Surat Al-‘Adiyat adalah surat ke-100 dalam Al-Qur’an, termasuk surat Makkiyah, dan terdiri dari 11 ayat. Surat ini dinamai Al-‘Adiyat yang berarti “kuda yang berlari kencang” atau “hewan penyerang”, karena surat ini dimulai dengan sumpah tentang kuda perang yang berlari cepat pada medan pertempuran.
Surat ini memberikan gambaran semangat dan kegigihan manusia, serta peringatan tentang keserakahan dan kelalaian terhadap Allah.
Teks Surat Al-‘Adiyat (Arab, Latin, dan Artinya)
1. وَالْعَادِيَاتِ ضَبْحًا
Wal-‘ādyāti ḍabḥā
Artinya: Demi kuda perang yang berlari kencang sambil menghembuskan nafasnya,
2. فَالْمُورِيَاتِ قَدْحًا
Falmūriyāti qadḥā
Artinya: Dan kuda-kuda yang menyalakan api (menggores tanah dengan kuku-kukunya),
3. فَالْمُغِيرَاتِ صُبْحًا
Falmughīrāti ṣubḥā
Artinya: Dan kuda-kuda yang menyerang pada waktu subuh,
4. فَأَثَرْنَ بِهِ نَقْعًا
Fa atharna bihī naq‘ā
Artinya: Yang meninggalkan jejak-jejak debu yang membumbung,
5. فَوَسَطْنَ بِهِ جَمْعًا
Fawasatna bihī jam‘ā
Artinya: Dan menyerbu musuh dalam pertempuran secara tiba-tiba,
6. إِنَّ الْإِنسَانَ لِرَبِّهِ لَكَنُودٌ
Innal-insāna li rabbihi lakannūd
Artinya: Sungguh, manusia itu sangat ingkar kepada Tuhannya,
7. وَإِنَّهُ عَلَىٰ ذَٰلِكَ لَشَهِيدٌ
Wa innahu ‘alā dhālika la syahīd
Artinya: Dan sesungguhnya dia menyaksikan hal itu sendiri.
8. وَإِنَّهُ لِحُبِّ الْخَيْرِ لَشَدِيدٌ
Wa innahu li ḥubbil-khairi la syadīd
Artinya: Dan sesungguhnya dia sangat mencintai harta.
9. أَفَلَا يَعْلَمُ إِذَا بُعْثِرَ مَا فِي الْقُبُورِ
Afalā ya‘lamu iżā bu‘tsira mā fil-qubūr
Artinya: Tidakkah dia mengetahui ketika (amal perbuatannya) dibangkitkan dari kubur?
10. وَحُصِّلَ مَا فِي الصُّدُورِ
Wa ḥushila mā fiṣ-ṣudūr
Artinya: Dan dikumpulkan apa yang ada dalam dada (hati manusia)?
11. إِنَّ رَبَّهُمْ بِهِمْ يَوْمَئِذٍ لَخَبِيرٌ
Inna rabbahum bihim yauma-idhin lakhabīr
Artinya: Sesungguhnya Tuhan mereka pada hari itu Maha Mengetahui segala sesuatu tentang mereka.
Kandungan dan Tafsir Singkat Surat Al-‘Adiyat
-
Ayat 1–5: Sumpah kuda perang
-
Allah bersumpah dengan kuda perang yang berlari cepat, menyerang di pagi hari, dan meninggalkan jejak debu.
-
Kuda-kuda ini melambangkan semangat, kekuatan, dan ketekunan.
-
Pesan tersirat: manusia juga diciptakan dengan potensi untuk berusaha, bekerja keras, dan berjuang di jalan yang benar.
-
Ayat 6–8: Sifat manusia
-
Manusia dikenal ingkar kepada Tuhannya, meskipun sering menyaksikan kebenaran sendiri.
-
Terutama kecintaan terhadap harta dan keserakahan, yang membuat manusia lupa pada tanggung jawab spiritual.
-
Surat ini menegaskan bahwa keserakahan materi bisa menutupi kesadaran akan Allah.
-
Ayat 9–11: Hari kebangkitan dan penghitungan amal
-
Allah menegaskan kebangkitan manusia dari kubur dan pengumpulan semua perbuatan, baik yang tersembunyi maupun yang nyata.
-
Tuhan Maha Mengetahui segala sesuatu yang dilakukan manusia.
-
Ini mengingatkan agar manusia tidak lalai dari tanggung jawab moral dan spiritual.
Hikmah Surat Al-‘Adiyat
-
Menumbuhkan kesadaran spiritual
-
Mengajarkan ketekunan dan semangat
-
Peringatan terhadap keserakahan
-
Keadilan Allah yang menyeluruh
-
Allah mengetahui segala sesuatu, bahkan perbuatan sekecil atom sekalipun.
-
Menumbuhkan sikap rendah hati, jujur, dan penuh tanggung jawab.
-
Motivasi untuk amal baik
Relevansi Surat Al-‘Adiyat dalam Kehidupan Modern
-
Dalam bekerja dan belajar
-
Dalam mengelola harta
-
Dalam hubungan sosial
-
Dalam pengembangan diri
Kesimpulan
Surat Al-‘Adiyat dan artinya mengajarkan:
-
Manusia memiliki potensi untuk berusaha dan berjuang, sama seperti kuda perang yang digambarkan dalam ayat awal.
-
Manusia sering lalai dan terbuai cinta dunia, sehingga melupakan kewajiban spiritual.
-
Setiap perbuatan akan diperhitungkan pada hari kebangkitan, dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.
-
Surat ini mendorong manusia untuk hidup dengan disiplin, amal saleh, rendah hati, dan sadar akan tanggung jawab spiritual.
Dengan memahami surat ini, kita belajar untuk menyeimbangkan usaha duniawi dengan amal saleh, menjaga integritas, dan tidak terjerumus dalam keserakahan.