{"id":61805,"date":"2025-10-26T12:17:42","date_gmt":"2025-10-26T05:17:42","guid":{"rendered":"https:\/\/www.domainjava.com\/blog\/?p=61805"},"modified":"2025-10-26T12:17:42","modified_gmt":"2025-10-26T05:17:42","slug":"jelaskan-pengertian-activity-based-management-abm","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/jelaskan-pengertian-activity-based-management-abm\/","title":{"rendered":"JELASKAN Pengertian Activity-Based Management (ABM)"},"content":{"rendered":"<p>Soal Lengkap: Sebuah perusahaan manufaktur mengalami penurunan laba meskipun volume penjualannya meningkat. Setelah dilakukan evaluasi awal, ditemukan bahwa banyak aktivitas yang tidak memberikan nilai tambah (non-value added activities) masih dilakukan secara rutin. Tim manajemen mempertimbangkan untuk menggunakan pendekatan Activity-Based Management (ABM) agar dapat mengidentifikasi dan mengelola aktivitas yang menyebabkan pemborosan biaya.<\/p>\n<p>1. Jelaskan pengertian Activity-Based Management (ABM) ?<\/p>\n<p>2. Apa hubungan antara Activity-Based Costing (ABC) dan ABM?<\/p>\n<p>3. Berikan dua contoh aktivitas yang tidak bernilai tambah (non-value added activities) dalam perusahaan manufaktur dan bagaimana ABM dapat mengatasinya.<\/p>\n<p>Jawaban :<\/p>\n<h2 data-start=\"69\" data-end=\"185\" data-start=\"69\" data-end=\"185\" id=\"pemanfaatan-activity-based-management-abm-untuk-mengelola-aktivitas-non-value-added-pada-perusahaan-manufaktur\">Pemanfaatan Activity-Based Management (ABM) untuk Mengelola Aktivitas Non-Value Added pada Perusahaan Manufaktur<\/h2>\n<p data-start=\"205\" data-end=\"633\">Dalam dunia manufaktur, peningkatan volume penjualan tidak selalu diikuti dengan kenaikan laba. Banyak perusahaan menghadapi situasi di mana\u00a0<strong data-start=\"346\" data-end=\"409\">biaya operasional meningkat lebih cepat daripada pendapatan<\/strong>, sehingga laba menurun. Salah satu penyebab utama adalah keberadaan\u00a0<strong data-start=\"478\" data-end=\"555\">aktivitas yang tidak memberikan nilai tambah (non-value added activities)<\/strong>\u00a0yang masih dilakukan secara rutin dalam proses produksi maupun operasional.<\/p>\n<p data-start=\"635\" data-end=\"900\">Aktivitas semacam ini bisa berupa pekerjaan yang berulang, pemeriksaan yang berlebihan, waktu tunggu, atau penyimpanan bahan yang tidak efisien. Aktivitas yang tidak bernilai tambah meningkatkan biaya tanpa memberikan manfaat nyata bagi pelanggan atau perusahaan.<\/p>\n<p data-start=\"902\" data-end=\"1212\">Untuk mengatasi permasalahan ini, perusahaan dapat menggunakan pendekatan\u00a0<strong data-start=\"976\" data-end=\"1011\">Activity-Based Management (ABM)<\/strong>. ABM memungkinkan manajemen untuk\u00a0<strong data-start=\"1046\" data-end=\"1139\">mengidentifikasi, menganalisis, dan mengelola aktivitas yang menyebabkan pemborosan biaya<\/strong>, sehingga proses operasional menjadi lebih efisien dan laba meningkat.<\/p>\n<hr data-start=\"1214\" data-end=\"1217\" \/>\n<h2 data-start=\"1219\" data-end=\"1269\" data-start=\"1219\" data-end=\"1269\" id=\"1-pengertian-activity-based-management-abm\">1. Pengertian Activity-Based Management (ABM)<\/h2>\n<p data-start=\"1271\" data-end=\"1579\"><strong data-start=\"1271\" data-end=\"1306\">Activity-Based Management (ABM)<\/strong>\u00a0adalah pendekatan manajemen yang memanfaatkan informasi dari\u00a0<strong data-start=\"1368\" data-end=\"1400\">Activity-Based Costing (ABC)<\/strong>\u00a0untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas operasional perusahaan. Fokus ABM adalah pada\u00a0<strong data-start=\"1492\" data-end=\"1517\">pengelolaan aktivitas<\/strong>, bukan sekadar menghitung biaya. Tujuan utama ABM meliputi:<\/p>\n<ul data-start=\"1581\" data-end=\"1857\">\n<li data-start=\"1581\" data-end=\"1635\">\n<p data-start=\"1583\" data-end=\"1635\">Mengurangi biaya yang tidak perlu atau pemborosan.<\/p>\n<\/li>\n<li data-start=\"1636\" data-end=\"1681\">\n<p data-start=\"1638\" data-end=\"1681\">Meningkatkan kualitas produk dan layanan.<\/p>\n<\/li>\n<li data-start=\"1682\" data-end=\"1765\">\n<p data-start=\"1684\" data-end=\"1765\">Memperkuat kepuasan pelanggan dengan fokus pada aktivitas yang bernilai tambah.<\/p>\n<\/li>\n<li data-start=\"1766\" data-end=\"1857\">\n<p data-start=\"1768\" data-end=\"1857\">Memastikan setiap aktivitas memberikan\u00a0<strong data-start=\"1807\" data-end=\"1824\">manfaat nyata<\/strong>\u00a0bagi perusahaan dan pelanggan.<\/p>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p data-start=\"1859\" data-end=\"2079\">ABM tidak hanya menyediakan informasi biaya, tetapi juga\u00a0<strong data-start=\"1916\" data-end=\"1974\">memberikan dasar untuk pengambilan keputusan strategis<\/strong>, misalnya memutuskan aktivitas mana yang harus disederhanakan, dihapus, atau ditingkatkan kualitasnya.<\/p>\n<hr data-start=\"2081\" data-end=\"2084\" \/>\n<h2 data-start=\"2086\" data-end=\"2146\" data-start=\"2086\" data-end=\"2146\" id=\"2-hubungan-antara-activity-based-costing-abc-dan-abm\">2. Hubungan antara Activity-Based Costing (ABC) dan ABM<\/h2>\n<p data-start=\"2148\" data-end=\"2464\"><strong data-start=\"2148\" data-end=\"2180\">Activity-Based Costing (ABC)<\/strong>\u00a0adalah metode akuntansi yang mengalokasikan biaya secara akurat berdasarkan aktivitas yang dilakukan dalam proses produksi atau operasional. ABC membantu perusahaan memahami\u00a0<strong data-start=\"2355\" data-end=\"2415\">berapa biaya yang terkait dengan masing-masing aktivitas<\/strong>, termasuk yang bernilai tambah dan yang tidak.<\/p>\n<p data-start=\"2466\" data-end=\"2522\">Hubungan ABC dan ABM dapat dijelaskan sebagai berikut:<\/p>\n<ul data-start=\"2524\" data-end=\"2961\">\n<li data-start=\"2524\" data-end=\"2668\">\n<p data-start=\"2526\" data-end=\"2668\"><strong data-start=\"2526\" data-end=\"2559\">ABC sebagai sumber informasi:<\/strong>\u00a0ABC menyediakan data rinci tentang biaya aktivitas, misalnya biaya tenaga kerja, bahan baku, dan overhead.<\/p>\n<\/li>\n<li data-start=\"2669\" data-end=\"2961\">\n<p data-start=\"2671\" data-end=\"2961\"><strong data-start=\"2671\" data-end=\"2709\">ABM sebagai pengelolaan aktivitas:<\/strong>\u00a0ABM menggunakan informasi dari ABC untuk\u00a0<strong data-start=\"2751\" data-end=\"2800\">mengidentifikasi aktivitas yang tidak efisien<\/strong>\u00a0dan mengambil tindakan perbaikan, seperti menghapus aktivitas yang tidak memberikan nilai tambah, menyederhanakan prosedur, atau meningkatkan kualitas proses.<\/p>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p data-start=\"2963\" data-end=\"3265\">Singkatnya,\u00a0<strong data-start=\"2975\" data-end=\"3035\">ABC menjawab pertanyaan \u201cberapa biaya setiap aktivitas?\u201d<\/strong>, sedangkan\u00a0<strong data-start=\"3047\" data-end=\"3148\">ABM menjawab pertanyaan \u201capa yang harus dilakukan untuk mengurangi biaya dan meningkatkan nilai?\u201d<\/strong>. ABM adalah langkah lanjut dari ABC, yang mengubah data biaya menjadi\u00a0<strong data-start=\"3219\" data-end=\"3262\">keputusan manajerial dan tindakan nyata<\/strong>.<\/p>\n<hr data-start=\"3267\" data-end=\"3270\" \/>\n<h2 data-start=\"3272\" data-end=\"3341\" data-start=\"3272\" data-end=\"3341\" id=\"3-contoh-aktivitas-non-value-added-dan-penanganannya-dengan-abm\">3. Contoh Aktivitas Non-Value Added dan Penanganannya dengan ABM<\/h2>\n<p data-start=\"3343\" data-end=\"3501\">Dalam perusahaan manufaktur, terdapat berbagai aktivitas yang\u00a0<strong data-start=\"3405\" data-end=\"3448\">tidak bernilai tambah (non-value added)<\/strong>. Berikut dua contohnya beserta cara ABM menangani:<\/p>\n<h3 data-start=\"3503\" data-end=\"3538\" data-start=\"3503\" data-end=\"3538\" id=\"contoh-1-persediaan-berlebih\">Contoh 1: Persediaan Berlebih<\/h3>\n<ul data-start=\"3540\" data-end=\"4132\">\n<li data-start=\"3540\" data-end=\"3788\">\n<p data-start=\"3542\" data-end=\"3788\"><strong data-start=\"3542\" data-end=\"3556\">Deskripsi:<\/strong>\u00a0Menyimpan bahan baku atau produk jadi dalam jumlah berlebih dapat menimbulkan biaya penyimpanan tinggi, risiko kerusakan, serta penggunaan ruang gudang yang tidak efisien. Aktivitas ini tidak menambah nilai produk bagi pelanggan.<\/p>\n<\/li>\n<li data-start=\"3789\" data-end=\"4132\">\n<p data-start=\"3791\" data-end=\"4132\"><strong data-start=\"3791\" data-end=\"3817\">Penanganan dengan ABM:<\/strong>\u00a0ABM menganalisis biaya yang timbul akibat penyimpanan berlebih berdasarkan data ABC. Perusahaan dapat menerapkan strategi\u00a0<strong data-start=\"3940\" data-end=\"3966\">just-in-time inventory<\/strong>, menyesuaikan stok dengan kebutuhan produksi secara tepat waktu. Dengan demikian, biaya penyimpanan berkurang, efisiensi meningkat, dan ruang gudang lebih optimal.<\/p>\n<\/li>\n<\/ul>\n<h3 data-start=\"4134\" data-end=\"4179\" data-start=\"4134\" data-end=\"4179\" id=\"contoh-2-pemeriksaan-kualitas-berulang\">Contoh 2: Pemeriksaan Kualitas Berulang<\/h3>\n<ul data-start=\"4181\" data-end=\"4739\">\n<li data-start=\"4181\" data-end=\"4420\">\n<p data-start=\"4183\" data-end=\"4420\"><strong data-start=\"4183\" data-end=\"4197\">Deskripsi:<\/strong>\u00a0Melakukan pemeriksaan kualitas yang sama secara berulang karena proses produksi belum standar atau adanya kesalahan manusia yang sering terjadi. Aktivitas ini menambah biaya tanpa memberikan manfaat nyata bagi pelanggan.<\/p>\n<\/li>\n<li data-start=\"4421\" data-end=\"4739\">\n<p data-start=\"4423\" data-end=\"4577\"><strong data-start=\"4423\" data-end=\"4449\">Penanganan dengan ABM:<\/strong>\u00a0ABM menggunakan informasi biaya dari ABC untuk mengidentifikasi biaya akibat pemeriksaan berulang. Perusahaan kemudian dapat:<\/p>\n<ul data-start=\"4580\" data-end=\"4739\">\n<li data-start=\"4580\" data-end=\"4621\">\n<p data-start=\"4582\" data-end=\"4621\">Meningkatkan standar proses produksi.<\/p>\n<\/li>\n<li data-start=\"4624\" data-end=\"4674\">\n<p data-start=\"4626\" data-end=\"4674\">Memberikan pelatihan tambahan kepada karyawan.<\/p>\n<\/li>\n<li data-start=\"4677\" data-end=\"4739\">\n<p data-start=\"4679\" data-end=\"4739\">Mengimplementasikan peralatan inspeksi yang lebih efisien.<\/p>\n<\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p data-start=\"4741\" data-end=\"4869\">Dengan perbaikan ini, pemeriksaan kualitas yang berulang dapat diminimalkan, biaya menurun, dan kualitas produk tetap terjaga.<\/p>\n<hr data-start=\"4871\" data-end=\"4874\" \/>\n<h2 data-start=\"4876\" data-end=\"4934\" data-start=\"4876\" data-end=\"4934\" id=\"manfaat-abm-dalam-mengelola-aktivitas-non-value-added\">Manfaat ABM dalam Mengelola Aktivitas Non-Value Added<\/h2>\n<ol data-start=\"4936\" data-end=\"5662\">\n<li data-start=\"4936\" data-end=\"5086\">\n<p data-start=\"4939\" data-end=\"5086\"><strong data-start=\"4939\" data-end=\"4973\">Pengurangan biaya operasional:<\/strong>\u00a0Menghapus atau menyederhanakan aktivitas yang tidak bernilai tambah menurunkan biaya produksi dan operasional.<\/p>\n<\/li>\n<li data-start=\"5087\" data-end=\"5179\">\n<p data-start=\"5090\" data-end=\"5179\"><strong data-start=\"5090\" data-end=\"5120\">Efisiensi proses produksi:<\/strong>\u00a0Proses menjadi lebih cepat, lancar, dan minim kesalahan.<\/p>\n<\/li>\n<li data-start=\"5180\" data-end=\"5335\">\n<p data-start=\"5183\" data-end=\"5335\"><strong data-start=\"5183\" data-end=\"5204\">Peningkatan laba:<\/strong>\u00a0Dengan biaya yang lebih terkendali dan efisiensi meningkat, laba perusahaan dapat bertambah meskipun volume penjualan meningkat.<\/p>\n<\/li>\n<li data-start=\"5336\" data-end=\"5508\">\n<p data-start=\"5339\" data-end=\"5508\"><strong data-start=\"5339\" data-end=\"5364\">Fokus pada pelanggan:<\/strong>\u00a0Aktivitas yang ditingkatkan adalah aktivitas yang memberikan manfaat langsung bagi pelanggan, seperti kualitas produk dan layanan purna jual.<\/p>\n<\/li>\n<li data-start=\"5509\" data-end=\"5662\">\n<p data-start=\"5512\" data-end=\"5662\"><strong data-start=\"5512\" data-end=\"5551\">Keputusan manajerial berbasis data:<\/strong>\u00a0ABM memberikan dasar untuk pengambilan keputusan strategis berdasarkan analisis biaya aktivitas yang akurat.<\/p>\n<\/li>\n<\/ol>\n<hr data-start=\"5664\" data-end=\"5667\" \/>\n<h2 data-start=\"5669\" data-end=\"5684\" data-start=\"5669\" data-end=\"5684\" id=\"kesimpulan\">Kesimpulan<\/h2>\n<p data-start=\"5686\" data-end=\"5907\"><strong data-start=\"5686\" data-end=\"5721\">Activity-Based Management (ABM)<\/strong>\u00a0adalah pendekatan manajemen yang efektif untuk meningkatkan efisiensi dan profitabilitas perusahaan manufaktur. ABM memanfaatkan informasi dari\u00a0<strong data-start=\"5866\" data-end=\"5898\">Activity-Based Costing (ABC)<\/strong>\u00a0untuk:<\/p>\n<ul data-start=\"5909\" data-end=\"6156\">\n<li data-start=\"5909\" data-end=\"5975\">\n<p data-start=\"5911\" data-end=\"5975\">Mengidentifikasi aktivitas yang tidak memberikan nilai tambah.<\/p>\n<\/li>\n<li data-start=\"5976\" data-end=\"6041\">\n<p data-start=\"5978\" data-end=\"6041\">Mengurangi pemborosan biaya dan aktivitas yang tidak efisien.<\/p>\n<\/li>\n<li data-start=\"6042\" data-end=\"6087\">\n<p data-start=\"6044\" data-end=\"6087\">Meningkatkan kualitas produk dan layanan.<\/p>\n<\/li>\n<li data-start=\"6088\" data-end=\"6156\">\n<p data-start=\"6090\" data-end=\"6156\">Meningkatkan laba perusahaan melalui efisiensi biaya dan proses.<\/p>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p data-start=\"6158\" data-end=\"6493\">Contoh aktivitas non-value added seperti\u00a0<strong data-start=\"6199\" data-end=\"6222\">persediaan berlebih<\/strong>\u00a0dan\u00a0<strong data-start=\"6227\" data-end=\"6260\">pemeriksaan kualitas berulang<\/strong>\u00a0dapat diatasi melalui perbaikan proses, pengendalian stok, dan pelatihan karyawan. Dengan penerapan ABM yang tepat, perusahaan dapat\u00a0<strong data-start=\"6394\" data-end=\"6490\">mengoptimalkan biaya, meningkatkan efisiensi, dan menciptakan keunggulan kompetitif di pasar<\/strong>.<\/p>\n<hr data-start=\"6495\" data-end=\"6498\" \/>\n<p data-start=\"6500\" data-end=\"6516\"><strong data-start=\"6500\" data-end=\"6514\">Referensi:<\/strong><\/p>\n<ol data-start=\"6518\" data-end=\"6967\">\n<li data-start=\"6518\" data-end=\"6676\">\n<p data-start=\"6521\" data-end=\"6676\">Kaplan, R. S., &amp; Cooper, R. (1998).\u00a0<em data-start=\"6557\" data-end=\"6642\">Cost &amp; Effect: Using Integrated Cost Systems to Drive Profitability and Performance<\/em>. Harvard Business School Press.<\/p>\n<\/li>\n<li data-start=\"6677\" data-end=\"6751\">\n<p data-start=\"6680\" data-end=\"6751\">Drury, C. (2013).\u00a0<em data-start=\"6698\" data-end=\"6730\">Management and Cost Accounting<\/em>. Cengage Learning.<\/p>\n<\/li>\n<li data-start=\"6752\" data-end=\"6861\">\n<p data-start=\"6755\" data-end=\"6861\">Horngren, C. T., Datar, S. M., &amp; Rajan, M. V. (2015).\u00a0<em data-start=\"6809\" data-end=\"6849\">Cost Accounting: A Managerial Emphasis<\/em>. Pearson.<\/p>\n<\/li>\n<li data-start=\"6862\" data-end=\"6967\">\n<p data-start=\"6865\" data-end=\"6967\">Turney, P. B. B. (1991).\u00a0<em data-start=\"6890\" data-end=\"6944\">Activity-Based Costing: The Performance Breakthrough<\/em>. Productivity Press.<\/p>\n<\/li>\n<\/ol>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Soal Lengkap: Sebuah perusahaan manufaktur mengalami penurunan laba meskipun volume penjualannya meningkat. Setelah dilakukan evaluasi awal, ditemukan bahwa banyak aktivitas yang tidak memberikan nilai tambah (non-value added activities) masih dilakukan secara rutin. Tim manajemen mempertimbangkan untuk menggunakan pendekatan Activity-Based Management (ABM) agar dapat mengidentifikasi dan mengelola aktivitas yang menyebabkan pemborosan biaya. 1. Jelaskan pengertian Activity-Based &#8230; <a title=\"JELASKAN Pengertian Activity-Based Management (ABM)\" class=\"read-more\" href=\"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/jelaskan-pengertian-activity-based-management-abm\/\" aria-label=\"More on JELASKAN Pengertian Activity-Based Management (ABM)\">Read more<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":75796,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[2],"tags":[],"class_list":["post-61805","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-wawasan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/61805","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=61805"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/61805\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/75796"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=61805"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=61805"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=61805"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}