Menurut WHO, sehat adalah suatu kondisi fisik lengkap termasuk mental, sosial dan bukan hanya keadaan dimana tidak terdapat penyakit atau kelemahan pada tubuh.
Secara medis, kesehatan merupakan suatu kondisi dinamis yang dihasilkan dari konstanta tubuh melalui penyesuaian dan adaptasi dari respon terhadap tekanan atau perubahan lingkungan untuk menjaga tubuh agar seimbang yang kadang disebut homeostatis.
Dari dua pengertian tersebut diketahui bahwa agar seseorang bisa disebut sehat bukan berarti ia tidak sakit-sakitan.
Artinya, penggunaan kata sehat ini sangat luas dan mencakup segala hal yang berhubungan dengan tubuh individu baik secara langsung maupun tidak langsung.
Kata kunci artikel
- Sehat bisa didefinisikan sebagai kesehatan fisik, mental dan sosial yang berfungsi sebagai sumber daya utama guna menjalani kehidupan secara utuh
- Kesehatan tidak hanya mengacu pada tidak adanya penyakit pada tubuh tetapi kemampuan untuk pulih dan bangkit kembali dari penyakit atau masalah kesehatan lainnya
- Ada beberapa faktor yang mempengaruhi kesehatan mulai dari genetika, lingkungan dan juga pendidikan
- Diet sehat dengan berolahraga atau menulis dapat membantu meningkatkan daya tahan tubuh serta mengatasi berbagai penyakit yang secara bersamaan membantu meningkatkan rasio kesehatan seseorang
Lalu, apa sebenarnya definisi kesehatan? mengapa sehat itu perlu? Apa saja jenis-jenis kesehatan? Dan pertanyaan lain serupa.
Untuk anda yang penasaran jawaban dari semua pertanyaan diatas, baca artikel ini sampai habis.
Pengertian sehat adalah
Pada tahun 1984, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) secara resmi menjelaskan apa itu kesehatan dan apa itu sehat.
Pengertian sehat menurut WHO adalah suatu kondisi kesehatan fisik, mental dan sosial yang lengkap dan bukan hanya tidak adanya penyakit atau masalah dengan daya tahan tubuh.
Sementara itu, kesehatan Merujuk pada suatu konsep positif yang melibatkan berbagai sumber daya yang ada pada seseorang itu pribadi, sosial dan kemampuan fisik individu untuk bisa sehat.
Untuk memperjelas definisi ini, para peneliti dan ilmuwan juga sudah berusaha mendefinisikan kembali pengertian kesehatan.
Menurut mereka, sehat adalah kemampuan tubuh untuk beradaptasi dari ancaman medis yang datang dari lingkungan sekitar.
Gagasan ini banyak dipengaruhi oleh pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan terutama di sektor medis dan kedokteran.
Sementara itu, dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia [KBBI] sehat punya 7 pengertian dasar, yakni:
- Baik seluruh badan serta bagian-bagiannya bebas dari sakit
- Yang membawa kebaikan bagi tubuh
- Sembuh dari sakit
- Baik dan normal [tentang pikiran]
- Dapat dipercaya atau masuk akal [tentang pendapat, usul, alasan dan lain sebagainya]
- Berjalan dengan baik atau sebagaimana mestinya [tentang keadaan keuangan, ekonomi dan lain sebagainya]
- Dilakukan dengan hati-hati dan baik, biasanya soal politik
Masih dari sumber yang sama yakni KBBI, kata sehat punya satu kata turunan yang paling populer dimasyarakat yaitu kesehatan.
Kesehatan sering diartikan sebagai sehat itu sendiri. Oleh karena itu, kesehatan didefinisikan sebagai suatu keadaan [hal] sehat, kebaikan, keadaan badan dan lain sebagainya.
Dan secara teknis, kesehatan terdiri dari berbagai bentuk atau jenis, diantaranya:
- Kesehatan Jasmani yang berarti suatu keadaan sehat badan atau tubuh
- Kesehatan jiwa yang merupakan suatu kondisi sehat jiwa
- Kesehatan masyarakat yang merupakan suatu bentuk kesehatan jasmani masyarakat atau juga suatu singkatan dari layanan medis berbasis Pustu [pusat kesehatan masyarakat [puskesmas] terpadu]
- Kesehatan Okupasi yang cabang ilmu kesehatan yang berhubungan dengan kesehatan para pekerja di tempat kerja atau dengan pekerjaan para pekerja
Jenis-jenis kesehatan
Jika diperhatikan dengan seksama, kesehatan fisik dan mental adalah dua jenis kesehatan yang sering ditekankan baik oleh WHO atau lembaga kesehatan lain.
Dua jenis kesehatan diatas dipengaruhi oleh banyak faktor seperti kesehatan rohani, kesehatan emosional, kesehatan keuangan dan lain sebagainya.
Nah berikut disajikan jenis-jenis kesehatan yang populer di masyarakat, yakni:
1. Kesehatan Jasmani
Kesehatan jasmani yang kadang disebut kesehatan fisik adalah suatu keadaan yang menunjukkan fungsi tubuh seseorang bekerja dengan baik.
Pengertian ini tidak hanya menunjukkan tidak adanya penyakit pada tubuh seseorang tetapi juga kebiasaan dan gaya hidup yang ia terapkan.
Lebih jauh lagi, agar kesehatan fisik atau jasmani lebih kuat, diperlukan konsultasi secara berkala kepada Dokter pribadi untuk mendapatkan saran medis yang cocok.
Ada beberapa cara paling umum untuk mencapai kesehatan fisik, diantaranya:
- Berolahraga dengan tujuan untuk menjaga tubuh agar tetap sehat
- Meningkatkan daya tahan tubuh
- Menjaga daya tahan pernafasan dan fungsi jantung
- Meningkatkan kekuatan otot
- Meningkatkan pembuatan dan juga komposisi tubuh
- Penerapan gaya hidup sehat
- Mengurangi risiko penyakit
Oh ya, kesehatan fisik dan fisik sering dikaitkan dengan tingkat kesejahteraan ekonomi seseorang.
Dalam konteks kesejahteraan ekonomi ini mencakup pendapatan yang cukup, makanan yang sehat, istri yang cantik, tekanan psikologis yang normal dan lain sebagainya.
Dan ada banyak manfaat yang diperoleh apabila menerapkan pola hidup sehat dengan tujuan untuk mencapai kesehatan fisik, antara lain:
- Meminimalkan bahaya ditempat kerja
- Meningkatkan kualitas skidipapap dengan pasangan dalam damai
- Bisa menerapkan pola hidup yang bersih
- Menjauhi alkohol dan rokok serta obat-obatan terlarang
- Meminimalkan bahaya ditempat kerja yang kadang disebut sehat okupasi
- Dan sebagainya
2. Kesehatan jiwa atau mental
Kesehatan mental mengacu pada kesejahteraan emosional, sosial dan psikologis seseorang. Kesehatan mental sama pentingnya dengan kesehatan fisik dan juga dipengaruhi oleh banyak hal.
Sebenarnya, lebih sulit untuk mendefinisikan pengertian kesehatan jiwa atau mental dibandingkan kesehatan fisik.
Karena, dalam banyak kasus, diagnosis sering bergantung pada persepsi individu dari pengalaman mereka sehari-hari.
Namun dalam berbagai pengujian genetik atau tes CT-Scanada beberapa tanda yang dapat menunjukkan bahwa seseorang mengalami masalah kesehatan mental dan jiwa.
Kesehatan mental bukan hanya depresi, masalah kecemasan atau gangguan lain tetapi juga dipengaruhi oleh kemampuan seseorang dalam:
- Menikmati hidup
- Bangkit kembali setelah mengalami pengalaman yang pahit
- Memperoleh keseimbangan pikiran
- Merasa aman dan nyaman
- digunakan potensi diri
Disisi lain, meskipun definisi kesehatan fisik dan mental itu berbeda-beda tetapi pada dasarnya dua hal ini saling terkait satu sama lain.
Jika seseorang mengidap penyakit kronis tertentu, secara tidak langsung akan mempengaruhi kemampuannya dalam menyelesaikan tugas-tugas rutinnya.
Yang pada akhirnya akan meningkatkan depresi dan stres yang berkepanjangan. Salah satu contoh paling sederhana adalah uang.
Penyakit mental seperti depresi atau anoreksia nervosa juga bisa mempengaruhi berat badan dan fungsi organ tubuh seseorang.
3. Kesehatan Rohani
Kesehatan rohani erat kaitannya dengan ketaatan seseorang dalam menjalankan keyakinan yang diyakininya, baik secara langsung maupun tidak langsung.
Pengaplikasian kesehatan rohani dalam konteks ini memiliki hubungan dengan dua jenis kesehatan yang sudah dijelaskan diatas.
Artinya, ada korelasi yang kuat antara kesehatan rohani, jasmani dan mental karena berpengaruh pada kualitas hidup seseorang.
Faktor-faktor yang mempengaruhi kesehatan
Kalau tidak, lebih jauh lagi ada banyak faktor yang mempengaruhi kesehatan seseorang. Contoh sederhananya, seseorang anak yang mewarisi gen tertentu terkadang lebih sehat dibandingkan anak lain dengan gen yang berbeda.
Faktor lingkungan juga memainkan peranan yang sangat penting disini. Dengan demikian, lingkungan memiliki pengaruh yang sangat kuat terhadap kualitas kesehatan seseorang.
Karena lingkungan menjadi sumber penyakit, virus dan bakteri sehingga orang tertentu terkadang lebih rentan secara genetik.
Akses terhadap layanan kesehatan juga berperan penting disini. Oleh karena itu, WHO sendiri beberapa hal yang mungkin berdampak pada kesehatan seseorang, antara lain:
- Dimana dia tinggal?
- Keadaan lingkungan sekitar
- Faktor genetik
- Penghasilan
- Tingkat pendidikan
- Hubungan dengan teman dan keluarga
Poin-poin diatas dapat dijelaskan sebagai berikut:
- Lingkungan sosial dan budaya: termasuk seberapa kaya satu keluarga atau komunitas tersebut.
- Lingkungan fisik: termasuk parasit yang tumbuh dan berkembang di suatu wilayah serta kualitas udaranya
- Karakteristik dan perilaku seseorang: termasuk gen yang diwariskan padanya dan juga gaya hidupnya.
Menurut WHO, semakin tinggi status sosial-ekonomi seseorang (ESE) semakin besar pula ia akan memperoleh kesehatan yang lebih baik, pendidikan yang cukup, pekerjaan dengan upah yang setara, akses perawatan kesehatan yang terjangkau serta tidak mudah terserang penyakit.
Orang yang berstatus sosio-ekonomi rendah lebih rentan mengalami tekanan yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari seperti faktor keuangan, gangguan pernikahan dan kemiskinan serta faktor sosial lainnya seperti marjinalisasi dan diskriminasi. Semua faktor ini menambah risiko kesehatan menjadi lebih buruk lagi.
Status sosial-ekonomi yang rendah bahkan berkolerasi dengan akses perawatan kesehatan yang kurang. Warga negara di Negara maju dengan layanan kesehatan yang memadai mempunyai tingkat harapan hidup lebih tinggi dibandingkan di negara-negara berkembang atau negara miskin.
Masalah budaya juga ikut memainkan peranan penting didalamnya. Misalnya, tradisi dan adat istiadat masyarakat atau respon keluarga saat seorang anak jatuh sakit.
Di sekitar Mediterania, orang-orang lebih cenderung mengonsumsi buah, sayuran, zaitun dengan takaran yang lebih tinggi sementara masyarakat di Asia lebih cenderung mengonsumsi Nasi.
Begitu juga dengan konsumsi makanan cepat saji yang cenderung tinggi baik di negara berkembang ataupun negara maju.
Gaya hidup juga berperan penting di dalamnya. Misalnya, apabila seseorang merokok, mengonsumsi minuman keras hingga obat-obatan terlarang cenderung mempunyai masalah kesehatan yang lebih tinggi dibandingkan orang yang tidak pernah menyentuhnya.
Hal ini juga selaras dengan tingkat stres dan depresi yang dialami seseorang. Disisi lain juga, pria dan wanita memiliki kondisi fisik yang cenderung berbeda yang mungkin lebih rentan terhadap suatu penyakit.
Misalnya, pada masyarakat dimana perempuan memiliki pendapatan dan pendidikan yang lebih rendah dibandingkan laki-laki, risiko kesehatan yang ia derita lebih tinggi.
Cara menjaga kesehatan
Cara terbaik untuk menjaga kesehatan adalah dengan menjaga tubuh agar tetap sehat. Caranya sangat mudah, yakni dengan menerapkan pola hidup sehat.
Ibarat lama mengatakan, lebih baik mencegah daripada mengobati. Artinya, jangan menunggu sampai sakit dulu baru berusaha menjaga kesehatan.
Keadaan untuk menjaga kesehatan ini kadang disebut dengan istilah kebugaran. Kebugaran dapat diperoleh dengan cara berolahraga dan mengonsumsi makanan yang sehat.
Dan ada beberapa cara sederhana untuk menjaga kesehatan fisik dan mental yang bisa dilakukan setiap hari, diantaranya:
- Pola makan yang seimbang, bergizi dan bersumber dari alam
- Selalu berolahraga dengan teratur
- Mengetahui penyakit yang mungkin dialami akibat gaya hidup yang diterapkan
- Belajar mengelola stres
- Terlibat dalam kegiatan yang memungkinkan Anda menjaga daya tahan tubuh dan pola hidup
- Mempertahankan pandangan positif dan menghargai apa yang dimiliki saat ini
- Mendefinisikan sistem nilai dan menerapkannya di masyarakat
Menutupi
Terkadang, definisi kesehatan bisa berbeda antara satu orang dengan orang lain begitu juga dengan cara mereka menjaga kesehatan tubuh.
Menjaga kesehatan sejak dini adalah hal yang wajib dilakukan setiap orang. Tujuannya bukan saja agar tubuh bisa bugar dan sehat tetapi juga untuk mengajak lingkungannya agar menerapkan pola hidup sehat yang sama
Demikian artikel tentang sehat adalah: pengertian, jenis dan cara menjaga kesehatan. Semoga artikel ini bisa bermanfaat bagi anda. ~





