{"id":61809,"date":"2025-10-26T12:21:10","date_gmt":"2025-10-26T05:21:10","guid":{"rendered":"https:\/\/www.domainjava.com\/blog\/?p=61809"},"modified":"2025-10-26T12:21:10","modified_gmt":"2025-10-26T05:21:10","slug":"sebuah-perusahaan-manufaktur-mengalami-penurunan-laba-meskipun-volume-penjualannya-meningkat","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/sebuah-perusahaan-manufaktur-mengalami-penurunan-laba-meskipun-volume-penjualannya-meningkat\/","title":{"rendered":"SEBUAH Perusahaan Manufaktur Mengalami Penurunan Laba Meskipun Volume Penjualannya Meningkat"},"content":{"rendered":"<p><strong>Soal Lengkap: <\/strong>Sebuah perusahaan manufaktur mengalami penurunan laba meskipun volume penjualannya meningkat. Setelah dilakukan evaluasi awal, ditemukan bahwa banyak aktivitas yang tidak memberikan nilai tambah (non-value added activities) masih dilakukan secara rutin. Tim manajemen mempertimbangkan untuk menggunakan pendekatan Activity-Based Management (ABM) agar dapat mengidentifikasi dan mengelola aktivitas yang menyebabkan pemborosan biaya.<\/p>\n<p>1. Jelaskan pengertian Activity-Based Management (ABM) ?<\/p>\n<p>2. Apa hubungan antara Activity-Based Costing (ABC) dan ABM?<\/p>\n<p>3. Berikan dua contoh aktivitas yang tidak bernilai tambah (non-value added activities) dalam perusahaan manufaktur dan bagaimana ABM dapat mengatasinya.<\/p>\n<p><strong>Jawaban :<\/strong><\/p>\n<h2 data-start=\"62\" data-end=\"178\">Pemanfaatan Activity-Based Management (ABM) untuk Mengelola Aktivitas Non-Value Added pada Perusahaan Manufaktur<\/h2>\n<p data-start=\"198\" data-end=\"680\">Dalam praktik manufaktur modern,\u00a0<strong data-start=\"231\" data-end=\"302\">peningkatan volume penjualan tidak selalu menjamin peningkatan laba<\/strong>. Banyak perusahaan mengalami situasi di mana laba menurun meskipun penjualan meningkat. Salah satu penyebabnya adalah adanya\u00a0<strong data-start=\"428\" data-end=\"505\">aktivitas yang tidak memberikan nilai tambah (non-value added activities)<\/strong>\u00a0yang masih rutin dilakukan. Aktivitas ini bisa berupa pekerjaan yang berulang, waktu tunggu yang lama, prosedur yang berlebihan, atau penyimpanan barang yang tidak efisien.<\/p>\n<p data-start=\"682\" data-end=\"982\">Untuk mengatasi permasalahan ini, perusahaan dapat menerapkan pendekatan\u00a0<strong data-start=\"755\" data-end=\"790\">Activity-Based Management (ABM)<\/strong>. ABM memungkinkan manajemen untuk\u00a0<strong data-start=\"825\" data-end=\"903\">mengidentifikasi dan mengelola aktivitas yang menyebabkan pemborosan biaya<\/strong>, sehingga proses operasional menjadi lebih efisien dan laba dapat meningkat.<\/p>\n<hr data-start=\"984\" data-end=\"987\" \/>\n<h2 data-start=\"989\" data-end=\"1039\">1. Pengertian Activity-Based Management (ABM)<\/h2>\n<p data-start=\"1041\" data-end=\"1311\"><strong data-start=\"1041\" data-end=\"1076\">Activity-Based Management (ABM)<\/strong>\u00a0adalah pendekatan manajemen yang berfokus pada pengelolaan aktivitas perusahaan dengan tujuan utama meningkatkan efisiensi dan efektivitas. ABM memanfaatkan informasi biaya yang diperoleh dari\u00a0<strong data-start=\"1270\" data-end=\"1302\">Activity-Based Costing (ABC)<\/strong>\u00a0untuk:<\/p>\n<ul data-start=\"1313\" data-end=\"1586\">\n<li data-start=\"1313\" data-end=\"1367\">\n<p data-start=\"1315\" data-end=\"1367\">Mengurangi biaya yang tidak perlu atau pemborosan.<\/p>\n<\/li>\n<li data-start=\"1368\" data-end=\"1414\">\n<p data-start=\"1370\" data-end=\"1414\">Meningkatkan kualitas produk atau layanan.<\/p>\n<\/li>\n<li data-start=\"1415\" data-end=\"1498\">\n<p data-start=\"1417\" data-end=\"1498\">Memperkuat kepuasan pelanggan dengan fokus pada aktivitas yang bernilai tambah.<\/p>\n<\/li>\n<li data-start=\"1499\" data-end=\"1586\">\n<p data-start=\"1501\" data-end=\"1586\">Memberikan dasar bagi pengambilan keputusan strategis terkait aktivitas perusahaan.<\/p>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p data-start=\"1588\" data-end=\"1819\">ABM tidak hanya menampilkan data biaya, tetapi juga membantu manajemen\u00a0<strong data-start=\"1659\" data-end=\"1746\">memutuskan aktivitas mana yang harus disederhanakan, ditingkatkan, atau dihilangkan<\/strong>, sehingga biaya dapat dikendalikan dan nilai bagi pelanggan meningkat.<\/p>\n<hr data-start=\"1821\" data-end=\"1824\" \/>\n<h2 data-start=\"1826\" data-end=\"1886\">2. Hubungan antara Activity-Based Costing (ABC) dan ABM<\/h2>\n<p data-start=\"1888\" data-end=\"2209\"><strong data-start=\"1888\" data-end=\"1920\">Activity-Based Costing (ABC)<\/strong>\u00a0adalah metode akuntansi yang mengalokasikan biaya secara lebih akurat berdasarkan aktivitas yang dilakukan dalam proses produksi atau operasional. ABC membantu perusahaan memahami\u00a0<strong data-start=\"2101\" data-end=\"2147\">biaya yang terkait dengan setiap aktivitas<\/strong>, termasuk aktivitas yang bernilai tambah maupun yang tidak.<\/p>\n<p data-start=\"2211\" data-end=\"2248\">Hubungan antara ABC dan ABM adalah:<\/p>\n<ul data-start=\"2250\" data-end=\"2731\">\n<li data-start=\"2250\" data-end=\"2449\">\n<p data-start=\"2252\" data-end=\"2449\"><strong data-start=\"2252\" data-end=\"2285\">ABC sebagai sumber informasi:<\/strong>\u00a0ABC memberikan data rinci mengenai biaya setiap aktivitas, sehingga manajemen mengetahui aktivitas mana yang paling mahal dan paling banyak menyerap sumber daya.<\/p>\n<\/li>\n<li data-start=\"2450\" data-end=\"2731\">\n<p data-start=\"2452\" data-end=\"2731\"><strong data-start=\"2452\" data-end=\"2495\">ABM sebagai alat pengelolaan aktivitas:<\/strong>\u00a0ABM menggunakan data ABC untuk\u00a0<strong data-start=\"2527\" data-end=\"2576\">mengidentifikasi aktivitas yang tidak efisien<\/strong>\u00a0dan menentukan tindakan perbaikan, misalnya menghapus aktivitas yang tidak bernilai tambah, menyederhanakan prosedur, atau meningkatkan kualitas proses.<\/p>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p data-start=\"2733\" data-end=\"3032\">Dengan kata lain,\u00a0<strong data-start=\"2751\" data-end=\"2811\">ABC menjawab pertanyaan \u201cberapa biaya setiap aktivitas?\u201d<\/strong>, sedangkan\u00a0<strong data-start=\"2823\" data-end=\"2924\">ABM menjawab pertanyaan \u201capa yang harus dilakukan untuk mengurangi biaya dan meningkatkan nilai?\u201d<\/strong>. ABM adalah langkah lanjutan dari ABC yang mengubah data biaya menjadi\u00a0<strong data-start=\"2996\" data-end=\"3029\">tindakan strategis manajerial<\/strong>.<\/p>\n<hr data-start=\"3034\" data-end=\"3037\" \/>\n<h2 data-start=\"3039\" data-end=\"3108\">3. Contoh Aktivitas Non-Value Added dan Penanganannya dengan ABM<\/h2>\n<p data-start=\"3110\" data-end=\"3223\">Dalam perusahaan manufaktur, terdapat berbagai aktivitas yang\u00a0<strong data-start=\"3172\" data-end=\"3197\">tidak bernilai tambah<\/strong>. Berikut dua contohnya:<\/p>\n<h3 data-start=\"3225\" data-end=\"3260\">Contoh 1: Persediaan Berlebih<\/h3>\n<ul data-start=\"3262\" data-end=\"3898\">\n<li data-start=\"3262\" data-end=\"3517\">\n<p data-start=\"3264\" data-end=\"3517\"><strong data-start=\"3264\" data-end=\"3278\">Deskripsi:<\/strong>\u00a0Menyimpan bahan baku atau produk jadi dalam jumlah berlebih dapat menimbulkan biaya penyimpanan tinggi, risiko kerusakan barang, dan penggunaan ruang gudang yang tidak efisien. Aktivitas ini tidak memberikan nilai tambah bagi pelanggan.<\/p>\n<\/li>\n<li data-start=\"3518\" data-end=\"3898\">\n<p data-start=\"3520\" data-end=\"3898\"><strong data-start=\"3520\" data-end=\"3546\">Penanganan dengan ABM:<\/strong>\u00a0ABM menganalisis biaya yang timbul akibat persediaan berlebih menggunakan data ABC. Berdasarkan analisis tersebut, perusahaan dapat menerapkan strategi\u00a0<strong data-start=\"3699\" data-end=\"3721\">just-in-time (JIT)<\/strong>\u00a0untuk menyesuaikan stok dengan kebutuhan produksi secara tepat waktu. Dengan demikian, biaya penyimpanan dapat dikurangi, efisiensi meningkat, dan ruang gudang lebih optimal.<\/p>\n<\/li>\n<\/ul>\n<h3 data-start=\"3900\" data-end=\"3945\">Contoh 2: Pemeriksaan Kualitas Berulang<\/h3>\n<ul data-start=\"3947\" data-end=\"4489\">\n<li data-start=\"3947\" data-end=\"4151\">\n<p data-start=\"3949\" data-end=\"4151\"><strong data-start=\"3949\" data-end=\"3963\">Deskripsi:<\/strong>\u00a0Melakukan pemeriksaan kualitas berulang karena kesalahan dalam proses produksi atau prosedur yang belum standar. Aktivitas ini menambah biaya tanpa menambah nilai produk bagi pelanggan.<\/p>\n<\/li>\n<li data-start=\"4152\" data-end=\"4489\">\n<p data-start=\"4154\" data-end=\"4336\"><strong data-start=\"4154\" data-end=\"4180\">Penanganan dengan ABM:<\/strong>\u00a0Dengan informasi biaya dari ABC, perusahaan dapat mengidentifikasi biaya akibat pemeriksaan yang berulang. Tindakan ABM yang dapat dilakukan antara lain:<\/p>\n<ul data-start=\"4339\" data-end=\"4489\">\n<li data-start=\"4339\" data-end=\"4372\">\n<p data-start=\"4341\" data-end=\"4372\">Standarisasi proses produksi.<\/p>\n<\/li>\n<li data-start=\"4375\" data-end=\"4438\">\n<p data-start=\"4377\" data-end=\"4438\">Pelatihan tambahan bagi karyawan agar mengurangi kesalahan.<\/p>\n<\/li>\n<li data-start=\"4441\" data-end=\"4489\">\n<p data-start=\"4443\" data-end=\"4489\">Penggunaan alat inspeksi yang lebih efisien.<\/p>\n<\/li>\n<\/ul>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p data-start=\"4491\" data-end=\"4616\">Hasilnya, pemeriksaan kualitas yang berulang dapat diminimalkan, biaya produksi menurun, dan kualitas produk tetap terjaga.<\/p>\n<hr data-start=\"4618\" data-end=\"4621\" \/>\n<h2 data-start=\"4623\" data-end=\"4681\">Manfaat ABM dalam Mengelola Aktivitas Non-Value Added<\/h2>\n<ol data-start=\"4683\" data-end=\"5367\">\n<li data-start=\"4683\" data-end=\"4833\">\n<p data-start=\"4686\" data-end=\"4833\"><strong data-start=\"4686\" data-end=\"4720\">Pengurangan biaya operasional:<\/strong>\u00a0Menghapus atau menyederhanakan aktivitas yang tidak bernilai tambah menurunkan biaya produksi dan operasional.<\/p>\n<\/li>\n<li data-start=\"4834\" data-end=\"4926\">\n<p data-start=\"4837\" data-end=\"4926\"><strong data-start=\"4837\" data-end=\"4867\">Efisiensi proses produksi:<\/strong>\u00a0Proses menjadi lebih cepat, lancar, dan minim kesalahan.<\/p>\n<\/li>\n<li data-start=\"4927\" data-end=\"5040\">\n<p data-start=\"4930\" data-end=\"5040\"><strong data-start=\"4930\" data-end=\"4951\">Peningkatan laba:<\/strong>\u00a0Dengan biaya yang lebih terkendali dan proses yang efisien, laba perusahaan meningkat.<\/p>\n<\/li>\n<li data-start=\"5041\" data-end=\"5202\">\n<p data-start=\"5044\" data-end=\"5202\"><strong data-start=\"5044\" data-end=\"5069\">Fokus pada pelanggan:<\/strong>\u00a0Aktivitas yang ditingkatkan adalah aktivitas yang memberikan manfaat langsung bagi pelanggan, seperti kualitas produk dan layanan.<\/p>\n<\/li>\n<li data-start=\"5203\" data-end=\"5367\">\n<p data-start=\"5206\" data-end=\"5367\"><strong data-start=\"5206\" data-end=\"5245\">Keputusan manajerial berbasis data:<\/strong>\u00a0ABM memberikan dasar untuk pengambilan keputusan strategis yang tepat berdasarkan analisis biaya aktivitas yang akurat.<\/p>\n<\/li>\n<\/ol>\n<hr data-start=\"5369\" data-end=\"5372\" \/>\n<h2 data-start=\"5374\" data-end=\"5389\">Kesimpulan<\/h2>\n<p data-start=\"5391\" data-end=\"5614\"><strong data-start=\"5391\" data-end=\"5426\">Activity-Based Management (ABM)<\/strong>\u00a0merupakan pendekatan manajemen yang efektif untuk meningkatkan efisiensi dan profitabilitas perusahaan manufaktur. ABM menggunakan informasi dari\u00a0<strong data-start=\"5573\" data-end=\"5605\">Activity-Based Costing (ABC)<\/strong>\u00a0untuk:<\/p>\n<ul data-start=\"5616\" data-end=\"5857\">\n<li data-start=\"5616\" data-end=\"5674\">\n<p data-start=\"5618\" data-end=\"5674\">Mengidentifikasi aktivitas yang tidak bernilai tambah.<\/p>\n<\/li>\n<li data-start=\"5675\" data-end=\"5740\">\n<p data-start=\"5677\" data-end=\"5740\">Mengurangi pemborosan biaya dan aktivitas yang tidak efisien.<\/p>\n<\/li>\n<li data-start=\"5741\" data-end=\"5786\">\n<p data-start=\"5743\" data-end=\"5786\">Meningkatkan kualitas produk dan layanan.<\/p>\n<\/li>\n<li data-start=\"5787\" data-end=\"5857\">\n<p data-start=\"5789\" data-end=\"5857\">Meningkatkan laba perusahaan melalui pengelolaan biaya dan proses.<\/p>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p data-start=\"5859\" data-end=\"6198\">Contoh aktivitas non-value added seperti\u00a0<strong data-start=\"5900\" data-end=\"5923\">persediaan berlebih<\/strong>\u00a0dan\u00a0<strong data-start=\"5928\" data-end=\"5961\">pemeriksaan kualitas berulang<\/strong>\u00a0dapat diatasi melalui\u00a0<strong data-start=\"5984\" data-end=\"6047\">perbaikan proses, pengendalian stok, dan pelatihan karyawan<\/strong>. Dengan penerapan ABM yang tepat, perusahaan dapat\u00a0<strong data-start=\"6099\" data-end=\"6186\">mengoptimalkan biaya, meningkatkan efisiensi, dan menciptakan keunggulan kompetitif<\/strong>\u00a0di pasar.<\/p>\n<hr data-start=\"6200\" data-end=\"6203\" \/>\n<p data-start=\"6205\" data-end=\"6221\"><strong data-start=\"6205\" data-end=\"6219\">Referensi:<\/strong><\/p>\n<ol data-start=\"6223\" data-end=\"6672\">\n<li data-start=\"6223\" data-end=\"6381\">\n<p data-start=\"6226\" data-end=\"6381\">Kaplan, R. S., &amp; Cooper, R. (1998).\u00a0<em data-start=\"6262\" data-end=\"6347\">Cost &amp; Effect: Using Integrated Cost Systems to Drive Profitability and Performance<\/em>. Harvard Business School Press.<\/p>\n<\/li>\n<li data-start=\"6382\" data-end=\"6456\">\n<p data-start=\"6385\" data-end=\"6456\">Drury, C. (2013).\u00a0<em data-start=\"6403\" data-end=\"6435\">Management and Cost Accounting<\/em>. Cengage Learning.<\/p>\n<\/li>\n<li data-start=\"6457\" data-end=\"6566\">\n<p data-start=\"6460\" data-end=\"6566\">Horngren, C. T., Datar, S. M., &amp; Rajan, M. V. (2015).\u00a0<em data-start=\"6514\" data-end=\"6554\">Cost Accounting: A Managerial Emphasis<\/em>. Pearson.<\/p>\n<\/li>\n<li data-start=\"6567\" data-end=\"6672\">\n<p data-start=\"6570\" data-end=\"6672\">Turney, P. B. B. (1991).\u00a0<em data-start=\"6595\" data-end=\"6649\">Activity-Based Costing: The Performance Breakthrough<\/em>. Productivity Press.<\/p>\n<\/li>\n<\/ol>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Soal Lengkap: Sebuah perusahaan manufaktur mengalami penurunan laba meskipun volume penjualannya meningkat. Setelah dilakukan evaluasi awal, ditemukan bahwa banyak aktivitas yang tidak memberikan nilai tambah (non-value added activities) masih dilakukan secara rutin. Tim manajemen mempertimbangkan untuk menggunakan pendekatan Activity-Based Management (ABM) agar dapat mengidentifikasi dan mengelola aktivitas yang menyebabkan pemborosan biaya. 1. Jelaskan pengertian Activity-Based &#8230; <a title=\"SEBUAH Perusahaan Manufaktur Mengalami Penurunan Laba Meskipun Volume Penjualannya Meningkat\" class=\"read-more\" href=\"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/sebuah-perusahaan-manufaktur-mengalami-penurunan-laba-meskipun-volume-penjualannya-meningkat\/\" aria-label=\"Baca selengkapnya tentang SEBUAH Perusahaan Manufaktur Mengalami Penurunan Laba Meskipun Volume Penjualannya Meningkat\">Baca Selengkapnya<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":74885,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[2],"tags":[],"class_list":["post-61809","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-wawasan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/61809","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=61809"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/61809\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/74885"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=61809"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=61809"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=61809"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}