Kalau kamu baru mulai belajar saham, pasti sering nemu istilah yang terdengar “berat”, salah satunya free float saham. Istilah ini sering muncul di berita pasar modal, laporan emiten, sampai pembahasan soal indeks saham. Tapi tenang, sebenarnya konsepnya nggak serumit kelihatannya.
Memahami arti free float saham itu penting, apalagi kalau kamu ingin jadi investor yang nggak cuma ikut-ikutan. Free float bisa memengaruhi likuiditas saham, pergerakan harga, sampai risiko investasi. Nah, biar nggak bingung lagi, yuk kita bahas pelan-pelan dengan bahasa yang santai.
Arti Free Float Saham
Free float saham artinya jumlah saham suatu perusahaan yang beredar di publik dan dapat diperdagangkan secara bebas di pasar saham.
Saham yang termasuk free float biasanya tidak dimiliki oleh pihak pengendali, seperti:
- Pemegang saham mayoritas
- Pendiri perusahaan
- Manajemen inti
- Pemerintah (jika ada kepemilikan strategis)
Artinya, saham ini benar-benar tersedia untuk dibeli dan dijual oleh investor publik, baik ritel maupun institusi.
Apa Itu Saham yang Tidak Termasuk Free Float?
Tidak semua saham yang diterbitkan perusahaan bisa disebut free float. Beberapa saham tidak masuk hitungan free float, antara lain:
- Saham milik pemegang saham pengendali
- Saham milik direksi dan komisaris (dalam jumlah besar)
- Saham treasury (saham yang dibeli kembali oleh perusahaan)
- Saham yang dikunci (lock-up)
Saham-saham ini dianggap tidak aktif diperdagangkan, sehingga tidak dihitung sebagai free float.
Contoh Sederhana Free Float Saham
Misalnya:
- Total saham perusahaan: 1 miliar lembar
- Saham milik pemegang saham pengendali: 700 juta lembar
- Saham publik: 300 juta lembar
Maka:
Free float saham = 300 juta lembar (30%)
Artinya, hanya 30% saham perusahaan yang benar-benar beredar bebas di pasar.
Fungsi Free Float Saham
Menunjukkan Likuiditas Saham
Saham dengan free float besar biasanya lebih likuid, artinya:
- Mudah dibeli dan dijual
- Volume transaksi tinggi
- Spread harga lebih kecil
Sebaliknya, saham dengan free float kecil cenderung lebih sulit diperdagangkan.
Mengurangi Risiko Manipulasi Harga
Free float yang kecil membuat saham lebih mudah digerakkan oleh pihak tertentu. Itulah sebabnya saham dengan free float rendah sering mengalami:
- Lonjakan harga ekstrem
- Penurunan tajam secara tiba-tiba
Dengan free float yang besar, pergerakan harga biasanya lebih stabil.
Menjadi Syarat Masuk Indeks Saham
Di Bursa Efek Indonesia (BEI), free float menjadi salah satu syarat penting agar saham bisa masuk indeks tertentu, seperti:
- IDX30
- LQ45
- IDX80
Semakin besar free float, semakin besar peluang saham masuk indeks bergengsi.
Aturan Free Float di Bursa Efek Indonesia
BEI menetapkan bahwa perusahaan tercatat wajib memiliki free float minimum 7,5% dari total saham beredar, yang dimiliki oleh minimal 300 pemegang saham publik.
Aturan ini bertujuan untuk:
- Meningkatkan likuiditas pasar
- Melindungi investor ritel
- Mencegah pengendalian harga oleh segelintir pihak
Jika perusahaan tidak memenuhi ketentuan ini, bisa dikenakan sanksi.
Dampak Free Float bagi Investor
Bagi Investor Pemula
Free float penting untuk diperhatikan karena:
- Saham lebih mudah keluar masuk
- Risiko “nyangkut” lebih kecil
- Harga lebih mencerminkan mekanisme pasar
Investor pemula biasanya disarankan memilih saham dengan free float cukup besar.
Bagi Trader
Trader sangat memperhatikan free float karena:
- Berpengaruh pada volatilitas
- Menentukan cepat atau lambatnya pergerakan harga
- Berkaitan dengan volume transaksi harian
Saham free float kecil bisa menarik untuk trading agresif, tapi risikonya tinggi.
Free Float Besar vs Free Float Kecil
Free float besar:
- Likuiditas tinggi
- Harga relatif stabil
- Risiko manipulasi lebih kecil
Free float kecil:
- Harga mudah digerakkan
- Volatilitas tinggi
- Potensi untung besar, tapi risiko juga besar
Pilihan tergantung gaya investasi dan toleransi risiko masing-masing investor.
Kesimpulan
Free float saham artinya jumlah saham perusahaan yang beredar di publik dan bisa diperdagangkan secara bebas di pasar saham. Free float berperan penting dalam menentukan likuiditas, stabilitas harga, dan kelayakan saham masuk indeks tertentu.
Bagi investor, memahami free float membantu dalam:
- Menilai risiko saham
- Menentukan strategi investasi
- Menghindari saham yang rawan manipulasi
Intinya, sebelum beli saham, jangan cuma lihat harga dan grafik, tapi cek juga free float-nya. Itu salah satu kunci supaya investasi lebih aman dan rasional.
Seluruh konten dan artikel yang dipublikasikan di DomainJava.com disediakan semata-mata untuk tujuan informasi dan edukasi. Kami berupaya menyajikan informasi yang akurat, relevan, dan bermanfaat, namun tidak dimaksudkan untuk melanggar hukum, kebijakan, maupun pedoman dari pihak mana pun. Segala bentuk penggunaan informasi yang terdapat dalam artikel Arti Free Float Saham: Pengertian, Fungsi, dan Pengaruhnya bagi Investor sepenuhnya menjadi tanggung jawab pembaca.