{"id":6996,"date":"2024-06-19T06:52:11","date_gmt":"2024-06-18T23:52:11","guid":{"rendered":"https:\/\/www.domainjava.com\/blog\/artikel\/yang-manakah-bilangan-bilangan-di-bawah-ini-yang-bukan-merupakan-sisi-sisi-sebuah-segitiga-siku-siku\/"},"modified":"2024-06-19T06:52:11","modified_gmt":"2024-06-18T23:52:11","slug":"yang-manakah-bilangan-bilangan-di-bawah-ini-yang-bukan-merupakan-sisi-sisi-sebuah-segitiga-siku-siku","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/yang-manakah-bilangan-bilangan-di-bawah-ini-yang-bukan-merupakan-sisi-sisi-sebuah-segitiga-siku-siku\/","title":{"rendered":"Yang Manakah Bilangan-Bilangan Di Bawah Ini Yang Bukan Merupakan Sisi-Sisi Sebuah Segitiga Siku-Siku"},"content":{"rendered":"<p>Serangkaian bilangan bisa menggambarkan sisi-sisi sebuah segitiga siku-siku jika memenuhi syarat Teorema Pythagoras, yang menyatakan bahwa kuadrat sisi miring (hipotenusa) sama dengan jumlah kuadrat dua sisi lainnya.<\/p>\n<p>Umumnya dituliskan dalam formula: c^2 = a^2 + b^2<\/p>\n<p>Dimana c adalah hipotenusa, dan a, b adalah sisi kaki segitiga.<\/p>\n<p>Suatu rangkaian angka dapat dianggap sebagai sisi-sisi segitiga siku-siku jika formulanya benar setelah dimasukkan dalam formula di atas. Dalam konteks ini, kita tidak memperhatikan tentang unit pengukuran sisi segitiga tersebut, kita hanya tertarik pada urutan kemunculan angka tersebut.<\/p>\n<p>Untuk pertanyaan ini, seharusnya disertakan serangkaian bilangan untuk dianalisis apakah bisa membentuk segitiga siku-siku atau bukan. Sebagai contoh, mari kita ambil sejumlah serangkaian angka: (3, 4, 5), (6, 8, 9), dan (8, 15, 17).<\/p>\n<ul>\n<li>Untuk set (3, 4, 5), cukup memenuhi syarat Teorema Pythagoras, karena 5^2 = 3^2 + 4^2, artinya 25 = 9 + 16, yang mana sama. Jadi, (3, 4, 5) bisa menjadi sisi-sisi segitiga siku-siku.<\/li>\n<li>Untuk set (6, 8, 9), setelah kita masukkan angkanya ke dalam formula Pythagoras, kita dapatkan 81 bukanlah sama dengan 100 (6^2 + 8^2). Oleh karena itu, (6, 8, 9) tidak bisa menjadi sisi-sisi segitiga siku-siku.<\/li>\n<li>Untuk set (8, 15, 17), 17^2 = 15^2 + 8^2, atau 289 = 225 + 64, yang menghasilkan angka sama. Artinya, (8, 15, 17) bisa menjadi sisi-sisi segitiga siku-siku.<\/li>\n<\/ul>\n<p>Dengan penjelasan di atas, kita bisa menentukan serangkaian angka mana yang bisa dan tidak bisa membentuk segitiga siku-siku berdasarkan Teorema Pythagoras. Jadi, dalam contoh ini, set (6, 8, 9) adalah satu-satunya set yang tidak dapat membentuk segitiga siku-siku.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Serangkaian bilangan bisa menggambarkan sisi-sisi sebuah segitiga siku-siku jika memenuhi syarat Teorema Pythagoras, yang menyatakan bahwa kuadrat sisi miring (hipotenusa) sama dengan jumlah kuadrat dua sisi lainnya. Umumnya dituliskan dalam formula: c^2 = a^2 + b^2 Dimana c adalah hipotenusa, dan a, b adalah sisi kaki segitiga. Suatu rangkaian angka dapat dianggap sebagai sisi-sisi segitiga &#8230; <a title=\"Yang Manakah Bilangan-Bilangan Di Bawah Ini Yang Bukan Merupakan Sisi-Sisi Sebuah Segitiga Siku-Siku\" class=\"read-more\" href=\"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/yang-manakah-bilangan-bilangan-di-bawah-ini-yang-bukan-merupakan-sisi-sisi-sebuah-segitiga-siku-siku\/\" aria-label=\"Baca selengkapnya tentang Yang Manakah Bilangan-Bilangan Di Bawah Ini Yang Bukan Merupakan Sisi-Sisi Sebuah Segitiga Siku-Siku\">Baca Selengkapnya<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":74885,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[2],"tags":[],"class_list":["post-6996","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-wawasan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6996","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=6996"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6996\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/74885"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=6996"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=6996"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=6996"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}