Jelaskan Dampak Letak Garis Lintang Indonesia terhadap Kondisi Fisik dan Sosial di Wilayahnya
Pengertian Letak Garis Lintang
Letak garis lintang adalah posisi suatu wilayah terhadap garis khatulistiwa yang ditunjukkan dengan derajat utara (LU) atau selatan (LS). Indonesia terletak di sekitar garis khatulistiwa, yaitu antara 6° LU – 11° LS, sehingga berada di wilayah tropis.
Dampak Letak Garis Lintang terhadap Kondisi Fisik
-
Iklim Tropis
-
Keanekaragaman Hayati Tinggi
-
Letak di garis khatulistiwa menyebabkan Indonesia memiliki flora dan fauna tropis yang sangat beragam.
-
Contohnya hutan hujan tropis di Sumatera, Kalimantan, dan Papua yang kaya sumber daya alam.
-
Potensi Bencana Alam
-
Indonesia terletak di wilayah tropis dan juga di Cincin Api Pasifik, sehingga rawan bencana seperti gempa bumi, tsunami, dan letusan gunung berapi.
-
Suhu dan Kelembapan Stabil
-
Suhu rata-rata sekitar 23–28°C dan kelembapan tinggi, mendukung pertanian tropis seperti padi, kelapa, karet, dan kopi.
Dampak Letak Garis Lintang terhadap Kondisi Sosial
-
Kehidupan Masyarakat Pertanian
-
Keragaman Budaya dan Pangan
-
Kondisi fisik yang berbeda di setiap pulau menciptakan keanekaragaman budaya, adat, dan jenis pangan lokal, misalnya padi di Jawa, jagung di Nusa Tenggara, dan sagu di Papua.
-
Mobilitas dan Perdagangan Antar Pulau
-
Kesehatan Masyarakat
-
Tingginya kelembapan dan curah hujan memengaruhi pola penyakit tropis, seperti demam berdarah, malaria, dan penyakit kulit.
Penutup
Letak garis lintang Indonesia yang berada di sekitar garis khatulistiwa memberikan dampak signifikan terhadap kondisi fisik dan sosialnya. Secara fisik, memengaruhi iklim, keanekaragaman hayati, dan potensi bencana. Secara sosial, memengaruhi mata pencaharian, budaya, perdagangan, dan kesehatan masyarakat.