaran<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tujuan ini menjadi fondasi untuk seluruh perencanaan selanjutnya.<\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\" id=\"h-2-menentukan-bukti-keberhasilan-asesmen\"><strong>2. Menentukan Bukti Keberhasilan (Asesmen)<\/strong><\/h4>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Setelah tujuan dirumuskan, langkah berikutnya adalah&nbsp;<strong>merancang asesmen<\/strong>&nbsp;yang akan digunakan untuk mengukur pencapaian peserta didik terhadap tujuan tersebut. Asesmen bisa berupa:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Penilaian formatif dan sumatif<\/li>\n\n\n\n<li>Proyek, presentasi, tes, portofolio, atau observasi<\/li>\n\n\n\n<li>Kriteria dan rubrik penilaian<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Asesmen dalam UbD bersifat&nbsp;<strong>autentik<\/strong>, kontekstual, dan mencerminkan pemahaman nyata <a class=\"wpil_keyword_link\" href=\"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/tag\/siswa\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\" title=\"siswa\" data-wpil-keyword-link=\"linked\" data-wpil-monitor-id=\"7684\">siswa<\/a> terhadap materi.<\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\" id=\"h-3-merancang-pengalaman-belajar-dan-instruksi-kegiatan-pembelajaran\"><strong>3. Merancang Pengalaman Belajar dan Instruksi (Kegiatan Pembelajaran)<\/strong><\/h4>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Setelah tujuan dan asesmen ditetapkan, barulah guru menyusun&nbsp;<strong>rangkaian kegiatan pembelajaran<\/strong>&nbsp;yang efektif untuk membimbing siswa mencapai tujuan tersebut. Kegiatan harus:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Bermakna dan relevan<\/li>\n\n\n\n<li>Mendorong eksplorasi dan pemikiran kritis<\/li>\n\n\n\n<li>Menyediakan waktu untuk refleksi dan diskusi<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<hr class=\"wp-block-separator has-alpha-channel-opacity\" \/>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\" id=\"h-mengapa-urutan-ini-penting\"><strong>Mengapa Urutan Ini Penting?<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Perencanaan dengan pendekatan UbD mencegah guru terjebak pada &#8220;aktivitas demi aktivitas&#8221; tanpa arah yang jelas. Dengan&nbsp;<strong>memulai dari tujuan<\/strong>, lalu menentukan&nbsp;<strong>bukti keberhasilan<\/strong>, dan kemudian merancang&nbsp;<strong>aktivitas<\/strong>, guru dapat memastikan bahwa semua proses pembelajaran saling terhubung dan&nbsp;<strong>berorientasi pada hasil belajar yang jelas dan terukur<\/strong>.<\/p>\n\n\n\n<hr class=\"wp-block-separator has-alpha-channel-opacity\" \/>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\" id=\"h-kesimpulan\"><strong>Kesimpulan<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dalam pendekatan&nbsp;<strong>Understanding by Design (UbD)<\/strong>, urutan perencanaan pembelajaran yang benar adalah:<\/p>\n\n\n\n<blockquote class=\"wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow\">\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Merumuskan tujuan \u279d Menyusun asesmen \u279d Merancang kegiatan pembelajaran<\/strong><\/p>\n<\/blockquote>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dengan mengikuti urutan ini, guru dapat merancang pembelajaran yang lebih terarah, bermakna, dan berpusat pada pemahaman mendalam peserta didik. Maka dari itu, jawaban yang tepat atas soal di atas adalah:<br>\u2705&nbsp;<strong>E. Merumuskan tujuan, asesmen, dan kegiatan pembelajaran<\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Urutan Fase dalam Merancang Perencanaan Pembelajaran Berbasis Pendekatan UbD (Understanding by Design) Dalam dunia pendidikan, merancang pembelajaran bukan cuma soal menyusun materi dan tugas. Yang lebih penting adalah bagaimana proses belajar itu bisa bikin murid benar-benar\u00a0paham, bukan cuma tahu. Di sinilah pendekatan\u00a0UbD (Understanding by Design)\u00a0jadi salah satu cara yang banyak dipakai guru untuk menyusun perencanaan &#8230; <a title=\"Soal Urutan Fase dalam Merancang Perencanaan Pembelajaran Berbasis Pendekatan UbD (Understanding by Design)\" class=\"read-more\" href=\"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/soal-urutan-fase-dalam-merancang-perencanaan-pembelajaran-berbasis-pendekatan-ubd-understanding-by-design\/\" aria-label=\"More on Soal Urutan Fase dalam Merancang Perencanaan Pembelajaran Berbasis Pendekatan UbD (Understanding by Design)\">Read more<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":75796,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[2],"tags":[],"class_list":["post-59289","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-wawasan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/59289","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=59289"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/59289\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/75796"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=59289"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=59289"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=59289"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}