{"id":63705,"date":"2025-11-07T21:49:26","date_gmt":"2025-11-07T14:49:26","guid":{"rendered":"https:\/\/www.domainjava.com\/blog\/?p=63705"},"modified":"2025-11-07T21:49:26","modified_gmt":"2025-11-07T14:49:26","slug":"3-fungsi-hadits-terhadap-al-quran-yang-harus-diketahui","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/3-fungsi-hadits-terhadap-al-quran-yang-harus-diketahui\/","title":{"rendered":"3 Fungsi Hadits terhadap Al-Qur\u2019an Yang Harus Diketahui"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Apa saja Fungsi Hadits terhadap Al-Qur\u2019an Yang Harus Diketahui? Dalam ajaran Islam,\u00a0<strong>Al-Qur\u2019an dan hadits<\/strong>\u00a0menempati posisi yang sangat penting sebagai\u00a0<strong>dua sumber utama hukum Islam<\/strong>. Al-Qur\u2019an merupakan\u00a0<strong>wahyu Allah SWT<\/strong>\u00a0yang menjadi petunjuk bagi seluruh umat manusia, sedangkan hadits adalah\u00a0<strong>segala perkataan, perbuatan, dan ketetapan Nabi Muhammad \ufdfa<\/strong>\u00a0yang menjadi penjelas praktis dari ajaran yang terdapat dalam Al-Qur\u2019an.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kedua sumber ini memiliki hubungan yang erat dan tidak dapat dipisahkan.\u00a0<strong>Al-Qur\u2019an memberikan dasar hukum dan prinsip-prinsip umum<\/strong>, sementara\u00a0<strong>hadits berfungsi menjelaskan, memperinci, serta menerapkan hukum-hukum tersebut dalam kehidupan nyata<\/strong>. Oleh karena itu, memahami\u00a0<strong><a href=\"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/jelaskan-posisi-dan-fungsi-sunnah-terhadap-al-quran-dalam-ajaran-islam\/\">Posisi dan Fungsi Sunnah Terhadap Al-Qur\u2019an dalam Ajaran Islam<\/a><\/strong>\u00a0menjadi hal yang sangat penting bagi setiap Muslim, terutama dalam konteks memahami dan mengamalkan ajaran Islam secara utuh.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Hadits dalam hukum Islam disebut sebagai&nbsp;<em>mashdarun tsani<\/em>&nbsp;(sumber kedua) setelah Al-Qur\u2019an. Ia berperan sebagai&nbsp;<strong>penjelas, penegas, sekaligus penyempurna ajaran Islam<\/strong>&nbsp;yang sering kali disebut secara global dalam Al-Qur\u2019an. Dengan demikian, tanpa memahami hadits, seseorang akan kesulitan mengamalkan ajaran Islam secara menyeluruh, sebab&nbsp;<strong>hadits merupakan kunci untuk menafsirkan dan mengimplementasikan nilai-nilai Al-Qur\u2019an dalam kehidupan sehari-hari<\/strong>.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Fungsi Hadits terhadap Al-Qur\u2019an dalam Hukum Islam<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Al-Qur\u2019an dan hadits<\/strong>\u00a0merupakan dua sumber hukum utama yang menjadi pedoman hidup bagi umat Muslim.\u00a0<strong>Al-Qur\u2019an<\/strong>\u00a0adalah wahyu Allah SWT yang diturunkan kepada Nabi Muhammad \ufdfa, sedangkan\u00a0<strong>hadits<\/strong>\u00a0adalah segala perkataan, perbuatan, dan ketetapan Nabi Muhammad \ufdfa yang menjadi contoh nyata penerapan ajaran Al-Qur\u2019an.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dalam hukum Islam,&nbsp;<strong>hadits dianggap sebagai&nbsp;<em>mashdarun tsani<\/em>&nbsp;(sumber kedua)<\/strong>&nbsp;setelah Al-Qur\u2019an. Ia berfungsi sebagai&nbsp;<strong>penjelas, penegas, dan penyempurna<\/strong>&nbsp;terhadap ajaran-ajaran Islam yang disebutkan secara global dalam Al-Qur\u2019an.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Menariknya, para ulama menegaskan bahwa&nbsp;<strong>kebutuhan Al-Qur\u2019an terhadap hadits<\/strong>&nbsp;sebenarnya lebih besar dibanding kebutuhan hadits terhadap Al-Qur\u2019an. Hal ini karena hadits menjelaskan berbagai hukum dan tata cara pelaksanaan ajaran yang dalam Al-Qur\u2019an disebutkan secara umum.<\/p>\n\n\n\n<hr class=\"wp-block-separator has-alpha-channel-opacity\" \/>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Hubungan Antara Al-Qur\u2019an dan Hadits<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Walau keduanya memiliki peran berbeda,&nbsp;<strong>Al-Qur\u2019an dan hadits tidak bisa dipisahkan<\/strong>. Seorang Muslim tidak dibenarkan hanya mengambil salah satu dan meninggalkan yang lain, karena keduanya ibarat&nbsp;<strong>dua sisi mata uang<\/strong>&nbsp;yang saling melengkapi.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dalam proses&nbsp;<strong>penggalian hukum Islam (istinbath al-ahkam)<\/strong>, para ulama selalu memulai dengan meneliti ayat-ayat dalam Al-Qur\u2019an. Setelah itu, mereka mencari&nbsp;<strong>penjelasan dan bandingannya dalam hadits-hadits Nabi<\/strong>, sebab tidak ada satu pun ayat dalam Al-Qur\u2019an kecuali ada hadits yang menjelaskan maknanya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Melalui&nbsp;<strong>sinergi antara ayat dan hadits<\/strong>, para ulama kemudian dapat merumuskan hukum Islam yang sesuai dengan permasalahan masyarakat, tentunya dengan landasan ilmu yang kuat terhadap dua sumber hukum utama ini.<\/p>\n\n\n\n<hr class=\"wp-block-separator has-alpha-channel-opacity\" \/>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Tiga Fungsi Utama Hadits terhadap Al-Qur\u2019an<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Menurut&nbsp;<strong>Abdul Wahhab Khallaf<\/strong>, seorang ulama dan ahli hukum Islam asal Mesir,&nbsp;<strong>hadits memiliki tiga fungsi utama terhadap Al-Qur\u2019an<\/strong>:<\/p>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">1. Hadits sebagai Penegas dan Penguat Hukum Al-Qur\u2019an (<em>Bayan Taqrir<\/em>)<\/h4>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Fungsi pertama hadits adalah&nbsp;<strong>menegaskan dan memperkuat<\/strong>&nbsp;hukum yang telah disebutkan dalam Al-Qur\u2019an, seperti perintah shalat, puasa, <a class=\"wpil_keyword_link\" href=\"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/tag\/zakat\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\" title=\"zakat\" data-wpil-keyword-link=\"linked\" data-wpil-monitor-id=\"7610\">zakat<\/a>, dan haji.<br>Khallaf menyatakan:<\/p>\n\n\n\n<blockquote class=\"wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow\">\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u0625\u0650\u0645\u064e\u0651\u0627 \u0623\u064e\u0646\u0652 \u062a\u064e\u0643\u064f\u0648\u0646\u064e \u0633\u064f\u0646\u064e\u0651\u0629\u064c \u0645\u064f\u0642\u064e\u0631\u0650\u0651\u0631\u064e\u0629\u064c \u0648\u064e\u0645\u064f\u0624\u064e\u0643\u0650\u0651\u062f\u064e\u0629\u064c \u062d\u064f\u0643\u0652\u0645\u064b\u0627 \u062c\u064e\u0627\u0621\u064e \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u0642\u064f\u0631\u0652\u0622\u0646\u0650<br><em>Artinya:<\/em>&nbsp;\u201cAdakalanya hadits berfungsi sebagai penegas dan penguat terhadap hukum yang ada dalam Al-Qur\u2019an.\u201d<\/p>\n<\/blockquote>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Contohnya,&nbsp;<strong>perintah shalat<\/strong>&nbsp;yang disebutkan dalam Al-Qur\u2019an diperkuat oleh hadits-hadits Nabi yang menjelaskan keutamaannya dan ancaman bagi orang yang meninggalkannya.<\/p>\n\n\n\n<hr class=\"wp-block-separator has-alpha-channel-opacity\" \/>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">2. Hadits sebagai Penjelas dan Penafsir Hukum Al-Qur\u2019an (<em>Bayan Tafsir<\/em>)<\/h4>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Fungsi kedua hadits adalah&nbsp;<strong>menjelaskan dan menafsirkan hukum-hukum yang bersifat global<\/strong>&nbsp;dalam Al-Qur\u2019an.<br>Khallaf menulis:<\/p>\n\n\n\n<blockquote class=\"wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow\">\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u0625\u0650\u0645\u064e\u0651\u0627 \u0623\u064e\u0646\u0652 \u062a\u064e\u0643\u064f\u0648\u0646\u064e \u0633\u064f\u0646\u064e\u0651\u0629\u064c \u0645\u064f\u0641\u064e\u0635\u0650\u0651\u0644\u064e\u0629\u064c \u0648\u064e\u0645\u064f\u0641\u064e\u0633\u0650\u0651\u0631\u064e\u0629\u064c \u0644\u0650\u0645\u064e\u0627 \u062c\u064e\u0627\u0621\u064e \u0641\u0650\u064a \u0627\u0644\u0652\u0642\u064f\u0631\u0652\u0622\u0646\u0650<br><em>Artinya:<\/em>&nbsp;\u201cAdakalanya hadits berfungsi sebagai penjelas dan penafsir terhadap hukum global yang disebutkan dalam Al-Qur\u2019an.\u201d<\/p>\n<\/blockquote>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sebagai contoh, Al-Qur\u2019an memerintahkan umat Islam untuk shalat, zakat, puasa, dan haji, namun tidak merinci&nbsp;<strong>tatacara pelaksanaannya<\/strong>. Melalui hadits, Rasulullah \ufdfa menunjukkan secara rinci bagaimana shalat dilakukan, kapan waktu puasa dimulai, serta bagaimana zakat dan haji dilaksanakan.<\/p>\n\n\n\n<hr class=\"wp-block-separator has-alpha-channel-opacity\" \/>\n\n\n\n<h4 class=\"wp-block-heading\">3. Hadits sebagai Penetap dan Pembuat Hukum Baru (<em>Bayan Tasyri\u2019<\/em>)<\/h4>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Fungsi ketiga hadits adalah&nbsp;<strong>menetapkan hukum baru<\/strong>&nbsp;yang belum dijelaskan secara eksplisit dalam Al-Qur\u2019an.<br>Khallaf menjelaskan:<\/p>\n\n\n\n<blockquote class=\"wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow\">\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u0648\u064e\u0625\u0650\u0645\u064e\u0651\u0627 \u0623\u064e\u0646\u0652 \u062a\u064e\u0643\u064f\u0648\u0646\u064e \u0633\u064f\u0646\u064e\u0651\u0629\u064c \u0645\u064f\u062b\u0652\u0628\u0650\u062a\u064e\u0629\u064c \u0648\u064e\u0645\u064f\u0646\u0652\u0634\u0650\u0626\u064e\u0629\u064c \u062d\u064f\u0643\u0652\u0645\u064b\u0627 \u0633\u064e\u0643\u064e\u062a\u064e \u0639\u064e\u0646\u0652\u0647\u064f \u0627\u0644\u0652\u0642\u064f\u0631\u0652\u0622\u0646\u064f<br><em>Artinya:<\/em>&nbsp;\u201cAdakalanya hadits berfungsi sebagai penetap dan pencipta hukum baru yang belum disebutkan oleh Al-Qur\u2019an.\u201d<\/p>\n<\/blockquote>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Contohnya adalah&nbsp;<strong>larangan menikahi seorang wanita beserta bibinya dalam satu waktu<\/strong>, serta&nbsp;<strong>larangan memakan hewan bertaring dan burung yang bercakar tajam<\/strong>. Semua hukum ini tidak disebutkan secara langsung dalam Al-Qur\u2019an, melainkan dijelaskan melalui hadits Nabi \ufdfa.<\/p>\n\n\n\n<hr class=\"wp-block-separator has-alpha-channel-opacity\" \/>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Pentingnya Memahami Hadits dengan Benar<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Karena&nbsp;<strong>hadits memiliki peran penting dalam menjelaskan dan menetapkan hukum Islam<\/strong>, maka siapa pun yang ingin mendalaminya harus memahami&nbsp;<strong>ilmu hadits<\/strong>&nbsp;dengan baik. Seorang penuntut ilmu wajib mengenal istilah-istilah dasar dalam ilmu hadits, menguasai&nbsp;<strong>kaidah takhrij, sanad, dan matan<\/strong>, serta memahami cara menafsirkan redaksinya dengan benar.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kesalahan dalam membaca dan memahami hadits secara parsial atau serampangan dapat menyebabkan&nbsp;<strong>kesalahan penafsiran hukum<\/strong>, bahkan bisa menyesatkan orang lain. Oleh karena itu, pemahaman yang mendalam terhadap&nbsp;<strong>Al-Qur\u2019an dan hadits<\/strong>&nbsp;menjadi syarat mutlak bagi siapa pun yang ingin menggali hukum Islam secara benar.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Apa saja Fungsi Hadits terhadap Al-Qur\u2019an Yang Harus Diketahui? Dalam ajaran Islam,\u00a0Al-Qur\u2019an dan hadits\u00a0menempati posisi yang sangat penting sebagai\u00a0dua sumber utama hukum Islam. Al-Qur\u2019an merupakan\u00a0wahyu Allah SWT\u00a0yang menjadi petunjuk bagi seluruh umat manusia, sedangkan hadits adalah\u00a0segala perkataan, perbuatan, dan ketetapan Nabi Muhammad \ufdfa\u00a0yang menjadi penjelas praktis dari ajaran yang terdapat dalam Al-Qur\u2019an. Kedua sumber ini &#8230; <a title=\"3 Fungsi Hadits terhadap Al-Qur\u2019an Yang Harus Diketahui\" class=\"read-more\" href=\"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/3-fungsi-hadits-terhadap-al-quran-yang-harus-diketahui\/\" aria-label=\"Baca selengkapnya tentang 3 Fungsi Hadits terhadap Al-Qur\u2019an Yang Harus Diketahui\">Baca Selengkapnya<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":74885,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[2],"tags":[],"class_list":["post-63705","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-wawasan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/63705","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=63705"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/63705\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/74885"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=63705"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=63705"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=63705"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}