{"id":61797,"date":"2025-10-26T12:12:42","date_gmt":"2025-10-26T05:12:42","guid":{"rendered":"https:\/\/www.domainjava.com\/blog\/?p=61797"},"modified":"2025-10-26T12:12:42","modified_gmt":"2025-10-26T05:12:42","slug":"berikan-dua-contoh-aktivitas-yang-tidak-bernilai-tambah-non-value-added-activities-dalam-perusahaan-manufaktur-dan-bagaimana-abm-dapat-mengatasinya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/berikan-dua-contoh-aktivitas-yang-tidak-bernilai-tambah-non-value-added-activities-dalam-perusahaan-manufaktur-dan-bagaimana-abm-dapat-mengatasinya\/","title":{"rendered":"BERIKAN Dua Contoh Aktivitas yang Tidak Bernilai Tambah (Non-Value Added Activities) dalam Perusahaan Manufaktur dan Bagaimana ABM Dapat Mengatasinya"},"content":{"rendered":"<p>Soal Lengkap: Sebuah perusahaan manufaktur mengalami penurunan laba meskipun volume penjualannya meningkat. Setelah dilakukan evaluasi awal, ditemukan bahwa banyak aktivitas yang tidak memberikan nilai tambah (non-value added activities) masih dilakukan secara rutin. Tim manajemen mempertimbangkan untuk menggunakan pendekatan Activity-Based Management (ABM) agar dapat mengidentifikasi dan mengelola aktivitas yang menyebabkan pemborosan biaya.<\/p>\n<p>1. Jelaskan pengertian Activity-Based Management (ABM) ?<\/p>\n<p>2. Apa hubungan antara Activity-Based Costing (ABC) dan ABM?<\/p>\n<p>3. Berikan dua contoh aktivitas yang tidak bernilai tambah (non-value added activities) dalam perusahaan manufaktur dan bagaimana ABM dapat mengatasinya.<\/p>\n<p>Jawaban :<\/p>\n<h2 data-start=\"62\" data-end=\"179\" data-start=\"62\" data-end=\"179\" id=\"pemanfaatan-activity-based-management-abm-untuk-mengelola-aktivitas-non-value-added-dalam-perusahaan-manufaktur\">Pemanfaatan Activity-Based Management (ABM) untuk Mengelola Aktivitas Non-Value Added dalam Perusahaan Manufaktur<\/h2>\n<p data-start=\"199\" data-end=\"595\">Perusahaan manufaktur sering menghadapi situasi di mana\u00a0<strong data-start=\"255\" data-end=\"285\">volume penjualan meningkat<\/strong>, namun\u00a0<strong data-start=\"293\" data-end=\"309\">laba menurun<\/strong>. Salah satu penyebab umum adalah adanya\u00a0<strong data-start=\"350\" data-end=\"427\">aktivitas yang tidak memberikan nilai tambah (non-value added activities)<\/strong>\u00a0yang masih dijalankan secara rutin dalam proses produksi. Aktivitas semacam ini meningkatkan biaya operasional tanpa menambah manfaat bagi pelanggan atau perusahaan.<\/p>\n<p data-start=\"597\" data-end=\"841\">Untuk mengatasi masalah ini,\u00a0<strong data-start=\"626\" data-end=\"661\">Activity-Based Management (ABM)<\/strong>\u00a0menjadi pendekatan yang relevan. ABM membantu perusahaan mengidentifikasi, menganalisis, dan mengelola aktivitas agar biaya dapat dikendalikan dan proses produksi lebih efisien.<\/p>\n<hr data-start=\"843\" data-end=\"846\" \/>\n<h2 data-start=\"848\" data-end=\"898\" data-start=\"848\" data-end=\"898\" id=\"1-pengertian-activity-based-management-abm\">1. Pengertian Activity-Based Management (ABM)<\/h2>\n<p data-start=\"900\" data-end=\"1160\"><strong data-start=\"900\" data-end=\"935\">Activity-Based Management (ABM)<\/strong>\u00a0adalah pendekatan manajemen yang menggunakan informasi dari\u00a0<strong data-start=\"996\" data-end=\"1028\">Activity-Based Costing (ABC)<\/strong>\u00a0untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas operasional. ABM berfokus pada pengelolaan aktivitas dalam perusahaan dengan tujuan:<\/p>\n<ul data-start=\"1162\" data-end=\"1385\">\n<li data-start=\"1162\" data-end=\"1200\">\n<p data-start=\"1164\" data-end=\"1200\">Mengurangi biaya yang tidak perlu.<\/p>\n<\/li>\n<li data-start=\"1201\" data-end=\"1246\">\n<p data-start=\"1203\" data-end=\"1246\">Memperbaiki kualitas produk atau layanan.<\/p>\n<\/li>\n<li data-start=\"1247\" data-end=\"1283\">\n<p data-start=\"1249\" data-end=\"1283\">Meningkatkan kepuasan pelanggan.<\/p>\n<\/li>\n<li data-start=\"1284\" data-end=\"1385\">\n<p data-start=\"1286\" data-end=\"1385\">Memastikan setiap aktivitas yang dilakukan memberikan nilai tambah (value added) bagi perusahaan.<\/p>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p data-start=\"1387\" data-end=\"1564\">ABM bukan hanya tentang menghitung biaya, tetapi juga\u00a0<strong data-start=\"1441\" data-end=\"1475\">mengelola proses dan aktivitas<\/strong>\u00a0agar perusahaan dapat membuat keputusan yang lebih cerdas terkait alokasi sumber daya.<\/p>\n<hr data-start=\"1566\" data-end=\"1569\" \/>\n<h2 data-start=\"1571\" data-end=\"1631\" data-start=\"1571\" data-end=\"1631\" id=\"2-hubungan-antara-activity-based-costing-abc-dan-abm\">2. Hubungan antara Activity-Based Costing (ABC) dan ABM<\/h2>\n<p data-start=\"1633\" data-end=\"1973\"><strong data-start=\"1633\" data-end=\"1665\">Activity-Based Costing (ABC)<\/strong>\u00a0adalah metode akuntansi yang mengalokasikan biaya secara lebih akurat berdasarkan aktivitas yang sebenarnya dilakukan dalam proses produksi atau operasional. ABC membantu perusahaan memahami\u00a0<strong data-start=\"1857\" data-end=\"1903\">biaya yang terkait dengan setiap aktivitas<\/strong>, termasuk aktivitas yang memberikan nilai tambah maupun yang tidak.<\/p>\n<p data-start=\"1975\" data-end=\"2002\"><strong data-start=\"1975\" data-end=\"2000\">Hubungan ABC dan ABM:<\/strong><\/p>\n<ul data-start=\"2004\" data-end=\"2432\">\n<li data-start=\"2004\" data-end=\"2189\">\n<p data-start=\"2006\" data-end=\"2189\"><strong data-start=\"2006\" data-end=\"2038\">ABC sebagai dasar informasi:<\/strong>\u00a0ABC menyediakan data rinci tentang biaya aktivitas. Misalnya, biaya tenaga kerja, bahan baku, dan overhead yang dikaitkan dengan aktivitas tertentu.<\/p>\n<\/li>\n<li data-start=\"2190\" data-end=\"2432\">\n<p data-start=\"2192\" data-end=\"2432\"><strong data-start=\"2192\" data-end=\"2228\">ABM sebagai tindakan manajerial:<\/strong>\u00a0ABM menggunakan data dari ABC untuk mengidentifikasi aktivitas yang tidak efisien dan mengambil tindakan perbaikan, seperti penghapusan atau penyederhanaan aktivitas yang tidak memberikan nilai tambah.<\/p>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p data-start=\"2434\" data-end=\"2610\">Dengan kata lain,\u00a0<strong data-start=\"2452\" data-end=\"2607\">ABC memberikan \u201capa yang terjadi\u201d secara finansial, sedangkan ABM menentukan \u201capa yang harus dilakukan\u201d untuk meningkatkan efisiensi dan profitabilitas<\/strong>.<\/p>\n<hr data-start=\"2612\" data-end=\"2615\" \/>\n<h2 data-start=\"2617\" data-end=\"2686\" data-start=\"2617\" data-end=\"2686\" id=\"3-contoh-aktivitas-non-value-added-dan-penanganannya-dengan-abm\">3. Contoh Aktivitas Non-Value Added dan Penanganannya dengan ABM<\/h2>\n<p data-start=\"2688\" data-end=\"2810\">Dalam konteks perusahaan manufaktur, beberapa\u00a0<strong data-start=\"2734\" data-end=\"2792\">aktivitas yang tidak bernilai tambah (non-value added)<\/strong>\u00a0dapat mencakup:<\/p>\n<h3 data-start=\"2812\" data-end=\"2847\" data-start=\"2812\" data-end=\"2847\" id=\"contoh-1-persediaan-berlebih\">Contoh 1: Persediaan Berlebih<\/h3>\n<ul data-start=\"2849\" data-end=\"3341\">\n<li data-start=\"2849\" data-end=\"3065\">\n<p data-start=\"2851\" data-end=\"3065\"><strong data-start=\"2851\" data-end=\"2865\">Deskripsi:<\/strong>\u00a0Menyimpan bahan baku atau produk jadi dalam jumlah yang berlebihan sehingga menimbulkan biaya penyimpanan tambahan, risiko kerusakan atau kadaluarsa, dan penggunaan ruang gudang yang tidak efisien.<\/p>\n<\/li>\n<li data-start=\"3066\" data-end=\"3341\">\n<p data-start=\"3068\" data-end=\"3341\"><strong data-start=\"3068\" data-end=\"3087\">Pendekatan ABM:<\/strong>\u00a0Dengan menggunakan data dari ABC, perusahaan dapat menganalisis biaya penyimpanan yang terkait dengan aktivitas ini. ABM dapat mengimplementasikan\u00a0<strong data-start=\"3235\" data-end=\"3261\">just-in-time inventory<\/strong>\u00a0atau pengaturan stok minimum untuk mengurangi aktivitas penyimpanan berlebih.<\/p>\n<\/li>\n<\/ul>\n<h3 data-start=\"3343\" data-end=\"3388\" data-start=\"3343\" data-end=\"3388\" id=\"contoh-2-pemeriksaan-kualitas-berulang\">Contoh 2: Pemeriksaan Kualitas Berulang<\/h3>\n<ul data-start=\"3390\" data-end=\"3925\">\n<li data-start=\"3390\" data-end=\"3619\">\n<p data-start=\"3392\" data-end=\"3619\"><strong data-start=\"3392\" data-end=\"3406\">Deskripsi:<\/strong>\u00a0Melakukan pemeriksaan kualitas yang sama berulang kali karena proses produksi tidak terstandarisasi atau karena kesalahan manusia yang sering terjadi. Hal ini menambah biaya tanpa menambah nilai bagi pelanggan.<\/p>\n<\/li>\n<li data-start=\"3620\" data-end=\"3925\">\n<p data-start=\"3622\" data-end=\"3925\"><strong data-start=\"3622\" data-end=\"3641\">Pendekatan ABM:<\/strong>\u00a0ABM membantu mengidentifikasi biaya yang dikeluarkan untuk pemeriksaan berulang. Perusahaan dapat\u00a0<strong data-start=\"3740\" data-end=\"3803\">meningkatkan standar proses produksi dan pelatihan karyawan<\/strong>, sehingga pemeriksaan kualitas yang berulang dapat diminimalkan atau dihilangkan, sekaligus meningkatkan produktivitas.<\/p>\n<\/li>\n<\/ul>\n<h3 data-start=\"3927\" data-end=\"3986\" data-start=\"3927\" data-end=\"3986\" id=\"manfaat-abm-dalam-mengelola-aktivitas-non-value-added\">Manfaat ABM dalam Mengelola Aktivitas Non-Value Added<\/h3>\n<ol data-start=\"3988\" data-end=\"4602\">\n<li data-start=\"3988\" data-end=\"4120\">\n<p data-start=\"3991\" data-end=\"4120\"><strong data-start=\"3991\" data-end=\"4013\">Pengurangan biaya:<\/strong>\u00a0Menghilangkan aktivitas yang tidak memberikan nilai tambah secara langsung mengurangi biaya operasional.<\/p>\n<\/li>\n<li data-start=\"4121\" data-end=\"4254\">\n<p data-start=\"4124\" data-end=\"4254\"><strong data-start=\"4124\" data-end=\"4145\">Efisiensi proses:<\/strong>\u00a0Proses produksi menjadi lebih cepat dan lancar tanpa adanya aktivitas yang membuang waktu dan sumber daya.<\/p>\n<\/li>\n<li data-start=\"4255\" data-end=\"4427\">\n<p data-start=\"4258\" data-end=\"4427\"><strong data-start=\"4258\" data-end=\"4289\">Peningkatan profitabilitas:<\/strong>\u00a0Dengan biaya lebih terkendali dan proses lebih efisien, laba perusahaan dapat meningkat meskipun volume penjualan tetap atau meningkat.<\/p>\n<\/li>\n<li data-start=\"4428\" data-end=\"4602\">\n<p data-start=\"4431\" data-end=\"4602\"><strong data-start=\"4431\" data-end=\"4456\">Fokus pada pelanggan:<\/strong>\u00a0Aktivitas yang ditingkatkan adalah aktivitas yang memberikan manfaat langsung bagi pelanggan, seperti kualitas produk dan kecepatan pengiriman.<\/p>\n<\/li>\n<\/ol>\n<hr data-start=\"4604\" data-end=\"4607\" \/>\n<h2 data-start=\"4609\" data-end=\"4624\" data-start=\"4609\" data-end=\"4624\" id=\"kesimpulan\">Kesimpulan<\/h2>\n<p data-start=\"4626\" data-end=\"4868\">Activity-Based Management (ABM) adalah alat strategis bagi perusahaan manufaktur untuk mengelola aktivitas operasional secara efisien. Dengan memanfaatkan informasi biaya dari Activity-Based Costing (ABC), ABM memungkinkan perusahaan untuk:<\/p>\n<ul data-start=\"4870\" data-end=\"5074\">\n<li data-start=\"4870\" data-end=\"4946\">\n<p data-start=\"4872\" data-end=\"4946\">Mengidentifikasi aktivitas yang tidak bernilai tambah (non-value added).<\/p>\n<\/li>\n<li data-start=\"4947\" data-end=\"4979\">\n<p data-start=\"4949\" data-end=\"4979\">Mengurangi pemborosan biaya.<\/p>\n<\/li>\n<li data-start=\"4980\" data-end=\"5025\">\n<p data-start=\"4982\" data-end=\"5025\">Meningkatkan kualitas produk dan layanan.<\/p>\n<\/li>\n<li data-start=\"5026\" data-end=\"5074\">\n<p data-start=\"5028\" data-end=\"5074\">Meningkatkan laba dan daya saing perusahaan.<\/p>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p data-start=\"5076\" data-end=\"5441\">Contoh aktivitas non-value added dalam manufaktur, seperti persediaan berlebih dan pemeriksaan kualitas berulang, dapat ditangani dengan ABM melalui perbaikan proses, pengendalian stok, dan peningkatan pelatihan karyawan. Dengan penerapan ABM secara tepat, perusahaan tidak hanya mengurangi biaya tetapi juga meningkatkan efisiensi operasional secara keseluruhan.<\/p>\n<hr data-start=\"5443\" data-end=\"5446\" \/>\n<p data-start=\"5448\" data-end=\"5464\"><strong data-start=\"5448\" data-end=\"5462\">Referensi:<\/strong><\/p>\n<ol data-start=\"5466\" data-end=\"5915\">\n<li data-start=\"5466\" data-end=\"5624\">\n<p data-start=\"5469\" data-end=\"5624\">Kaplan, R. S., &amp; Cooper, R. (1998).\u00a0<em data-start=\"5505\" data-end=\"5590\">Cost &amp; Effect: Using Integrated Cost Systems to Drive Profitability and Performance<\/em>. Harvard Business School Press.<\/p>\n<\/li>\n<li data-start=\"5625\" data-end=\"5699\">\n<p data-start=\"5628\" data-end=\"5699\">Drury, C. (2013).\u00a0<em data-start=\"5646\" data-end=\"5678\">Management and Cost Accounting<\/em>. Cengage Learning.<\/p>\n<\/li>\n<li data-start=\"5700\" data-end=\"5809\">\n<p data-start=\"5703\" data-end=\"5809\">Horngren, C. T., Datar, S. M., &amp; Rajan, M. V. (2015).\u00a0<em data-start=\"5757\" data-end=\"5797\">Cost Accounting: A Managerial Emphasis<\/em>. Pearson.<\/p>\n<\/li>\n<li data-start=\"5810\" data-end=\"5915\">\n<p data-start=\"5813\" data-end=\"5915\">Turney, P. B. B. (1991).\u00a0<em data-start=\"5838\" data-end=\"5892\">Activity-Based Costing: The Performance Breakthrough<\/em>. Productivity Press.<\/p>\n<\/li>\n<\/ol>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Soal Lengkap: Sebuah perusahaan manufaktur mengalami penurunan laba meskipun volume penjualannya meningkat. Setelah dilakukan evaluasi awal, ditemukan bahwa banyak aktivitas yang tidak memberikan nilai tambah (non-value added activities) masih dilakukan secara rutin. Tim manajemen mempertimbangkan untuk menggunakan pendekatan Activity-Based Management (ABM) agar dapat mengidentifikasi dan mengelola aktivitas yang menyebabkan pemborosan biaya. 1. Jelaskan pengertian Activity-Based &#8230; <a title=\"BERIKAN Dua Contoh Aktivitas yang Tidak Bernilai Tambah (Non-Value Added Activities) dalam Perusahaan Manufaktur dan Bagaimana ABM Dapat Mengatasinya\" class=\"read-more\" href=\"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/berikan-dua-contoh-aktivitas-yang-tidak-bernilai-tambah-non-value-added-activities-dalam-perusahaan-manufaktur-dan-bagaimana-abm-dapat-mengatasinya\/\" aria-label=\"More on BERIKAN Dua Contoh Aktivitas yang Tidak Bernilai Tambah (Non-Value Added Activities) dalam Perusahaan Manufaktur dan Bagaimana ABM Dapat Mengatasinya\">Read more<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":75796,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[2],"tags":[],"class_list":["post-61797","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-wawasan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/61797","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=61797"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/61797\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/75796"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=61797"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=61797"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=61797"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}