Dalam Islam, menuntut ilmu agama adalah kewajiban yang melekat pada setiap Muslim, dari lahir hingga akhir hayat. Hal ini menunjukkan betapa pentingnya ilmu dalam agama kita. Terdapat banyak sekali hadist yang menekankan pentingnya menuntut ilmu, menjadikannya tanggung jawab yang tak bisa diabaikan.
Menuntut ilmu bisa dilakukan melalui berbagai cara, baik formal maupun nonformal. Kombinasi keduanya sangat dianjurkan, misalnya dengan belajar di lembaga pendidikan formal dan mengikuti kajian-kajian keagamaan. Lalu, apa saja keutamaan menuntut ilmu bagi seorang Muslim? Bagaimana cara menuntut ilmu agama yang benar agar mendapatkan keberkahan? Simak selengkapnya dalam artikel ini!
Hukum Menuntut Ilmu bagi Umat Muslim
Sebelum membahas hadis-hadis tentang menuntut ilmu, penting untuk memahami hukumnya dalam Islam. Menuntut ilmu hukumnya wajib bagi setiap Muslim, baik laki-laki maupun perempuan, dari usia dini hingga akhir hayat. Kewajiban ini ditegaskan dalam Al-Qur’an dan hadis.
Allah SWT berfirman dalam surat Al-Mujadalah ayat 11:
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اِذَا قِيْلَ لَكُمْ تَفَسَّحُوْا فِى الْمَجٰلِسِ فَافْسَحُوْا يَفْسَحِ اللّٰهُ لَكُمْۚ وَاِذَا قِيْلَ انْشُزُوْا فَانْشُزُوْا يَرْفَعِ اللّٰهُ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا مِنْكُمْۙ وَالَّذِيْنَ اُوْتُوا الْعِلْمَ دَرَجٰتٍۗ وَاللّٰهُ بِمَا تَعْمَلُوْنَ خَبِيْرٌ ١١
Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman! Apabila dikatakan kepadamu, “Berilah kelapangan di dalam majelis-majelis,” maka lapangkanlah, niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. Dan apabila dikatakan, “Berdirilah kamu,” maka berdirilah, niscaya Allah akan mengangkat (derajat) orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat. Dan Allah Mahateliti terhadap apa yang kamu kerjakan.” (QS. Al-Mujadalah: 11)
Ayat ini menunjukkan bahwa Allah akan mengangkat derajat orang-orang yang beriman dan berilmu. Ini adalah motivasi besar bagi setiap Muslim untuk terus menuntut ilmu.
Hadist Menuntut Ilmu
Terdapat banyak hadist yang menjelaskan pentingnya menuntut ilmu. Berikut adalah beberapa di antaranya:
Kewajiban Umat Muslim Menuntut Ilmu
Rasulullah SAW bersabda: طَلَبُ الْعِلْمِ فَرِيْضَةٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ
Artinya: “Menuntut ilmu itu wajib atas setiap Muslim.” (HR. Ibnu Majah no. 224)Hadis ini dengan jelas menyatakan bahwa menuntut ilmu adalah kewajiban bagi setiap Muslim, tanpa terkecuali. Ilmu yang dimaksud di sini mencakup ilmu agama yang akan membimbing kita dalam beribadah dan menjalani kehidupan sesuai dengan ajaran Islam.
Menuntut Ilmu Dimudahkan Jalan Menuju Surga
Rasulullah SAW bersabda: مَنْ سَلَكَ طَرِيْقًا يَلْتَمِسُ فِيْهِ عِلْمًا، سَهَّلَ اللهُ لَهُ بِهِ طَرِيْقًا إِلَى الْجَنَّةِ
Artinya: “Barang siapa menempuh jalan untuk mencari ilmu, maka Allah akan memudahkan baginya jalan menuju surga.” (HR. Muslim)Hadis ini memberikan kabar gembira bagi para penuntut ilmu. Setiap langkah yang kita ambil dalam mencari ilmu akan dibalas dengan kemudahan menuju surga.
Ilmu Termasuk Amal yang Pahalanya Terus Mengalir
Rasulullah SAW bersabda: إِذَا مَاتَ الْإِنْسَانُ انْقَطَعَ عَمَلُهُ إِلَّا مِنْ ثَلَاثٍ: صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ، أَوْ عِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ، أَوْ وَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ
Artinya: “Jika seseorang meninggal dunia, maka terputuslah amalannya kecuali tiga perkara: sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, atau anak saleh yang mendoakannya.” (HR. Muslim)Ilmu yang bermanfaat adalah ilmu yang diamalkan dan diajarkan kepada orang lain. Pahala dari ilmu ini akan terus mengalir meskipun kita sudah meninggal dunia.
Ilmu Merupakan Warisan Nabi dan Warisan Paling Berharga
Rasulullah SAW bersabda: اَلْعُلَمَاءُ وَرَثَةُ الْأَنْبِيَاءِ وَإِنَّ الْأَنْبِيَاءَ لَمْ يُوَرِّثُوْا دِيْنَارًا وَلَا دِرْهَامًا، وَلَكِنْ وَرَّثُوْا الْعِلْمَ، فَمَنْ أَخَذَهُ أَخَذَ بِحَظٍّ وَافِرٍ
Artinya: “Ulama adalah pewaris para nabi. Sesungguhnya para nabi tidak mewariskan dinar atau dirham, tetapi mewariskan ilmu. Barang siapa mengambilnya, maka ia telah mengambil bagian yang banyak.” (HR. Abu Dawud, At-Tirmidzi, dan Ibnu Majah)Hadis ini menunjukkan bahwa ilmu adalah warisan yang paling berharga dari para nabi. Dengan menuntut ilmu, kita berarti sedang mengambil warisan yang sangat bernilai.
Orang Berilmu Bukan Orang yang Terlaknat
Rasulullah SAW bersabda: أَلَا إِنَّ الدُّنْيَا مَلْعُونَةٌ مَلْعُونٌ مَا فِيهَا إِلَّا ذِكْرُ اللَّهِ وَمَا وَالَاهُ وَعَالِمٌ أَوْ مُتَعَلِّمٌ
Artinya: “Ketahuilah, sesungguhnya dunia itu terlaknat dan terlaknat pula isinya, kecuali zikir kepada Allah dan apa yang terkait dengannya, orang yang berilmu, dan orang yang belajar.” (HR. Tirmidzi)Hadis ini menunjukkan bahwa orang yang berilmu dan orang yang sedang menuntut ilmu adalah orang-orang yang dikecualikan dari laknat dunia. Mereka adalah orang-orang yang dicintai oleh Allah SWT.
Menuntut dan Menyebarluaskan Ilmu Memberi Pahala Berlipat Ganda
Rasulullah SAW bersabda: مَنْ دَعَا إِلَى هُدًى، كَانَ لَهُ مِنَ الْأَجْرِ مِثْلُ أُجُورِ مَنْ تَبِعَهُ، لَا يَنْقُصُ ذَلِكَ مِنْ أُجُورِهِمْ شَيْئًا
Artinya: “Barang siapa mengajak kepada petunjuk, maka dia mendapatkan pahala seperti pahala orang yang mengikutinya, tanpa mengurangi pahala mereka sedikit pun.” (HR. Muslim)Hadis ini memotivasi kita untuk tidak hanya menuntut ilmu, tetapi juga menyebarluaskannya kepada orang lain. Setiap orang yang mendapatkan hidayah melalui ilmu yang kita ajarkan, maka kita pun akan mendapatkan pahala yang sama tanpa mengurangi pahala mereka.
Menuntut Ilmu Sama Seperti Ibadah Haji
Rasulullah SAW bersabda: مَنْ غَدَا إِلَى الْمَسْجِدِ لَا يُرِيدُ إِلَّا أَنْ يَتَعَلَّمَ خَيْرًا أَوْ يُعَلِّمَهُ، كَانَ لَهُ كَأَجْرِ حَاجٍّ تَامًّا حِجَّتُهُ
Artinya: “Barang siapa pergi ke masjid hanya untuk belajar kebaikan atau mengajarkannya, maka dia mendapatkan pahala seperti pahala orang yang haji secara sempurna.” (HR. Thabrani)Hadis ini menunjukkan betapa tingginya kedudukan orang yang menuntut ilmu. Pahala mereka disamakan dengan pahala orang yang melaksanakan ibadah haji secara sempurna.
Keutamaan Menuntut Ilmu
Dari hadist-hadist di atas, kita dapat menyimpulkan beberapa keutamaan menuntut ilmu:
- Orang Berilmu Memiliki Derajat Tinggi: Allah SWT akan mengangkat derajat orang-orang yang beriman dan berilmu.
- Dimudahkan Jalan Menuju Surga: Setiap langkah dalam mencari ilmu akan dibalas dengan kemudahan menuju surga.
- Ilmu Merupakan Warisan Abadi: Ilmu adalah warisan para nabi yang akan terus bermanfaat hingga akhir zaman.
- Manfaat dan Pahala Ilmu Mengalir Terus-Menerus: Ilmu yang bermanfaat akan menjadi amal jariyah yang pahalanya terus mengalir meskipun kita sudah meninggal dunia.
- Kebahagiaan Dunia dan Akhirat: Dengan ilmu, kita dapat meraih kebahagiaan di dunia dan di akhirat.
Cara Menuntut Ilmu Agama yang Benar
Agar mendapatkan keberkahan dalam menuntut ilmu agama, perhatikanlah cara-cara berikut:
- Niat Menuntut Ilmu karena Allah SWT: Luruskan niat kita dalam menuntut ilmu, yaitu semata-mata karena Allah SWT, bukan karena ingin dipuji atau mendapatkan kedudukan.
- Menuntut Ilmu Pelan dan Bertahap: Mulailah dengan mempelajari dasar-dasar agama terlebih dahulu, kemudian lanjutkan dengan materi yang lebih kompleks.
- Menuntut Ilmu dengan Konsisten: Jadwalkan waktu khusus untuk belajar agama secara rutin dan konsisten.
- Meminta Doa Restu Orang Tua dan Guru: Doa dari orang tua dan guru akan membantu kita dalam memahami ilmu dan mendapatkan keberkahan.
- Selalu Rajin Mencatat: Catatlah poin-poin penting yang disampaikan oleh guru atau ustadz agar lebih mudah diingat dan dipahami.
Rekomendasi Buku Agama Islam
Untuk memperdalam ilmu agama, berikut adalah beberapa buku yang direkomendasikan:
- Riyadhus Shalihin karya Imam Nawawi
- Tafsir Ibnu Katsir karya Ibnu Katsir
- Al-Umm karya Imam Syafi’i
- Minhajul Muslim karya Syaikh Abu Bakar Jabir Al-Jazairi
Semoga artikel ini bermanfaat dan memberikan motivasi bagi kita semua untuk terus menuntut ilmu agama. Dengan ilmu, kita dapat meraih kebahagiaan di dunia dan di akhirat.
Seluruh konten dan artikel yang dipublikasikan di DomainJava.com disediakan semata-mata untuk tujuan informasi dan edukasi. Kami berupaya menyajikan informasi yang akurat, relevan, dan bermanfaat, namun tidak dimaksudkan untuk melanggar hukum, kebijakan, maupun pedoman dari pihak mana pun. Segala bentuk penggunaan informasi yang terdapat dalam artikel Hadist Menuntut Ilmu Agama: Kewajiban, Keutamaan, dan Cara Belajar yang Benar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pembaca.












