{"id":78659,"date":"2026-06-12T17:31:00","date_gmt":"2026-06-12T10:31:00","guid":{"rendered":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/?p=78659"},"modified":"2026-06-12T17:31:04","modified_gmt":"2026-06-12T10:31:04","slug":"jumawa-artinya-apa","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/jumawa-artinya-apa\/","title":{"rendered":"Jumawa Artinya Apa? Pengertian, Ciri-Ciri dan Cara Menghindarinya"},"content":{"rendered":"\n<!--DJ_INTRO_START-->\n<p>Simak pembahasan lengkap tentang Jumawa Artinya Apa? Pengertian, Ciri-Ciri dan Cara Menghindarinya. Temukan berbagai tips dan wawasan yang dapat membantu memahami topik ini. Temukan berbagai penjelasan menarik pada artikel ini.<\/p><p>Butuh penjelasan lengkap mengenai Jumawa Artinya Apa? Pengertian, Ciri-Ciri dan Cara Menghindarinya? Panduan ini membantu Anda memahami konsep secara lebih menyeluruh. Artikel ini disusun untuk membantu Anda memahami topik secara praktis.<\/p>\n<!--DJ_INTRO_END-->\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering mendengar istilah&nbsp;<strong>jumawa<\/strong>&nbsp;untuk menggambarkan seseorang yang terlalu bangga terhadap dirinya sendiri. Kata ini biasanya ditujukan kepada orang yang merasa paling hebat, paling berhasil, atau paling unggul dibandingkan orang lain. Sikap seperti ini sering kali membuat seseorang dijauhi lingkungan karena dianggap arogan dan sulit menghargai orang lain.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Secara bahasa, kata&nbsp;<strong>jumawa<\/strong>&nbsp;merupakan bentuk populer dari kata&nbsp;<strong>jemawa<\/strong>&nbsp;yang telah tercantum dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI). Istilah ini memiliki makna angkuh, congkak, sombong, serta merasa diri lebih tinggi dibandingkan orang lain. Dalam penggunaannya, kata jumawa sering dipakai untuk menggambarkan perilaku seseorang yang berlebihan dalam membanggakan kemampuan, kekayaan, jabatan, atau pencapaiannya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dalam ajaran Islam, sifat jumawa termasuk salah satu akhlak tercela yang harus dihindari. Kesombongan bukan hanya merusak hubungan antarmanusia, tetapi juga dapat merusak hubungan seorang hamba dengan Allah SWT. Karena itulah banyak ayat Al-Qur&#8217;an dan hadis yang mengingatkan umat Islam agar selalu menjaga kerendahan hati dan menjauhi sikap merasa lebih baik daripada orang lain.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Apa Arti Jumawa?<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Menurut KBBI,&nbsp;<strong>jemawa<\/strong>&nbsp;berarti angkuh, congkak, sombong, dan suka mencampuri urusan orang lain. Dalam percakapan sehari-hari, kata ini sering diucapkan menjadi &#8220;jumawa&#8221; meskipun bentuk bakunya adalah &#8220;jemawa&#8221;.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Seseorang yang memiliki sifat jumawa biasanya memperlihatkan rasa bangga yang berlebihan terhadap dirinya. Ia merasa memiliki kelebihan yang tidak dimiliki orang lain dan sering menunjukkan hal tersebut dalam perkataan maupun tindakan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Contohnya, seseorang yang baru memperoleh jabatan tinggi kemudian memandang rendah teman-teman lamanya. Atau seseorang yang memiliki kekayaan melimpah lalu merasa dirinya lebih berharga dibandingkan orang lain yang hidup sederhana.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Padahal, segala kelebihan yang dimiliki manusia sejatinya hanyalah titipan dari Allah SWT yang dapat diambil kapan saja sesuai kehendak-Nya.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Jumawa dalam Pandangan Islam<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Islam mengajarkan pentingnya sikap tawadhu atau rendah hati. Sebaliknya, sifat sombong dan jumawa termasuk perilaku yang sangat dibenci Allah SWT.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Imam Muslim, Rasulullah SAW bersabda:<\/p>\n\n\n\n<blockquote class=\"wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow\">\n<p class=\"wp-block-paragraph\">&#8220;Tidak akan masuk surga orang yang di dalam hatinya terdapat kesombongan walaupun sebesar biji zarrah.&#8221;<\/p>\n<\/blockquote>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Hadis tersebut menunjukkan betapa berbahayanya sifat sombong di hadapan Allah SWT. Kesombongan bukan hanya soal penampilan atau ucapan, tetapi juga sikap hati yang merasa lebih baik daripada orang lain.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Bahkan iblis pun terusir dari rahmat Allah karena kesombongannya ketika menolak perintah untuk sujud kepada Nabi Adam AS. Ia merasa dirinya lebih mulia karena diciptakan dari api, sedangkan Adam diciptakan dari tanah.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kisah tersebut menjadi pelajaran bahwa kesombongan dapat menghancurkan seseorang meskipun sebelumnya memiliki kedudukan yang tinggi.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Penyebab Munculnya Sifat Jumawa<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sifat jumawa tidak muncul begitu saja. Ada berbagai faktor yang dapat memicu seseorang menjadi angkuh dan merasa lebih hebat dibandingkan orang lain.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">1. Merasa Memiliki Banyak Kelebihan<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kepintaran, kekayaan, kecantikan, ketampanan, maupun jabatan terkadang membuat seseorang lupa diri. Ia mulai menganggap dirinya lebih unggul sehingga memandang rendah orang lain.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">2. Terlalu Sering Mendapat Pujian<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pujian memang menyenangkan, tetapi jika diterima tanpa pengendalian diri dapat menumbuhkan rasa bangga yang berlebihan.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">3. Lingkungan yang Tidak Mengingatkan<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Seseorang yang dikelilingi orang-orang yang selalu membenarkan tindakannya berisiko menjadi pribadi yang jumawa karena tidak pernah mendapatkan kritik atau nasihat.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">4. Kurangnya Rasa Syukur<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Orang yang kurang bersyukur sering menganggap keberhasilan yang diraihnya murni karena usaha pribadi, tanpa menyadari bahwa semua itu merupakan karunia dari Allah SWT.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">5. Lupa Akan Hakikat Kehidupan<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ketika seseorang lupa bahwa dunia bersifat sementara, ia cenderung membanggakan hal-hal duniawi secara berlebihan.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Ciri-Ciri Orang yang Bersifat Jumawa<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ada beberapa tanda yang dapat menunjukkan bahwa seseorang memiliki sifat jumawa.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Merasa Diri Paling Hebat<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Orang yang jumawa selalu merasa pendapatnya paling benar dan sulit menerima masukan dari orang lain.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ia cenderung meremehkan kemampuan orang lain serta menganggap dirinya lebih pintar, lebih sukses, atau lebih berpengalaman.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Suka Dipuji<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pujian menjadi sesuatu yang sangat diharapkan oleh orang yang jumawa.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Mereka sering mencari cara agar mendapat pengakuan dari lingkungan sekitar, bahkan terkadang sengaja memamerkan apa yang dimiliki.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Sulit Mengakui Kesalahan<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Salah satu ciri yang paling mudah dikenali adalah enggan mengakui kesalahan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Meskipun terbukti keliru, orang yang jumawa akan mencari berbagai alasan untuk membenarkan dirinya.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Senang Merendahkan Orang Lain<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Mereka cenderung fokus pada kekurangan orang lain dan jarang menghargai kelebihan yang dimiliki orang lain.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Bersikap Egois<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Karena terlalu memikirkan dirinya sendiri, orang yang jumawa sering mengabaikan kepentingan orang lain.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Tidak Mau Belajar<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Merasa sudah mengetahui segalanya membuat orang yang jumawa sulit menerima ilmu atau pengalaman baru dari orang lain.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Dampak Buruk Sifat Jumawa<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sifat jumawa tidak hanya merugikan diri sendiri, tetapi juga berdampak negatif terhadap hubungan sosial.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Dijauhi Lingkungan<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Orang yang sombong biasanya tidak disukai dalam pergaulan karena sikapnya membuat orang lain merasa tidak dihargai.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Sulit Berkembang<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Merasa sudah paling benar membuat seseorang kehilangan kesempatan untuk belajar dan memperbaiki diri.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Menimbulkan Konflik<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sikap meremehkan orang lain dapat memicu pertengkaran dan konflik dalam hubungan sosial maupun pekerjaan.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Menghilangkan Keberkahan<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dalam perspektif Islam, kesombongan dapat menghalangi datangnya keberkahan karena seseorang tidak lagi menyadari bahwa semua nikmat berasal dari Allah SWT.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Merusak Amal Kebaikan<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kesombongan dapat mengurangi nilai amal yang dilakukan karena hati lebih fokus pada pujian manusia daripada keridaan Allah SWT.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Perbedaan Percaya Diri dan Jumawa<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Banyak orang keliru membedakan antara percaya diri dan jumawa.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Padahal keduanya merupakan hal yang berbeda.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Percaya diri<\/strong>&nbsp;adalah keyakinan terhadap kemampuan diri sendiri tanpa merendahkan orang lain.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sedangkan&nbsp;<strong>jumawa<\/strong>&nbsp;adalah rasa bangga berlebihan yang disertai sikap memandang rendah orang lain.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Orang yang percaya diri tetap menghormati orang lain dan terbuka terhadap kritik. Sebaliknya, orang yang jumawa merasa dirinya paling hebat sehingga sulit menerima masukan.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Cara Menghindari Sifat Jumawa<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Agar tidak terjerumus ke dalam sifat sombong, ada beberapa langkah yang dapat dilakukan.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">1. Membiasakan Hidup Sederhana<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kesederhanaan membantu seseorang menyadari bahwa nilai manusia tidak ditentukan oleh harta atau penampilan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dengan hidup sederhana, seseorang akan lebih mudah menghargai orang lain tanpa melihat status sosial.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">2. Selalu Bersyukur<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Rasa syukur membuat seseorang sadar bahwa segala nikmat berasal dari Allah SWT.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ketika menyadari hal tersebut, seseorang tidak akan mudah membanggakan diri.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">3. Berteman dengan Orang Saleh<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Lingkungan yang baik dapat membantu menjaga akhlak dan mengingatkan ketika seseorang mulai menunjukkan tanda-tanda kesombongan.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">4. Menerima Kritik dengan Lapang Dada<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Belajar menerima kritik merupakan cara efektif untuk melatih kerendahan hati.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kritik yang membangun dapat menjadi sarana untuk memperbaiki diri.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">5. Mengingat Asal Penciptaan Manusia<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Manusia diciptakan dari tanah dan akan kembali menjadi tanah.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kesadaran ini membantu seseorang untuk tidak berlebihan dalam membanggakan diri.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">6. Mengingat Kematian<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kematian adalah pengingat bahwa seluruh kekayaan, jabatan, dan popularitas tidak akan dibawa ke alam kubur.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Yang tersisa hanyalah amal perbuatan selama hidup di dunia.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">7. Memperbanyak Ibadah<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ibadah yang dilakukan dengan ikhlas dapat membantu membersihkan hati dari sifat sombong dan riya.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Doa Agar Dijauhkan dari Sifat Jumawa<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Rasulullah SAW mengajarkan umatnya untuk selalu memohon perlindungan kepada Allah dari sifat sombong dan angkuh.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Salah satu doa yang dapat diamalkan adalah:<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>\u0627\u0644\u0644\u064e\u0651\u0647\u064f\u0645\u064e\u0651 \u0623\u064e\u062d\u0652\u064a\u0650\u0646\u0650\u064a \u0645\u0650\u0633\u0652\u0643\u0650\u064a\u0646\u064b\u0627 \u0648\u064e\u0623\u064e\u0645\u0650\u062a\u0652\u0646\u0650\u064a \u0645\u0650\u0633\u0652\u0643\u0650\u064a\u0646\u064b\u0627 \u0648\u064e\u0627\u062d\u0652\u0634\u064f\u0631\u0652\u0646\u0650\u064a \u0641\u0650\u064a \u0632\u064f\u0645\u0652\u0631\u064e\u0629\u0650 \u0627\u0644\u0652\u0645\u064e\u0633\u064e\u0627\u0643\u0650\u064a\u0646\u0650<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Latin:<\/strong>&nbsp;<em>Allahumma ahyini miskinan wa amitni miskinan wahsyurni fi zumratil masakin.<\/em><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Artinya:<\/strong>&nbsp;&#8220;Ya Allah, hidupkanlah aku dalam keadaan rendah hati, wafatkanlah aku dalam keadaan rendah hati, dan kumpulkanlah aku bersama golongan orang-orang yang rendah hati.&#8221;<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Kesimpulan<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Jumawa adalah sikap angkuh, sombong, dan merasa diri lebih baik daripada orang lain. Dalam Islam, sifat ini termasuk akhlak tercela yang harus dijauhi karena dapat merusak hubungan dengan sesama manusia maupun dengan Allah SWT.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ciri-ciri orang yang jumawa antara lain suka dipuji, merasa paling hebat, sulit menerima kritik, egois, dan gemar merendahkan orang lain. Untuk menghindarinya, seseorang perlu membiasakan hidup sederhana, memperbanyak rasa syukur, memilih lingkungan yang baik, serta selalu mengingat bahwa semua nikmat berasal dari Allah SWT.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dengan menumbuhkan sikap rendah hati dan menghargai sesama, seseorang dapat menjalani kehidupan yang lebih damai, harmonis, dan penuh keberkahan.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Simak pembahasan lengkap tentang Jumawa Artinya Apa? Pengertian, Ciri-Ciri dan Cara Menghindarinya. Temukan berbagai tips dan wawasan yang dapat membantu memahami topik ini. Temukan berbagai penjelasan menarik pada artikel ini. Butuh penjelasan lengkap mengenai Jumawa Artinya Apa? Pengertian, Ciri-Ciri dan Cara Menghindarinya? Panduan ini membantu Anda memahami konsep secara lebih menyeluruh. Artikel ini disusun untuk &#8230; <a title=\"Jumawa Artinya Apa? Pengertian, Ciri-Ciri dan Cara Menghindarinya\" class=\"read-more\" href=\"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/jumawa-artinya-apa\/\" aria-label=\"Baca selengkapnya tentang Jumawa Artinya Apa? Pengertian, Ciri-Ciri dan Cara Menghindarinya\">Baca Selengkapnya<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":74885,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1,43],"tags":[525],"class_list":["post-78659","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-inspirasi","category-agama","tag-jumawa-artinya-apa"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/78659","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=78659"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/78659\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/74885"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=78659"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=78659"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.domainjava.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=78659"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}