{"id":775,"date":"2025-08-07T22:53:27","date_gmt":"2025-08-07T15:53:27","guid":{"rendered":"https:\/\/www.domainjava.com\/blog\/?p=775"},"modified":"2025-08-07T22:53:27","modified_gmt":"2025-08-07T15:53:27","slug":"pernyataan-yang-tidak-sesuai-dengan-kriteria-pembelajaran-sosial-emosional-adalah-apa-ini-penjelasannya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/pernyataan-yang-tidak-sesuai-dengan-kriteria-pembelajaran-sosial-emosional-adalah-apa-ini-penjelasannya\/","title":{"rendered":"Pernyataan yang Tidak Sesuai dengan Kriteria Pembelajaran Sosial Emosional adalah Apa? Ini Penjelasannya"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Pembelajaran Sosial Emosional (PSE)<\/strong>&nbsp;merupakan salah satu materi penting yang dibahas dalam&nbsp;<em>Modul 2 PSE Topik 1 PPG 2025<\/em>. PSE menjadi bagian krusial dalam pendidikan karena membantu siswa membangun karakter, kecerdasan emosional, serta kemampuan berinteraksi sosial yang sehat. Dalam salah satu soal pilihan ganda di modul tersebut, muncul pertanyaan:<\/p>\n\n\n\n<blockquote class=\"wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow\">\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>&#8220;Pernyataan yang tidak sesuai dengan kriteria pembelajaran sosial emosional adalah?&#8221;<\/strong><\/p>\n<\/blockquote>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pertanyaan ini menguji pemahaman guru terhadap konsep dasar dan prinsip pelaksanaan PSE dalam kehidupan sekolah.<\/p>\n\n\n\n<hr class=\"wp-block-separator has-alpha-channel-opacity\" \/>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Jawaban yang Tepat: A. Pembelajaran sosial emosional dilakukan dengan jadwal tertentu<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Mengapa ini merupakan jawaban yang benar?<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">PSE&nbsp;<strong>bukanlah pembelajaran yang bersifat kaku atau dilakukan secara terjadwal seperti mata pelajaran lainnya<\/strong>. Sebaliknya, PSE adalah pendekatan yang&nbsp;<strong>menyatu dalam seluruh aktivitas sekolah<\/strong>&nbsp;\u2014 baik melalui pembelajaran di kelas, interaksi guru-siswa, kegiatan ekstrakurikuler, maupun budaya sekolah.<\/p>\n\n\n\n<hr class=\"wp-block-separator has-alpha-channel-opacity\" \/>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Pilihan Jawaban Lain yang Justru Sesuai dengan Kriteria PSE<\/strong><\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>B. Pembelajaran sosial emosional terintegrasi dengan mata pelajaran<\/strong><br>\u2705\u00a0<em>Benar.<\/em>\u00a0PSE dapat diintegrasikan dengan berbagai mata pelajaran, seperti Bahasa Indonesia, IPS, atau PKN, melalui diskusi nilai, refleksi, dan kerja kelompok.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>C. Pembelajaran sosial emosional dapat dilakukan dengan role-play<\/strong><br>\u2705\u00a0<em>Benar.<\/em>\u00a0Role-play atau bermain peran adalah metode efektif untuk mengembangkan empati, kesadaran sosial, dan keterampilan relasi.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>D. Pembelajaran sosial emosional menjadi budaya di sekolah<\/strong><br>\u2705\u00a0<em>Benar.<\/em>\u00a0PSE yang baik bukan hanya terjadi di kelas, melainkan menjadi bagian dari\u00a0<em>iklim dan budaya sekolah<\/em>\u00a0sehari-hari, termasuk dalam cara guru menyapa <a class=\"wpil_keyword_link\" href=\"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/tag\/siswa\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\" title=\"siswa\" data-wpil-keyword-link=\"linked\" data-wpil-monitor-id=\"7526\">siswa<\/a> atau menangani konflik.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<hr class=\"wp-block-separator has-alpha-channel-opacity\" \/>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Lima Kompetensi Inti dalam Pembelajaran Sosial Emosional<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Mengutip dari buku&nbsp;<em>Jejak Sang Penggerak<\/em>&nbsp;(Komunitas Belajar Guru Penggerak Angkatan 1, Kota Pekanbaru, ), PSE berfokus pada lima kompetensi inti berikut:<\/p>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Kesadaran Diri<\/strong><br>Kemampuan mengenali emosi, nilai, dan kekuatan diri, serta membangun rasa percaya diri.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Pengelolaan Diri<\/strong><br>Kemampuan mengatur emosi, pikiran, dan perilaku, serta mengelola stres dan tanggung jawab.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Kesadaran Sosial<\/strong><br>Kemampuan berempati, menghargai perbedaan, dan memahami perspektif orang lain.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Keterampilan Relasi<\/strong><br>Kemampuan membangun hubungan positif, bekerja sama, dan menyelesaikan konflik secara sehat.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Mengambil Keputusan yang Bertanggung Jawab<\/strong><br>Kemampuan membuat pilihan berdasarkan etika, keamanan, dan kesejahteraan diri maupun orang lain.<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<hr class=\"wp-block-separator has-alpha-channel-opacity\" \/>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Kesimpulan<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pernyataan bahwa&nbsp;<strong>\u201cpembelajaran sosial emosional dilakukan dengan jadwal tertentu\u201d<\/strong>&nbsp;adalah&nbsp;<strong>tidak sesuai dengan prinsip PSE<\/strong>. Pembelajaran sosial emosional bersifat holistik, fleksibel, dan menyatu dengan seluruh aspek kehidupan di sekolah. Tujuannya bukan hanya mendukung pencapaian akademik, tetapi juga membentuk siswa menjadi pribadi yang cerdas secara emosional, sosial, dan moral.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Rewrite dari sumber : https:\/\/kumparan.com\/berita-terkini\/pernyataan-yang-tidak-sesuai-dengan-kriteria-pembelajaran-sosial-emosional-25G4eUx0UjU\/full<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pembelajaran Sosial Emosional (PSE)&nbsp;merupakan salah satu materi penting yang dibahas dalam&nbsp;Modul 2 PSE Topik 1 PPG 2025. PSE menjadi bagian krusial dalam pendidikan karena membantu siswa membangun karakter, kecerdasan emosional, serta kemampuan berinteraksi sosial yang sehat. Dalam salah satu soal pilihan ganda di modul tersebut, muncul pertanyaan: &#8220;Pernyataan yang tidak sesuai dengan kriteria pembelajaran sosial [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[2],"tags":[],"class_list":["post-775","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-wawasan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/775","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=775"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/775\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=775"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=775"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=775"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}