{"id":61843,"date":"2025-10-26T15:33:19","date_gmt":"2025-10-26T08:33:19","guid":{"rendered":"https:\/\/www.domainjava.com\/blog\/?p=61843"},"modified":"2025-10-26T15:33:19","modified_gmt":"2025-10-26T08:33:19","slug":"bila-dalam-skenario-multifactor-productivity-dihasilkan-output-sepatu-sebanyak-300-unit-seharga-rp100-000-per-unit-dengan-biaya-tenaga-kerja","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/bila-dalam-skenario-multifactor-productivity-dihasilkan-output-sepatu-sebanyak-300-unit-seharga-rp100-000-per-unit-dengan-biaya-tenaga-kerja\/","title":{"rendered":"BILA Dalam Skenario Multifactor Productivity Dihasilkan Output Sepatu Sebanyak 300 Unit Seharga Rp100.000 Per Unit, Dengan Biaya Tenaga Kerja"},"content":{"rendered":"<p>BILA Dalam Skenario Multifactor Productivity Dihasilkan Output Sepatu Sebanyak 300 Unit Seharga Rp100.000 Per Unit, Dengan Biaya Tenaga Kerja &#8211; Dalam dunia produksi, efisiensi tidak hanya diukur dari satu faktor saja seperti tenaga kerja, tetapi juga dari kombinasi beberapa faktor yang mendukung proses produksi. Konsep inilah yang dikenal dengan Multifactor Productivity (MFP) \u2014 yaitu pengukuran produktivitas yang melibatkan lebih dari satu input, seperti tenaga kerja, bahan baku, dan biaya energi.<\/p>\n<p>Dalam skenario ini, perusahaan sepatu menghasilkan 300 unit produk, masing-masing dijual dengan harga Rp100.000 per unit. Selain tenaga kerja, perusahaan juga mengeluarkan biaya untuk bahan baku, energi, dan faktor produksi lainnya. Dari data tersebut, kita dapat menghitung tingkat produktivitas multifaktor, yang menunjukkan seberapa efisien seluruh sumber daya digunakan dalam menghasilkan output.<\/p>\n<p>Berbeda dengan Single-Factor Productivity yang hanya menilai satu aspek, MFP memberikan gambaran yang lebih menyeluruh terhadap kinerja operasional perusahaan. Melalui perhitungan ini, manajemen dapat melihat apakah peningkatan output disebabkan oleh efisiensi penggunaan sumber daya atau sekadar karena peningkatan biaya.<\/p>\n<p>Artikel ini akan membahas cara menghitung Multifactor Productivity, langkah-langkah analisisnya, serta bagaimana hasilnya dapat digunakan untuk meningkatkan efektivitas dan daya saing perusahaan. Dengan memahami konsep ini, perusahaan bisa lebih cermat dalam merencanakan strategi produksi yang hemat biaya namun tetap optimal.<\/p>\n<p><a class=\"wpil_keyword_link\" href=\"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/tag\/soal\/\" target=\"_blank\"  rel=\"noopener\" title=\"Soal\" data-wpil-keyword-link=\"linked\"  data-wpil-monitor-id=\"3439\">Soal<\/a> Lengkap:<\/p>\n<p>Lavayelle, sebuah produsen sepatu lokal di Banten mengalami perkembangan usaha yang signifikan karena adanya tren &#8220;local pride&#8221;.<\/p>\n<p>Dalam menghadapi peluang tersebut, manajer operasi mulai berupaya untuk memahami dan menghitung simulasi produktivitas dengan singlefactor productivity dan multifactor productivity.<\/p>\n<p>Sebagai mahasiswa UT, Anda diminta untuk membantunya berkenaan dengan hal sebagai berikut:<\/p>\n<p>a. Bagaimana Anda menjelaskan konsep produktivitas kepada manajer tersebut, sehingga yang bersangkutan memahaminya?<\/p>\n<p>b. Bila dalam skenario singlefactor productivity dihasilkan output sepatu sebanyak 200 unit dengan jumlah karyawan 25 orang, berapakah produktivitasnya saat itu?<\/p>\n<p>c. Bila dalam skenario multifactor productivity dihasilkan output sepatu sebanyak 300 unit seharga Rp100.000 per unit, dengan biaya tenaga kerja per orang Rp.2.000.000, biaya bahan baku Rp500.000 dan biaya overhead pabrik Rp1.000.000. Berapakah produktivitasnya saat itu?<\/p>\n<p>Referensi Jawaban:<\/p>\n<h2 data-start=\"172\" data-end=\"278\"><strong data-start=\"175\" data-end=\"278\">Analisis Produktivitas pada Lavayelle: Meningkatkan Efisiensi Produksi di Tengah Tren \u201cLocal Pride\u201d<\/strong><\/h2>\n<p data-start=\"301\" data-end=\"751\">Lavayelle adalah produsen sepatu lokal yang berlokasi di Banten dan tengah menikmati pertumbuhan pesat akibat meningkatnya tren\u00a0<em data-start=\"429\" data-end=\"442\">local pride<\/em>, yaitu kebanggaan masyarakat terhadap produk dalam negeri. Fenomena ini memberikan peluang besar bagi Lavayelle untuk memperluas pasar dan meningkatkan kapasitas produksinya. Namun, seiring dengan meningkatnya permintaan, perusahaan juga harus memastikan bahwa kegiatan produksinya berjalan secara efisien.<\/p>\n<p data-start=\"753\" data-end=\"1192\">Sebagai bagian dari upaya perbaikan kinerja operasional, manajer Lavayelle ingin memahami\u00a0<strong data-start=\"843\" data-end=\"867\">konsep produktivitas<\/strong>\u00a0serta bagaimana mengukur efisiensi kinerja perusahaan menggunakan pendekatan\u00a0<strong data-start=\"945\" data-end=\"981\">single-factor productivity (SFP)<\/strong>\u00a0dan\u00a0<strong data-start=\"986\" data-end=\"1021\">multi-factor productivity (MFP)<\/strong>. Sebagai mahasiswa Universitas Terbuka (UT), kita dapat membantu manajer tersebut untuk memahami pentingnya pengukuran produktivitas dalam konteks operasional perusahaan.<\/p>\n<hr data-start=\"1194\" data-end=\"1197\" \/>\n<h3 data-start=\"1199\" data-end=\"1242\"><strong data-start=\"1203\" data-end=\"1242\">A. Menjelaskan Konsep Produktivitas<\/strong><\/h3>\n<p data-start=\"1244\" data-end=\"1590\">Secara umum,\u00a0<strong data-start=\"1257\" data-end=\"1274\">produktivitas<\/strong>\u00a0dapat diartikan sebagai perbandingan antara hasil yang diperoleh (output) dengan sumber daya yang digunakan (input). Dengan kata lain, produktivitas menggambarkan\u00a0<strong data-start=\"1438\" data-end=\"1500\">seberapa efisien sebuah organisasi menggunakan sumber daya<\/strong>\u00a0seperti tenaga kerja, bahan baku, mesin, dan modal untuk menghasilkan barang atau jasa.<\/p>\n<p data-start=\"1592\" data-end=\"1784\">Konsep ini penting karena produktivitas bukan hanya soal bekerja lebih keras, melainkan juga bekerja\u00a0<strong data-start=\"1693\" data-end=\"1709\">lebih cerdas<\/strong>. Dalam konteks Lavayelle, peningkatan produktivitas bisa dilakukan dengan:<\/p>\n<ol data-start=\"1785\" data-end=\"2152\">\n<li data-start=\"1785\" data-end=\"1922\">\n<p data-start=\"1788\" data-end=\"1922\"><strong data-start=\"1788\" data-end=\"1827\">Meningkatkan efisiensi tenaga kerja<\/strong>\u00a0\u2014 memastikan setiap karyawan mampu menghasilkan lebih banyak sepatu tanpa menurunkan kualitas.<\/p>\n<\/li>\n<li data-start=\"1923\" data-end=\"2035\">\n<p data-start=\"1926\" data-end=\"2035\"><strong data-start=\"1926\" data-end=\"1955\">Mengoptimalkan bahan baku<\/strong>\u00a0\u2014 meminimalkan pemborosan dalam proses pemotongan, penjahitan, atau pengepakan.<\/p>\n<\/li>\n<li data-start=\"2036\" data-end=\"2152\">\n<p data-start=\"2039\" data-end=\"2152\"><strong data-start=\"2039\" data-end=\"2085\">Mengelola biaya operasional secara efektif<\/strong>\u00a0\u2014 mengurangi penggunaan energi, waktu, dan bahan yang tidak perlu.<\/p>\n<\/li>\n<\/ol>\n<p data-start=\"2154\" data-end=\"2341\">Manajer perlu memahami bahwa produktivitas yang tinggi bukan berarti sekadar menghasilkan lebih banyak produk, tetapi menghasilkan lebih banyak\u00a0<strong data-start=\"2298\" data-end=\"2307\">nilai<\/strong>\u00a0dengan sumber daya yang terbatas.<\/p>\n<hr data-start=\"2343\" data-end=\"2346\" \/>\n<h3 data-start=\"2348\" data-end=\"2400\"><strong data-start=\"2352\" data-end=\"2400\">B. Simulasi Single-Factor Productivity (SFP)<\/strong><\/h3>\n<p data-start=\"2402\" data-end=\"2517\">Dalam kasus pertama, Lavayelle menghasilkan\u00a0<strong data-start=\"2446\" data-end=\"2465\">200 unit sepatu<\/strong>\u00a0dengan jumlah tenaga kerja sebanyak\u00a0<strong data-start=\"2502\" data-end=\"2514\">25 orang<\/strong>.<\/p>\n<p data-start=\"2519\" data-end=\"2764\">Untuk memahami produktivitas tenaga kerja, kita melihat berapa banyak sepatu yang dapat dihasilkan oleh satu karyawan dalam periode tertentu. Berdasarkan data tersebut, setiap karyawan di Lavayelle mampu menghasilkan sekitar\u00a0<strong data-start=\"2744\" data-end=\"2761\">8 unit sepatu<\/strong>.<\/p>\n<p data-start=\"2766\" data-end=\"2789\"><strong data-start=\"2766\" data-end=\"2789\">Interpretasi hasil:<\/strong><\/p>\n<ul data-start=\"2790\" data-end=\"3241\">\n<li data-start=\"2790\" data-end=\"2903\">\n<p data-start=\"2792\" data-end=\"2903\">Angka tersebut menunjukkan bahwa tingkat produktivitas tenaga kerja cukup baik, tetapi masih bisa ditingkatkan.<\/p>\n<\/li>\n<li data-start=\"2904\" data-end=\"3105\">\n<p data-start=\"2906\" data-end=\"3105\">Jika manajer ingin meningkatkan efisiensi, maka langkah-langkah seperti pelatihan karyawan, penggunaan peralatan yang lebih ergonomis, dan sistem kerja yang terorganisasi dengan baik bisa diterapkan.<\/p>\n<\/li>\n<li data-start=\"3106\" data-end=\"3241\">\n<p data-start=\"3108\" data-end=\"3241\">Perbandingan data produktivitas antarperiode juga penting untuk mengukur kemajuan dan mendeteksi potensi penurunan performa karyawan.<\/p>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p data-start=\"3243\" data-end=\"3390\">Dengan pengukuran SFP, manajer Lavayelle dapat memantau kinerja tenaga kerja secara lebih objektif dan mengidentifikasi area yang perlu diperbaiki.<\/p>\n<hr data-start=\"3392\" data-end=\"3395\" \/>\n<h3 data-start=\"3397\" data-end=\"3448\"><strong data-start=\"3401\" data-end=\"3448\">C. Simulasi Multi-Factor Productivity (MFP)<\/strong><\/h3>\n<p data-start=\"3450\" data-end=\"3595\">Dalam skenario kedua, Lavayelle menghasilkan\u00a0<strong data-start=\"3495\" data-end=\"3514\">300 unit sepatu<\/strong>, masing-masing bernilai\u00a0<strong data-start=\"3539\" data-end=\"3552\">Rp100.000<\/strong>, dengan penggunaan beberapa sumber daya:<\/p>\n<ul data-start=\"3596\" data-end=\"3759\">\n<li data-start=\"3596\" data-end=\"3672\">\n<p data-start=\"3598\" data-end=\"3672\">Tenaga kerja berjumlah 25 orang, masing-masing dengan biaya Rp2.000.000.<\/p>\n<\/li>\n<li data-start=\"3673\" data-end=\"3712\">\n<p data-start=\"3675\" data-end=\"3712\">Biaya bahan baku sebesar Rp500.000.<\/p>\n<\/li>\n<li data-start=\"3713\" data-end=\"3759\">\n<p data-start=\"3715\" data-end=\"3759\">Biaya overhead pabrik sebesar Rp1.000.000.<\/p>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p data-start=\"3761\" data-end=\"3905\">Dalam pendekatan\u00a0<strong data-start=\"3778\" data-end=\"3807\">multi-factor productivity<\/strong>, kita menilai produktivitas dengan mempertimbangkan\u00a0<strong data-start=\"3860\" data-end=\"3887\">semua sumber daya utama<\/strong>\u00a0yang digunakan.<\/p>\n<p data-start=\"3907\" data-end=\"4277\">Secara naratif, dapat dijelaskan bahwa total nilai output produksi Lavayelle mencapai\u00a0<strong data-start=\"3993\" data-end=\"4009\">Rp30.000.000<\/strong>\u00a0(hasil dari 300 unit sepatu x Rp100.000 per unit). Kemudian, bila dibandingkan dengan total pengeluaran perusahaan untuk tenaga kerja, bahan baku, dan overhead, terlihat bahwa\u00a0<strong data-start=\"4186\" data-end=\"4257\">nilai output yang dihasilkan lebih besar daripada total input biaya<\/strong>\u00a0yang dikeluarkan.<\/p>\n<p data-start=\"4279\" data-end=\"4304\"><strong data-start=\"4279\" data-end=\"4302\">Interpretasi hasil:<\/strong><\/p>\n<ul data-start=\"4305\" data-end=\"4824\">\n<li data-start=\"4305\" data-end=\"4462\">\n<p data-start=\"4307\" data-end=\"4462\">Ini menunjukkan bahwa Lavayelle mampu mengelola sumber dayanya secara efisien, karena nilai produk yang dihasilkan jauh melampaui biaya yang dikeluarkan.<\/p>\n<\/li>\n<li data-start=\"4463\" data-end=\"4612\">\n<p data-start=\"4465\" data-end=\"4612\">MFP memberikan gambaran yang lebih menyeluruh daripada SFP karena mempertimbangkan semua faktor produksi yang berkontribusi terhadap hasil akhir.<\/p>\n<\/li>\n<li data-start=\"4613\" data-end=\"4824\">\n<p data-start=\"4615\" data-end=\"4824\">Jika di kemudian hari Lavayelle menemukan bahwa biaya bahan baku atau tenaga kerja meningkat lebih cepat daripada peningkatan output, maka perusahaan harus meninjau ulang proses produksinya agar tetap efisien.<\/p>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p data-start=\"4826\" data-end=\"4937\">Dengan MFP, manajer dapat mengetahui\u00a0<strong data-start=\"4863\" data-end=\"4891\">efisiensi total produksi<\/strong>, bukan hanya efisiensi dari satu faktor saja.<\/p>\n<hr data-start=\"4939\" data-end=\"4942\" \/>\n<h3 data-start=\"4944\" data-end=\"5005\"><strong data-start=\"4948\" data-end=\"5005\">D. Pentingnya Pengukuran Produktivitas bagi Lavayelle<\/strong><\/h3>\n<p data-start=\"5007\" data-end=\"5083\">Mengukur produktivitas memiliki banyak manfaat bagi Lavayelle, di antaranya:<\/p>\n<ol data-start=\"5085\" data-end=\"6108\">\n<li data-start=\"5085\" data-end=\"5282\">\n<p data-start=\"5088\" data-end=\"5282\"><strong data-start=\"5088\" data-end=\"5126\">Meningkatkan Efisiensi Operasional<\/strong><br data-start=\"5126\" data-end=\"5129\" \/>Dengan mengetahui seberapa besar output yang dihasilkan dari input tertentu, manajer dapat mengidentifikasi titik-titik pemborosan dan memperbaikinya.<\/p>\n<\/li>\n<li data-start=\"5284\" data-end=\"5484\">\n<p data-start=\"5287\" data-end=\"5484\"><strong data-start=\"5287\" data-end=\"5314\">Meningkatkan Daya Saing<\/strong><br data-start=\"5314\" data-end=\"5317\" \/>Di tengah maraknya produk sepatu lokal lain, Lavayelle perlu menjaga efisiensi agar bisa menjual produknya dengan harga yang kompetitif tanpa mengorbankan kualitas.<\/p>\n<\/li>\n<li data-start=\"5486\" data-end=\"5677\">\n<p data-start=\"5489\" data-end=\"5677\"><strong data-start=\"5489\" data-end=\"5542\">Dasar untuk Perencanaan dan Pengambilan Keputusan<\/strong><br data-start=\"5542\" data-end=\"5545\" \/>Data produktivitas dapat digunakan untuk merencanakan kebutuhan tenaga kerja, bahan baku, serta kapasitas produksi di masa depan.<\/p>\n<\/li>\n<li data-start=\"5679\" data-end=\"5916\">\n<p data-start=\"5682\" data-end=\"5916\"><strong data-start=\"5682\" data-end=\"5733\">Menilai Kinerja Karyawan dan Teknologi Produksi<\/strong><br data-start=\"5733\" data-end=\"5736\" \/>Pengukuran produktivitas dapat membantu menentukan apakah peningkatan produksi disebabkan oleh peningkatan keterampilan karyawan atau karena penerapan teknologi yang lebih baik.<\/p>\n<\/li>\n<li data-start=\"5918\" data-end=\"6108\">\n<p data-start=\"5921\" data-end=\"6108\"><strong data-start=\"5921\" data-end=\"5970\">Mendorong Inovasi dan Perbaikan Berkelanjutan<\/strong><br data-start=\"5970\" data-end=\"5973\" \/>Produktivitas yang terus diukur dan dievaluasi akan menumbuhkan budaya kerja yang berorientasi pada peningkatan kinerja dan inovasi.<\/p>\n<\/li>\n<\/ol>\n<hr data-start=\"6110\" data-end=\"6113\" \/>\n<h3 data-start=\"6115\" data-end=\"6173\"><strong data-start=\"6119\" data-end=\"6173\">E. Strategi Peningkatan Produktivitas di Lavayelle<\/strong><\/h3>\n<p data-start=\"6175\" data-end=\"6279\">Agar produktivitas meningkat secara berkelanjutan, Lavayelle dapat menerapkan beberapa strategi berikut:<\/p>\n<ol data-start=\"6281\" data-end=\"7200\">\n<li data-start=\"6281\" data-end=\"6426\">\n<p data-start=\"6284\" data-end=\"6426\"><strong data-start=\"6284\" data-end=\"6323\">Pelatihan dan Pengembangan Karyawan<\/strong><br data-start=\"6323\" data-end=\"6326\" \/>Investasi pada sumber daya manusia sangat penting agar tenaga kerja lebih terampil dan produktif.<\/p>\n<\/li>\n<li data-start=\"6428\" data-end=\"6597\">\n<p data-start=\"6431\" data-end=\"6597\"><strong data-start=\"6431\" data-end=\"6470\">Penerapan Teknologi Produksi Modern<\/strong><br data-start=\"6470\" data-end=\"6473\" \/>Penggunaan mesin pemotong otomatis atau sistem desain digital dapat mempercepat proses produksi dan mengurangi kesalahan.<\/p>\n<\/li>\n<li data-start=\"6599\" data-end=\"6818\">\n<p data-start=\"6602\" data-end=\"6818\"><strong data-start=\"6602\" data-end=\"6639\">Manajemen Kualitas yang Konsisten<\/strong><br data-start=\"6639\" data-end=\"6642\" \/>Dengan sistem kontrol kualitas yang ketat, Lavayelle bisa memastikan bahwa setiap sepatu yang diproduksi memenuhi standar, sehingga mengurangi\u00a0<em data-start=\"6788\" data-end=\"6796\">rework<\/em>\u00a0dan pemborosan bahan.<\/p>\n<\/li>\n<li data-start=\"6820\" data-end=\"6994\">\n<p data-start=\"6823\" data-end=\"6994\"><strong data-start=\"6823\" data-end=\"6852\">Optimalisasi Rantai Pasok<\/strong><br data-start=\"6852\" data-end=\"6855\" \/>Menjaga hubungan baik dengan pemasok bahan baku untuk memastikan pasokan tepat waktu dan harga yang stabil dapat meningkatkan efisiensi.<\/p>\n<\/li>\n<li data-start=\"6996\" data-end=\"7200\">\n<p data-start=\"6999\" data-end=\"7200\"><strong data-start=\"6999\" data-end=\"7055\">Pemantauan dan Evaluasi Produktivitas Secara Berkala<\/strong><br data-start=\"7055\" data-end=\"7058\" \/>Mengukur produktivitas setiap bulan atau triwulan membantu manajer menilai dampak dari perubahan kebijakan produksi dan strategi efisiensi.<\/p>\n<\/li>\n<\/ol>\n<hr data-start=\"7202\" data-end=\"7205\" \/>\n<h3 data-start=\"7207\" data-end=\"7228\"><strong data-start=\"7211\" data-end=\"7228\">F. Kesimpulan<\/strong><\/h3>\n<p data-start=\"7230\" data-end=\"7286\">Berdasarkan analisis di atas, dapat disimpulkan bahwa:<\/p>\n<ol data-start=\"7287\" data-end=\"7987\">\n<li data-start=\"7287\" data-end=\"7477\">\n<p data-start=\"7290\" data-end=\"7477\"><strong data-start=\"7290\" data-end=\"7314\">Konsep produktivitas<\/strong>\u00a0adalah perbandingan antara hasil yang diperoleh dan sumber daya yang digunakan. Produktivitas yang tinggi menunjukkan efisiensi yang baik dalam proses produksi.<\/p>\n<\/li>\n<li data-start=\"7478\" data-end=\"7643\">\n<p data-start=\"7481\" data-end=\"7643\"><strong data-start=\"7481\" data-end=\"7511\">Single-factor productivity<\/strong>\u00a0di Lavayelle menggambarkan efisiensi tenaga kerja, di mana setiap karyawan mampu menghasilkan sejumlah sepatu dalam satu periode.<\/p>\n<\/li>\n<li data-start=\"7644\" data-end=\"7829\">\n<p data-start=\"7647\" data-end=\"7829\"><strong data-start=\"7647\" data-end=\"7676\">Multi-factor productivity<\/strong>\u00a0memberikan gambaran yang lebih komprehensif karena mempertimbangkan seluruh sumber daya utama seperti tenaga kerja, bahan baku, dan biaya operasional.<\/p>\n<\/li>\n<li data-start=\"7830\" data-end=\"7987\">\n<p data-start=\"7833\" data-end=\"7987\">Pengukuran produktivitas penting untuk membantu manajer dalam pengambilan keputusan strategis, peningkatan efisiensi, dan menjaga daya saing perusahaan.<\/p>\n<\/li>\n<\/ol>\n<p data-start=\"7989\" data-end=\"8220\">Dengan penerapan analisis produktivitas secara konsisten, Lavayelle tidak hanya dapat meningkatkan keuntungan tetapi juga memperkuat posisinya sebagai merek sepatu lokal yang mampu bersaing di pasar nasional maupun internasional.<\/p>\n<hr data-start=\"8222\" data-end=\"8225\" \/>\n<h3 data-start=\"8227\" data-end=\"8244\"><strong data-start=\"8231\" data-end=\"8244\">Referensi<\/strong><\/h3>\n<ul data-start=\"8246\" data-end=\"8568\">\n<li data-start=\"8246\" data-end=\"8326\">\n<p data-start=\"8248\" data-end=\"8326\">Heizer, J., &amp; Render, B. (2017).\u00a0<em data-start=\"8281\" data-end=\"8304\">Operations Management<\/em>. Pearson Education.<\/p>\n<\/li>\n<li data-start=\"8327\" data-end=\"8403\">\n<p data-start=\"8329\" data-end=\"8403\">Stevenson, W. J. (2020).\u00a0<em data-start=\"8354\" data-end=\"8377\">Operations Management<\/em>. McGraw-Hill Education.<\/p>\n<\/li>\n<li data-start=\"8404\" data-end=\"8492\">\n<p data-start=\"8406\" data-end=\"8492\">Slack, N., &amp; Brandon-Jones, A. (2019).\u00a0<em data-start=\"8445\" data-end=\"8480\">Operations and Process Management<\/em>. Pearson.<\/p>\n<\/li>\n<li data-start=\"8493\" data-end=\"8568\">\n<p data-start=\"8495\" data-end=\"8568\">Sutanto, J. ().\u00a0<em data-start=\"8515\" data-end=\"8541\">Manajemen Operasi Modern<\/em>. Jakarta: Salemba Empat.<\/p>\n<\/li>\n<\/ul>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BILA Dalam Skenario Multifactor Productivity Dihasilkan Output Sepatu Sebanyak 300 Unit Seharga Rp100.000 Per Unit, Dengan Biaya Tenaga Kerja &#8211; Dalam dunia produksi, efisiensi tidak hanya diukur dari satu faktor saja seperti tenaga kerja, tetapi juga dari kombinasi beberapa faktor yang mendukung proses produksi. Konsep inilah yang dikenal dengan Multifactor Productivity (MFP) \u2014 yaitu pengukuran [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":74885,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[2],"tags":[],"class_list":["post-61843","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-wawasan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/61843","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=61843"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/61843\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/74885"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=61843"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=61843"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=61843"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}